RATU IBLIS

RATU IBLIS
Menjadi Iblis (2)


__ADS_3

"Tidak mungkin adikku melakukan hal semacam itu." triak Putri Zo Renji yang tak percaya bahwa semua ini adalah ulah dari Putri Zo Ruhi, karna bisa saja iblis yang ada di hadapannya itu sedang membual agar ia membenci adiknya sendiri.


"Kau mendapatkan semua kasih sayang dari saudaramu maupun orang tuamu, bahkan anggota kerajaan yang lain selalu membanding bandingkan Putri Zo Ruhi denganmu. Bukankah itu adalah hal yang wajar jika gadis itu memiliki dendam pribadi padamu?." tanya Xiao Ziya dengan nada datarnya. Sang putri mulai berfikir dan semua yang dikatakan oleh iblis yang ada di hadapannya memanglah benar.


"Apa saya tak memiliki kesempatan seperti Putri Zo Ruhi?." tanya Putri Zo Renji yang ingin menukar nyawanya dengan saudaranya yang lain seperti Putri Zo Renji.


"Tidak ada kesempatan bagimu, sekarang ucapkan selamat tinggal pada dunia." ucap Xiao Ziya yang mengayunkan pedangnya tepat pada leher sang putri. Kepala Putri Zo Renji menggelinding di lantai gudang tua, tubuh gadis itu tumbang serta darah yang bercucuran.


"Mari kita cari mangsa lainnya." ucap Xiao Ziya dengan senyum iblisnya yang belum memudar.


Xiao Ziya keluar dari gudang tua itu, sebelumnya ia memasukkan jasad Putri Zo Renji kedalam cincin semesta agar tidak cepat membusuk. Gadis itu melesat dengan kekuatan penuh menuju salah satu rombongan prajurit yang sedang menunggangi kuda, ternyata pasukan itu dipimpin oleh Pangeran Zo Linhu. Xiao Ziya melesat dan menarik kerah baju sang pangeran, meski Pangeran Zo Linhu lebih berat darinya namun gadis itu tak keberatan mengangkatnya.


Setelah berhasil menculik Pangeran Zo Linhu, gadis itu dengan segera membawanya menuju gudang tua. Seperti sebelumnya Xiao Ziya mengikat Pangeran Zo Linhu di sebuah tiang, sang pangeran sangat terkejut karna tiba tiba saja ada yang menariknya.


"Kau menculikku? apakah kau tak tau bahwa aku adalah pangeran dari kekaisaran ini?." tanya Pangeran Zo Linhu yang berfikir jika orang yang menculiknya sudah salah menculik orang.


"Saya tau anda seorang pangeran, untuk itu saya menculik anda." ucap Xiao Ziya dengan nada dinginnya, apakah seorang pangeran tak bisa diculik?. Tentu saja bisa jika yang melakukannya adalah Xiao Ziya.


"Lepaskan aku, akan kuberikan banyak koin emas untukmu." ucap Pangeran Zo Linhu, ia mengira bahwa penculikan ini hanya didasarkan karna sang penculik menginginkan uang tebusan.


"Saya tidak butuh uangmu, saya hanya ingin nyawamu." ucap Xiao Ziya dengan nada bicara mengancam.


Akhirnya Pangeran Zo Linhu sadar bahwa saat ini nyawanya sedang dalam bahaya, akan tetapi sang pangeran merasa bahwa ia tak menyinggung siapapun akhir akhir ini. Lalu mengapa orang misterius itu menculik dan ingin membunuhnya?.


"Siapa kau!!." triak Pangeran Zo Linhu yang ingin memastikan siapa orang yang ingin membunuhnya itu.


"Saya seorang iblis yang bangkit karna murka pada ayah anda." jawab Xiao Ziya yang memberi sedikit penjelasan. Tak mungkin ia mengatakan bahwa dirinya adalah Xiao Ziya yang ingin membalas dendam, karna bisa saja nyawa sang ayah akan terancam.


"Ayah? maksutmu Kaisar Zo Linzu?." tanya Pangeran Zo Linhu. Seingatnya hal buruk yang baru baru ini dilakukan oleh sang ayah adalah menculik Xiao Cunyu ayah dari Xiao Ziya untuk membalaskan dendamnya.


"Apakah kau datang kesini karna perintah Xiao Ziya?." tanya Pangeran Zo Linhu yang hampir menebak dengan benar.


"Ternyata anda cukup pintar." ucap Xiao Ziya dengan senyum yang tertutupi oleh topengnya.


"Apa yang akan gadis itu berikan padamu sebagai imbalan? saya akan memberi dua kali lipat." ucap Pangeran Zo Linhu yang mencoba untuk berdiskusi, mungkin dengan hal ini ia bisa menyelamatkan nyawanya.


"Gadis itu tak memberikan apapun sebagai imbalan, dia adalah ratu kami tentu kami akan sangat marah jika ada yang menyinggungnya. Dan beraninya orang rendahan seperti kalian membuat ratu kami murka." ucap Xiao Ziya yang sedang menahan tawanya, baru kali ini ia menyebut dirinya sendiri sebagai ratu.


Pangeran Zo Linhu langsung terdiam, ia tak mengetahui fakta jika gadis bernama Xiao Ziya itu memiliki hubungan dengan para iblis. Jika ia mengetahui hal ini sebelumnya maka Pangeran Zo Linhu akan melarang ayahnya untuk melakukan tindakan gegabah. Saat ini semuanya sudah terlambat, nasi sudah menjadi bubur ayam, kemungkinan terburuknya seluruh anggota Kekaisaran Binzo akan mati.


"Apa kau tak keberatan menukar nyawamu untuk keselamatan anggota keluargamu yang lain?." tanya Xiao Ziya pada Pangeran Zo Linhu, ia tau pangeran yang ada di hadapannya itu adalah sosok yang sangat arogan. Pangeran Zo Linhu tak akan mengorbankan dirinya sendiri hanya untuk kebebasan orang lain.


"Jika saya mati maka mereka semua akan mati." ucap Pangeran Zo Linhu dengan kesal.

__ADS_1


"Apa kau ingin tetap hidup walau seluruh anggota keluargamu mati?." tanya Xiao Ziya.


"Tentu saja." ucap Pangeran Zo Linhu yang ingin tetap hidup, jika seluruh anggota keluarganya mati maka ia yang akan menjadi kaisar.


Xiao Ziya memberikan penawaran pada Pangeran Zo Linhu jika ia tetap ingin hidup, yang pertama sang pangeran harus memberitau dimana Xiao Cunyu disembunyikan, dan yang kedua ia harus membawa pangeran pertama sebagai ganti nyawanya. Mendengar penawaran itu tentu Pangeran Zo Linhu langsung menyanggupinya. Xiao Ziya membebaskan sang pangeran dan waktu yang diberikan sampai tengah malam tiba, jika Pangeran Zo Linhu gagal maka Xiao Ziya akan datang dan membunuhnya.


"Saya akan kembali sebelum tengah malam, tuan iblis tenang saja." ucap Pangeran Zo Linhu yang langsung keluar dari gudang tua itu dan berjalan menuju istana Kekaisaran Binzo.


Saat Pangeran Zo Linhu tiba tiba menghilang tadi, semua pasukan yang ada di belakangnya terkejut dan merasa khawatir. Mereka mencari cari sang pangeran keseluruh tempat yang ada di Kekaisaran Binzo namun hasilnya nihil. Saat ini para prajurit yang ada dalam rombongan Pangeran Zo Linhu ingin kembali ke istana kekaisaran untuk melapor pada Kaisar Zo Linzu jika pangeran kedua menghilang. Namun saat mereka masuk kedalam istana dan pergi ke aula utama untuk menemui kaisar, di sana sudah ada Pangeran Zo Linhu yang sedang kelapor tentang keamanan desa yang ada di perbatasan.


"Salam hormat kami pada Yang Mulia Kaisar Zo Linzu dan Pangeran Zo Linhu." ucap para prajurit yang membungkukkan tubuh mereka sembari mengucapkan salam.


"Saya terima salam kalian." ucap Kaisar Zo Linzu.


"Apakah pangeran kedua baik baik saja? kami sangat khawatir saat pangeran tiba tiba menghilang." ucap beberapa prajurit dengan raut wajah cemas mereka.


"Saya baik baik saja, saya sengaja memisahkan diri dari rombongan karna saya rasa ada orang yang sedang mengintai dari kejauhan, saya berhasil menangkap orang itu dan memasukkannya kedalam penjara." ucap Pangeran Zo Linhu dengan tenang agar tak ada yang curiga padanya. Para prajurit yant tadinya merasa khawatir kini sudah lega karna pangeran kedua baik baik saja.


"Baiklah jika begitu kami undur diri." ucap para prajurit itu yang membungkukkan badannya kemudian keluar dari aula utama.


Saat Pangeran Zo Linhu baru saja keluar dari gudang tua ia teringat bahwa sebelum diculik oleh iblis itu ia sedang dalam perjalanan kembali ke istana. Kemungkinan besar para prajurit yang ada dalam rombongannya merasa sangat khawatir dan mencarinya kemana mana. Karna hal itu Pangeran Zo Linhu berusaha memikirkan sebuah alasan logis agar tak ada yang curiga, saat sang pangeran sedang memikirkan sebuah alasan tiba tiba ia melihat ada seseorang yang sedang mengendap ngendap di salah satu atap rumah penduduk. Dengan segera Pangeran Zo Linhu menangkap mata mata itu dan menjadikannya sebuah alasan yang bags.


Namun faktanya orang yang sedang mengendap ngendap di atap rumah itu bukan mengincar Pangeran Zo Linhu, orang itu sedang melihat ke arah peternakan domba yang tak jauh dari gudang tua. Atau singkatnya orang itu ingin mencuri beberapa domba yang ada di sana.


Setelah mendapatkan informasi mengenai Pangeran Zo Runjin, Pangeran Zo Linhu berjalan ke halaman belakang Istana Kekaisaran Binzo di sana ada sebuah ruangan khusus untuk para tahanan yang mereka sembunyikan. Jika biasanya tahanan akan dimasukkan kedalam penjara namun tahanan khusus seperti Xiao Cunyu akan berada di sebuah ruangan gelap mirip semacam kamar.


"Tahanan bernama Xiao Cunyu ada di kamar nomer berapa?." tanya Pangeran Zo Linhu yang bertanya pada para prajurit yang ditugaskan untuk menjaga bangunan itu.


"Kamar kesepuluh." ucap salah seorang prajurit yang menjawabnya dengan singkat.


"Perketat penjagaan karna kita tak akan tau kapan suruhan gadis bernama Xiao Ziya itu akan datang." ucap Pangeran Zo Linhu dengan tegas, ia sengaja mengatakan hal seperti itu agar tak ada yang curiga padanya.


"Baik laksanakan." ucap para prajurit secara serempak.


Setelah itu Pangeran Zo Linhu berjalan keluar melewati gerbang belakang karna ia malas melewati gerbang depan yang jaraknya cukup jauh, para penjaga gerbang belakang menghentikan sang pangeran dan bertanya kemana pangeran akan pergi. Dengan santainya Pangeran Zo Linhu menjawab bahwa ia ingin pergi ke kedai yang menjual arak karna ingin mabuk mabukan. Para prajurit saling berpandangan kemudian membukakan pintu gerbang belakang, sepertinya itu adalah hal yang lumrah.


Pangeran Zo Linhu berhasil keluar dan langsung berjalan menuju rumah kekasih pangeran pertama, rumah kekasih pangeran pertama berada di sebuah desa yang cukup dekat dengan perbatasan.


"Hah kakakku berpacaran dengan seorang gadis penghibur ahaha sungguh disayangkan ia tak layak menjadi kaisar selanjutnya." ucap Pangeran Zo Linhu yang tau sejak awal mengapa sang ayah lebih memilihnya untuk menjadi putra mahkota.


Setelah perjalanan yang cukup panjang akhirnya Pangeran Zo Linhu sampai di sebuah desa, suasananya masih cukup ramai karna belum terlalu malam. Dengan cepat Pangeran Zo Linhu berjalan menuji salah satu rumah penduduk setelah sampai ia masuk ke halaman rumah orang itu.


"Tok tok tok permisi." ucap Pangeran Zo Linhu yang mengetuk pintu dengan sopan.

__ADS_1


Cklek.


Suara pintu rumah yang dibuka. Nampak sosok gadis dengan paras lumayan cantik muncul dan tersenyum pada Pangeran Zo Linhu.


"Apakah Pangeran Zo Runjin ada di sini?." tanya Pangeran Zo Linhu pada gadis itu.


"Kakakmu ada di dalam, tunggulah sebentar aku akan memanggilkannya." ucap gadis itu yang masuk lagi kedalam rumah. Gadis itu memberitaukan pada Pangeran Zo Runjin bahwa adiknya datang mencarinya.


Dengan segera Pangeran Zo Runjin membenarkan pakaiannya yang berantakan kemudian keluar untuk melihat siapa yang sedang mencarinya. Saat sampai di luar tak ada siapapun di sana, namun saat akan masuk kembali kedalam rumah kekasihnya ada benda tumpul yang mengenai punggung Pangeran Zo Runjin dengan keras hingga ia pingsan.


Setelah pangeran pertama pingsan, Pangeran Zo Linhu menyeretnya menuju gudang tua yang tak terlalu jauh dari rumah gadis itu. Sang gadis merasa khawatir karna kekasihnya tak kunjung kembali, jika Pangeran Zo Linhu datang untuk membawanya pulang maka Pangeran Zo Runjin akan berpamitan padanya. Gadis itupun berjalan keluar rumahnya namun ia tak menemukan siapapun disana.


"Mungkin ada tugas mendadak hingga ia tak sempat berpamitan." ucap gadis itu yang mencoba untuk berfikir positif.


Seandainya gadis itu tau bahwa ia tak akan pernah bertemu lagi dengan kekasihnya karna Pangeran Zo Runjin akan mati sebagai ganti dari nyawa Pangeran Zo Linhu. Disisi lain Pangeran Zo Linhu sudah sampai di gudang tua tempat sang iblis menunggunya, ia menyeret tubuh Pangeran Zo Runjin kedalam.


"Wah wah kau berhasil rupanya." ucap Xiao Ziya yang cukup puas dengan pekerjaan sang pangeran.


"Saya akan lakukan apapun asal nyawa saya selamat." ucap Pangeran Zo Linhu dengan senyum senangnya, ia tak merasa bersalah atas apa yang telah ia lakukan.


"Dimana ayah dari ratu saya berada?." tanya Xiao Ziya.


"Tuan Xiao Cunyu disekap di sebuah bangunan yang ada di halaman belakang Istana Kekaisaran Binzo, ia berada di kamar kesepuluh." ucap Pangeran Zo Linhu yang memberikan informasi dimana Xiao Cunyu ditahan.


"Baiklah kau bisa pergi sekarang, jangan beritau siapapun tentang hal ini. Karna kami para iblis bisa datang kapanpun." ucap Xiao Ziya yang memperbolehkan Pangeran Zo Linhu untuk pergi.


Pangeran Zo Linhu keluar dari gudang tua itu, ia akan kembali ke rumah kekasih Pangeran Zo Ruhi karna bisa saja gadis itu melaporkannya pada Kaisar Zo Linzu.


Xiao Ziya mengambil pedang yang ia sandarkan di sudut gudang tua itu, kali ini ia tak akan menunggu Pangeran Zo Runjin bangun terlebih dahulu karna itu akan membuang buang waktu. Xiao Ziya menebaskan pedang miliknya ke leher pangeran Zo Runjin, seperti sebelumnya kepala sang pangeran terpisah dari tubuhnya.


Setelah itu ia memasukkan jasad sang pangeran kedalam cincin semesta, setelah selesai Xiao Ziya keluar dari gudang dan melesat menuju penginapan karna hari sudah malam. Setelah sampai di penginapan ia berganti wujud menjadi pria paruh baya dan mengganti pakaiannya.


Setelah itu Xiao Ziya turuh kebawah untuk memesan makanan. Penjaga penginapan memperhatikan pria paruh baya itu karna dari pagi hingga malam ia baru keluar kamar.


"Saya kira tuan tidak berada di kamar anda." ucap salah seorang wanita yang bekerja di penginapan itu.


"Saya kelelahan dan tertidur pulas, saya sudah menjual semua dagangan saya karna itu saya bisa bersantai." ucap pria paruh baya itu dengan sebuah senyuman tipis.


"Apa yang ingin anda pesan?." ucap wanita itu.


"Beberpa roti dan daging panggang." ucap pria paruh baya itu yang hanya memesan satu porsi daging asap dan beberapa potong roti untuk menu makan malamnya.


Uhuy dah ya dah lumayan ini aku upnya tiga, besok doain hp makku bisa dipinjem ya guys wkwkwk. Jangan lupa follow buat yang belum, vote ya karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.

__ADS_1


__ADS_2