
Dengan usaha keras akhirnya Xiao Ziya sampai di gerbang perbatasan dunia, sayap elang miliknya perlahan lahan mulai terbakar oleh aura kematian yang bertabrakan dengan tubuh Xiao Ziya. Gadis itu merasakan panas yang sangat luar biasa namun ia berusaha untuk mengabaikan rasa panas itu. Beberapa malaikat yang sedang berjaga di gerbang perbatasan dunia merasa cemas melihat kondisi keponakan dari pemimpin mereka, beberapa malaikat kematian mengepakkan sayap mereka kemudian terbang untuk menyusul Xiao Ziya.
"Biar kami saja yang mengantar Anda kembali ke Dunia Bawah, jangan memaksakan diri seperti ini Nona Muda." ucap salah seorang malaikat kematian dengan paras yang cukup tampan disertai mata berwarna hijau.
"Saya baik baik saja, kalian tidak perlu khawatir. Terimakasih untuk perhatiannya, saya permisi terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya, dengan tegas gadis itu menolak bantuan yang diberikan oleh para malaikat kematian padanya.
Yang ada di dalam fikiran Ziya saat ini, jika dia gagal menghadapi rintangan saat ini bagaimana dengan hal hal yang akan terjadi di masa depan nanti?. Xiao Ziya sadar banyak tempat yang belum pernah ia kunjungi ataupun tempat yang diketahui oleh para kultivator maupun Dewa Dewi, karna itulah Ziya bertekad untuk menjadi lebih kuat lagi. Apa yang terjadi padanya saat ini adalah sebuah rintangan agar dia bisa lebih hebat lagi di masa depan.
Di sisi lain sang malaikat kematian berambut merah sedang berjalan dengan langkah cepat menuju ruang kerja Lee Brian, malaikat berambut merah itu mengetuk pintu beberapa kali akan tetapi tidak ada jawaban apapun dari dalam.
Tok tok tok
Tok tok tok tok
Suara ketukan pintu ruang kerja Lee Brian yang terus-menerus diketuk oleh Min Yuzang.
"Ck kemana pemimpin pergi, mungkinkan dia sedang sangat sibuk hingga tidak mendengar suara ketukan pintu yang sangat keras." gumam Min Yuzang dengan tatapan kesal.
Aura kematian yang ada di dunia tempat tinggal para malaikat kematian bukanlah hal yang dapat diatasi oleh manusia biasa seperti Xiao Ziya, Raja Neraka seperti Artur, ataupun para Dewa dan Dewi yang ada di dunia ini. Hakikatnya manusia tetaplah manusia meskipun mereka memiliki kekuatan yang sangat luar biasa atau mendapatkan berkat hidup abadi, Min Yuzang khawatir saat ini Xiao Ziya masih keras kepala untuk keluar dari dunia para malaikat kematian dengan cara terbang.
Bruak....
Min Yuzang terpaksa mendobrak pintu ruang kerja pemimpinnya itu, Min Yuzang melihat Lee Brian sedang menatap tajam ke arahnya seperti meminta penjelasan atas apa yang baru saja ia lakukan. Dengan berani Min Yuzang berjalan masuk ke dalam ruangan itu kemudian menghadap langsung pada Lee Brian.
"Salam hormat saya pada pemimpin, maaf karena merusak pintu ruang kerja Anda. Semua ini karna kesalahan Anda sendiri yang telah mengabaikan suara ketukan pintu saya." jelas Min Yuzang tanpa rasa bersalah.
"Apa kau tidak bisa menunggu dengan sabar di luar sana hingga saya mengizinkan mu untuk masuk?. Hal penting apa yang ingin kau sampaikan hingga memberontak seperti ini." tanya Lee Brian yang masih menatap tajam ke arah malaikat kematian berambut merah.
"Apa yang telah Anda lakukan pada Nona Muda Xiao Ziya? mengapa dia pergi dengan kesedihan yang begitu jelas di wajah cantiknya itu." tanya Min Yuzang dengan tidak santai.
"Hal ini tidak ada urusannya denganmu, saya hanya ingin dia beristirahat di dalam kamar dengan tenang tanpa menggangu saya yang sedang bekerja." jawab Lee Brian, suara pria itu terdengar sangat dingin.
"Beristirahat? Nona Xiao Ziya sudah meninggalkan kastil ini beberapa saat yang lalu. Dia sedang mencari jalan untuk pulang ke Dunia Bawah. Anda tau apa yang Nona Ziya katakan sebelum dia pergi? ia berkata tidak ingin mengganggu Anda yang sedang bekerja dan membuat suasana hati Anda menjadi buruk." ucap Min Yuzang, matanya melotot saat mengatakan hal itu.
Lee Brian langsung berdiri dari kursi kerjanya, ia bergegas pergi dari ruang kerja untuk mencari keberadaan Xiao Ziya saat ini. Lee Brian tidak menyangka sikapnya barusan melukai perasaan Xiao Ziya, ia kira Ziya sudah terbiasa dengan perlakuan seperti itu.
Min Yuzang berjalan di belakang Lee Brian, ia terus mengikuti kemana pemimpinnya itu pergi.
"Apa kalian melihat Xiao Ziya?." tanya Lee Brian pada beberapa prajurit yang sedang berjaga di gerbang utama kastil itu.
__ADS_1
"Nona Xiao Ziya sudah pergi beberapa saat yang lalu, ia berpamitan pada kami dan menitipkan pesan untuk Tuan. Nona mengatakan bahwa ia sangat berterimakasih atas bantuan yang telah Tuan berikan, Nona Ziya juga meminta maaf jika selama ini sudah merepotkan Anda." jawab para prajurit penjaga gerbang utama.
Lee Brian membuka kedua sayap hitam miliknya kemudian terbang untuk melalui gerbang kastilnya itu, Lee Brian akan mencari Xiao Ziya sampai ketemu. Ia ingin memastikan bahwa kondisi gadis itu baik baik saja setelah diterpa oleh aura kematian sepekat ini.
Di tempat lain saat ini Xiao Ziya mulai terbang menjauh dari dunia tempat tinggal para malaikat kematian, gadis itu melihat ke bawah dan ia menemukan ratusan lapisan langit tanpa terlihat ujungnya.
"Saya pasti bisa melakukan ini, jangan merepotkan Paman Lee Brian lagi." batin Xiao Ziya dengan senyuman lebar di wajah cantiknya itu.
Beberapa malaikat kematian terus mengawasi apa yang sedang dilakukan oleh Xiao Ziya dan mereka berharap gadis itu akan baik baik saja hingga sampai ke tempat tujuannya. Xiao Ziya mulai terbang ke bawah dan sebuah kemalangan menimpa gadis itu, kedua sayap elang miliknya tiba tiba patah tanpa alasan yang jelas akhirnya Ziya terjun bebas ke bawah.
"Zier keluarlah." ucap Xiao Ziya, ia memanggil harimau kesayangan miliknya itu untuk keluar dari cincin semesta dan memberinya tumpangan.
Tidak ada respon apapun dari Zier atau cincin semesta yang saat ini Xiao Ziya gunakan, ia bingung apa yang sedang terjadi dan terus mencoba memanggil binatang pengikut setia miliknya satu persatu.
"Mengapa tidak satupun dari mereka keluar dari dalam cincin semesta, mungkinkah ini karna kebangkitan yang terjadi pada tubuh saya kemarin malam?." tanya Xiao Ziya pada dirinya sendiri. Gadis itu terlihat sangat tenang meski ia terus terjun ke bawah tanpa bisa melakukan apapun.
Di sisi lain para malaikat kematian yang berada di gerbang perbatasan antar dunia merasa panik, beberapa diantara mereka mencoba untuk melewati gerbang perbatasan itu namun ada sesuatu yang menghalangi. Perlu diketahui tidak semua malaikat kematian bisa keluar masuk tempat dunia mereka tinggal dengan mudah. Para malaikat dengan tingkat rendah harus mendapatkan izin dari pemimpin mereka terlebih dahulu agar bisa mengakses gerbang perbatasan antar dunia.
Salah seorang malaikat kematian melihat Lee Brian dan Min Yuzang sedang terbang cukup tinggi. Mungkin mereka berdua sedang mencari keponakan Lee Brian yang sedang terjun bebas ke bawah itu.
"Pemimpin Lee Brian cepatlah selamatkan Nona Muda, kedua sayapnya tiba tiba patah dan dia sedang terjun bebas menuju Dunia Bawah!!." triak salah seorang malaikat kematian dengan sekuat tenaga agar di dengar oleh Lee Brian yang sedang terbang tinggi.
Lee Brian terbang secepat yang ia bisa untuk menyusul Xiao Ziya yang terus meluncur ke bawah dengan kecepatan tinggi.
"Apa kau sudah gila, kau ingin mati muda atau bagaimana?!." bentak Lee Brian pada Xiao Ziya yang jaraknya sudah tidak terlalu jauh.
"Bukannya paman sibuk? saya akan baik baik saja saat mendarat di Dunia Bawah nanti. Paman tidak perlu merasa khawatir pada saya, terimakasih untuk bantuannya kemarin." jawab Xiao Ziya.
"Diamlah dan jangan mengatakan apapun lagi!." triak Lee Brian. Pria itu mempercepat laju terbangnya, setelah sedikit usaha akhirnya Lee Brian berhasil menggapai tubuh Xiao Ziya dan memeluknya dengan erat.
Lee Brian terbang kembali menuju dunia tempat para malaikat kematian tinggal, untuk sekarang bukan waktu yang tepat untuk keponakannya itu kembali ke Dunia Bawah. Xiao Ziya menatap ke arah pamannya itu dengan tatapan bingung, bukankah sang paman tidak menyukainya? mengapa sekarang pamannya kembali peduli seperti ini.
Setelah melewati gerbang perbatasan antara dunia, Lee Brian menutup sayapnya kemudian turun ke bawah. Beberapa malaikat kematian langsung mendekat ke arah Lee Brian dan Xiao Ziya yang baru sampai.
"Apakah Nona Ziya baik baik saja? mengapa Anda menolak tawaran kami untuk mengantar Anda kembali." tanya sang malaikat kematian bermata hijau cerah.
"Punggung Anda pasti sangat sakit setelah sepasang sayap Anda patah." ucap malaikat kematian yang lain dengan tatapan prihatin.
"Jangan nekat lagi Nona Muda, masih banyak cara yang dapat dilakukan jika Anda ingin kembali ke Dunia Bawah. Tidak perlu melewati gerbang perbatasan dunia dengan membahayakan nyawa Anda." tegur Min Yuzang sembari menatap Xiao Ziya dengan tatapan tajam.
__ADS_1
"Maaf karna membuat kalian semua khawatir, saya baik baik saja. Rencananya saya akan membuat beberapa lapisan pelindung setelah hampir sampai di Dunia Bawah." jawab Xiao Ziya dengan senyuman polos.
Lee Brian masih menggendong tubuh Ziya tanpa ada niatan untuk menurunkannya, kejadian tadi membuat perasaan Lee Brian menjadi sangat kacau. Jika ia terlambat mungkin saja keponakan kesayangannya itu telah pergi untuk selama-lamanya, dan kejadian itu akan menjadi penyesalan paling besar bagi Lee Brian.
"Paman biasakan Anda menurunkan saya?" tanya Xiao Ziya.
"Tidak! tetaplah diam dan menurut." jawab Lee Brian dengan tatapan tajam.
Xiao Ziya langsung menutup mulutnya dengan rapat, gadis itu tidak berani membantah ucapan dari Lee Brian yang saat ini jauh lebih kuat darinya. Lee Brian pamit pada malaikat kematian yang lain kemudian terbang lagi untuk membawa Xiao Ziya kembali ke kastil milik pamannya, dan sama seperti sebelumnya Min Yuzang masih mengikuti dari belakang.
"Jangan melakukan tindakan ceroboh seperti itu lagi, jika terjadi sesuatu padamu bagaimana cara saya menjelaskan pada Raja Artur dan seluruh anggota keluarga mu yang sudah menunggu di rumah." tegur Lee Brian pada Xiao Ziya.
"Baik paman." jawab Xiao Ziya dengan singkat, pada, dan jelas. Gadis itu berbicara dengan nada dingin.
Setelah terbang selama kurang lebih lima menit akhirnya mereka bertiga sampai di kastil milik pemimpin para malaikat kematian, Xiao Ziya memberikan isyarat agar sang paman menurunkannya namun pamannya itu tetap menolak.
"Saya bisa berjalan sendiri paman, Anda pasti sangat lelah setelah mengerjakan banyak pekerjaan dan masih harus mengurus saya." ucap Xiao Ziya.
"Saya bukanlah seorang pria lemah yang akan kelelahan hanya karna melakukan pekerjaan kecil seperti ini." jawab Lee Brian dengan ketus.
"Apa paman membenci Ziya?." tanya Xiao Ziya secara tiba-tiba. Langkah Lee Brian langsung terhenti setelah mendapatkan pertanyaan seperti itu.
"Bagaimana saya bisa membenci mu, jika saya bisa saya pasti sudah melakukan hal itu sedari dulu." jawab Lee Brian. Raut wajahnya berubah menjadi sedih, banyak hal yang tidak bisa ia terima namun itulah kenyataan yang harus dihadapi.
"Jadi paman Lee Brian sangat ingin membenci Ziya namun tidak bisa melakukannya?. Kesalahan apa yang telah Ziya lakukan pada paman?." tanya Xiao Ziya yang semakin penasaran.
"Tidak ada alasan khusus, sudahlah berhenti menanyakan hal hal yang tidak penting seperti ini. Saya akan mengantar mu ke kamar untuk beristirahat, jangan kabur lagi apapun alasannya. Jika kebangkitan mu telah sempurna, saya sendiri yang akan mengantar kembali ke Dunia Bawah. Apa mau mengerti?." jelas Lee Brian dengan pertanyaan di bagian akhir.
"Saya mengerti paman." jawab Xiao Ziya.
Di tempat lain saat ini Xiao Yan sedang berada di ruman tabib yang merawat Putri Zo Ruhi, untuk saat ini kondisi sang putri sudah jauh lebih baik dari sebelumnya dan sudah diizinkan untuk kembali ke rumah. Xiao Yan membayarkan sejumlah koin emas pada tabib tersebut setelah itu ia membawa Putri Zo Ruhi menuju Istana Kerajaan Binglin.
"Dimana Nona Xiao Ziya? mengapa saya tidak melihatnya sedari tadi." tanya Putri Zo Ruhi, sejak ia terluka akibat serangan fatal dari Kaisar Yuzang Yanglang ia tak pernah melihat nona mudanya lagi.
"Ziya dibawa pergi oleh pamannya untuk mendapat perawatan intensif, sepertinya terjadi sesuatu pada tubuh Ziya yang membuat kekuatan di dalam tubuhnya tidak seimbang." jawab Xiao Yan. Jujur saja ia sangat khawatir dengan kondisi adiknya saat ini. Andai saja Xiao Yan tau dan memiliki kemampuan yang cukup, maka ia akan menyusul ke tempat Xiao Ziya berada saat ini.
"Apakah Nona Xiao Ziya terluka parah?. Lebih baik kita menjenguknya nanti." ucap Putri Zo Ruhi yang ikut khawatir.
"Sangat disayangkan paman gadis itu tinggal di lapisan dunia yang berbeda, karna itulah tidak ada yang bisa mengunjunginya." jawab Xiao Yan. Ia menghela nafas panjang atas ketidakmampuan nya itu.
__ADS_1
Hai hai semua author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.