RATU IBLIS

RATU IBLIS
Lima Puluh Ribu


__ADS_3

Haripun sudah berganti dan pagipun tiba, kemarin Xiao Ziya menginap di salah satu rumah yang ada di kota kecil miliknya, pagi ini Xiao Ziya akan pergi ke pasar gelap untuk mengambil para budak yang sudah ia pesan tiga hari yang lalu. Saat ini Xiao Ziya tengah bersiap siap, ia menggunakan gaun panjang berwarna hitam yang sangat cantik dijahit dengan benang emas dan dihiasi beberapa permata di sudut sudut tertentu.


Xiao Ziya sengaja menggunakan gaun itu karna ia belum pernah memakainya, setelah semuanya siap Xiao Ziya berangkat ke pasar gelap. Xiao Ziya mengajak beberapa pasukan kususnya untuk ikut. Ada lima pemuda yang ikut bersama Xiao Ziya.


"Baiklah mari kita pergi ke pasar gelap." ucap Xiao Ziya yang melesat pergi kemudian di susul oleh kelima pemuda yang telah menjadi pasukan khususnya.


Tak memerlukan waktu yang lama mereka sudah sampai di pasar gelap, di sana sudah ada Yang Lu dan Mu Linze yang menunggu kedatangan Xiao Ziya untuk mengambil budak budak yang telah ia pesan.


"Selamat lagi nona muda akhirnya anda datang juga." ucap Mu Linze yang sudah menunggu Xiao Ziya sedari tadi.


"Apakah semuanya sudah siap?." tanya Xiao Ziya pada pria itu.


Yang Lu pergi kebeberapa ruangan yang berbeda dari sana keluar banyak sekali pria, pemuda, dan wanita.


"Spirit stone yang anda berikan seharga dengan lima puluh ribu budak saya sudah mendatangkan budak dari beberapa pasar gelap." ucap Mu Linze yang merasa begitu senang karna memiliki partner yang begitu kaya akan harta spiritual.


"Saya akan membawa mereka semua, trimakasih atas kerja samanya." ucap Xiao Ziya yang merasa sangat puas atas apa yang ia dapatkan.


"Nona sebelum anda pergi bisakah kita bicara sebentar?." tanya Mu Linze yang ingin menanyakan beberapa hal pada Xiao Ziya.


"Baiklah namun saya tak bisa berlama lama." ucap Xiao Ziya yang memang tak bisa terlalu lama ada di sana karna ada hal lain yang akan ia lakukan.


Mu Linze mangajak Xiao Ziya untuk pergi kesebuah ruangan khusus di sama hanya ada Xiao Ziya, Mu Linze, dan juga Yang Lu. Mu Linze menanyakan berapa banyak senjata spiritual yang Xiao Ziya miliki karna mereka ingin membelinya dari Xiao Ziya. Xiao Ziya menatap kedua pria yang ada di hadapannya dengan tajam, ia sedang menyelidiki apa maksud mereka berdua menanyakan hal seperti itu.


"Kami berniat untuk membeli beberapa senjata spiritual dari nona muda." ucap Mu Linze yang menyampaikam tujuannya.


"Walau saya memiliki segunung senjata spiritual namun sata tak bisa menjualnya pada kalian." ucap Xiao Ziya yang menolaknya dengan halus, Xiao Ziya takut jika ia menjualnya di pasar gelap dan senjatanya nanti akan dibeli oleh orang orang yang tak bertanggung jawab.


"Apakah kami membuat kesalahan pada nona muda?." tanya Yang Lu yang mengira hubungan kerja sama antar mereka sudah cukup dekat sehingga gadis itu mau menjual senjata spiritualnya pada mereka.


"Saya tau kalian sudah membeli informasi tentang saya beberapa waktu lalu dan itu cukup membuat saya merasa kesal, selain itu saya juga tak ingin senjata senjata spiritual yang saya miliki jatuh ketangan orang yang salah." ucap Xiao Ziya dengan sangat santai.


Yang Lu dan Mu Linze tentu saja terkejut saat mendengar perkataan Xiao Ziya bagaimana bisa gadis itu tau bahwa mereka telah membeli informasi mengenai dirinya, bukankah Surrien adalah penjual informasi yang akan sangat setia pada pelanggannya dan tak akan membocorkan informasi apapun. Lalu dari mana gadis yang ada di hadapan mereka ini tau tentang hal itu.


"Dari mana nona mengetahui hal itu?." tanya Mu Linze yang sedang ketar ketir ketika tindakannya diketahui oleh Xiao Ziya.


"Jika anda memiliki informan maka saya memiliki mata mata." ucap Xiao Ziya dengan senyum dingin yang terukir di bibirnya.

__ADS_1


Mu Linze dan Yang Lu meminta maaf pada Xiao Ziya karna telah membeli informasi tentang gadis itu secara diam diam. Xiao Ziya sudah memaafkan mereka namun gadis itu tak bisa menjual senjata spiritual pada mereka dengan alasan yang sama. Akhirnya Yang Lu dan Mu Linze hanya bisa pasrah dengan keputusan Xiao Ziya karna mereka juga bersalah dalam hal ini.


"Baiklah saya akan pamit trimakasih karna telah berbisnis dengan saya." ucap Xiao Ziya yang langsung pergi dari ruangan itu ia menemui lima puluh ribu budak yang telah ia beli dan juga lima prajurit khususnya.


"Kalian berlima kawal mereka dari belakang jangan sampai ada yang kabur." ucap Xiao Ziya yang memberi perintah pada kelima anggota pasukan khususnya.


"Baik kami akan menjalakan perintah nona muda." ucap kelima orang itu secara serempak kemudian pergi ke barisan paling belakang.


Xiao Ziya memberikan instruksi pada kelima puluh ribu budak itu untuk mengikutinya, mau tak mah mereka harus mengikuti perintah dari nona baru yang sudah membeli mereka semua. Karna membawa banyak orang perjalanampun sedikit lebih lama. Xiao Ziya sampai di kota kecilnya saat malam hari.


"Baiklah kalian para pasukan khusus ku tolong urus mereka semua, kalian sudah tau kan apa yang harus dilakukan. Berikan koin emas yang sama seperti yang saya beri, biarkan mereka memilih kamar dan beristirahat." ucap Xiao Ziya yang langsung mengeluarkan lima puluh ribu kantung koin.


Para pasukan khusus milik Xiao Ziya mulai meminta para budak baru itu untuk membentuk beberapa kelompok, setelah selesai masing masing dari mereka akan diberikan satu kantong yang berisi lima ratus koin emas.


"Maaf nona muda untuk apa koin koin emas ini?." tanya salah seorang budak pria yang tak tau mengapa nona muda baru mereka memberikan banyak sekali koin emas.


"Itu adalah koin emas milik kalian, gunakan dengan baik. Selain itu kalian akan mendapatkan kamar dan juga makanan. Yang para pria dan pemuda harus lakukan adalah berlatih dengan giat dan menjadi pasukan khusus saya. Sedangkan para wanita tugasnya memasak untuk semua yang ada di sini , dan mengurus rumah rumah yang ada. Walaupun begitu kebersihan kamar kalian adalah tanggung jawab masing masing." ucap Xiao Ziya dengan tegas dan dipatuhi oleh semua orang yang ada di sana.


Setelah semuanya selesai Xiao Ziya berpamitan untuk pergi ke Istana Kekaisaran Qiyu sudah lama ia tak menempati kamarnya yang ada di sana. Saat ini Xiao Ziya sudah ada di halaman depan istana Kekaisaran Qiyu. Di sana ia melihat Xiao Yan dan Pangeran Kegelapan sedang membicarakan sesuatu, karna tak ingin mengganggu akhirnya Xiao Ziya hanya melewati kedua kakak laki lakinya saja.


"Adik Ziya." panggil Xiao Yan saat melihat Xiao Ziya hanya melintasinya begitu saja tanpa ada niat untuk menyapanya.


"Ada apa Yan gege?." tanya Xiao Ziya yang menatap kakak laki lakinya itu dengan keheranan.


"Kemarilah." ucap Pangeran Kegelapan yang meminta Xiao Ziya untuk datang menghampiri mereka berdua.


Xiao Ziyapun berjalan menghampiri kedua kakak laki lakinya itu.


"Mengapa kau tadi hanya lewat saja tanpa menyapa kami berdua?." tanya Xiao Yan yang sangat keheranan dengan tingkah laku adiknya kali ini.


"Aku kira kalian sedang membicarakan sesuatu yang penting." ucap Xiao Ziya dengan singkat, padat, dan jelas.


"Tidak kami tidak sedang membicarakan sesuatu yang penting." ucap Pangeran Kegelapan yang menjelaskan bahwa mereka berdua sedang membahas tentang pelatihan para prajurit baru dan tentang sebuah benteng tinggi yang ada di hutan dekat perbatasan wilayah Kekaisaran Qiyi. Xiao Yan dan Pangeran Kegelapan sedikit cemas tentang keberadaan benteng itu, mereka mengira bahwa benteng itu adalah milik musuh yang akan menyerang Kekaisaran Qiyu.


Mendengar apa yang dikatakan oleh kedua kakak laki lakinya itu membuat Xiao Ziya tertawa geli, bagaimana mereka bisa berfikiran seperti itu. Jika benteng itu memang milik musuh bukankah seharusnya saat ini peperangan sudah terjadi, namun nyatanya kondisi wilayah Kekaisaran Qiyu aman aman saja tanpa ada gangguan besar dari pihak luar.


"Ah benteng besar dan luas itu milikku." ucap Xiao Ziya yang masih saja menertawakan kekhawatiran kedua kakak laki lakinya.

__ADS_1


"Jadi benteng itu milikmu? mengapa kau membuatnya di sana?." tanya Xiao Yan yang tak mengerti dengan jalan fikiran adik perempuannya itu yang sangat sulit untuk ditebak.


"Di dalam hutan itu ada sebuah lahan hijau yang kosong dan ditumbuhi rumput serta beberapa pohon saja sehingga saya memanfaatkan lahan itu dan membuat benteng di sana, apakah ada masalah?." tanya Xiao Ziya tanpa ada rasa bersalah sedikitpun karna telah membuat kakak kakaknya khawatir.


"Mengapa kau tak membicarakan hal ini pada kami?." tanya Pangeran Kegelapan yang langsung mengacak acak rambut Xiao Ziya dengan kesal.


"Karna kalian semua sibuk." ucap Xiao Ziya dengan singkat dan langsung pada intinya.


Setelah selesai berbincang bincang dengan kedua kakak laki lakinya itu Xiao Ziya pergi ke kamarnya yang ada di istana Kekaisaran Qiyu. Xiao Ziya merebahkan tubuhnya di kasur yang sangat empuk dan nyaman, ia mulai memejamkan matanya kemudian terlelap di alam mimpinya.


Sedangkan saat ini Xiao Yan dan Pangeran Kegelapan sedang membicarakan beberapa hal lain. Mereka juga sangat penasaran dengan apa yang ada di balik benteng tinggi milik adik perempuan mereka itu. Apakah itu hanya sebuah lahan kosong tanpa bangunan apapun di dalamnya atau sesuatu yang sangat indah dan mengejutkan.


"Besok kita minta adik Ziya untuk membawa kita berdua kesana." ucap Xiao Yan yang sudah memikirkan apa yang akan ia lakukan esok pagi.


"Jika Ziya tak mau bagaimana?." tanya Pangeran Kegelapan yang sudah tau bahwa adik perempuannya itu sangatlah misterius.


"Kita akan memintanya sampai dia mau." ucap Xiao Yan yang berencana untuk memaksa Xiao Ziya.


Entahlah apa yang sedang mereka berdua fikirkan, memaksa Xiao Ziya bukanlah hal yang mudah semoga saja mereka berhasil.


Saat Xiao Ziya sedang tertidur lelap tiba tiba saja jiwanya pergi kesuatu tampat yang pernah ia datangi.


"Hah dimana aku?." ucap Xiao Ziya yang sedikit kebingungan dimana ia berada sekarang.


Tiba tiba ada seorang pria yang menghampiri Xiao Ziya, pria itu berjalan mendekati Xiao Ziya dan tersenyum ke arah gadis itu.


"Selamat datang junjungan muda." ucap Raja Yuelin.


"Mengapa saya bisa ada di sini?." tanya Xiao Ziya yang sedikit bingung.


Saat ini Xiao Ziya sedang berada di wilayah Kerajaan Naga Emas yang ada di suatu dimensi yang berbeda dengannya. Kerajaan Naga Emas belum bisa menampakkan dirinya di dunia luar karna masih banyak musuh yang mengincar mereka. Selain itu Raja Artur juga belum mengetahui bahwa salah satu kerajaan yang ada di bawah kepemimpinannya itu masih utuh berdiri hanya saya menempati dimensi yang berbeda.


"Ada apa Raja Yuelin menarik jiwa saya kesini?." tanya Xiao Ziya yang sedikit tak mengerti, saat Xiao Ziya melihat kesekeliling suasana Kerajaan Naga Emas dan sekitarnya juga baik baik saja tak ada hal buruk yang terjadi.


"Saya dengar nona memiliki kemampuan medis yang sangat luar biasa, permaisuri saya sedang sakit bisakah nona memeriksanya?." tanya Raja Yuelin yang ingin meminta bantuan pada Xiao Ziya untuk melihat kondisi sang istri yang sudah jatuh sakit selama satu tahun namun tak ada tabib yang tau penyakit apa yang sedang di derita oleh permaisuri.


"Baiklah bawa saya pada permaisuri, saya akan mencoba menyembuhkannya." ucap Xiao Ziya yang meminta Raja Yuelin untuk membawanya ke tempat permaisuri berada.

__ADS_1


Raja Yuelin membawa Xiao Ziya masuk kedalam Istana Kerajaan Naga Emas, mereka berdua masuk ke salah satu kamar. Di sebuah ranjang terlihat seorang wanita cantik yang terbaring dengan wajah yang pucat dan juga terlihat sangat kesakitan.


Hai hai semuanya aku update lagi nih, semoga kalian suka ya sama karyaku. Jangan lupa Follow yang belum follow, vote juga yang masih punya tiket vote, gift hadiah apapun ya guys, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, komen, dan share ke temen temen kalian ya.


__ADS_2