RATU IBLIS

RATU IBLIS
Penguasa Agung


__ADS_3

"Baiklah jika begitu sebagian dari kami akan mengawal kalian sampai masuk ke dalam istana." ucap beberapa prajurit penjaga wilayah perbatasan. Yie Junghwa dan Yie Cinling masuk ke dalam wilayah Kerajaan Bulan diikuti oleh dua puluh prajurit dibelakang mereka. Kedua pemuda itu merasa lega karna dapat bertemu dengan Yie Munha dan menyampaikan apa yang sedang terjadi di Klan Yie.


"Apa yang membuat kedua putra dari Tuan Yie Laingfu jauh jauh datang kesini? kami harap kalian tak berniat membawa Nona Yie Munha untuk pergi. Nona Besar Xiao Ziya memerintahkan kami semua untuk menjaganya." ucap salah seorang penjaga gerbang dengan tatapan menyelidik.


"Banyak hal yang terjadi di Klan Yie, kamu datang untuk memberitahu pada adik Yie Munha tentang kematian paman Yie Fufu. Kami juga akan meminta padanya agar tak kembali ke Klan Yie apapun yang terjadi." ucap Yie Junhwa dengan sorot mata cerah, pemuda itu mengatakan semua beradasarkan isi hatinya.


"Wakil pemimpin Klan Yie mati? bagaimana hal itu bisa terjadi?." tanya salah seorang prajurit perbatasan dengan rasa penasaran tinggi.


"Ketua pertama mengatakan pada kami bahwa kemungkinan besar kekacauan yang pernah terjadi puluhan tahun yang lalu akan terulang kembali." jawab Yie Cinling dengan bingung, ia tak pernah tau kekacauan semacam apa yang pernah menimpa Klan Yie sebelumnya.


Mendengar kata kata dari kedua pemuda itu membuat beberapa prajurit perbatasan dengan usia yang cukup tua langsung terdiam, mereka tau kejadian semengerikan apa yang pernah dialami oleh Klan Yie diakibatkan oleh pemimpin mereka sendiri. Tanpa aba aba beberapa prajurit menarik tangan Yie Junghwa dan Yie Cinling berlari menuju Istana Kerajaan Bulan agar mereka segera sampai di sana, sedangkan prajurit yang tak mengetahui apapun hanya bisa berlari dengan banyak tanda tanya di fikiran mereka.


Yie Junghwa dan Yie Cinling masih berlari bersama para prajurit itu meski saat ini mereka sedang merasa kebingungan. Setelah menempuh waktu yang cukup lama akhirnya mereka semua sampai di depan gerbang masuk Istana Kerajaan Bulan, tanpa meminta izin seorang prajurit penjaga perbatasan mengatakan sesuatu hingga membuat prajurit penjaga gerbang masuk istana membukakan gerbang dengan sangat lebar.


"Segeralah masuk dan minta bantuan pada Nyonya Min Xunzi dan Tuan Min Lunxi. Jika hal itu terulang lagi kemungkinan besar akan berdampak buruk bagi wilayah kita juga." ucap prajurit penjaga gerbang masuk istana dengan raut wajah khawatir.


"Baiklah kami akan mengantar kedua pemuda ini ke hadapan mereka berdua." ucap salah seorang prajurit penjaga wilayah perbatasan yang kembali menarik tangan Yie Junghwa dan Yie Cinling masuk kedalam Istana Kerajaan Bulan.


Para pelayan hanya melihat ke arah segerombol prajurit yang sedang menarik narik tangan dua orang pemuda, mereka semua pergi ke aula utama Kerajaan Bulan dan meminta beberapa pelayan untuk membangunkan keluarga jauh dari pemimpin muda mereka yang masih tinggal di istana.


"Mereka semua sedang beristirahat harap tak menganggu." ucap salah seorang pelayan yang memberi peringatan pada prajurit itu.


"Kejadian puluhan tahun yang lalu di Klan Yie akan terulang kembali, sebaiknya kita mempersiapkan diri untuk mengurangi dampak pada Kerajaan Bulan." ucap sang prajurit yang menjelaskan secara singkat alasannya meminta pada para pelayan untuk membangunkan Ratu Min Xunzi, Raja Min Lunxi, dan kedua tuan muda serta Yie Munha yang masih tertidur lelap dalam mimpi mereka.


Sedari tadi setiap prajurit penjaga perbatasan itu mengatakan tentang kejadian di Klan Yie puluhan tahun yang lalu, terlihat perubahan ekspresi dari lawan bicaranya. Apa yang pernah terjadi pada Klan Yie puluhan tahun yang lalu? apakah kejadian itu sangat mengerikan hingga membuat semua orang tak ingin kejadian itu terulang lagi?.


Beberapa pelayan langsung berpencar dan segera membangunkan Ratu Min Xunzi, Raja Min Lunxi bersama dengan yang lainnya. Mendengar suara ketukan pintu yang cukup nyaring mereka langsung membuka pintu kamar masing masing dan menatap ke arah seorang pelayan dengan tatapan bingung.


"Mari ikut saya ke aula utama, tak banyak waktu untuk menjelaskan pada Tuan dan Nyonya." ucap pelayan itu pada Ratu Min Xunzi dan Raka Min Lunxi. Akhirnya mereka berdua bergegas pergi menuju aula utama Kerajaan Bulan dipenuhi dengan rasa khawatir, mungkin ada hal buruk yang sedang menimpa wilayah itu hingga menimbulkan kecemasan dimana mana.


Di sisi lain seorang pelayan sedang berusaha mengetuk pintu kamar Min Xome dan Min Wungi namun kedua pemuda itu tak kunjung bagun juga. Sang pelayan hampir saja menyerah untunglah Zu Junyang dan Zu Genzi datang untuk membantunya, Zu Junyang mendobrak paksa pintu itu hingga terbuka dengan lebar setelahnya ia mengajak Zu Genzi untuk masuk kedalam meski tindakan mereka sedikit lancang.


"Tuan muda bangun, tuan musa. Istana saat ini dalam keadaan kacau, semua orang tengah berkumpul di aula utama." ucap Zu Junyang sembari menggoyangkan tubuh Min Xome dan Min Wungi secara bergantian.

__ADS_1


Min Xunzi merasa tak nyaman karna ada seseorang yang terus terusan menarik tubuhnya, akhirnya pemuda itu membuka mata dan menunjukkan ekspresi terkejut ketika kedua murid dari Xiao Ziya berada di dalam kamarnya. Apa yang ingin dilakukan kedua pemuda itu? dan mengapa pintu kamar sampai rusak?.


"Maaf Tuan Muda Min Wungi karna kami lancang masuk ke kamar Anda dengan paksa. Saat ini suasana di dalam istana sedang kacau dan semua orang tengah berkumpul di aula utama, Anda dan Tuan Muda Min Xome diharapkan untuk segera hadir." jelas Zu Junyang pada pemuda yang masih dalam kondisi mengantuk itu.


"Kekacauan? apa yang sedang terjadi?." tanya Min Wungi yang ingin meminta penjelasan tentang penyebab kekacauan itu.


"Saya juga tak tau secara pasti namun saat ini ada dua kakak laki laki dari Nona Yie Munha sedang menunggu di aula utama." jawab Zu Junyang dengan jujur karna ia juga tak mengetahui apapun.


Mendengar kata kakak laki laki dari Yie Munha membuat Min Wungi merasa bingung, mungkinkah mereka berdua juga ingin menjemput paksa Yie Munha seperti yang dilakukan oleh ayah gadis itu? lalu bagaimana cara keduanya bisa masuk ke dalam istana Kerajaan Bulan dengan mudah?.


"Baiklah kalian berdua bisa pergi sekarang, saya akan membangunkan kerbau tidur ini." ucap Min Wungi yang meminta pada Zu Junyang dan Zu Genzi untuk segera pergi dari kamarnya, setelah kepergian kedua pemuda bermarga Zu itu Min Wungi membangunkan kakak laki lakinya dengan cara menendang hingga berguling jatuh ke lantai.


Karna tendangan dari Min Wungi cukup keras sehingga Min Xome merasakan sakit di bagian punggungnya dan segera bangun untuk melihat mengapa sang adik melakukan hal itu.


"Jangan menanyakan apapun, mari kita segera pergi ke aula utama. Zu Junyang dan temannya menerobos masuk ke kamar kita karna ada hal penting yang terjadi." ucap Min Wungi sembari menunjuk ke arah pintu kamar yang hampir lepas.


"Baiklah mari kita pergi sekarang." ucap Min Xome yang hanya bisa pasrah meski ia sangat kesal pada adik laki lakinya itu. Mereka berdua bergegas pergi menuju aula utama meski lupa tak menggunakan pakaian bagian atas.


Di sisi lain saat ini hampir semua orang penting di Kerajaan Bulan berkumpul di aula utama, mereka menunggu penjelasan dibalik kekacauan yang terjadi selarut ini. Min Xome dan Min Wungi tergesa-gesa masuk ke dalam aula utama dan mereka langsung menjadi pusat perhatian, Yie Munha menutup wajahnya karna merasa malu. Bagaimana bisa kedua pemuda itu menemui banyak orang dengan penampilan seperti itu.


dirinya.


Min Xome dan Min Wungi saling bertatapan satu sama lain kemudian melihat ke arah bagian dada. Keduanya tak merasa masalah dengan hal itu dan tetap berada di aula tanpa ada niatan kembali ke kamar untuk menggunakan pakaian dengan benar.


"Ini bukan masalah, bukankah seorang pria diperbolehkan memamerkan otot perut mereka." ucap Min Wungi dengan raut wajah bangga karna ia memiliki enam kotak otot perut yang terlihat indah.


"Terserah kalian saja." ucap Ratu Min Xunzi dengan pasrah, ia tak tau apa yang terjadi pada otak kedua putranya itu hingga kehilangan rasa malu.


Setelah beberapa saat akhirnya suasana di dalam aula utama Kerajaan Bulan menjadi tenang, kini saatnya bagi para prajurit penjaga perbatasan dan kedua kakak laki laki Yie Munha menjelaskan apa yang sedang terjadi hingga menciptakan keributan sebesar itu di malam hari. Yie Junghwa dan Yie Cinling mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut ruangan untuk menemukan Yie Munha, ternyata gadis itu ada di sebelah dua orang pemuda asing yang belum pernah mereka jumpai sebelumnya.


"Maaf jika kedatangan kami berdua ke Istana Kerajaan Bulan menimbulkan keributan yang besar, kami hanya ingin meminta bantuan pada kalian agar adik kami Yie Munha tetap berada di sini. Sebelum datang kesini kami berdua sempat mendengar percakapan antata pemimpin Klan Yie dan juga istrinya tentang rencana mereka untuk membawa paksa Yie Munha. Hal yang membuat kami terkejut dan langsung pergi ke Kerajaan Bulan adalah rencana lain dibaliknya, adik kami Yie Munha adalah tumbal berikutnya yang diinginkan oleh sosok Penguasa Agung." ucap Yie Junghwa yang sedang menjelaskan apa yang terjadi sebelum mereka pergi ke wilayah Kerajaan Bulan.


"Kami sempat pergi ke ruang kerja wakil pemimpin klan untuk menanyakan saran padanya tentang masalah ini, namun kami menemukan paman Yie Fufu telah tewas dengan kondisi kepala, kaki, serta tangan yang terpisah dari tubuhnya. Akhirnya kami pergi menemui paman Yie Jungmin untuk menanyakan hal ini, paman berpesan pada kami apapun yang terjadi di Klan Yie nanti jangan sampai Yie Munha berhasil dibawa kembali oleh Yie Gu dan Yie Weinje." sambung penjelasan dari Yie Cinling.

__ADS_1


Yie Munha sempat teridam membeku beberapa saat ketika mendengar kabar bahwa pamannya yaitu Yie Fufu meninggal, gadis itu menggenggam tangannya dengan erat dan sorot mata tajam penuh dengan amarah. Kematian sang paman pasti ada sangkut pautnya dengan rencana yang dibuat oleh sang kakek dan nenek gadis itu, Yie Munha juga tak menyangka bahwa ia dibesarkan dengan baik oleh mereka berdua hanya untuk dijadikan tumbal saat mereka membutuhkan. Zu Junyang menoleh ke arah Yie Munha yang ada di sebelahnya itu kemudian menepuk bahunya pelan.


"Nona masih harus berlatih dengan keras untuk membalaskan dendam Anda, jika Anda pergi sekarang sama saja dengan membuang semua jerih payahnya Nona Besar Xiao Ziya untuk Anda." ucap Zu Junyang yang mengingatkan bahwa saat ini kekuatan yang dimiliki oleh Yie Munha masih belum cukup untuk membalas dendam pada kakek dan neneknya.


"Saya mengerti akan hal itu, terimakasih karna telah mengingatkan saya." ucap Yie Munha dengan nada dingin, kemarahan masih menyelimuti gadis itu hingga ia tak merespon baik orang lain.


"Siapa nama sosok yang disembah oleh kakek dan nenek kalian?." tanya Raja Min Lunxi.


"Saya tak tau secara pasti siapa nama sosok tersebut namun kakek dan nenek menyebutnya dengan Penguasa Agung." jawab Yie Junghwa dengan apa adanya pada Raka Min Lunxi. Mereka ingin menguping lebih jauh pembicaraan pasangan tua itu, akan tetapi mereka menyadari resiko besar yang akan terjadi.


"Penguasa Agung? sepertinya julukan itu sedikit familiar." ucap Zu Genzi yang pernah mendengar nama itu dari para petinggi Klan Zu. Orang tuanya juga pernah mengatakan pada Zu Genzi meski ia terlahir dengan nadi kultivasi yang lemah jangan sampai ia meminta bantuan pada Penguasa Agung.


"Apa yang Anda ketahui tentang nama itu?." tanya beberapa orang secara bersamaan yang langsung menatap ke arah Zu Genzi.


"Menurut pendapat saya Penguasa Agung adalah sebuah kehadiran sosok dengan aura yang sangat jahat, ia akan membantu siapa saja selama mereka bisa memberikan tumbal sesuai dengan keinginan Penguasa Agung. Menurut cerita dari ayah dan ibu, Penguasa Agung merupakan seorang pemuda yang dulunya berhasil melewati batas kemampuannya sendiri dan sering menantang Penguasa Alam Semesta. Saya juga pernah mendengar dari beberapa sumber bahwa pemuda yang dijuluki sebagai Penguasa Agung itu tinggal di sebuah lapisan dunia paling dasar, ia memiliki ambisi untuk menggantikan posisi Sang Penguasa Alam Semesta." jelas Zu Genzi sesuai dengan pengetahuannya, untunglah saat berada di Klan Zu ia kerap pergi ke perpustakaan untuk membaca tumbukan buku. Akhirnya semua ilmu yang ia pelajari selama ini berguna untuk orang lain.


"Lalu mengapa kita harus khawatir jika Penguasa Agung itu datang ke Dunia Manusia Abadi?" tanya Min Xome dengan rasa penasaran tinggi. Jika orang yang dijuluki dengan sebutan Penguasa Agung itu datang bukankah dia hanya berada di Klan Yie dan tak akan melakukan apapun pada wilayah lain.


"Tiga puluh dua tahun yang lalu terjadi kekacauan besar hampir di seluruh wilayah Dunia Manusia Abadi, sosok Penguasa Agung dipanggil oleh Yie Gu dan Yie Weinje untuk membunuh pemimpin terdahulu dari Klan Yie yang berstatus sebagai istri sah dari Yie Gu. Saat ingin dibunuh oleh Penguasa Agung setelah melahirkan anaknya, wanita itu langsung melesat pergi menuju beberapa tempat untuk menyelamatkan diri namun sangat disayangkan sosok bernama Penguasa Agung itu sangatlah kuat. Sembari melakukan pencarian pada mangsa utamanya Sang Penguasa Agung membunuh puluhan ribu penduduk di luar wilayah Klan Yie karna hal itu kita perlu waspada." jelas sang prajurit penjaga wilayah perbatasan yang masih mengingat dengan jelas kejadian itu.


"Jadi ibu meninggal karna ulah Penguasa Agung sialan itu." ucap Ratu Min Xunzi dengan tatapan kesal, seharusnya ia tumbuh dengan kasih sayang ibunya namun semua menjadi hancur karna ulah Yie Gu dan Yie Weinje bersama Penguasa Agung itu.


"Kemungkinan besar terget utama mereka kali ini adalah Kerajaan Bulan, saya sangat berharap Nona Besar Xiao Ziya akan segera kembali." ucap prajurit penjaga perbatasan itu dengan tatapan khawatir. Meski Ratu Min Xunzi dan Raja Min Lunxi beserta kedua anak laki lakinya dan para penyihir hitam cukuplah kuat untuk menahan Penguasa Agung itu namun sang prajurit yang pernah menyaksikan kekuatan Penguasa Agung secara langsung menyadari satu hal, hanya Xiao Ziya yang dapat memukulnya mundur dari wilayah Kerajaan Bulan.


"Hal terpenting adalah kita harus menjaga Nona Yie Munha." ucap Zu Genzi dengan sorot mata tajam.


"Baiklah mari menyusun rencana sekarang, dan untuk kalian berdua lebih baik tinggallah di istana ini hingga situasinya aman." ucap Ratu Min Xunzi yang menyarankan agar Yie Junghwa dan Yie Cinling tinggal di Istana Kerajaan Bulan untuk beberapa waktu hingga kondisi Klan Yie benar benar aman.


"Terimakasih karna mengizinkan kami untuk tinggal di sini." ucap Yie Junghwa mewakili sang adik.


Semua orang yang ada di dalam aula duduk di tempat yang telah disediakan, mereka tengah sibuk menyusun berbagai strategi yang akan dilakukan saat Penguasa Agung datang ke Dunia Manusia Abadi. Zu Genzi menceritakan beberapa hal lain yang pernah ia baca mengenai sosok Penguasa Agung itu, kemungkinan saat ini Sang Penguasa Agung sedang dalam kondisi lemah sehingga membutuhkan tumbal yaitu Yie Munha, selama Yie Munha tak jatuh ke tangan Yie Gu dan Yie Weinje maka semua wilayah Kerajaan yang ada di Dunia Manusia Abadi akan aman.


Di sisi lain saat ini Xiao Ziya masih tertidur dengan pulas di atas pohon yang sangat tinggi, gadis itu tak peduli dengan keberadaan dua makhluk suci yang sedang menunggunya turun dari atas pohon. Harimau Ying terus mendongakkan kepala dan menatap gadis yang sedang tertidur pulas itu, ia tak mengerti apakah sang gadis benar benar tak merasakan aura keberadaan mereka berdua atau sengaja mengabaikan mereka.

__ADS_1


Hai hai semua author balik lagi nih, nanti kalau sempet satu chapter nya nyusul ya guys. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.


__ADS_2