
Jiwa Xiao Ziya hanya bisa berdiam diri di dalam alam spiritual miliknya, ia telah mencoba berbagai macam cara namun jiwanya tak berhasil kembali ke dalam tubuhnya sendiri. Xiao Ziya duduk bersila di tengah tengah lautan spiritual dan mulai menyerap semua energi yang sedang ia rasakan saat ini, saat itu Xiao Ziya bisa mendengar dengan jelas tangisan dari sang ayah. Ayahnya menangis dan memanggil manggil nama Xiao Ziya agar gadis itu segera bangun, jiwa Xiao Ziya yang berada di dalam alam spiritual merasa sangat sedih.
"Bangunlah putriku, apakah kau tak merasa lelah setelah tertidur selama satu hari penuh? apa kau tak merasa lapar?." ucap Xiao Cunyu dengan suara yang bergetar, ia tak bisa melihat wajah putrinya yang semakin memucat.
"Ayah ingat bahwa kau sangat menyukai makanan pedas, segeralah bangun dan kita akan makan bersama sama. Ayah datang bersama dengan kedua kakak laki laki mu yang payah itu serta Zoe, apakah kau tak merindukan mereka semua?." tanya Xiao Cunyu sembari memeluk tubuh dingin Xiao Ziya dengan erat, pria itu menangis sejadi jadinya di sana. Punggung Xiao Cunyu bergetar dengan hebat, nafasnya terasa sangat berat, bibirnya juga mulai memucat karna tak tahan dengan aura dingin yang keluar dari tubuh Xiao Ziya, meskipun begitu Xiao Cunyu merasa enggan untuk meninggalkan ruang kesehatan karna putri kesayangannya membutuhkan kehadirannya di sana.
Di sisi lain saat ini Zu Junyang, Zu Genzi dan Zu Aoai masih dalam perjalanan menuju Istana Kerajaan Bulan. Zu Aoai sangat mencemaskan kondisi dari Nona Muda Xiao Ziya, jika sampai ia terlambat maka akan banyak kemungkinan yang akan terjadi nantinya. Ketiganya telah sampai di hutan perbatasan antara Kerajaan Bulan dengan wilayah Klan Yie, tiba tiba saja entah muncul dari mana Yie Gu dan Yie Weinje menghalangi mereka bertiga. Yie Gu sengaja menghadang ketiga orang yang berasal dari Klan Zu itu karna ia mengenal Zu Aoai sebagai tabib terbaik yang ada di Lapisan Dunia Manusia Abadi, kabarnya Zu Aoai dapat menarik kembali jiwa yang ingin pergi dari tubuh seseorang. Yie Gu sangat yakin bahwa kedatangan Zu Aoai untuk menyembuhkan Xiao Ziya yang saat ini dalam kondisi kritis.
Zu Junyang dan Zu Genzi saling bertatapan satu sama lain, mereka merasa bingung karna tiba tiba saja kakek dan nenek dari Yie Munha menghadang di tengah tengah perjalanan. Untum saat ini seharusnya mereka berdua sedang berdiam diri di Klan Yie dan tak keluar untuk sementara waktu.
"Kami tak memiliki urusan dengan kalian berdua." ucap Zu Junyang dengan tatapan tajam, ia yakin kehadiran pasangan suami istri bau tanah itu untuk menghalangi ibu Zu Genzi sampai di Istana Kerajaan Bulan.
"Ahahaha apakah kalian fikir saya akan tinggal diam? tak akan ku biarkan wanita itu pergi ke Istana Kerajaan Bulan untuk menyembuhkan Xiao Ziya. Jika gadis itu mati maka tak ada lagi orang yang akan menghalangi saya untuk memiliki Klan Yie sepenuhnya." jawab Yie Gu dengan suara tawa jahat.
"Kami tak akan membiarkan kalian berdua menghalangi Bibi Zu Aoai untuk menyembuhkan Nona Muda Xiao Ziya." ucap Zu Junyang, pemuda itu telah siap dengan pedang yang ada di tangannya.
Zu Genzi menatap ke arah sang ibu, mereka berdua sedang melakukan telepati. Zu Genzi meminta pada ibunya untuk segera pergi ke gerbang perbatasan Kerajaan Bulan dan pergi ke Istana Kerajaan Bulan untuk melihat kondisi Nona Muda Xiao Ziya, Zu Genzi tak ingin hal buruk terjadi pada tubuh Nona Xiao Ziya yang terus menerus mengeluarkan aura dingin. Awalnya Zu Aoai tak menyetujui permintaan anak tunggalnya itu, Yie Gu dan Yie Weinje bukanlah lawan yang mudah untuk Zu Junyang dan Zu Genzi. Zu Aoai khawatir jika putra dan keponakannya sampai mengalami luka parah saat bertarung dengan mereka berdua akan tetapi Zu Genzi terus memaksanya.
Zu Aoai menghela nafas panjang kemudian ia menganggukkan kepala sebagai tanda setuju untuk pergi ke gerbang perbatasan Kerajaan Bulan dan meninggalkan kedua pemuda itu. Zu Genzi mengambil pedangnya dan langsung menyerang Yie Weinje tanpa aba aba hingga wanita tua itu terkejut.
"Cepatlah pergi ibu, kami akan menahan mereka di sini!." teriak Zu Genzi dengan cukup kencang.
Zu Aoai segera melesat menuju gerbang perbatasan Kerajaan Bulan, Yie Gu berusaha untuk mengejar wanita itu namun ia langsung dihadang oleh Zu Junyang yang terus menyerangnya tanpa henti.
"Argh menyingkir lah dari hadapanku." ucap Yie Gu dengan kemarahan yang meluap luap. Bagaimanapun caranya ia harus berhasil menghalangi Zu Aoai untuk sampai ke Istana Kerajaan Bulan.
"Kesembuhan Nona Muda Xiao Ziya adalah hal yang sangat penting untuk kami semua, manusia jahat seperti Anda tak akan saya biarkan menghancurkan kesempatan ini." ucap Zu Junyang, pemuda itu mempercepat gerakannya hingga melukai beberapa bagian tubuh Yie Gu.
Yie Gu yang merasa kesal akhirnya mengeluarkan sebuah tombak berwarna putih kehitaman dan langsung menyerang balik Zu Junyang. Kini keadaan berbalik, Zu Junyang sedikit kesulitan mengimbangi kecepatan tombak dari Yie Gu. Pedang milik Zu Junyang beberapa kali berbenturan secara langsung dengan tombak milik Yie Gu.
Saat ini Zu Genzi dan Yie Weinje saling beradu jurus pedang mereka, Zu Genzi tak menyangka bahwa Yie Weinje sangat sulit untuk dihadapi. Jurus pedang yang sangat agresif milik Yie Weinje membuat Zu Genzi kesulitan untuk mengimbangi.
"Hari ini adalah hari kematian mu." ucap Yie Weinje dengan suara tawa yang terdengar menyeramkan. Yie Weinje membaca sebuah mantra kemudian muncul beberapa bola berwarna hitam dari bawah tanah, bola bola itu menabrak tubuh Zu Genzi hingga terpental kebelakang.
"Uhuk uhuk... Meskipun saya harus mati hari ini setidaknya Nona Muda Xiao Ziya harus selamat!!." teriak Zu Genzi dengan darah yang mengalir di ujung pedang miliknya. Darah Zu Genzi menetes pada pedang pemberian Xiao Ziya.
Tiba tiba saja cahaya berwarna merah darah menyelimuti pedang milik Zu Genzi, pedang yang ada di dalam genggamannya bergerak sendiri dan terlepas dari tangan. Kini pedang pemberian dari Xiao Ziya sedang menyerang Yie Weinje dengan serangan yang sangat intens, semua itu terjadi karna Xiao Ziya meninggalkan sedikit kekuatan di dalam setiap pedang yang ia berikan untuk orang lain. Suatu saat ketika orang itu sedang dalam kesulitan melawan musuh maka pedang tersebut bisa bergerak dengan sendirinya.
__ADS_1
"Terimakasih Nona Xiao Ziya." ucap Zu Genzi dengan meneteskan air matanya. Sebegitu pedulinya nona muda itu pada seorang pemuda seperti Zu Genzi hingga rela memberikan kekuatan pada pedang tersebut.
"Sialan apa apaan ini." gerutu Yie Weinje dengan kesal, ia tak mengerti bagaimana bisa sebuah pedang yang tak memiliki jiwa ataupun kesadaran bisa bergerak tanpa ada yang menggerakkan??.
Di sisi lain saat ini Zu Aoai sudah sampai di depan gerbang perbatasan Kerajaan Bulan, beberapa prajurit penjaga perbatasan menghentikan wanita itu dan menanyakan maksud kedatangannya ke wilayah Kerajaan Bulan. Dengan segera Zu Aoai menunjukkan token identitas miliknya sebagai salah satu Ketua Klan Zu, para prajurit itu melihat ke belakang dan tak menemukan keberadaan Zu Junyang dan Zu Genzi.
"Dimana Tuan Muda Zu Junyang dan Zu Genzi? mengapa nyonya datang sendirian?." tanya salah seorang prajurit yang masih menunggu kedatangan kedua tuan muda dari Klan Zu.
"Saat ini mereka sedang menghadang Yie Gu dan Yie Weinje yang berusaha untuk menghalangi kedatangan saya. Bolehkah saya masuk sekarang? saya sangat khawatir dengan kondisi Nona Muda Xiao Ziya." jawab Zu Aoai dengan ekspresi khawatir yang tak bisa ia sembunyikan.
"Silahkan masuk Nyonya Zu Aoai, maaf karna telah menghambat perjalanan Anda menuju istana." ucap salah seorang prajurit yang merasa tak enak hati pada wanita itu.
Beberapa detik setelahnya gerbang masuk wilayah Kerajaan Bulan terbuka dengan lebar, Zu Aoai melesat menggunakan kecepatan maksimal karna ia harus segera sampai ke tempat itu. Zu Aoai tak peduli meski saat ini ia susah beberapa kali menabrak para penduduk Kerajaan Bulan yang sedang melakukan aktivitas mereka di luar rumah, beberapa orang juga mengumpat kasar karna terkejut. Tak perlu waktu lama akhirnya Zu Aoai sampai di depan gerbang masuk Istana Kerajaan Bulan, karna ia tau para prajurit penjaga gerbang akan menghadang nya Zu Aoai mengeluarkan token identitas dan menunjukkan token itu lada para penjaga gerbang masuk Istana Kerajaan Bulan.
"Silahkan masuk Nyonya Zu Aoai." ucap beberapa prajurit penjaga gerbang masuk istana Kerajaan Bulan.
"Terimakasih." jawab wanita itu dengan sangat singkat, ia langsung masuk ke dalam halaman depan Istana Kerajaan Bulan dan bertemu dengan Tuan Muda Min Xome dan Tuan Muda Min Wungi yang sedang duduk di teras depan.
Min Xome dan Min Wungi menatap ke arah Zu Aoai dengan tatapan bingung, mereka sedang berfikir siapa wanita itu dan mengapa ia bisa masuk ke dalam Istana Kerajaan Bulan. Min Xome bangun dari duduknya kemudian menghampiri Zu Aoai yang terlihat seperti orang bingung, mungkin wanita itu datang ke Istana Kerajaan Bulan untuk bertemu dengan seseorang.
"Saya Zu Aoai ibu dari Zu Genzi, saya datang untuk melihat bagaimana kondisi Nona Muda Xiao Ziya. Saya memiliki beberapa cara untuk menghentikan tabrakan energi dan aura di dalam tubuh Nona Xiao Ziya, sebelum itu saya perlu melihat kondisinya terlebih dahulu." ucap Zu Aoai dengan tatapan serius.
Saat mendengar wanita itu adalah ibu dari Zu Genzi, Min Xome dan Min Wungi langsung melihat ke belakang wanita itu untuk mencari keberadaan dua tuan muda dari Klan Zu namun mereka tak menemukannya.
"Dimana kedua Tuan Muda dari Klan Zu?." tanya Min Wungi, pemuda itu berjalan mendekat ke arah gerbang masuk Istana Kerajaan Bulan untuk melihat apakah Zu Junyang dan Zu Genzi belum masuk ke dalam.
"Nyonya dimana putra Anda dan juga Tuan Muda Zu Junyang? saya tak dapat menemukan mereka di sini." ucap Min Wungi dengan tatapan penuh tanya. Seharusnya mereka berdua kembali bersama dengan Zu Aoai.
"Bisakah kalian menyusul mereka berdua? saat ini putra dan juga keponakan saya sedang bertarung melawan Yie Gu dan Yie Weinje. Sepertinya mereka mengetahui identitas saya sebagai seorang tabib, saya ingin membantu mereka namun putra saya terus memaksa agar saya pergi terlebih dahulu." jawab Zu Aoai, meski putranya saat ini sudah memiliki kekuatan akan tetapi itu belum cukup untuk mengalahkan Yie Gu dan Yie Weinje.
"Nyonya masuk saja ke dalam kami akan pergi untuk menyusul mereka berdua." ucap Min Xome dan Min Wungi yang ingin pergi dari area Istana Kerajaan Bulan menuju daerah hutan perbatasan. Baru saja mereka ingin melesat pergi tiba tiba terdengar suara Yie Munha yang memanggil keduanya.
"Kemana kalian berdua ingin pergi?" tanya Yie Munha dengan tatapan penuh selidik.
"Tolong antar bibi Zu Aoai ke ruang kesehatan, kami akan pergi untuk menyusul kedua tuan muda dari Klan Zu yang saat ini sedang bertarung melawan kakek dan nenek mu." jawab Min Xome. Tanpa membuang waktu lagi Min Xome langsung menarik tangan Min Wungi dan keduanya melesat secepat yang mereka bisa. Yie Munha hanya bisa melihat punggung kedua pemuda itu yang semakin menjauh dari Istana Kerajaan Bulan, setelah itu Yie Munha mengalihkan pandangannya lada Nyonya Zu Aoai.
"Mari ikut dengan saya, saya akan mengantar Anda menuju tempat Nona Muda Xiao Ziya." ucap Yie Munha dengan senyuman manis.
__ADS_1
Zu Aoai masuk ke dalam Istana Kerajaan Bulan mengikuti Yie Munha dari belakang, saat pertama kali masuk Zu Aoai merasa aura dingin yang sangat kuat hingga wanita itu merasa bingung sebenarnya sekuat apa gadis bernama Xiao Ziya itu. Tak perlu waktu lama bagi keduanya untuk sampai di depan ruang kesehatan, seketika tubuh Zu Aoai dan Yie Munha seperti membeku saat merasakan aura dingin yang sangat kuat dari dalam ruangan itu.
"Anda bisa pergi Nona Yie Munha, mungkin akan banyak guncang yang terjadi saat saya mencoba menetralkan energi di dalam tubuh Nona Xiao Ziya. Tolong panggilkan seseorang yang paling kuat diantara kalian yang ada di Istana Kerajaan Bulan, saya akan menunggu di dalam sembari melihat kondisi Nona Ziya." ucap Zu Aoai dengan tatapan serius, Yie Munha menganggukkan kepalanya dan langsung pergi dari depan ruang kesehatan. Yie Munha yakin bahwa wanita itu tak memiliki niatan jahat pada Nona Muda Xiao Ziya, Yie Munha juga berharap nona mudanya bisa segera pulih kembali seperti semula.
Zu Aoai masuk ke dalam ruang kesehatan, ia menemukan sorang pria yang terlihat lebih tua darinya sedang memeluk tubuh Xiao Ziya dengan erat. Zu Aoai menepuk punggung pria itu perlahan namun tak ada respon apapun, akhirnya Zu Aoai memberanikan diri untuk mengangkat kepala pria itu dan melihat apa yang sedang terjadi. Zu Aoai membelalakkan matanya saat melihat pria itu pingsan karna tak mampu menahan aura dingin yang terus menerus keluar dari tubuh Xiao Ziya. Zu Aoai keluar dari ruang kesehatan dan memanggil beberapa pelayan yang sedang berlalu lalang di sekitar ruangan itu.
"Tolong panggilkan seseorang, ada yang pingsan di dalam ruangan ini." triak Zu Aoai dengan panik.
"Tunggu sebentar Nyonya." jawab beberapa pelayan yang langsung pergi untuk memanggil Ratu Min Xunzi dan Raja Min Lunxi.
Saat berlari di di lorong istana para pelayan itu bertemu dengan Xiao Xun dan Xiao Yan yang baru saja keluar dari kamar mereka untuk melihat kembali keadaan Xiao Ziya dan meminta sang ayah untuk beristirahat terlebih dahulu. Beberapa pelayan berhenti dan menatap Xiao Yan dan Xiao Xun dengan tatapan khawatir, jika mereka tak salah ingat saat ini yang berada di ruang kesehatan adalah ayah dari Nona Ziya.
"Apakah kalian kakak laki laki dari Nona Ziya?." tanya seorang pelayan dengan nafas tersengal sengal.
"Benar ada apa? mengapa kalian terlihat panik seperti ini?." tanya Xiao Xun, ia mendadak panik saat melihat ekspresi para pelayan itu.
"Cepatlah pergi ke ruang kesehatan, saat ini ayah Nona Xiao Ziya sedang pingsan di dalam sana." ucap pelayan itu.
Tanpa berfikir panjang Xiao Yan dan Xiao Xun berlari menuju ruang kesehatan, mereka langsung masuk dan mengabaikan keberadaan Zu Aoai yang sedang menatap ke arah Xiao Cunyu dengan tatapan khawatir. Pria itu membutuhkan perawatan karna aura dingin mulai masuk ke dalam tubuhnya melalui pembekuan yang terjadi pada aliran darahnya.
"Cepat angkatan ayah keluar dari ruangan ini." ucap Xiao Xun dengan panik, meninggalkan sang ayah sendiri di dalam ruangan itu bukanlah keputusan yang baik.
Xiao Yan dan Xiao Xun mengangkat tubuh ayah mereka kemudian dibawa keluar dari ruang kesehatan, tubuh Xiao Cunyu diletakkan di sebuah kursi kayu panjang yang ada di luar ruang kesehatan.
"Ayah bangunlah." ucap Xiao Yan sembari menepuk pelan pipi ayahnya.
"Tuan ini sedang mengalami pembekuan organ dalam, akan sangat berbahaya jika terlambat ditangani." ucap Zu Aoai secara spontan, ia bisa melihat dengan jelas asap putih yang keluar dari pori-pori kulit pria itu.
"Lalu apa yang harus kami lakukan?." tanya Xiao Yan, ia tak tau siapa wanita itu namun jika wanita itu memiliki cara untuk menyembuhkan ayahnya maka ia bersedia untuk melakukan apapun.
"Bawa Tuan ini ke sebuah ruangan yang cukup lebar, kalian siapkan sebuah bak mandi dengan air panas di dalamnya kemudian masukkan bubuk ini ke dalam air dan aduk hingga merata. Pastikan suhu air tersebut tetap stabil, setelah itu ia akan segera sadar kembali." ucap Zu Aoai, wanita itu memberikan sebuah kantung kecil berisi bubuk tanaman herbal yang ia racik sendiri.
"Baik terimakasih Nyonya, kami pergi terlebih dahulu." ucap Xiao Yan dan Xiao Xun yang kembali mengangkat tubuh ayah mereka kemudian mereka membawa menuju ruangan kosong yang ada di Istana Kerajaan Bulan. Karna Xiao Yan dan Xiao Xun tak tau dimana letak ruangan kosong itu, keduanya bertanya pada beberapa pelayan dan meminta bantuan pada mereka untuk menyiapkan bak mandi serta air panas.
"Untunglah saya tak terlambat datang, mungkin tuan itu yang akan mati terlebih dahulu daripada Nona Muda Xiao Ziya jika sampai saya terlambat datang." gumang Zu Aoai, wanita itu bisa bernafas sedikit lega. Ia masih menunggu kedatangan seseorang dari Kerajaan Bulan untuk dimintai bantuan dalam proses menetralkan aura dan energi yang ada di dalam tubuh Nona Muda Xiao Ziya.
Hai hai semuanya maaf author baru up malam hehe. Karna ada beberapa masalah yang datang, oleh karna itu author nyoba balikin semangat dulu baru nulis lagi. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.
__ADS_1