
Setalah masing masing peserta mendapatkan pedang sesuai dengan keinginan mereka, para peserta kembali ke kursi mereka masing masing.
Setalah itu muncul lima arena yang akan digunakan dalam tahap keempat turnamen kali ini.
"Baiklah kalian bisa melihat lima arena yang telah disiapkan oleh panitia, lima peserta yang memiliki nyali bisa naik ke atas arena sedangkan dua puluh peserta yang lain bisa naik keatas arena untuk menantang kelima peserta yang menjadi penguasa kelima arena itu." ucap Min Funze yang memberikan arahan pada para peserta.
Mendengarkan hal itu Xiao Ziya langsung bangkit dari kursi pesertanya dan naik ke salah satu arena yang ada di sana begitupun dengan empat orang yang lain.
"Baiklah karna kelima arena sudah diisi oleh kelima peserta maka peserta lain bisa maju kedepan untuk menantang mereka." ucap Min Fuzen yang mempersilahkan peserta lain untuk menantang mereka.
Tiba tiba saja ada lima orang peserta laki laki yang naik ke atas arena yang menjadi wilayah kekuasaan Xiao Ziya. Mereka menantang Xiao Ziya karna menganggap gadis itu yang paling lemah diantara yang lain.
Namun kelima peserta itu tak tau bahwa mereka sedang menantang penuasa neraka yang begitu kejam.
"Wah ternyata ada yang berani menantangku." ucap Xiao Ziya yang langsung tersenyum dengan senang.
Xiao Ziya sempat berfikir bahwa tak ada peserta yang berani menantangnya, kelima pemuda yang ada di hadapannya itu memiliki nyali yang sangat luar biasa.
"Tentu saja kami menantang gadia kecil sepertimu karna kau paling lemah diantara yang lain." ucap salah satu dari peserta yang membuat Xiao Ziya ingin membelah kepalanya.
"Aku yang paling lemah diantara yang lain?." ucap Xiao Ziya yang benar benar tak percaya dengan apa yang ia dengarkan.
__ADS_1
"Majulah kalian berlima secara bersamaan jika memang ingin mengalahkanku." ucap Xiao Ziya yang memberikan kesempatan pada kelima peserta itu agar menyerang Xiao Ziya secara bersama sama.
Karna merasa telah diremehkan oleh seorang gadis kecil yang tak memiliki aura atau kemampuan apapun dalam berpedang membuat mereka marah dan menyerang Xiao Ziya secara bersamaan dan berutal, namun Xiao Ziya berhasil menangkis setiap serangan serangan yang ditujukan padanya.
"Bagaimana kau bisa menghindari serangan kita berlima, pasti kau melalukan kecurangan." ucap salah seorang peserta yang menantang Xiao Ziya. Ia merasa tindakan yang dilakukan oleh gadis itu sangat tak masuk akal, dan ia juga berfikir kekuatan yang dimiliki sang gadis karna efek sebuah obat atau gadis itu sedang dikendalikan oleh orang lain.
"Jangan membicarakan omong kosong seperti itu." ucap Xiao Ziya yang mulai tersulut amarah karna kekuatan yang ia miliki diremehkan begitu saja.
Dengan penuh amarah Xiao Ziya menggenggam pedangnya dengan sangat erat, ia mengalirkan aura membunuh yang ia miliki kedalam pedang tersebut. Pedang yang tadinya hanya sebilah pedang biasa yang tak memiliki aura apapun kini berubah warna menjadi hitam pekat dengan aura yang sangat mengerikan. Kelima peserta yang menantang Xiao Ziya hanya menelan ludah mereka dengan kasar. Mereka belima tak pernah menyangka bahwa gadis polos itu akan sangat menyeramkan ketika marah.
"Apa yang akan kau lakukan pada kami dengan pedang itu." ucap salah satu dari mereka.
"Tentu saja memotong anggota tubuh kalian." ucap Xiao Ziya dengan tatapan tajam seperti seorang harimau yang ingin memangsa incarannya.
"Cih pengecut seperti kalian ingin mengalahlanku tunggu seratus ribu tahun lagi." ucap Xiao Ziya dengan kesal. Hinaan yang ia lontarkan benar benar membuat kelima pemuda yang menantangnya tadi hanya bisa menundukkan kepala saat duduk di kursi peserta karna merasa malu.
Setelah beberapa saat tahap keempat dari turnemen kali ini pun sudah selesai dan sudah ada lima peserta yang akan melaju dalam tahap final turnamen. Kelima peserta itu adalah Xiao Ziya dan Yin Yifeng dari Akademi Kekaisaran, Bi Linzo dari Akademi Kekaisaran Binzo, Ruo Bai dari Akademi Merpati, Zuerli dari Akademi Kekaisaran Muen.
Tak dapat diprediksi siapa yang akan menjadi juara pertama dalam turnamen kali ini karna ada Bi Linzo yang sudah empat kali menjadi juara pertama dalam turnamen antar akademi yang ada di dunia bawah dan adapula Xiao Ziya yang berhasil memecahkan rekor.
Karna hari sudah sangat siang, turnamen dihentikan sejenak agar para peserta dan para penonton bisa beristirahat dan makan siang dengan tenang. Ketika yang lainnya sedang sibuk mencari kedai untuk makan siang, Xiao Ziya malah terduduk di bagian luat tempat turnamen gadia itu tak merasa lapar sama sekali.
__ADS_1
Saat gadis itu sedang bersantai tiba tiba saja Raja Artur muncul dihadapannya sehingga membuat gadis itu terkejut. Xiao Ziya yang sedari tadi sudah menahan amarah dan juga rasa kesal mulai tersulut emosi. Mungkin ini saat yang tepat untuk meluapkan semua amarah yang sudah ia pemdam sejak kemarin. Mengapa ada saja orang bodoh yang memancing amarah dari gadis itu.
Dengan begitu kesalnya Xiao Ziya menjitaki kepala Raja Artur, sedangkan Raja Artur hanya diam sambil meringis kesakitan selama ini tak ada orang yang berani memperlakukannya seperti yang dilakukan gadis itu.
"Nona Ziya tolong hentikan." ucap Yuan Zie yang tak tega saat melihat kakeknya meringis kesakitan akibat jitakan dari Xiao Ziya.
Jika kakek tua yang ada si hadapannya itu bukan orang yang harus ia hormati mungkin Xiao Ziya sudah menjambak rambut Raja Artur hingga rontok semua jika bisa hingga botak.
"Mengapa kau begitu tega pada pria tampan dan imut sepertiku." ucap Raja Artur yang sedang beraktint teraniyaya oleh perlakuan Xiao Ziya padanya.
Sedangkan gadis itu hanya menghela nafas panjang kemudian masuk kedalam tempat turnamen jika tidak mungkin ia sudah memukuli kakek tua yanh sangat menyebalkan itu.
Melihat Xiao Ziya masuk dengan raut wajah kesal Raja Artur tertawa terbahak bahak seperti tak berdosa sama sekali. Yuan Zie hanya bisa bersabar menerima takdir bahwa ia menjadi cucu dari kakek gila seperti Raja Artur.
Sedangkan saat ini para peserta dan penonton sudah menempati posisi mereka masing masing sekarang tahap final turnamen akan segera dimulai. Kelima peserta yang sudah lolos diminta untuk naik keatas arena.
"Karena kelima peserta sudah berkumpul maka saya akan menjelaskan apa yang harus kalian lakukan, saat ini kalian bisa memilih peserta yang ingin kalian jadikan sebagai lawan." ucap Min Fuzen yang memberi arahan pada kelika peserta yang mengikuti babak final.
Yin Yifeng memilih Bi Linzo sebagai lawannya, sedangkan Ruo Bai dan juga Zuerli memilih Xiao Ziya sebagai lawan mereka karna mereka berdua menganggap Xiao Ziya adalah lawan yang tangguh.
"Karna ada dua peserta yang ingin menjadi lawan nona Ziya, sebaiknya nona memilih siapa diantara mereka yang ingin nona lawan." ucap Min Funze yang meminta Xiao Ziya untuk memilih.
__ADS_1
"Maaf jika saya harus memilih salah satu dari mereka maka itu akan sangat tak adil bagi mereka berdua, bagaimana jika mereka berdua bertarung dan siapapun yang memenangkan pertarungan itu akan menjadi lawan saya." ucap Xiao Ziya yang memiliki usulan yang diterima oleh para juri dan juga dua peserta yang ingin menjadi lawannya.
Hai hai semua aku kembali lagi dengan updatean baru nih, gimana sih kesan pertama kalian pas baca novelku ini. Makasih yang udah suport aku selama ini ya. Jangan lupa follow aku ya terus vote buat yang masih punya tiket vote, gift hadiah apapun, like like like, komen, rate, share ya.