
Yozan Zee semakin marah karna gadis yang ia cari cari tak kunjung datang, ini sudah memakan waktu setengah jam dan ia masih merasa dipermainkan itu oleh Pemain Klan Yuang Yie. Tiba tiba saja Yie Weinje dan cucu kesayangannya masuk ke dalam aula utama, Pangeran Yozan Zee menatap ke arah Yie Munha dengan penuh minat. Mungkin sang pangeran ingin menjadikan gadis itu sebagai istrinyanya suatu hari nanti setelah ia naik tahta.
"Salam hormat kami pada Putra Mahkota." ucap Yie Weinje dan Yie Munha secara bersamaan, mereka ingin mencari muka di hadapan sang putra mahkota.
"Saya terima salam kalian berdua." ucap Pangeran Yozan Zee dengan senyuman lebar yang ia arahkan pada Yie Munha, tentu gadis itu merasa senang mendapat sambutan hangat dari sang pangeran.
"Ada keperluan apa anda datang jauh jauh ke Klan kami?." tanya Yie Weinje seperti tak mengetahui apapun, beberapa jam yang lalu wanita tua ini telah sampai di Kerajaan Bulan dan melapor tentang Xiao Ziya yang menyembunyikan Putri Jifana di dalam Klan Yuang Yie. Karna hal itulah Raja Anling Zee meminta pada putranya untuk datang ke Klan Yuang Yie untuk membawa Putri Jifana pulang serta memberi hukuman pada Xiao Ziya karna ikut campur dalam urusan Kerajaan Bulan.
"Saya datang untuk mencari Putri Jifana serta menangkap seorang gadis bernama Xiao Ziya." ucap Pangeran Yozan Zee dengan tegas.
"Gadis itu memang sering membuat masalah." ucap Yie Munha dengan sorot mata penuh kebencian, hingga saat ini luka cambukan yang ada di punggungnya belum bisa hilang.
"Ah anda mendapat masalah karna gasis itu juga?." tanya Pangeran Yozan Zee dengan rasa penasaran yang cukup tinggi, ia kira di Klan Yuang Yie semua orang menyukai gadis itu ternyata ada pihak yang membencinya juga.
"Karenanya saya mendapat hukuman cambuk yang sangat menyakitkan." ucap Yie Munha dengan raut wajah sedih, ia ingin sang Putra Mahkota bersimpati padanya.
"Betapa kejamnya gadis itu, dimana dia berada sekarang!." teriak Pangeran Yozan Zee yang semakin kesal pada Xiao Ziya karna membuat masalah dengan gadis yang ia sukai.
"Itu kesalahanmu sendiri karna ingin membunuhnya." ucap Yie Fufu dengan geram, mengapa gadis itu sangat suka mengadu domba orang lain seperti ini.
"Klan Yuang Yie memiliki aturan yang ketat, jagalah sikapmu jika tak ingin mendapat hukuman." ucap Yie Gu dengan tatapan tajam yang ia berikan pada Yie Munha.
"Anda harus lebih lembut pada gadis cantik sepertinya." ucap Pangeran Yozan Zee, sepertinya ia memihak pada Yie Munha dalam permasalahan ini.
"Anda tak perlu ikut campur terlalu jauh dalam urusan pribadi klan kami." ucap Yie Gu, meski pemuda itu seorang putra mahkota namun ia tak memiliki wewenang untuk ikut campur dalam masalah internal Klan Yuang Yie yang tak bersangkutan dengan Kerajaan Bulan.
Merasa tak terima dengan ucapan Yie Gu, Pangeraan Yozan Zee mengeluarkan pedangnya dan ingin menyerang pria tua itu. Saat pedang dari Pangeran Yozan Zee sudah sangat dekat dengan Yie Gu ada pedang lain yang menangkisnya hingga sang pangeran terpental kebelakang.
"Sepertinya anda harus belajar lagi untuk menghormati orang yang lebih tua dari anda, bagaimanapun masalah yang ada di Klan Yuang Yie bukanlah urusan anda Yang Mulia Putra Mahkota." ucap Xiao Ziya dengan tatapan sinis. Untunglah gadis itu datang tepat waktu untuk menyelamatkan sang kakek. Beberapa saat yang lalu Xiao Ziya masih diam di depan pintu masuk aula utama sembari mendengar percakapan mereka yang ada di dalam aula, namun gadis itu menjadi khawatis setelah merasakan aura membunuh yang ditujukan pada kakeknya, dalam hitungan detik gadis itu melesat menuju sang kakek dan langsung mengeluarkan pedang hitam miliknya untuk menangkis pedang sang pangeran.
"Siapa kau!." teriak Pangeran Yozan Zee penuh dengan amarah, Yie Gu tadi hanya diam saja saat menerima serangan dari sang pangeran karna jika ia melawan situasi akan sesmakin rumit.
"Bukankah anda jauh jauh datang kesini untuk mencari saya?." tanya Xiao Ziya dengan senyuman menyeramkan miliknya.
"Jadi kau orang yang telah menyembunyikan adikku!!! dimana dia sekarang." ucap Pangeran Yozan Zee, ia ingin membawa sang adik pulang ke Istana Kerajaan Bulan.
"Terimakasih semua karna telah membantu saya, dalam masalah kali ini saya tak akan melibatkan nama Klan Yuang Yie ini. Saya minta maaf karna telah membuat keributan, kakek untuk masalah ini saya akan mengatasinya dengan cara saya sendiri." ucap Xiao Ziya yang meminta semua orang yang ada di pihaknya untuk tak ikut campur dalam permasalahan ini, ia tak ingin menghancurkan nama baik Klan Yuang Yie.
"Baiklah jika itu keinginanmu cucuku, kakek akan tetap disini untuk menjamin keselamatan mu." ucap Yie Gu dengan rasa bangga yang tinggi, sepertinya Xiao Cunyu berhasil mendidik cucunya dengan sangat baik hingga tumbuh menjadi gadis yang dewasa seperti ini.
"Jawab pertanyaan ku sialan." umpat Pangeran Yozan Zee pada Xiao Ziya. Saat sang pangeran sudah tak bisa mengendalikan amarahnya, Xiao Ziya malah terlihat santai seperti tak memiliki rasa bersalah pada pemuda itu.
"Mengapa anda sangat marah pada saya? seorang kakak yang tak bisa membela dan melindungi adiknya sendiri sekarang sedang meneriaki saya?." ucap Xiao Ziya dengan senyuman tipis serta tatapan tajam.
"Putri Jifana telah bersalah karna membawa kabur tawaanan Kerajaan Bulan, karna hal itu saya tak bisa membantunya." ucap Pangeran Yozan Zee yang ingin mencari sebuah alasan untuk menutupi kesalahannya itu.
__ADS_1
"Berarti ayah anda yang salah dalam hal ini, karna yang ia tawan adalah adik laki laki saya. Sebagai kakak yang menyayangi adiknya tentu saya akan menyelamatkan adik saya itu." ucap Xiao Ziya dengan tatapan dingin, perlahan lahan aura pemimpin milik Xiao Ziya mulai mendominasi di seluruh sudut aula utama. Yie Gu saja merasa kesulitan untuk berdiri dengan tegak karna aura milik cucunya itu.
"Harusnya kau datang ke Kerajaan Bulan untuk menyelamatkan adikmu itu, dia adalah tawanan dan akan tetap menjadi tawanan." ucap Pangeran Yozan Zee dengan keras kepala.
"Tutup mulut anda yang kotor itu, siapa yang ingin mendengarkan perkataan anda? anda fikir saya akan peduli dengan status anda sebagai Putra Mahkota dari Kerajaan Bulan? tentu saja tidak." ucap Xiao Ziya yang kini perlahan lahan mendekat ke arah Pangeran Yozan Zee dengan pedang hitam yang ia seret di lantai. Pedang hitam milik Xiao Ziya meninggalkan bekas berwarna hitam di ubin lantai, melihat hal itu membuat sang pangeran merinding.
"Kau ingin berperang dengan kami!!!." teriak Pangeran Yozan Zee dengan sangat keras.
"Apakah Kerajaan Bulan menyatakan perang pada saya? anda kira saya tak memiliki sekutu." ucap Xiao Ziya yang tertawa cukup keras dan membuat semua orang yang ada di aula merasa bingung.
"Ahahaha bukankah sekutu anda hanya Klan Yuang Yie ini? nona manis anda kira kami merasa takut?." ucap Pangeran Yozan Zee dengan tatapan menghina.
"Sejak awal saya sudah mengatakan bahwa saya tak akan melibatkan Klan Yuang Yie dalam masalah saya ini." ucap Xiao Ziya dengan santai, selama ia tau bagaimana cara melukai para manusia abadi itu dengan luka yang cukup parah maka semua akan baik baik saja.
"Lalu siapa yang bersedia membantu anda jika anda ingin berperang dengan kami?." tanya Pangeran Yozan Zee, ia tak percaya gadis itu memiliki sekutu yang lebih kuat dari pasukan Kerajaan Bulan.
Xiao Ziya mengambil beberapa token yang ada di dalam cincin semesta maupun cincin penguasa mutlak miliknya, gadis itu mulai menjelaskan siapa saja yang akan membantunya jika Kerajaan Bulan ingin berperang dengannya.
"Ini adalah sejumlah token yang saya miliki, jika saya memberikan signal tanda bahaya pada token token ini maka mereka semua akan datang dengan membawa pasukan terbaik yang mereka miliki, namun untuk menghadapi kalian cukup saya saja yang maju." ucap Xiao Ziya dengan santai seperti tak memiliki beban apapun, bagaimanapun yang akan ia lawan adalah seluruh prajurit terbaik dari Kerajaan Bulan.
Pangeran Yozan Zee tak mengenali semua token identitas yang di bawa oleh gadis itu dan ia yakin mereka semua tak akan bisa masuk ke Dunia Manusia Abadi jika tak memiliki izin.
"Nona sedang bergurau dengan saya?." tanya Pangeran Yozan Zee, tawa sang pangeran sangat keras dan terdengar seperti sebuah hinaan.
Xiao Ziya menatap datar ke arah Pangeran Yozan Zee, entah mengapa seorang pangeran yang dinobatkan sebagai Putra Mahkota tak memiliki wawasan mengenai beberapa token yang ia miliki, akhirnya Xiao Ziya memberikan signal tanda bahaya pada salah satu token yang ia pegang. Token yang awalnya berwarna emas berubah menjadi kehijauan kemudian mengeluarkan cahaya yang sangat terang.
Beberapa orang yang berada di aula utama Klan Yuang Yie masih menunggu siapa yang akan datang, apakah gadis itu benar benar memiliki kenalan dengan pengaruh kuat atau hanya beberapa orang biasa saja yang akan datang.
"Lihatlah tak ada yang datang." ucap Pangeran Yozan Zee yang semakin menjadi jadi. Ia tak akan percaya pada gadis bernama Xiao Ziya itu, terlalu banyak omong kosong yang tak bisa dibuktikan.
"Berhentilah mempermalukan dirimu sendiri adik Ziya." ucap Yie Munha dengan senyuman puas akhirnya ia bisa melihat Xiao Ziya di permalukan di hadapan seluruh ketua Klan Yuang Yie.
"Mereka akan datang." jawab Xiao Ziya dengan tenang, gadis itu tak terpengaruh oleh omongan orang orang di sekitarnya.
"Sungguh memalukan." ucap Yie Weinje dengan tatapan sinis.
Tak lama setelahnya sebuah cahaya berwarna hijau keemasan muncul di tengah tengah aula utama Klan Yuang Yie, sepertinya ada yang datang menggunakan formasi sihir tingkat tinggi. Setelah cahaya itu menghilang semua orang menatap ke arah seorang pria dan wanita yang sedang berdiri dengan ekspresi panik.
"Siapa yang ingin melukaimu nona?." tanya Raja Richal, ia dan sang istri langsung menghampiri Xiao Ziya.
Yie Gu dan beberapa ketua Klan Yuang Yie masih berusaha mengingat ingat siapa kedua orang itu, mengapa mereka bisa masuk ke Dunia Manusia Abadi menggunakan formasi sihir?.
"Salam saya pada Raja Richal dan Ratu Rexuca, maaf mengganggu waktu kalian berdua. Untuk saat ini kalianlah yang bisa membantu saya menyelesaikan masalah ini." ucap Xiao Ziya dengan lembut dan tutur kata yang santun.
"Ahahaha jadi kedua badut ini yang kau panggil gadis busuk?." ucap Pangeran Yozan Zee, ia sedang menertawakan Raja dan Ratu dari dunia para peri sungguh penghinaan yang tak bisa dimaafkan.
__ADS_1
Ratu Rexuca terkenal memiliki temperamen yang cukup buruk, ia bisa menyerang siapa saja yang tak ia sukai. Ratu Rexuca melilit tubuh Pangeran Yozan Zee dengan akar akar pohon yang keluar dari ubin aula utama.
"Jaga mulut mu itu." ucap Ratu Rexuca dengan tatapan tajam.
"Lepaskan, kau tau tau siapa aku ini. Aku adalah putra mahkota dari Kerajaan Bulan." ucap Pangeran Yozan Zee yang masih membangga banggakan statusnya sebagai seorang putra mahkota.
"Apakah saya peduli?." ucap Ratu Rexuca masih dengan tatapan sinis. Siapapun pemuda itu jika ia berani menghina dirinya dan juga suaminya maka ia bisa menghancurkan dalam satu serangan.
"Katakan apa yang bisa kami bantu?." tanya Ratu Rexuca pada Xiao Ziya dengan nada yang sangat halus.
"Pangeran Yozan Zee yang ada di sebelah sana, menyatakan peperangan secara langsung pada saya. Ia menyalahkan saya karna membebaskan adik laki laki saya yang di jadikan tawanan oleh ayahnya, saya juga menyelamatkan adik perempuan dari pangeran itu karna menjadi buronan di kerajaannya sendiri." ucap Xiao Ziya, ia sedang menjelaskan bagaimana situasi saat ini.
"Kalian berdua tak akan sanggup melawan kekuasaan yang ada di Dunia Manusia Abadi ini." ucap Yie Weinje dengan senyuman menyebalkan. Dengan santai Ratu Rexuca berjalan ke arah wanita tua itu dan menamparnya dengan sangat kencang.
"Lancang kau melakukan hal ini pada istri pemimpin Klan Yuang Yie." triak Yie Weinje dengan memegangi pipinya yang terasa sakit itu.
"Saya tidak peduli tentang status anda, selama mulut anda tak memiliki batasan maka saya akan tetap menampar anda." ucap Ratu Rexuca, mata sang ratu berubah menjadi biru muda dan memancarkan aura dingin yang sangat luar biasa.
Yie Gu masih terdiam karna belum bisa mengingat siapa pasangan suami istri itu, cukup lama pria tua itu berfikir dan akhirnya mengingat sesuatu.
"Maaf karna tak mengenali anda sebelumnya, saya sangat senang karna kalian datang berkunjung ke klan kecil kami ini." ucap Yie Gu sembari menundukkan kepalanya di hadapan Mereka Raja Richal dan Ratu Rexuca.
Semua orang menjadi bingung dengan sikap Yie Gu yang sangat sopan pada kedua orang tersebut, mereka sedang bertanya tanya tentang identitas kedua orang itu.
"Kami datang bukan untuk mengunjungi klan anda, melainkan untuk memenuhi panggilan dari nona Ziya." ucap Raja Richal dengan tegas, ia sangat malas berurusan dengan orang yang orang yang berasal dari Dunia Manusia Abadi karna mereka memiliki tingkat kesombongan yang sangat tinggi.
"Siapa mereka?." tanya Yie Weinje dengan rasa penasaran tinggi, ia tau sang suami hanya menundukkan kepalanya pada orang orang yang memiliki identitas tak biasa.
"Mereka adalah Raja dan Ratu dari Dunia Peri." jawab Yie Gu dengan keringat dingin yang bercucuran di keningnya, Pangeran Yozan Zee dan sang istri telah menyinggung kedua orang penting itu. Entah apa yang akan terjadi pada Kerjaan Bulan, mungkin mereka akan hancur jika sekutu yang di miliki oleh Xiao Ziya adalah orang orang dari Dunia Peri.
"Jadi apa yang ingin anda lakukan pada pemuda ini?." tanya Ratu Rexuca, ia harap gadis itu akan melakukan serangan besar besaran.
"Tentu saja menghancurkan kerajaannya." ucap Xiao Ziya dengan seringai menyeramkan, gadis itu telah memutuskan sesuatu dan pasti akan ia lakukan bagaimanapun caranya.
"Baiklah kami akan menyiapkan pasukan dan memberitahukan hal ini pada Raja Artur, Raja Zeus, dan juga Ratu Min Xunzi." ucap Raja Richal, ia sudah memprediksi siapa saja yang bisa masuk ke Dunia Manusia Abadi menggunakan formasi sihir tingkat tinggi.
"Terimakasih atas bantuannya, saya tak akan melupakan kebaikan kalian berdua." ucap Xiao Ziya dengan senyuman manis miliknya.
"Seharusnya nona menjadi menantu kami." ucap Ratu Rexuca, ia sangat menyukai karakter dari Xiao Ziya. Andai saja gadis itu lahir sebagai seorang peri maka Ratu Rexuca dengan senang hati menikahkan Xiao Ziya dengan salah satu putranya.
Ratu Rexuca dan Raja Richal pergi dari tempat itu, mereka akan mempersiapkan prajurit dan jenderal terbaik untuk di kirim ke medan perang. Mereka juga masih mengingat serangan yang di lakukan oleh beberapa pemimpin dari Dunia Manusia Abadi yang berusaha menguasai Dunia Peri, anggap saja peperangan kali ini sebagai balas dendam.
Karna kepergian Ratu Rexuca, Pangeran Yozan Zee yang tadinya terikat kini sudah bebas seiring menghilangnya akar akar pohon itu. Pangeran Yozan Zee belum mengerti dengan situasi sekarang, ia harus segera kembali ke Kerajaan Bulan untuk melapor pada sang ayah. Tanpa mengucapkan apapun Pangeran Yozan Zee pergi begitu saja, Xiao Ziya menatap kepergian sang pangeran dengan tatapan kebencian.
"Dia tak pantas menjadi seorang Putra Mahkota." ucap Xiao Ziya.
__ADS_1
Hai hai semuanya author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat terus ya guys. Kuota author udah mau abis wkwkwk jadi maaf kalau tina tiba hiatus ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ke temen temen kalian, love you all.