RATU IBLIS

RATU IBLIS
Kekacauan di Klan


__ADS_3

Xiao Ziya yang sudah merasa ada yang tak beres dengan pamannya itu akhirnya mendekat dan melihat bagaimana kondisi Xiao Ciyun, pria itu ternyata tengah kehilangan kesadaran dirinya, ia hanya menatap lurus kedepan tanpa berkedip.


"Ayah apa yang terjadi pada pemimpin klan?." tanya Xiao Ziya pada ayahnya karna ini pertamakalinya Xiao Ziya melihat hal aneh seperti itu. Xiao Cunyu yang tak tau apa apa hanya bisa menggelengkan kepalanya, pantas saja ia sudah tak bertemu dengan pemimpin klan sedari kemarin.


Xiao Ziya kembali melihat kesekeliling ruang kerja Xiao Ciyun namun tak ada yang aneh di sana hingga ia kembali menatap kearah enam murid yang membuatnya kesal itu. Samar samar Xiao Ziya melihat sosok ular dalm tubuh mereka. Xiao Ziyapun tersenyum ternyata merekalah yang menyebakan pemimpin Klan menjadi seperti ini.


Ada beberapa jenis siluman ular yang dapat berubah menjadi wujud manusia dan mengambil kesadaran dari orang lain.


"Mengapa nona tersenyum pada kami?." tanya keenam pemuda itu yang ingin memastikan identitas mereka belum terbongkar.


"Tidak ada apa apa, saya hanya merasa sedikit lelah saja." ucap Xiao Ziya yang kemudian pergi ke samping ayahnya dan menggengam tangan sang ayah, ia tau keenam siluman ular itu sedang menyebarkan racun mereka agar Xiao Ziya dan ayahnya kehilangan kesadaran dan menjadi seperti Xiao Ciyun.


"Kalian bisa pergi saya ingin membangunkan paman ciyun dari tidurnya." ucap Xiao Ziya yang meminta keenam murid baru yang ternyata siluman ular itu untuk pergi.


Tanpa ada rasa curiga mereka pergi dari ruang kerja Xiao Ciyun dan kembali menjaga gerbang masuk Klan Xiao.


"Sejak kapan keenam pemuda itu ada di sini." ucap Xiao Ziya yang kemudian melepaskan genggaman tangannya.


"Mereka sudah ada satu minggu yang lalu." ucap Xiao Cunyu yang tau bahwa putrinya menemukan kejanggalan pada keenam pemuda itu.


Karna tak ingin ada yang bisa mendengar percakapan ini selain mereka berdua, Xiao Ziyapun menggunakan sihir kedap suara.


"Mereka bukanlah manusia." ucap Xiao Ziya yang membuat sang ayah terkejut bukan main.


"Lalu mereka apa?." tanya Xiao Cunyu yang sangat penasaran dengan kebenaran keenam pemuda itu.


"Mereka adalah siluman ular, entah siapa yang meminta mereka untuk datang ke klan kita. Sebaiknya ayah meminta semua anggota Klan Xiao untuk berkumpul di aula, jangan sampai membuat keributan dan jangan katakan apapun pada mereka yang menatap kosong kedepan." ucap Xiao Ziya yang memberikan arahan apa yang harus ayahnya lakukan, dengan secepat kilat Xiao Cunyu mensetujui apa yang dikagakan oleh putrinya.


"Sudah menjadi ular gadis itu tetap merepotkan." ucap Xiao Ziya yang sepertinya mengetahui dalang dibalik ini semua.


Setelah itu Xiao Ziya keluar dari ruang kerja Xiao Ciyun, ada satu hal aneh yang ia lihat sebelum keluar dari sana, ternyata mata Xiao Ciyun berubah menjadi hijau.


Xiao Ziya bergegas pergi ke paviliunnya yang ada di Klan Xiao. Ia berharap kertas kertas mantra yang ia simpan di dalam kotak kayu masih ada di sana.


Saat sampai di depan paviliunnya Xiao Ziya segera masuk kedalam sebuah ruangan yang sudah lama tak ia kunjungi, gadis itu mengobrak abrik isi lacinya, hingga ia menemukan ratusan lembar kertas berwarna emas dan tinta emas.


"Akhirnya aku menemukan benda ini." ucap Xiao Ziya yang langsung menuliskan beberapa mantra kuno pada lembaran kertas emas itu menggunakan tinta emas yang ada di sana. Entah jenis mantra kuno apa yang ia tulis namun itu bisa menghadapi siluman.


Saat menatap keenam pemuda yang menjadi muris Klan Xiao dengan lekat, Xiao Ziya menemukan fakta bahwa mereka bukanlah siluman ular biasa, mereka berenam adalah siluman ular yang berumur ribuan tahun dan penuh dengan dendam.

__ADS_1


"Hais padahal aku belum pergi namun masalah sudah sebanyak ini." ucap Xiao Ziya yang tak habis fikir mengapa banyak sekali masalah yang datang, padahal dalam waktu dekat ia akan pergi ke dunia atas untuk menyelesaikan takdirnya yang ada di sana.


Setelah selesai menulis mantra kuno di beberapa kertas emas Xiao Ziyapun pergi menuju aula utama, saat masuk kedalam sudah banyak anggota Klan Xiao yang berkumpul kecuali mereka yang terkena pengaruh siluman ular.


"Saya sengaja meminta ayah saya untuk mengumpulkan kalian di sini untuk keselamatan kalian semua." ucap Xiao Ziya pada para anggota Klan Xiao yang ada di aula utama.


"Memangnya apa yang sedang terjadi saudari Ziya?." tanya seorang murid Klan Xiao.


"Saya tak bisa menjelaskannya sekarang namun saya harap kalian tak keluar dari tempat ini sebelum saya datang lagi kesini dan jangan melepas kertas emas yang berisikan mantra pelindung kuno yang ada." ucap Xiao Ziya yang memberi peringatan pada anggota Klan Xiao yang ada di sana. Seketika mereka menganggukkan kepala sebagai pertanda bahwa mereka akan menuruti perintah dari Xiao Ziya.


Xiao Cunyu dan Xiao Yuza ingin membantu serta beberapa murid Klan Xiao yang telah menjadi senior namun Xiao Ziya melarang karna itu akan sangat berbahaya untuk mereka.


"Yang akan saya hadapi bukanlah manusia biasa, saya harap kalian tetap di sini dan tak pergi membantu apapun yang terjadi." ucap Xiao Ziya kemudian ia keluar dari aula utama.


"Semoga putriku baik baik saja." ucap Xiao Cunyu yang sangat cemas akan keselamatan Xiao Ziya. Sekuat apapun gadis itu ia tetaplah anak kecil bagi ayahnya.


"Putrimu pasti baik baik saja." ucap Xiao Yuza yang sedang berusaha menenangkan Xiao Cunyu yang nampak gelisah itu.


"Aku ingin pergi membantunya." ucap Xiao Cunyu yang ingin keluar dari aula utama namun dihalangi oleh banyak orang.


"Tetaplah ada di dalam aula utama ketua kelima dan percayalah akan kemampuan putrimu." ucap Xiao Zuen yang juga membantu untuk menenangkan Xiao Cunyu.


Xiao Cunyu akhirnya pasrah walau ia ingin membantu putrinya yang ada di sana namun kekuatannya belum cukup untuk melakukan hal itu, dan lagi ia pasti akan menjadi beban untuk putrinya jika tetap memaksa untuk keluar.


Enam pemuda yang merupakan murid baru Klan Xiao dan pada kenyataanya mereka adalah siluman ular yang sedang menyamar menjadi manusia dulunya keenam pemuda itu adalah manusia biasa sama seperti Xiao Ziya, namun kehidupan yang mereka jalani sangatlah malang entah siapa yang memimpin Klan Xiao pada saat keemam pemuda itu masih menjadi manusia. Keenam pemuda itu pernah menjadi murid dari Klan Xiao dan diperlakukan dengan sangat kasar. Pemimpin klan juga tak memperlakukan mereka dengan baik karna keenam pemuda itu adalah rakyat biasa dan sudah lama menunggak uang pembayaran selama menjadi murid di Klan Xiao.


Hingga suatu hari pemimpin Klan Xiao yang tak bertanggung jawab membuat perjanjian dengan seorang ratu siluman ular, sang ratu meminta tumbal berupa beberapa pemuda yang tampan. Akhirnya pemimpin klan itu menumbalkan keenam pemuda pada sang siluman. Sejak saat itu keenam pemuda menaruh dendam yang sangat besar pada generasi generasi Klan Xiao dan jika mereka merasa cukup kuat maka mereka akan menyerang dan menghancurkan Klan Xiao secara perlahan.


Sebenarnya semua ini adalah kesalahan dari pemimpin Klan Xiao di masa lalu namun yang harus menanggung akibatnya adalah generasi penerus dari Klan Xiao.


Tadinya keenam pemuda yang menjadi siluman ular itu terkurung di dalam sebuah gua yang ada di hutan belakang Wilayah Kekaisaran Qiyu, namun beberapa hari yang lalu muncul seorang pria dengan aura kejahatan yang sangat pekat sehingga membuat penghalang yang ada di gua itu hancur. Setelah keenam siluman ular itu bebas mereka bertemu dengan seekor ular kecil yang merupakan jelmaan dari Xiao Muer.


Gadia itu menceritakan hal yang tidak benar pada keenam siluman ular itu sehingga dendam di masa lalu mereka tersulut lagi, mereka berencana menyusup ke Klan Xiao dan menjadi murid di sana. Untung saja Xiao Ziya menyadari hal itu dengan cepat jika tidak seluruh anggota Klan Xiao akan dalam bahaya besar.


Xiao Ziya berjalan menuju gerbang masuk Klan Xiao, di sana ia melihat keenam pemuda itu masih menjaga gerbang masuk seperti tak terjadi apapun.


"Kalian berenam kemarilah." ucap Xiao Ziya yang sengaja memancing mereka untuk masuk kedalam areal Klan Xiao.


Keenam pemuda yang merupakan siluman ular itu datang menghampiri Xiao Ziya tanpa ada rasa curiga. Setelah keenam pemuda itu masuk ke dalam Xiao Ziya langsung menutup gerbang dan menempelkan tiga kertas emas berisi mantra kuno.

__ADS_1


"Apa yang sedang nona lakukan?." tanya keenam pemuda itu yang tak mengetahui apa maksut Xiao Ziya melakukan hal itu.


Xiao Ziya menatap tajam kearah keenam pemuda itu namun anehnya hanya dua pemuda saja yang memancarkan aura siluman, saat Xiao Ziya melihat dengan lebih teliti lagi ternya empat orang murid lainnya memiliki wajah yang berbeda dengan empat murid sebelumnya.


"Kalian berempat mendekatlah padaku." ucap Xiao Ziya yang ingin menyelamatkan keempat pemuda yang merupakan murid biasa.


Keempat pemuda itu mendekat ke arah Xiao Ziya lalu gadis itu memberikan satu kertas mantra pada masing masing pemuda.


"Pegang ini baik baik dan tunggu di sini." ucap Xiao Ziya yang kini menatap ke arah dua pemuda yang merupakan siluman ular.


Sepertinya empat siluman yang lain berhasil mengetahui rencananya entah dimana mereka sekarang namun Xiao Ziya harus melenyapkan dua siluman ular yang ada di hadapannya itu.


"Untuk apa kalian berdua datang ke klan ku." ucap Xiao Ziya yang mencoba bersabar agar tak langsung membunuh kedua pemuda yang merupakan jelmaan dari siluman ular.


"Ah sayang sekali sepertinya gadis ini mengetahui siapa kita sebenarnya." ucap salah satu dari pemuda itu yang merasa tak senang ketika Xiao Ziya mengetahui kebenaran siapa mereka.


"Jika kalian berniat tak baik pada klan ku ini maka saya akan menghabisi kalian semua." ucap Xiao Ziya yang tak akan terima ketika ada seaeorang atau sesosok makhluk yang berniat untuk menghancurkan Klan tercintanya.


"Ahahaha kau tau pemimpin Klan Xiao terdahulu telah berhutang nyawa pada kami berenam." jawab salah satu dari kedua siluman ular itu.


"Karna itulah kalian ingin menghancurkan Klan Xiao yang sudah menjadi milikku? jangan bermimpi." ucap Xiao Ziya yang langsung menyerang kedua siluman ular itu dengan pedang emas yang ia bawa. Kekuatan kedua siluman itu masih ada di bawah Xiao Ziya namun mereka berdua sangatlah licik. Kedua siluman itu hampir menyerang keempat murid Klan Xiao yang ada di sana untung saja Xiao Ziya membekali mereka berempat dengan selembar kertas mantra perorangnya.


"Sialan kertas apa yang kau bagikan pada keempat bocah itu." ucap salah satu pemuda siluman yang terpental cukup jauh saat akan menyerang salah seorang murid Klan Xiao.


"Saya akan melindungi mereka yang patuh dengan apa yang saya katakan untuk itu jangan bernah bermimpi untuk menghancurkan klan ku ini." ucap Xiao Ziya yang tiba tiba berubah mata sebelah kiri berwarna merah sedangkan sebelah kanan berwarna biru begitupun dengan rambutnya.


Aura yang dipancarkanpun terbagi menjadi dua warna, saat ini Xiao Ziya sudah bertekad untuk membunuh kedua siluman itu.


"Siapa kau sebenarnya." ucap kedua pemuda siluman ular yang dapat merasakan aura agung yang dipancarkan oleh Xiao Ziya.


"Saya bukan siapa siapa." ucap Xiao Ziya yang kembali menyerang kedua siluman itu namun serangannya kali ini lebih cepat daripada sebelumnya.


"Kita berdua bisa mati jika seperti ini terus." ucap kedua pemuda siluman ular yang sudah mulai kehabisan energi mereka. Tiba tiba kedua pemuda itu berubah menjadi dua ular cobra dengan ukuran yang besar. Ini adalah wujud mereka yang sebenarnya, kedua siluman cobra itu menyemburkan racun kr arah Xiao Ziya untung saja gadis itu dapat menghindarinya.


"Saya harus segera memusnahkan mereka berdua." ucap Xiao Ziya yang memegang pedang emasnya dengan erat kemudian menghadapkannya ke atas langit sebuah bayangan pedang emas yang sangat besar tercipta di atas langit. Beberapa orang yang sedang melakukan aktivitas mereka merasa terkejut dengan bayangan pedang yang sangat besar.


"Apa yang sedang terjadi di Klan Xiao?." ucap salah seorang pedagang yang merasa khawatir.


"Kita harus pergi ke kekaisaran untuk melaporkannya pada Kaisar Yan." ucap pedagang yang lain.

__ADS_1


"Sepertinya kita harus menunggu di sini saja, kita tak tau apa yang sedang terjadi di dalam sana dan apakah dengan memberi tau Kaisar Yan akan membantu atau malah menyusahkan." ucap seorang pembeli yang merupakan seorang kultivator ia juga dapat merasakan aura siluman yang sangat kuat dari dalm Klan Xiao.


Hai hai semua pembaca setiaku aku update lagi nih, wih panas banget ya cuaca di Jawa Timur semoga kalian sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum follow, vote yang masih punya tiket vote, gift hadiah apapun, like like like, komen, rate, share ya.


__ADS_2