
Jiangnan masih menatap ke arah Xiao Ziya, ia sedang berfikir apakah gadis itu benar benar di racun ataukah dengan sengaja meracuni dirinya sendiri. Tatapan tajam dari Xiao Ziya membuat Jiangnan kesulitan untuk menelan ludahnya, pria tua itu tau bahwa gadis yang sedang ia rawat tak suka diintrogasi seperti itu.
"Maaf karna banyak ikut campur dalam urusan pribadi anda, saya harus pergi menemui Tuan Yie Gu untuk menyampaikan bagaimana kondisi nona sekarang." ucap Jiangnan, pria tua itu keluar dari ruang kesehatan, Xiao Ziya hanya menatap kepergian sang alikimia dengan tatapan dingin.
"Pria tua itu sedikit mencurigakan." ucap Xiao Ziya. Daripada ia pusing memikirkan apa tujuan Jiangnan datang sendiri ke Klan Yuang Yie untuk mengobatinya daripada mengirim beberapa murid terbaik untuk melihat bagaimana kondisi Xiao Ziya saat itu.
Jiangnan menyusuri lorong Klan Yuang Yie hingga ia sampai di depan ruang kerja Yie Gu, pria tua itu mengetuk pintu beberapa kali namun belum mendapat jawaban apapun. Jiangnan berfikir mungkin pemimpin Klan Yuang Yie masih bertengkar dengan istrinya, masalah yang terjadi antara mereka berdua melibatkan gadis yang baru saja ia sembuhkan itu.
"Permisi Tuan Jiangnan, saat ini pemimpin klan menunggu anda di kamar utama." ucap salah seorang pelayan yang bekerja di Klan Yuang Yie.
"Tolong tunjukkan jalannya." ucap Jiangnan dengan tatapan datar.
Pelayan itu mengantar Jiangnan menuju kamar utama yang ditempati oleh pemimpin Klan Yuang Yie beserta sang istri, di dalam kamar utama Yie Gu dan Yie Weinje masih bertengkar.
"Lihatlah cucuku belum sadarkan diri hingga sekarang." ucap Yie Weinje dengan amarah yang meluap luap, hukuman itu terlalu berat untuk seorang gadis seperti Yie Munha yang sangat anggun dan juga polos.
"Berhentilah memanjakan gadis ini, bukankah kau juga pernah menjatuhi hukuman yang sama pada cucumu yang lain!." teriak Yie Gu, ia sangat ingin menampar istrinya hingga sang istri sadar bahwa apa yang ia lakukan hanya membuat Yie Munha semakin kejam saja.
"Mengapa kau mengungkit kejadian lima tahun yang lalu, itu salah Yie Mungi sendiri." teriak Yie Weinje yang tak ingin di salahkan dalam insiden lima tahun yang lalu.
Yie Gu dan Yie Weinje memiliki lima anak dengan nasib yang berbeda beda, anak pertama mereka yaitu ibu dari Xiao Ziya berhasil naik menjadi ratu di Kerajaan Bintang Timur, anak kedua dan ketiga mereka memilih untuk pergi dari Dunia Manusia Abadi karna tak suka dengan aturan yang ada di dunia itu, anak keempat mereka yaitu Yie Laingfu memiliki tiga anak, dan anak keempat mereka Yie Angli memiliki nasib yang cukup malang ia harus kehilangan semua basis kultivasi miliknya karna sebuah kejadian yang tak terduga.
Yie Angli memiliki dua anak yaitu Yie Guonze dan Yie Mungi, Yie Guonze tumbuh sebagai pemuda tampan dengan kultivasi yang memadai sehingga ia diakui oleh Klan Yuang Yie sebagai keturunan resmi mereka sedangkan Yie Mungi sama seperti sang ayah, gadis itu tak memiliki akar spiritual sehingga tumbuh sebagai sampah Klan Yuang Yie meski parasnya cantik ia tak bernilai apapun.
Lima tahun yang lalu Yie Mungi berjalan jalan di sekitar kastil utama dan ia berpapasan dengan kakak sepupunya yaitu Yie Munha, singkat cerita Yie Munha mengajak Yie Mungi untuk pergi ke kamarnya dan melihat lihat koleksi gaun cantik yang di miliki oleh Yie Munha. Saat akan memasuki kamar Yie Munha jatuh sendiri tanpa alasan yang jelas, iapun berteriak kesakitan hingga beberapa orang datang untuk membantunya. Yie Weinje terkejut mendengar cucu kesayangannya jatuh dan mendapat luka jahitan di bagian lutut, saat Yie Weinje bertanya siapa yang melakukan semua ini dengan santainya Yie Munha menunjuk ke arah Yie Mungi.
Akhirnya Yie Mungi mendapat hukuman seratus cambukan di bagian kaki, akibat dari hukuman itu Yie Mungi mendapat luka yang sangat serius hingga ia tak bisa berjalan. Saat peristiwa itu terjadi Yie Gu sedang tak ada di Klan Yuang Yie karna ia harus menjalankan sebuah tugas penting, ketika Yie Gu kembali ia sangat terkejut melihat salah satu cucunya dalam kondisi lumpuh.
Dua tahun setelah kejadian itu akhirnya terbongkar sebuah fakta bahwa Yie Munha jatuh sendiri dan dengan sengaja menyalahkan Yie Mungi dalam kejadian itu karna takut di hukum oleh neneknya. Meski Yie Weinje mengetahui kebenarannya ia tak pernah meminta maaf pada Yie Mungi dan tetap menyalahkan gadis itu karna tak mau menceritakan kejadian sebenarnya.
"Jika bukan karna keegoisan mu, saat ini Yie Mungi masih bisa menggunakan kedua kakinya." ucap Yie Gu dengan tatapan sinis, banyak kejadian penindasan seperti itu ketika ia sedang menjalankan tugas di luar Klan Yuang Yie.
"Itu sudah takdirnya, mengapa kau malah menyalahkan ku." ucap Yie Weinje.
"Jika begitu anggaplah apa yang terjadi pada Yie Munha adalah takdir dari gadis itu sendiri." ucap Yie Gu dengan santai, ia hanya membalikkan apa yang dikatakan oleh sang istri.
Terlihat raut wajah tak suka dari Yie Weinje, tak ada yang boleh menyakiti cucu kesayangannya itu meskipun Yie Munha memiliki takdir buruk ia akan menentang surga agar takdir buruk itu tak menimpa cucunya.
Tok tok tok.
Suara pintu kamar utama yang di ketuk oleh Jiangnan, pria tua itu sudah berdiri di depan pintu kamar utama cukup lama dan mendengar pertengkaran antara Yie Gu dan istrinya.
Yie Gu mempersilahkan Jiangnan untuk masuk ke dalam, ia sangat khawatir dengan kondisi Xiao Ziya saat ini semoga saja cucunya sudah mulai pulih.
__ADS_1
"Maaf mengganggu pembicaraan Tuan Yie Gu, dan Nyonya Yie Weinje." ucap Jiangnan dengan menundukkan kepalanya sebagai tanda permohonan maaf.
"Itu bukan salahmu Tuan Jiangnan, bagaimana kondisi cucu saya?." tanya Yie Gu penuh dengan harapan.
"Kondisi nona Ziya susah stabil, saya sudah mengeluarkan semua racun yang ada di dalam tubuhnya. Nona harus beristirahat dengan baik untuk beberapa hari kedepan." ucap Jiangnan.
"Terimakasih atas bantuan anda, saya akan menyiapkan semua biyaya yang harus di bayar." ucap Yie Gu, ia akan membayar semua biyaya pengobatan Xiao Ziya.
"Bukankah sudah cukup kau memberi gadis liar itu tempat tinggal? mengapa kau ingin membayar biyaya pengobatannya juga!!." teriak Yie Weinje dengan sangat keras hingga di dengar oleh beberapa prajurit dan pelayan yang ada di sekitar kamar utama.
"Dia juga cucu saya, lagipula gadis itu baru saja datang untuk mengunjungi kakeknya bagaimana saya bisa membiarkan dia terlantar?." ucap Yie Gu yang akan tetap membayar biyaya pengobatan Xiao Ziya.
"Sebagai istri anda saya melarang anda melakukan hal itu." ucap Yie Weinje, selama ini wanita tua itulah yang mengelola keuangan Yie Gu.
"Saya akan pergi untuk menanyakan pada pasien saya apakan dia mempunyai uang untuk membayar biyaya pengobatan, saya tak ingin terlibat masalah pribadi kalian." ucap Jiangnan, pria tua itu memilih pergi dari kamar utama dan kembali ke ruang kesehatan.
Di sisi lain Xiao Ziya sedang duduk bersila di atas ranjang tempatnya di rawat, gadis itu menyerap energi qi yang ada di sekitar Klan Yuang Yie untuk menyetabilkan kekuatannya, di saat yang tidak tepat Jiangnan masuk ke dalam ruang kesehatan dan melihat ke arah gadis itu.
"Ada perlu apa Tuan Jiangnan datang lagi menemui saya?." tanya Xiao Ziya dengan nada sopan meski gadis itu masih melanjutkan proses menyerap energi qi.
"Kakek dan nenekmu sedang bertengkar saat ini, kakek mu ingin membayar semua biyaya pengobatan namun nenekmu melarangnya. Sepertinya semua keuangan milik Tuan Yie Gu dipegang oleh istrinya." jelas Jiangnan, pria ini terlalu bertele-tele.
"Anda ingin meminta biaya pengobatan pada saya? jika saya boleh tau anda menerima pembayaran dalam bentuk apa saja?." tanya Xiao Ziya, ia punya banyak koin emas ataupun benda benda lain di dalam cincin semesta miliknya.
"Saya menerima segala bentuk pembayaran, jika bisa anda membayar dengan tanaman herbal." ucap Jiangnan dengan jujur, ia lebih suka memiliki banyak tanaman herbal langka daripada segudang berlian ataupun koin emas.
"Terimalah ini." ucap Xiao Ziya, gadis itu membuka matanya dan memegang sebuah kotak kayu. Ia berdiri dari ranjang dan berjalan ke arah Jiangnan kemudian memberikan kotak kayu itu.
Jiangnan membuka kotak kayu yang diberikan oleh Xiao Ziya karna penasaran dengan isi yang ada di dalamnya. Kotak kayu itu berisi dua buah ginseng berusia ratusan tahun, selembar daun peri, dua butir pil ying yang dengan kualitas sempurna. Jiangnan sangat terkejut dengan pembayaran yang di berikan oleh Xiao Ziya, ini sangat berlebihan bagaimana ia bisa menerimanya begitu saja.
"Ini terlalu banyak untuk saya nona." ucap Jiangnan dengan keringat dingin, ia tak mengerti mengapa gadis itu memiliki daun peri yang hanya tumbuh di dunia para peri. Daun itu bernilai jutaan koin emas jika di jual di pelelangan.
"Anda pasti tau posisi saya di Klan Yuang Yie sangatlah kecil, jika di masa depan saya membutuhkan bantuan anda bisakah anda membantu saya Tuan Jiangnan?." ucap Xiao Ziya dengan tatapan dingin yang ia arahkan pada pria tua itu. Jiangnan merasa apa yang dikatakan oleh gadis itu bukanlah sebuah permintaan melainkan sebuah perintah yang harus di jalankan dengan baik.
"Saya mengerti nona, datanglah ke paviliun Obat Langit jika anda memiliki waktu luang." ucap Jiangnan dengan senang hati menyetujui permintaan Xiao Ziya itu, dengan senyuman lebar ia keluar dari ruang kesehatan.
"Hah lihatlah pria tua itu, mengapa ia sangat senang hanya karna mendapat satu lembar daun peri?." ucap Xiao Ziya, gadis itu kembali duduk di atas ranjang dan menyerap energi qi yang ada di sekitar.
Pertengkaran antara Yie Gu dan Yie Weinje akhirnya selesai, dengan paksaan Yie Gu meminta sejumlah uang miliknya yang si simpan oleh sang istri. Dengan sangat terpaksa Yie Weinje memberikan dua ribu koin emas pada suaminya itu karna ia di ancam akan di ceraikan jika tetap keras kepala. Yie Gu dengan segera mencari keberadaan Jiangnan, ia menemukan alikimia itu sedang ada di halaman depan Klan Yuang Yie dengan raut wajah begitu senang.
"Maaf karna terlambat, saya ingin membayar semua biyaya pengobatan. Ini dua ribu koin emas sebagai biyaya awal sisanya saya akan membayar nanti." ucap Yie Gu, ia sedikit kesal karna hanya mendapat dua ribu koin emas dari sang istri, paling tidak biyaya pengobatan untuk Xiao Ziya senilai sepuluh ribu koin emas.
"Saya telah menerima bayaran dari cucu anda jadi Tuan Yie Gu tak perlu membayar." ucap Jiangnan yang terus tersenyum seperti orang gila, Yie Gu menatap pria tua yang ada di depannya itu ia sedang berfikir benda apa yang di berikan oleh cucunya hingga membuat sang alikimia sangat senang.
__ADS_1
"Apakah bayaran dari Xiao Ziya sudah cukup?." tanya Yie Gu dengan penasaran.
"Ini lebih dari cukup, ah iya mengapa cucu anda bermarga Xiao bukan Yie?." tanya Jiangnan, ia cukup penasaran dengan asal usul gadis yang ia obati tadi.
"Dia adalah putri dari anak pertama saya dengan seorang pria dari dunia bawah, gadis itu baru datang beberapa hari yang lalu untuk mengunjungi ibunya." ucap Yie Gu yang tak bisa memberitahukan masalah antara Xiao Ziya dan Raja Anling Zee, ia tak ingin pihak luar ikut campur terlalu jauh.
"Jadi dia anak tiri dari Raja Yongling Zu." ucap Jiangnan ia tak ingin ikut campur terlalu banyak dalam urusan keluarga mereka, pria tua itu memutuskan untuk kembali ke Paviliun Obat Langit ia akan memamerkan daun peri yang baru saja di dapatkan pada guru yang lain.
Setelah Jiangnan pergi Yie Gu kembali masuk ke dalam kastil, masalah yang terjadi kali ini terlalu banyak. Belum selesai masalah cucu kesayangannya itu dengan Raja Anling Zee, kini gadis itu sudah di musuhi oleh neneknya sendiri.
"Bagaimana caraku meyakinkannya untuk menerima Xiao Ziya." ucap Yie Gu sembari memijat kepalanya yang terasa sakit.
Waktu berjalan dengan cepat malam pun datang dan Xiao Ziya masih berada di ruang kesehatan, ia masih ingin berada di sana hingga energi qi miliknya terisi dengan penuh. Tabib wanita yang menjaga Xiao Ziya sebelum kedatangan sang alikimia sudah pulang ke rumah, kini tinggal Xiao Ziya sendiri.
Yie Weinje berada di luar ruang kesehatan, wanita tua itu merencanakan sesuatu yang tak baik pada Xiao Ziya. Yie Weinje melepas beberapa ular berbisa dan di biarkan masuk ke dalam ruang kesehatan, beberapa ular itu menggeliat ke arah Xiao Ziya dengan cukup cepat. Xiao Ziya menatap ular ular yang sedang bergerak ke arahnya dengan tatapan datar, ia tau bahwa ada orang yang dengan sengaja ingin mencelakainya.
"Wilre keluarlah." ucap Xiao Ziya menggeluarkan piton salju miliknya dari dalam cincin semesta. Seekor ular piton salju dengan ukuran yang sangat besar muncul di hadapan Xiao Ziya dan membuat beberapa ular berbisa itu ketakutan, ular ular itu berbalik arah menuju Yie Weinje yang masih menunggu di luar.
Yie Weinje terkejut melihat ular berbisa yang ia kirim untuk mencelakai Xiao Ziya kembali padanya, karna penasaran apa yang sedang terjadi di dalam Yie Weinjepun mengintip dari sela sela pintu.
"Mengapa ada ular piton sebesar itu di Klan Yuang Yie?." ucap Yie Weinje dengan ekspresi yang sulit untuk diartikan, ini bukan pertama kali baginya melihat seekor ular dengan ukuran raksasa namun ular piton berwarna putih itu memiliki aura dingin yang sangat kuat.
"Meski anda adalah nenek saya, anda tak pernah mengganggap saya sebagai cucu anda. Jadi jangan salahkan saya jika saya tak segan segan untuk menyakiti anda." ucap Xiao Ziya dengan senyuman iblis miliknya, Yie Weinje segera pergi dari tempat itu setelah keberadaan diketahui oleh Xiao Ziya.
"Siapa wanita tua itu nona?." tanya Wilre dengan tatapan tak suka, sebagai binatang roh yang sudah membuat kontrak dengan Xiao Ziya ia tak akan membiarkan nona mudanya itu di sakiti oleh siapapun.
"Dia nenek saya, bisakah kau menjaga saya hingga pagi nanti?." ucap Xiao Ziya yang ingin tidur dengan tenang, besok ia akan pergi ke Wilayah Kerajaan Bulan untuk mencari beberapa informasi.
"Saya akan menjaga keamanan nona dengan baik." ucap piton salju itu, setelah sekian lama akhirnya ia mendapat tugas dari nonanya itu.
Xiao Ziya membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur dan mulai memejamkan mata dan masuk ke dalam mimpi yang indah. Di sisi lain Yie Weinje kembali ke kamar utama, ia menggeram dengan kesal karna rencananya gagal.
"Mengapa gadis itu memiliki binatang roh penjaga yang kuat?." ucap Yie Weinje, baginya Xiao Ziya tak pantas memiliki hal hal luar biasa seperti itu.
"Nenek." ucap Yie Munha yang baru saja bangun dari tidurnya, luka luka gadis itu sudah di beri salep oleh tabib.
"Bagaimana kondisimu cucuku?." tanya Yie Weinje, ia langung berjalan ke arah Yie Munha untuk memastikan kondisi gadis itu.
"Aku sudah lebih baik dari sebelumnya nenek, terimakasih atas bantuannya." ucap Yie Munha, ia tak akan melepas sang nenek karna wanita tua itu harapan satu satunya yang ia miliki.
"Gadis bernama Xiao Ziya itu cukup tangguh dan cukup sulit untuk dicelakai." ucap Yie Weinje dengan wajah masam, satu satunya rencana yang ia miliki adalah meminta bantuan pada Raja Anling Zee.
"Nenek harus menjalankan rencana utama kita jika ingin menyingkirkan gadis itu, nenek harus melakukannya sebelum gadis itu bertemu dengan ibunya." ucap Yie Munha, ibu dari Xiao Ziya adalah seorang ratu jadi akan sulit untuk membunuh gadis itu juga sudah dalam pelukan sang ibu.
__ADS_1
"Baiklah besok pagi nenek akan pergi ke Kerajaan Bulan." ucap Yie Weinje, ia nekat melakukan hal seperti itu demi menyelamatkan reputasi dari cucu kesayangannya.
Hai hai semua gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya guys. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ke temen temen kalian.