
Hermione dan Dimas sudah berada direstoran sedari tadi.
"Bagus banget desain interiornya kamu bener-bener hebat" ucap Dimas melihat isi restorannya yang sudah rapi.
"Biasa aja" ucap Hermione.
"Ohh iya sebenarnya siapa yang nyuruh orang buat ngancurin restoran aku?" tanya Dimas melihat kearah Hermione.
"Bram" jawab Hermione.
"Ohhh" balas Dimas santai.
"Hah Bram wah kurang ajar tu orang" ucap Dimas.
"Sabar" ucap Hermione menepuk-nepuk pundak Dimas.
"Gimana mau sabar, aku salah apa sama dia sampai dia ngelakuin itu" ucap Dimas.
"Gak tau, udah biarin aja kalau dia masih bikin masalah sama kamu aku bakal bunuh dia" ucap Hermione.
"Mainnya bunuh-bunuhan ok aku setuju" ucap Dimas merangkul pinggang Hermione.
"Kamu mau kapan pulang dari kota ini?" tanya Dimas.
"Terserah kamu, sekarang juga bisa tinggal ngilang aja" ucap Hermione.
"Jangan dong nanti mobil gimana" ucap Dimas.
"Ya dibawalah masa ditinggal, tapi kalau mau ditinggal juga gak masalah" ucap Hermione.
"Eh gak usah ditinggal" ucap Dimas.
"Besok aja ya pulangnya" ucap Dimas.
"Boleh" balas Hermione.
"Sekarang mending kita jalan-jalan" ucap Dimas.
"Yok" ucap Hermione.
Dimas merangkul pinggang Hermione keluar dari restoran, tiba-tiba ada seorang perempuan datang menghampiri mereka berdua.
"Hai sayang" ucap perempuan itu menyapa Dimas, Dimas heran dengan perempuan didepannya sedangkan Hermione tersenyum miring.
"Siapa ya?" tanya Dimas.
"Jangan pura-pura sayang ini aku Putri, padahal malam tadi kamu main keapartemen aku" ucap perempuan itu yang bernama Putri.
"Kenal aja gak masa main keapartemen lo, dan malam tadi gue dipergok warga gak ada tuh main keapartemen lo" ucap Dimas.
"Kok kamu gitu sih akukan pacar kamu" ucap Putri.
"Bodoamat" ucap Dimas lalu menarik tangan Hermione pergi.
"Sayang jangan pura-pura deh mentang-mentang ada istri kamu disini" Putri menghalang langkah Dimas dan Hermione.
"Mau ada istri mau kagak ada gue tetep gak kenal lo" ucap Dimas.
"Tega kamu udah buat aku hamil sekarang gak ngakuin aku pacar kamu" ucap Putri.
"Makin ngelantur ni orang, bangun masih pagi jangan mimpi" ucap Dimas.
"Ohhh hamil hebat lo Dimas" ucap Hermione.
"Sumpah gak kenal Hera" ucap Dimas.
"Jangan pura-pura sayang kamu setiap malam datang keapartemen aku, katanya kamu kesepian karena istri kamu sibuk kerja terus" ucap Putri.
"Tiap menit istri gue aja disisi gue, apalagi malam hari gue nempel terus dengan dia jadi jangan ngaku-ngaku gue hamilin lo" ucap Dimas.
__ADS_1
"Jangan bohong sayang kamu boleh gak akuin aku tapi aku gak terima kalau kamu gak akuin anak kamu yang lagi aku kandung" ucap Putri, Hermione menghisap vapenya lalu menghembuskannya.
"Jangan gitu dong asapnya kena aku mbak, aku lagi hamil anaknya suami mbak" ucap Putri.
"Sayang kamu disini" panggil seorang pria menghampiri Hermione, Dimas dan Putri.
"Eh hai" balas Hermione, pria itu lalu memeluk Hermione dan Hermione membalasnya.
"Andre" bisik pria itu ketelinga Dimas pada saat memeluk Hermione, Dimas yang tadinya kesal jadi lega. Pria itu adalah Andre yang menyamar menjadi pria lain.
Hermione melepas pelukannya lalu melihat kearah Putri yang bengong.
"Ngapa mbak bengong? Kaget ya? Silahkan bersenang-senang dengan suami saya karena saya mau pergi sama dia dulu" ucap Hermione.
"Jaga kandungan dia sayang kasian kalau gak diakuin anak yang ada dirahimnya" ucap Hermione melihat kearah Dimas sambil mengedipkan sebelah mata. Andre menggandeng tangan Hermione lalu pergi dari sana.
"Heh gue gak kenal sama lo jadi jangan drama deh" ucap Dimas.
"Istri kamu aja selingkuh sama cowok lain lebih baik kamu sama aku" ucap Putri.
"Ogah gue sama lo" Dimas langsung pergi dari sana.
"Ini sebenarnya gimana sih, istrinya selingkuh tapi dia biasa aja, pas tau gue hamil istrinya biasa aja" ucap Putri heran.
"Apa mereka memang selalu berantem tapi pura-pura romantis didepan orang, terus gue laporan sama tuan Bram gimana ini" ucap Putri melangkah pergi.
...............
"Lo kok bisa ada disini?" tanya Dimas setelah masuk mobil.
"Bisalah Andre" jawab Andre.
"Eh lo hamilin anak orang" ucap Andre.
"Gak kenal gue, ketemu juga baru sekarang" ucap Dimas.
"Beneran gue gak kenal" ucap Dimas.
"Ra sumpah gak kenal" ucap Dimas.
"Lucu banget muka panik lo" ucap Andre.
"Iya tau kali, ini suruhan Bram" ucap Hermione.
"Bram lagi Bram lagi" ucap Dimas.
"Eh lo gak sekolah?" tanya Dimas.
"Ya enggaklah makanya gue disini" ucap Andre.
"Gangguin orang aja" ucap Dimas.
"Biarin" ucap Andre, Andre menghidupkan mesin mobilnya lalu menginjak gasnya.
..........
Disekolah Reno bersama Fadil berada dikantin.
"Bang Dimas udah pergi?" tanya Fadil.
"Udah kemarin" jawab Reno.
"Eh Andre kemana ya kok gak keliatan?" Fadil melihat sekeliling.
"Oh iya baru sadar gue kalau dia gak ada" ucap Reno.
"Kebiasaan suka bener gak sekolah" ucap Fadil.
"Gak paham gue sama dia" ucap Reno.
__ADS_1
"Bentar lagi ulangan bisa-bisa nilainya jelek" ucap Fadil.
"Iya" balas Reno.
Tiba-tiba suasana dikantin menjadi ramai karena kedatangan Ariel dkk.
"Aaa Ariel aku padamu"
"Dani kerennya"
"Sani punya gue jangan diambil"
"Ganteng banget"
"Gimana ya kalau mereka tau kita suka tidur sama wanita malam" bisik Sani.
"Ntah lah" balas Dani.
"Gue aneh sama ni orang sekarang jarang ke bar" ucap Sani.
"Bener banget, lo ada masalah apa sih sebenarnya?" tanya Dani, mereka lali duduk ditempat yang biasa mereka duduki.
"Kalian tau kak Dara kan?" ucap Ariel dengan suara pelan.
"Ya taulah" jawab Dani dan Sani.
"Gue pernah tidurin dia" ucap Ariel sebelum itu dia melihat kanan kiri terlebih dahulu.
"Apa?!" ucap Dani dan Sani setengah berteriak, siswa/siswi yang disana lalu melihat kearah Ariel dkk.
"Diem" ucap Ariel.
"Maaf" ucap mereka berdua.
"Yang bener lo?" tanya Dani.
"Gimana rasanya?" tanya Sani.
"Gue bener dan ternyata dia masih" ucap Ariel.
"Gila lo" ucap Dani.
"Berarti kak Dara dan Andre mabuk sampai ngelakuin itu mungkin karena lo" ucap Sani.
"Nah itu yang gue pikirin" ucap Ariel.
"Tapi bang Dimas bilang i love you ke kak Dara terus dijawab i love you too itu gimana" ucap Dani.
"Gue gak tau" ucap Ariel.
"Pusing gue, oh iya yang jadi pertanyaannya lo suka sama kak Dara?" tanya Sani.
"Mungkin" jawab Ariel.
"Gue rasa Reno suka juga deh sama kak Dara" ucap Dani.
"Yang bener lo?" tanya Ariel.
"Keliatan Riel orang yang suka sama yang gak" ucap Sani, Ariel menghembuskan nafas kasar.
"Abang sama adik suka dengan orang yang sama ribet tuh urusannya" ucap Sani.
"Ribet banget ditambah nih suka juga" ucap Dani melirik Ariel yang diam saja.
"Sabar jodoh gak akan kemana" ucap Sani.
"Hah iya" ucap Ariel.
Bersambung...
__ADS_1