
Saat ini di aula utama Klan Xiao yang ada di dunia bawah sudah berkumpul beberapa pihak yang sedang berselisih mereka adalah para petinggi Klan Xiao, para pedagang dari daerah barat, dan para pedagang dari daerah timur. Kedua pihak pedagang iti mendengar kabar bahwa saat ini Xiao Ziya atau gadis yang paling ditakuti seantero dunia bawah sedang berkelana dalam waktu yang lama, kedua pihak pedagang itu memanfaatkan kesempatan itu untuk memojokkan Klan Xiao agar Xiao Cunyu ayah dari Xiao Ziya mau manandatangani berkas penyerahan wilayah pertanian dan perkebunan milik Xiao Ziya yang ada di Kerajaan Binzo. Jika mereka tak bisa menggunakan cara halus maka cara kasarlah yang akan ditempuh.
"Serahkan saja apa yang kami inginkan maka Klan Xiao kalian ini akan aman." ucap Yu Mingze salah satu pemimpin kelompok pedagang daerah barat.
"Lagipula gadis yang biadanya melindungi kalian juga tak ada di sini." ucap Yuling Zo salah satu pemimpin kelompok pedagang daerah timur yang ikut memojokkan para petinggi Klan Xiao.
"Meski nona Xiao Ziya tak ada di sini namun kami bisa melindungi klan kami." ucap Xiao Ciyun sebagai seorang pemimpin Klan Xiao.
Kedua pihak pedagang itu menertawakan Xiao Ciyun dengan keras, tentu saja mereka datang kesana dengan persiapan yang matang. Ada ribuan pasukan pedagang yang berpencar di Wilayah Kekaisaran Qiyu.
"Kalian kira kami tak mempersiapkan apapun? Kami kelompok pedagang barat dan timur sudah menpersiapkan ribuan pasukan jika kalian tak bersedia menandatangani kontrak ini." ucap Lin Hua salah satu pemimpin kelompok pedagang barat.
"Kami tak akan takut dan tak akan tinggal diam." ucap Xiao Yuza yang tak ingin menyerah begitu saja, meski Xiao Ziya hanya keponakannya namun Xiao Yuza sudah dibantu ratusan kali oleh gadis itu.
Anggota Klan Xiao yang lain juga menolak untuk menyerah, karna bagi mereka Xiao Ziya memiliki posisi yang lebih tinggi dari seorang pemimpin klan, dan gadis itu juga sering menyelamatkan mereka semua. Jika hari ini mereka harus hancur ataupun mati ditangan para pedagang itu maka mereka tak akan pernah menyesalinya.
Karna mendapat penolakan keras dari pihak Klan Xiao tentu saja pihak pedagang barat dan timur mulai menggunakan rencana kedua. Seorang pria mengeluarkan sesuatu dari saku tangannya itu adalah sebuah lonceng jiwa kecil yang sudah terikat dengan ribuan jiwa pedagang dari barat dan timur. Setelah mengeluarkan lonceng itu sang pria mulai membunyikannya sebagai pertanda mereka akan bertarung.
Sesaat kemudian ribuan pedagang dengan tingkat kultivasi yang cukup tinggi berkumpul di depan gerbang masuk Klan Xiao mereka sedang menunggu aba aba selanjutnya. Saat hal itu terjadi Aron sang mata mata milik Xiao Ziya sedang berada di Kekaisaran Binzo untuk mengatasi masalah yang terjadi di wilayah milik Xiao Ziya yang ada di sana.
Anggota Klan Xiao sempat dibuat binggung mereka tak mengira bahwa pihak pedagang barat dan timur akan selicik ini, jumlah dan kekuatan mereka tentu kalah telak namun mereka tak mungkin menyerah.
Xiao Cunyu ingat sebelum Xiao Ziya pergi gadis itu memberinya ratusan kembang api, dan putrinya berpesan padanya untuk menyalakan kembang api itu saat ia dalam masalah yang tak mampu untuk diatasi.
Xiao Cunyupun berlari keluar aula utama Klan Xiao, pihak para pedagang mengejarnya karna takut pria itu akan kabur karna diantara seluruh petinggi Klan Xiao tanda tangan Xiao Cunyulah yang paling penting. Para petinggi Klan Xiao juga ikut mengejar karna mereka takut sesuatu yang buruk akan terjadi pada ketua kelima.
Saat ini Xiao Cunyu sudah berhenti di lapangan utama Klan Xiao dengan cepat ia menyalakan kembang api dan menembakkannya ke atas langit. Sebuah sinar berwarna hitam pekat menghiasi langit yang ada di atas Klan Xiao. Pihak pedagang yang tadinya panik Xiao Cunyu akan kabur mereka malah tertawa karna hal bodoh yang dilakukan oleh pria itu.
"Ahahaha ku kira kau akan kabur ternyata hanya bermain kembang api." ucap Yuning Zo.
Sedangkan ditempat lain tepatnya kota kecil milik Xiao Ziya yang ada di hutan perbatasan Kekaisaran Qiyu setarus ribu pasukan khusus milik Xiao Ziya sudah berkumpul dilapangan mereka telah menggunakan Zirah berwarna hitam pekat, mereka berkumpul setelah melihat cahaya kehitaman yang ada di atas langit.
"Baiklah tanda bahaya telah dinyalakan maka sepuluh ribu pasukan akan berangkat bersama saya, jika pasukan pertama membutuhkan bantuan maka kami akan menyalakan signal cahaya yang lain. Sepuluh ribu kultivator tingkat kaisar bumi kita akan pergi ke Klan Xiao." ucap Sen Linju yang memimpin pasukan kali ini.
Sepuluh ribu pasukan khusus milik Xiao Ziya yang ada di tingkatan Kaisar bumi berangkat menuju Klan Xiao. Saat melewati gerbang masuk Wilayah Kekaisaran Qiyu mereka menunjukkan token khusus sebagai pasukan milik Xiao Ziya. Prajurit Kekaisaran Qiyu mempersilahkan mereka untuk masuk kedalam.
Sedangkan saat ini para petinggi dan murid Klan Xiao sedang bertarung dengan ribuan pedagang dari wilayah barat dan timur. Penduduk biasa diminta untuk pergi dan sebagian dari mereka pergi ke arah Istana Kekaisaran Qiyu untuk melapor pada Xiao Yan atas apa yang sedang terjadi pada klannya.
"Menyerahlah kalian tak akan sanggup melawan kami." ucap salah seorang pemimpin pedagang dari barat.
"Sampai matipun kami tak akan menyerah." ucap Lian pemuda yang pernah ditolong oleh Xiao Ziya dan kini ia menjadi murid dari Klan Xiao.
"Klan Xiao kebanggaan kalian ini akan kami hancurkan." ucap Lin Hua yang sedang menprovokatori para petinggi Klan Xiao agar bersedia menyerah.
__ADS_1
Salah satu warga yang tinggal tak jauh dari Klan Xiao telah sampai di depan gerbang masuk Istana Kekaisaran Qiyu, langkahnya dihentikan oleh prajurit penjaga gerbang masuk istana Kekaisaran Qiyu.
"Maaf tuan saat ini Kaisar Yan sedang rapat dengan para perdana mentri." ucap salah satu prajurit penjaga gerbang yang melarang pria itu untuk masuk.
Namun sang pria tak akan tinggal diam dan pergi dengan tangan kosong karna ini berkaitan dengan klan yang sangat dicintai oleh Xiao Ziya.
"Jika hari ini Klan Xiao hancur maka itu salah kalian berdua yang menghentikan langkah saya, dan saat nona Xiao Ziya kembali maka ia akan memusnahkan kalian dan seluruh keturunan kalian berdua." ucap pria itu yang berbalik memarahi kedua prajurit penjaga gerbang.
Kedua prajurit penjaga gerbang tampak ketakutan setelah mendengar apa yang dikatakan pria itu. Mereka berdua mempersilahkan pria itu masuk kedalam. Dengan segera sang pria lari menuju aula utama Istana Kekaisaran Qiyu, ia membuka pintu dengan paksa kemudian menghadap Kaisar Yan yang tengah terkejut.
"Maaf atas kelancangan saya, namun saat ini Klan Xiao sedang diserang oleh dua kelompok pedagang. Jumlah mereka sangatlah banyak saya harap kaisar cepat bergerak untuk membantu." ucap pria itu yang melaporkan tentang apa yang terjadi di Klan Xiao.
"Trimakasih karna anda telah memberitaukan hal ini pada saya, Jenderal Zue siapkan prajurit kita akan berangkat sekarang." ucap Xiao Yan yang bergerak cepat untuk membantu Klan Xiao yang sedang dalam masalah.
Saat ini sepuluh ribu pasukan khusus milik Xiao Ziya telah sampai di depan gerbang masuk Klan Xiao, di sana telah terjadi pertarungan antara pihak Klan Xiao dengan ribuan orang asing.
"Siapa kalian pergilah karna kami tak ada urusan dengan kalian semua." ucap Yu Mingze yang terkejut dengan kedatangan ribuan orang berzirah hitam. Begitu pula dengan anggota Klan Xiao yang khawatir mereka adalah sekutu dari lawan.
"Kami adalah pasukan khusus milik nona Xiao Ziya kami datang untuk membantu Klan Xiao dan memusnahkan kalin. Teman teman atas nama Nona Xiao Ziya mari kita hancurkan mereka yang berani mengusik Klan Xiao." ucap Sen Linju yang mengangkat pedangnya kemudian memberi intruksi untuk menyerang.
Suara dentingan pedang terdengar dengan jelas di seluruh penjuru Wilayah Kekaisaran Qiyu, kini anggota Klan Xiao bisa sedikit bernafas lega karna ada bantuan yang datang. Saat peperangan sedang panas panasanya ribuan pasukan Kekaisaran Qiyu datang untuk membantu.
"Ayah siapa mereka yang menggunakan Zirah hitam apakag mereka musuh?." tanya Xiao Yan sebelum meminpin pasukannya untuk menyerang.
"Mereka pasukan khusus milik adikmu." jawab Xiao Cunyu dengan singkat karna ia sedang fokus mengayunkan pedang.
Kini kondisi mulai berbalik para pedagang dari barat dan timur mulai kewalahan karna pasukan khusus Xiao Ziya dan pasukan milik Kekaisaran Qiyu mulai memojokkan mereka. Darah mulai berceceran dimana mana banyak anggota pedagang barat dan timur yang mulai mati berjatuhan, para pemimpin merekapun mulai panik. Mereka tak mengira sebelum Xiao Ziya pergi gadis itu menyiapkan pasukan khusus yang siap membantu Klan Xiao dan sekutunya yang lain.
"Sialan jika aku tau tentang hal ini dari awal maka kami tak akan membuat rencana gila ini." ucap Yuning Zo yang menyesal karna telah menyinggung orang orang terdekat Xiao Ziya.
Hari itu juga kelompok pedagang dari daerah barat dan daerah timur meregang nyawa mereka di depan Klan Xiao. Ini adalah sebuah peringatan untuk mereka yang memiliki niatan buruk pada orang orang terdekat Xiao Ziya. Sebelum kembali ke istana Kekaisaran Qiyu Kaisar Yan mengucapkan trimakasih pada pasukan khusus milik Xiao Ziya yang telah membatu Klan Xiao.
Detempat lain saat ini Xiao Ziya sedang berada di perpustakaan Klan Xiao yang ada di dunia atas, meski Xiao Ningxu tak memiliki kekuatan yang dapat membuat bangga klannya gadis itu sangat gemar membaca buku dan cepat dalam menghafal sesuatu.
"Ningxu jiejie apakah perpustakaan akan selalu sesepi ini?." tanya Xiao Ziya yang tak menemukan siapapun disana selain mereka berdua dan penjaga perpustakaan.
"Setiap saya datang kesini kondisinya selalu seperti ini adik Ziya." ucap Xiao Ningxu yang sepertinya tak memiliki teman.
Mereka berdua berkeliling perpustakaan untuk mencari buku buku yang hendak di pinjam. Xiao Ziya sudah membawa empat buku di tangannya sedangkan Xiao Ningxu hanya membawa satu buku saja.
"Permisi paman saya ingin meminjam buku buku ini." ucap Xiao Ziya pada penjaga perpustakaan dengan sopan karna ini bukanlah Klan Xiaonya yang ada di dunia bawah.
"Kembalikan saat kau selesai membacanya." ucap penjaga perpustakaan dengan ramah.
__ADS_1
Setelah itu Xiao Ziya dan Xiao Ningxu keluar dari perpustakaan saat ingin kembali ke paviliun ketua kedua mereka berpapasan dengan seorang pria yang menatap Xiao Ningxu dengan rendah.
"Siapa kau mengapa kau ada di klanku?." ucap pria itu yang menanyai Xiao Ziya dengan kasar.
"Ah saya juga tak mengenal siapa anda." bukannya menjawab Xiao Ziya malah mengajukan pertanyaan yang menyinggung pria itu.
"Saya adalah panatua Klan Xiao, kau sebagai tamu harus hormat pada saya." ucap pria itu yang membanggakan statusnya sebagai panatua dari Klan Xiao yang ada di dunia atas.
Xiao Ziya memutar matanya dengan malas, ia menarik tangan Xiao Ningxu agar segera pergi jika tidak Xiao Ziya akan kehilangan kesabarannya dan memukul pria itu hingga tak bernafas lagi.
Xiao Cunze yang menempati posisi panatua Klan Xiao dari dunia atas baru kali ini ia melihat gadis muda yang begitu sombong dan tak mau menghormatinya.
"Lihat saja bagimana saya akan membalas kalian." ucap Xiao Cunze yang sedang merencanakan sesuatu yang jahat.
Saat ini Xiao Ziya dan Xiao Ningxu telah sampai di paviliun milik ketua kedua, karna hari sudah mulai gelap Xiao Ziya masuk kedalam kamar yang dipersiapkan untuknya, gadis itu membersihkan diri kemudian menggunakan seragam resminya yang sudah jarang ia pakai.
"Pakaian yang di desain sendiri adalah pakaian yang paling nyaman." ucap Xiao Ziya yang merasa sangat puas dengan pakaian yang ia kenakan. Setelah itu Xiao Ziya keluar dari kamarnya ia berjalan jalan sendirian di Klan Xiao karna Xiao Ningxu telah pergi entah kemana.
Saat melewati beberapa lorong Xiao Ziya sampai di dapur utama Klan Xiao ia bertemu dengan seorang wanita paruh baya yang mirip dengan Xiao Ningxu. Wanita itu sedang memasak namun tiba tiba datang wanita lain yang menggangunya, melihat hal itu Xiao Ziya tak tinggal diam.
Ia melesat kearah sang wanita paruh baya yang mirip dengan Xiao Ningxu dan menariknya untuk sedikit menjauh.
"Siapa kau? mengapa kau menggangu kesenangan kami." ucap salah seorang wanita yang ternyata istri dari ketua ketiga. Apakah menggangu orang lain sangat menyenangkan untuknya.
"Pergilah kalian berdua." ucap Xiao Ziya yang mengarahkan aura membunuhnya pada istri ketua kedua hingga wanita itu gemetaran dan hampir pingsan. Seorang wanita yang lain menarik istri ketua ketiga untuk pergi dari sana.
"Bibi baik baik saja? mengapa bibi sangat mirip dengan Ningxu jiejie?." ucap Xiao Ziya yang tak bisa menahan rasa penasarannya.
Wanita paruh baya itu menatap Xiao Ziya dengan binar mata sedihnya kemudian ia menangis entah apa yang menjadi penyebabnya Xiao Ziya tak mengetahui hal itu. Tiba tiba sang wanita bersimpuh di hadapan Xiao Ziya sambil menangis.
"Saya adalah ibu dari Xiao Ningxu jika nona memiliki banyak koin emas tolong tebus saya." ucap wanita itu yang menangis dengan punggung yang bergetar, Xiao Ziya meminta pada wanita itu untuk berdiri dan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
Lalu wanita itu memperkenalkan dirinya dan apa yang sebenarnya terjadi. Nama wanita itu adalah Xiao Minji ia merupakan putri dari panatua pertama terdahulu, ia menikan dengan ayah Xiao Ningxu dua puluh tahun yang lalu. Sebelum menikah ia pernah disukai oleh Xiao Cungze namun ia menolaknya karna telah jatuh hati pada Xiao Minzo. Sepuluh tahun yang lalu tepatnya saat Xiao Ningxu berusia enam tahun dan mengikuti upacara pembangkitan kekuatan ternyata gadis itu tak memiliki bakat apapun.
Sang panatua baru yaitu Xiao Cungze menuduhkan bahwa Xiao Ningxu bukanlah putri dari Xiao Minzo dan Xiao Minji melainkan anak haram dari Xiao Minji dengan pria lain sehingga wanita itu mendapat hukuman kurung dan melayani Klan Xiao selama dua puluh tahun.
Xiao Minzo percaya bahwa istrinya tak akan melakukan hal sehina itu namun untuk membebaskan istrinya ia membutuhkan lima puluh ribu keping emas dan dukungan dari kultivator yang kuat. Tentu saja Xiao Minzo tak memiliki koin emas sebanyak itu walau ia sudah mengumpulkannya selama bertahun tahun.
Mendengar cerita dari wanita paruh baya yang ada di hadapannya tentu saja membuat Xiao Ziya merasa sangat geram.
"Bibi apakah bibi bisa percaya padaku?." tanya Xiao Ziya pada wanita paruh baya itu.
"Saya percaya padamu nak, walau saya tak tau siapa kau namun kau gadis yang menenal putri saya dengan baik." ucap wanita bernama Xiao Minji itu yang hanya bisa menggantungkan nasibnya pada gadis yang baru saja ia temui.
__ADS_1
"Besok setelah urusan saya selesai saya akan berusaha membebaskan anda." ucap Xiao Ziya yang tersenyum kemudian melesat pergi karna ia merasakan kehadiran beberapa orang di dapur itu.
Hai hai guys aku update lagi, jangan lupa follow buat yang belum, vote ya, gift hadiah apapun, like like like, komen, rate, share, tips.