RATU IBLIS

RATU IBLIS
Permaisuri Gila (1)


__ADS_3

Saat ini Raja Artur dan juga Xiliu sedang pergi menuju Akademi Kekaisaran untuk bertemu dengan Xiao Ziya. Sedangkan gadis yang sedang di cari itu masih asyik makan bersama teman dan juga saudaranya di kantin. Hari ini Xiao Ziya makan dengan porsi yang sangat banyak, namun itu merupakan hal yang biasa bagi teman dan saudara Xiao Ziya karna setiap mereka makan bersama porsi Xiao Ziya pastilah yang paling banyak namun entah mengapa gadis itu tetap terlihat kecil dan imut.


"Pelan pelan saja makanya adik Ziya tak ada yang akan merebutnya darimu." ucap Xiao Yuna sambil menggelengkan kepalanya.


"Aku sangar lapar jiejie." ucap Xiao Ziya yang sudah kelaparan karna sejak kemarin ia tak sempat makan.


Tak lama Raja Artur dan juga Xiliu sudah sampai di halaman depan paviliun Xiao Ziya, namun suasana paviliun begitu sepi dan mereka berdua tak dapat merasakan aura Xiao Ziya di dalam paviliun itu.


"Mungkin anak nakal itu sedang makan." ucap Raja Artur yang kemudian memilih untuk masuk kedalam rumah terlebih dahulu.


Setelah menyelesaikan makannya Xiao Ziya berpamitan pada yang lain karna ia ingin kembali ke paviliunnya. Namun saat ia masuk kedalam paviliun ia merasakan aura dua orang yang tak asing baginya.


"Hais kakek tua itu ada di sini." ucap Xiao Ziya sambil menghela nafasnya.


Entah apa yang diinginkan oleh kakek tua itu mengapa ia mencarinya.


Xiao Ziyapun membuka pintu masuk paviliunnya disana terlihat dua orang kakek kakek yang sedang menunggunya.


"Akhirnya nona Ziya kembali, kami sudah menunggu nona lumayan lama." ucap Xiliu dengan sedikit mengeluh karna menunggu.


"Tak ada yang meminta kalian untuk menungguku." ucap Xiao Ziya dengan malas.


"Apa yang terjadi dengan penampilanmu itu? transformasimu sebagai penerus dari neraka tam seperti ini." ucap Raja Artur yang keheranan dengan tampilan baru Xiao Ziya yang sangat aneh dan baru pertama kali ia lihat.


"Bukan apa apa, aku juga tidak mengerti mengapa rambutku berwarna biru." ucap Xiao Ziya yang ingin menutup nutupi keberadaan mawar mawar langka yang tumbuh di dekat lautan spiritualnya.


Raja Artur menatap Xiao Ziya dengan tatapan yang tak biasa, gadis yang ada di hadapannya itu semakin misterius. Xiao Ziya hanya membalas tatapan itu dengan tatapan dingin saja karna ia tak ingin bertengkar dengan Raja Artur.


"Kau menyembunyikan sesuatu dariku." ucap Raja Artur yang semakin penasaran.


"Setiap orang pasti memiliki rahasia masing masing, ku kira Raja Artur Yang Terhormat tau tentang hal itu." ucap Xiao Ziya yang mulai kesal dengan kakek tua yang mulai kepo dengan rahasia yang Ziya miliki.


"Baiklah suatu saat aku pasti akan mengetahuinya." ucap Raja Artur yang memilih untuk mengalah.

__ADS_1


Kini Xiliu mulai menyampaikan maksud dari kedatangannya menemui Xiao Ziya, Xiliu mengucapkan trimakasih karna Xiao Ziya sudah menyelamatkan raja peri dan membuat ratu menjadi senang dan bahagia. Selain itu Xiliu memberikan sebuah berlian berwarna pelangi yang sangat indah sebagai hadiah.


"Ini hadiah kecil dariku saya harap nona dapat menerimanya." ucap Xiliu yang memberikan berlian pelangi itu dengan tulus, mungkin pemberiannya tak akan bisa membalas kebaikan dari Xiao Ziya.


"Ah anda tak perlu memberikan saya hadiah saya juga merasa terbantu karna ratu peri memberikan daun peri pada saya." ucap Xiao Ziya yang merasa semuanya sudah impas tak perlu memberikan hadiah atau apapun untuk membalas budi atau apapun.


"Saya ikhlas memberikannya, jika nona menolak saya akan merasa sedih." ucap Xiliu yang membuat Xiao Ziya hanya bisa pasrah dan menerima pemberian darinya.


Setelah itu Xiliu dan Raja Artur pergi karna mereka masih ada urusan lain yang harus diselesaikan. Sedangkan Xiao Ziya memilih untuk berganti pakaian karna dia akan pergi ke istana kekaisaran untuk bertemu kakak, ayah, dan juga pamannya yang ada di sana. Beberapa hari lagi Xiao Ziya harus berangkat menuju tempat diadakannya turnamen antar akademi yang ada di dunia bawah.


"Semoga saja ayah, kakak, dan yang lainnya mengenaliku. Penampilanku saat ini benar benar seperti orang asing." ucap Xiao Ziya sambil menggerutu. Bagaimana jika saat ia ingin masuk kedalam istana ada penjaga gerbang yang menahannya karna tak kenal.


Setelah selesai bersiap Xiao Ziya bergegas menuju istana kekaisaran, ia menggunakan jubah berwarna hitam karna tak ingin penampilan barunya itu membuat heboh para penduduk yang melihatnya di jalan.


Dengan segera Xiao Ziya keluar dari akademi dan mulai berjalan di antara kerumunan penduduk, meski sudah menggunakan jubah dan tudung kepala masih banyak yang memperhatikannya karna rasa penasaran. Karna tak ingin terjadi suatu hal yang tidak di inginkan Xiao Ziyapun mempercepat langkahnya. Setelah beberapa saat akhirnya ia sampai di depan gerbang masuk istana kekaisara. Seperti dugaanya prajurit yang bertugas menjaga gerbang menghentikan langkahnya.


"Mohon berhenti dan tunjukkan identitas anda." ucap salah seorang prajurit yang curiga dengan orang berjubah hitam yang ada di hadapannya itu.


Dengan terpaksa Xiao Ziya membuka tudung kepalanya dan memperlihatkan wajahnya. Para penjaga gerbang merasa tak asing dengan wajah yang diperlihatkan.


"Ah maafkan kami nona, perubahan pada penampilan nona membuat kami tidak mengenali anda, silahkan masuk." ucap para penjaga gerbang yang langsung membuka gerbang masuk.


Xiao Ziyapun segera masuk kedalam dan pergi menuju aula utama karna sepertinya ada sesuatu yang terjadi, para pelayan istana hanya menatap Xiao Ziya dengan tatapan keheranan. Mungkin mereka merasa asing dengan penampilan nona mereka yang seperti itu.


Saat akan masuk ke aula utana ada prajurit yang menghentikannya karna mereka juga tak mengenali Xiao Ziya sama seperti kejadian sebelumnya.


"Ini aku." ucap Xiao Ziya yang membuat prajurit itu terkejut.


"Maaf atas kelancangan kami, silahkan masuk nona." ucap prajurit itu yang merasa bersalah karna tak mengenali nonanya sendiri.


Saat Xiao Ziya masuk kedalam aula semua mata tertuju padanya terutama Xiao Yan yang sedang duduk di singgasana kaisar itu.


"Apa yang terjadi dengan rambut dan matamu adikku." ucap Xiao Yan yang terkejut dengan perubahan sang adik. Namun jika dilihat lihat warna rambut adiknya itu begitu alami.

__ADS_1


"Entahlah sejak aku bangun tidur rambutku sudah seperti ini." ucap Xiao Ziya yang ingin penampilannya segerq berubah seperti semula.


"Kemarilah duduk di sampingku." ucap Xiao Yan yang menyiapkan sebuah singgasana lain di samping singgasananya. Ia sadar bahwa Xiao Ziya juga memiliki kekuasaan yang lebih tinggi daripada dirinya.


Xiao Ziyapun menurut dan duduk di singgasana lain yang telah disiapkan oleh kakak laki lakinya itu. Namun orang orang dari istana Xingmen terlihat sangat terkejut dengan perlakuan istimewa yang Xiao Ziya dapatkan.


"Mohon maaf Kaisar Yan mengapa nona Ziya duduk di samping anda." tanya Raja Xi Yunzo yang tak mengerti dengan struktur pemerintahan di Kekaisaran Qiyu yang dipimpin oleh kaisar baru.


"Kekuasaan adik saya lebih besar daripada saya." jawab dari Kaisar Yan dengan jujur.


Permaisuri Xi Wunjin menatap Xiao Ziya penuh dengan minat keinginannya untuk menjadikan Xiao Ziya sebagai menantunya semakin tinggi.


"Mohon maaf Kaisar Yan, bagaimana jika kita menjodohkan Nona Ziya dengan salah satu putra saya, itu pasti akan sangat menguntungkan untuk Kekaisaran Qiyu." ucap Permaisuri Xi Wunji yang masih saja mencari kesempatam untuk mendapatkan Xiao Ziya.


Mendengar ucapan dari Permaisuri Xi Wunji membuat Kaisar Yan langsung melihat ke arah sang adik. Dapat di lihat Xiao Ziya hanya menggelengkan kepalanya, itu tandanya gadis itu tak berminat dengan tawaran yang diberikan oleh sang permaisuri.


"Mohon maaf Permaisuri Xi Wunji sepertinya adik saya tak menghendakinya." ucap Kaisar Yan yang membantu Xiao Ziya untuk menyampaikan penolakan.


"Namun anda adalah kakak laki laki dari nona Ziya, ditambah lagi anda adalah kaisar yang memimpin negeri ini sehingga anda juga berhak memutuskan dengan siapa nona Ziya akan menikah." ucap Permaisuri Xi Wunji yang memprofokasi Kaisar Yan agar menyetujui tawaran yang ia berikan.


Namun Kaisar Yan masih sangat sehat dan waras jika harus memaksa adik perempuannya itu untuk bertunangan atau menikah secara paksa. Selain itu Kaisar Yan sudah sangat kenal dengan sikap adiknya itu yang tak ingin dipaksa.


"Masa depan adik saya dia yang berhak menentukannya, sebagai seorang kaisar dan kakak laki laki dari Xiao Ziya saya akan mendukung setiap keinginan dan keputusannya." ucap Kaisar Yan yang membuat sang permaisuri semakin kesal.


Raja Xi Yunzo dan ketiga pangeran berusaha menghentikan Permaisuri Xi Wunji yang ingin memaksakan kehendaknya. Namun Permaisuri Xi Wunji masih sangat keras kepala seperti biasanya.


"Saya mohon pada Kaisar Yan agar bersedia menerima tawaran saya, saya tak akan pergi sebelum permintaan saya diterima." ucap Permaisuri Xi Wunji.


"Sudahlah istriku kau tak bisa memaksakan kehendak seperti itu." ucap Raja Xi Yunzo yang berusaha untuk melerai istrinya yang sedang kalut itu.


"Ibu sudahlah nona Ziya berhak atas kebahagiaanya." ucap Pangeran Xi Mingu yang tak ingin ibunya semakin bertindak jauh.


"Kalian jangan ikut campur dengan urusanku." triak Permaisuri Xi Wunji yang sudah kehilangan akal sehatnya itu.

__ADS_1


**Hai hai semua maaf baru update sekarang, dan updatean tempo lalu dobel aku juga ga tau kenapa bisa kaya gitu jadi mohon maaf ya semua.


Jangan lupa follow aku ya guys, Like, Komen, Rate, Share ya**.


__ADS_2