RATU IBLIS

RATU IBLIS
Menjadi Peserta Pengganti


__ADS_3

Satu hari berlalu dengan cepat bagi Xiao Ziya banyak hal yang telah ia lakukan untuk menyelamatkan sang ayah dan tentu itu sangat melelahkan. Namun semua rasa lelah itu terbayar ketika sang ayah sudah pulih dan baik baik saja. Tanpa terasa matahari sudah menampakkan sinarnya, warna jingga yang indah menghiasi langit pagi ini. Xiao Ziya masih nyenyak dalam tidurnya.


Namun tiba tiba ada yang mengetuk pintu paviliunnya dengan tidak sabar sehingga gadis itu terpaksa untuk bangun dan melihat siapa yang membuat kegaduhan dipagi hari.


Saat membuka gerbang depan paviliunnya terlihat seorang pria yang tengah berdiri, ternyata pria itu adalah Ling An kepala Akademi Kekaisaran. Untuk apa ia datang kepaviliun Xiao Ziya sepagi ini ditambah lagi dengan raut wajahnya yang terlihat sedikit murung. Semoga tak ada masalah yang berat karna saat ini yang ingin dilakukan Xiao Ziya hanyalah bersantai.


"Ada perlu apa hingga kepala akademi mendatangi saya sepagi ini." tanya Xiao Ziya dengan sopan sembari menebak apa yang diingginkan oleh pria tersebut.


"Salah satu murid Misteri yang akan saya kirim ke turnamen tiba tiba saja sakit, dan sangat sulit menemukan kandidat yang mau menggantikannya. Apakah nona Ziya bersedia untuk menggantikan?." ucap Ling An dengan raut wajah cemas.


Mendengar perkataan kepala akademi tentu saja membuat Xiao Ziya merasa sangat senang karna gadis itu memang ingin mengikuti turnamen antar akademi yang ada di seluruh dunia bawah. Ia ingin melihat sekuat dan sejenius apa talenta yang dimiliki oleh akademi lainnya. Namun melihat wajah cemas dari kepala akademi membuat Xiao Ziya memikirkan sesuatu yang bisa menguntungkan dirinya.


"Jika saya bersedia, apa yang akan anda berikan pada saya." ucap Xiao Ziya yang sepertinya tak ingin melakukan hal itu dengan cuma cuma.


"Saya akan mengabulkan satu permintaan anda jika anda berhasil menjadi juara, dan jika tidak anda akan mendapatkan hak khusus lainnya dari akademi." ucap Ling An dengan serius.


"Baiklah, kepala akademi tak perlu cemas lagi karna saya bersedia." ucap Xiao Ziya.


Mendengar ucapan dari Xiao Ziya membuang Ling An merasa sedikit tenang, walau ia tak pernah tau apa yang akan diminta oleh gadis itu dan apakah hal itu akan menyulitkannya atau tidak.


"Trimakasih nona Ziya, dan maaf saya mengganggu waktu istirahat anda. Karna anda adalah peserta turnamen anda tidak perlu mengikuti pelajaran dan bisa melakukan latihan mandiri. Kalau begitu saya permisi." ucap Ling An yang kemudian pergi.


Xiao Ziya menutup kembali gerbang paviliunnya dan masuk kedalam. Gadis itu kembali merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur. Namun ia tak memejamkan mata.


"Aku sangat penasaran dengan kitab bersampul tengkorak yang kudapatkan tempo lalu, dan kalung dengan liontin kunci itu sepertinya adalah kunci untuk membuka buku itu. Namun dibelakang sampul buku ada keterangan kita perlu ada di dunia atas untuk membukanya, Huft apakah perjalananku untuk menuju dunia atas masih sangat lama? ini sungguh membosankan." ucap Xiao Ziya sembari menatap langit langit kamarnya.


Entah kenapa mata Xiao Ziya terasa sangat sakit, mata sebelah terasa sangat dingin di sisi yang lain terasa sangat panas. Detak jantungnya juga sangat cepat gadis itu hanya bisa meringkuk di tempat tidurnya dan menahan rasa sakit yang tiba tiba saja menerjang.


"Argh apa apaan ini mengapa rasanya sakit sekali." ucap Xiao Ziya yang langsung menutup kedua matanya.

__ADS_1


Setelah beberapa saat akhirnya rasa sakit itu mereda, gadis itu tak menyadari saat rasa sakit itu menyerang kedua bola matanya berubah warna di satu sisi berwarna biru dan di sisi lain berwarna merah.


"Apakah aku terkena racun? namun siapa yang berani meracuniku." ucap Xiao Ziya yang sedang berfikir sejenak.


Di sisi lain saat ini perwakilan dari Kerajaan Xingmen hendak menuju Akademi Kekaisaran bersama dengan Pangeran Kegelapan. Perjalanan dari Istana Kekaisaran menuji Akademi Kekaisaran memang sedikit jauh sehingga mereka harus bersabar.


"Jendral Zue apakah anda dekat dengan nona Ziya?." tanya permaisuri Xi Wunji yang sedikit penasaran seperti apa Xiao Ziya dimata anggota kekaisaran.


Jenderal Zue adalah nama lain dari Pangeran Kegelapan ketika ia menjalankan tugas sebagai Jenderal Kekaisaran Qiyu.


"Xiao Ziya sudah seperti adik saya sendiri." ucap Pangeran Kegelapan penuh dengan rasa gembira.


"Apakah nona Ziya itu sudah memiliki tunangan?." tanya Permaisuri Xi Wunjin lagi yang sepertinya memiliki niat untuk menjodohkan Xiao Ziya dengan salah satu Pangeran dari Kerajaan Xingmen.


"Jika anda berniat menjodohkan putra anda dengan adik Ziya lebih baik anda mengurungkan niat tersebut." jawab Pangeran Kegelapan dengan jujur.


Begitu banyak pemuda yang ingin melamar Xiao Ziya, bahkan anak dari seorang dewa saja juga jatuh cinta pada gadis tersebut namun hingga saat ini belum ada yang bisa menarik perhatian dari Xiao Ziya. Dan bila seseorang terlalu memaksakan diri untuk bertunangan dengan Xiao Ziya maka kemalangan yang akan menimpanya.


Raja Yunzo berusaha untuk menenangkan permaisurinya, namun Permaisuri Xi Wunji terlihat begitu marah dan tak terima.


"Tidak ada yang bisa memaksakan kehendak pada adikku, jika anda melakukannya anda akan mendapatkan masalah." ucap Pangeran Kegelapan yang mencoba mengingatkan sang permaisuri dan semoga permaisuri mendengarkannya dengan baik.


Tak lama rombongan Pangeran Kegelapan dan juga anggota Kerajaan Xingmen sudah sampai di Akademi Kekaisaran. Pangeran Xi Mingu dan Pangeran Xi Binxi terlihat begitu kagum ketika melihat Akademi Kekaisaran Qiyu yang begitu mewah dan juga besar.


Saat ini Pangeran Kegelapan sedang meminta izin untuk masuk kedalam akademi pada para penjaga gerbang utama akhirnya mereka diperbolehkan untuk masuk kedalam akademi.


Saat ini banyak murid yang sedang berlalu lalang karna tak ada pelajaran untuk hari ini. Banyak murid yang sedang berlatih di lapangan juga.


"Mengapa kita tak sekolah di sini." ucap Pangeran Xi Binxi.

__ADS_1


"Kerajaan kita terlalu jauh, lagipula tes nya pasti tak mudah." jawab Pangeran Xi Yijun yang juga sangat ingin menempuh pendidikan ilmu bela diri, ilmu berpedang, dan ilmu sihir di Akademi Kekaisaran.


Kedatangan seorang jenderal kekaisaran dan juga beberapa orang yang terlihat asing namun memiliki aura bangsawan tentu saja menarik perhatian para siswa.


Lalu dari arah depan terlihat dua orang pemuda yang tengah menghampiri.


"Salam pada Jenderal Zue." ucap kedua pemuda itu.


"Salam pada tuan muda Xun, dan juga teman anda." jawab pangeran kegelapan.


"Ada keperluan apa hingga jenderal datang ke akademi, apakah terjadi masalah di kekaisara?." tanya Xiao Xun yang penasaran dengan kedatangan Jenderal Zue yang sangat tiba tiba.


"Saya kesini untuk mengantar tamu penting kita yang berasal dari kerajaan Xingmen untuk bertemu adik Ziya." ucap Pangeran Kegelapan yang menjelaskan maksut dan tujuannya datang ke Akademi Kekaisaran.


"Salam kenal saya Raja Yunzo." ucap Raja Xi Yunzo yang memperkenalkan diri.


"Salam kenal saya Permaisuri Xi Wunjin."


"Salam kenal saya Pangeran Xi Mingu."


"Salam kenal saya Pangeran Xi Binxi."


Sedangkan Pangeran Xi Sihu hanya diam karna saat ini ia sedang tertidur di gendongan permaisuri.


"Salam kenal saya Xiao Xun kakak kedua dari adik Ziya, dan ini sahabat saya Ling Fuen." ucap Xiao Xun yang juga memperkenalkan dirinya dan ia tak lupa untuk mengenalkan temannya juga.


Setelah selesai berkenalan mereka lanjut berjalan menuju paviliun tempat Xiao Ziya tinggal selama ada di Akademi Kekaisaran.


Hai semua maaf baru bisa update ya.

__ADS_1


Jangan lupa vote, like, komen, rate, share


__ADS_2