
Xiao Ziya melihat kesekeliling dan memperhatikan semua orang dengan cermat, etika mereka sangat berbeda dari orang orang kerajaan Xingmen yang sedang berada di istana kekaisaran.
"Kemarin ada orang orang dari Kerajaan Xingmen yang datang ke kekaisaran Qiyu, jujur aku tidak suka dengan mereka." ucap Xiao Ziya dengan jujur tanpa ada kebohongan.
Raja Xi Yunzo mengerutkan keningnya karna ia merasa bingung dengan pernyataan Xiao Ziya. Raja Xi Yunzo tak merasa telah mengutus orang untuk pergi ke Kekaisaran Qiyu.
"Saya tidak pernah memberi titah pada anggota Kerajaan Xingmen untuk pergi ke Kekaisaran Qiyu, jika saya boleh tau siapa saja mereka." ucap Raja Xi Yunzo yang ingin tau siapa yang datang kesana.
"Ada beberapa pangeran dan putri yang datang salah satunya bernama Putri Xi Minju." ucap Xiao Ziya dengan nada dingin, ia masih kesal dengan sikap gadis itu. Apalagi gadis itu belum membayar ganti rugi atas tanaman tanaman yang telah ia rusak.
Raja terkejut bukan main saat mengetahui siapa saja yang datang ke Kekaisaran Qiyu dan mengaku sebagai utusan dari Kerajaan Xingmen.
"Berani beraninya mereka melakukan hal ini setelah melakukan pemberontakan pada kerajaanya sendiri." triak Raja Xi Yunzo yang tersulut emosi.
Akhirnya Raja Xi Yunzo menceritakan pada Xiao Ziya apa yang sebenarnya terjadi. Satu bulan yang lalu terjadi perang saudara di dalam Kerajaan Xingmen, anak dari selir Xi Jinhu ingin merebut gelar putra mahkota dari tangan Pangeran Xi Yijun. Meskipun Xi Yijun bukanlah pangeran tertua dari Kerajaan Xingmen namun ia adalah putra pertama dari sang permaisuri sehingga Pangeran Xi Yijun layak menjadi memegang gelar putra mahkota.
Kedua kakak laki lakinya yaitu Pangeran Xi Anzie dan juga Pangeran Xi Binzo tidak keberatan dengan keputusan sang raja karna bagi mereka tahta bukanlah sesuatu yang harus diperebutkan hingga menimbulkan pertumpahan darah antar saudara. Namun Pangeran Xi Wunho, Pangeran Xi Yizu, serta Pangeran Xi Minho tidak setuju dengan keputusan sang raja. Dibantu oleh Selir Jinhu dan juga Jenderal Ningxu mereka merencanakan pemberontakan.
Untung saja beberapa hari sebelum hal buruk itu terjadi, rencana pemberontakan tiga pangeran dan juga sekutunya sudah terdengar oleh Raja Xi Yunzo sehingga sang raja dapat menghentikan pertumpahan darah itu.
Setelah bermediasi dengan pihak tiga pangeran yang ingin memberontak, mereka tetap bersikeras untuk mendapatkan tahta. Akhirnya Raja Xi Yunzo memutuskan untuk mengusir mereka dari istana dan mencabut gelar bangsawan mereka semua.
"Jadi mereka bukan lagi anggota Kerajaan Xingmen?." tanya Xiao Ziya yang ingin memastikannya sekali lagi.
__ADS_1
"Benar mereka bukan anggota kerajaan ini lagi." ucap Raja Xi Yunzo.
"Apa yang sedang mereka rencanakan di istana kekaisaran?." tanya Pangeran Xi Yijun yang cemas bila mereka melakukan hal yang merugikan Kekaisaran Qiyu.
"Pangeran Xi Minho menggendalikan hewan buas untuk menyerang desa desa yang ada di daerah perbatasan, namun aku telah memasang sihir pelindung di sana jadi rakyatku bisa aman. Selain itu Putri Xi Minju telah merusak tanaman berhargaku, dan mereka berencana menikahkan Putri Anhi dengan kaisar muda. Hal terakhir yang baru saja terjadi adalah Jenderal Ningxu ingin membunuhku untung saja ada Zier yang membantu." ucap Xiao Ziya yang sedang menceritakan apa saja yang tengah dilakukan oleh orang orang dari Kerajaan Xingmen itu.
"Aku benar benar meminta maaf atas apa yang mereka lakukan, saya akan menebus segalanya. Saya akan memberi hukuman gantung pada mereka." ucap Raja Xi Yunzo yang merasa tak enak pada Xiao Ziya.
"Aku ingin meminta ijinmu untuk membunuh mereka semua, bagaimanapun juga mereka masih orang orangmu." ucap Xiao Ziya yang sudah tak tahan lagi dengan kelakuan orang orang dari Kerajaan Xingmen yang sedang ada di istana kekaisaran.
Mendengar permintaan dari Xiao Ziya membuat semua orang yang ada di aula tersebut sangat terkejut, bagaimana bisa gadis sekecil itu memiliki niat dan pemikiran yang begitu kejam. Hal yang paling tak mereka duga adalah apakah gadis itu mampu melakukannya sendiri.
"Apa kau yakin dengan permintaanmu itu putri Ziya." tanya Pangeran Xi Mingu yang cemas dengan keselamatan Xiao Ziya nantinya.
"Tentu saja ada Zier dan dua spirit best ku yang akan membantu." ucap Xiao Ziya dengan yakin. Sebenarnya gadis itu mampu melakukannya sendiri namun kali ini ia akan sedikit merendah.
Xiao Ziyapun membisikkan sesuatu di telinga Zier yang masih dalam bentuk kecilnya. Xiao Ziya meletakkan Zier di lantai kemudian Zier berubah menjadi harimau yang sangat besar dengan kekuatan yang tak dapat diukur oleh orang orang yang tinggal di dunia bawah.
Semua mata tertuju pada harimau putih yang sangat besar itu, mereka tidak menyangka bahwa spirit best milik Xiao Ziya akan sekuat ini.
"Ini sangat luar biasa dimana kau membelinya?." tanya Putri Xi Nuzi yang sangat penasaran dan ingin tau tentang asal usul Zier.
"Ibunya sendiri yang menitipkan Zier padaku, aku yang merawatnya dari bayi hingga sebesar ini. Dan dia adalah bagian dari keluargaku." jawab Xiao Ziya secara singkat, namun gadis itu tak bisa menceritakan darimana Zier berasal karna itu hanya akan membuat kegaduhan.
__ADS_1
Sedangkan ditempat lain tepatnya istana kekaisaran. Saat ini Putri Xi Anhi sedang berusaha untuk merayu Xiao Yan yang sedang menikmati pemandangan pohon persik yang ditanam oleh Xiao Ziya.
"Kaisar, bukankah anda sangat merasa kesepian saat sendirian memangku tugas yang begitu berat." ucap Putri Xi Anhi sembari terus menenpel pada Xiao Yan. Gadis itu benar benar mirip seperti benalu.
Tidak bisa dipungkiri wajah Putri Xi Anhi itu cantik, dan tubuhnya yang putih bersih pria normal mana yang tak akan tertarik padanya. Namun Xiao Yan ingat bahwa Xiao Ziya begitu tak menyukai orang orang itu.
"Bisakah kau meninggalkanku sendirian." ucap Xiao Yan yang sudah mulai risih dengan sikap Putri Anhi yang terkesan sangat murahan.
"Ayolah Yang Mulia Kaisar anda pasti memerlukan seorang permaisuri untuk mendampingimu. Bukankah aku sangat cantik, jika perlu aku akan meminta ijin pada ayahmu." ucap Putri Xi Anhi yang masih saja berusaha untuk menggoda Xiao Yan.
Iman Xiao Yan hampir saja runtuh jika Xiao Yuna dan Xiao Feng tak datang tepat pada waktunya. Mereka berdua datang untuk menjauhkan putri penggoda itu dari kaisar.
"Daripada mendapat restu dari ayahnya kau terlebih dahulu harus mendapat restu dari adik Ziya." ucap Xiao Yuna yang masih ingat pertikaian antara Xiao Ziya dengan anggota kekaisaran yang lama.
"Dan kau tak akan pernah mendapat ijin dari adik Ziya." ucap Xiao Yuna dengan senyum meremehkan.
Putri Xi Anhi menatap tak suka ke arah Xiao Yuna dan juga Xiao Feng. Putro Xi Anhi begelayutan manja di pundak Xiao Yan. Xiao Yuna benar benar ingin membuang gadis itu kedalam jurang.
"Mereka sangat jahat padaku, sayang cepat usir mereka." ucap Putri Xi Anhi yang bersikap manja pada Xiao Yan.
"Lebih baik kau pergi, haruskah kau menjual urat malumu untuk menjadi seorang permaisuri, dengar baik baik kriteria permaisuri untuk yang mulia Kaisar Yan sangarlah berkelas jadi gadis rendahan yang tak tau etika dan tak memiliki rasa malu sepertimu itu tak pantas." ucap Xiao Yuna yang menumpahkan seluruh isi hatinya yang sudah ia tahan sedari tadi.
Mendengar perkataan Xiao Yuna membuat Putri Xi Anhi merasa kesal dan memilih untuk pergi. Xiao Yan mersa lega karna ia tak terjebak rayuan Putri gila itu.
__ADS_1
**Hai hai semuanya makasih buat dukungan kalian selama ini. Love you guys maaf kalau author banyak salah dan kurang ramah sama kalian ya.
Jangan lupa vote yang banyak, like, komen, rate, share ke temen temen kalian ya**.