
"Tangkap mereka berdua." ucap Xiao Ziya dengan sorot mata penuh kemarahan, meski iblis bukan makhluk yang baik hati namun mereka memiliki beberapa aturan yang tak boleh dilanggar.
Dengan segera para pasukan iblis milik Xiao Ziya menangkap Hana dan Yingwa Zuvana, kedua wanita itu tampak terkejut hingga terdiam mematung saat mendengar para pasukan iblis memanggil gadis manusia sebagai junjungan mereka. Apa yang terjadi di alam neraka setelah mereka kabur dari tempat itu puluhan tahun yang lalu? mungkinkah gadis manusia yang ada di hadapan mereka sudah berhasil mengalahkan Raja Artur dan naik tahta?.
"Lepaskan kami, kau tak memiliki hak di tempat ini." triak Yingwa Zuvana, ia berusaha untuk melepaskan diri dari para prajurit yang sedang memegangi tangannya.
"Ini bukan alam neraka dimana tempat anda memimpin, wilayah Kerajaan Bintang Timur memiliki rajanya sendiri." ucap Hana dengan tegas, sepertinya kedua wanita itu ingin dihukum menggunakan cara yang ada di Kerajaan Bintang Timur karna itulah Xiao Ziya akan mengabulkan permintaan mereka berdua.
"Baiklah saya akan membawa kalian ke Istana Kerajaan Bintang Timur, sebelum itu saya perlu mencari Yoe terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya yang langsung melesat menuju ruang bawah tanah Toko Berlian Zuvana, gadis itu sempat melihat pemilik toko yang baru keluar dari lantai dasar tokonya.
Saat sampai di ruang bawah tanah Xiao Ziya mencium bau busuk sekaligus bau anyir yang membuatnya tak nyaman, di dinding ruang bawah tanah itu terdapat beberapa koleksi pribadi Yingwa Zuvana berupa beberapa organ manusia serta potongan tubuh mereka. Xiao Ziya menelan ludah dengan kasar saat membayangkan berapa banyak anak yang sudah dibunuh oleh wanita itu, Ziya melanjutkan pencariannya ke berbagai ruangan hingga menemukan sebuah ruangan yang cukup besar dan di sana lah Yoe berada. Dengan segera Xiao Ziya membuka ikatan di tangan dan kaki Yoe kemudian menggendong anak laki laki itu untuk keluar dari sana, untunglah Yoe masih dalam kondisi utuh, ia hanya pingsan karna merasa ketakutan.
Saat kembali ke lantai dasar toko milik Yingwa Zuvana, Xiao Ziya menampar wanita itu beberapa kali hingga meninggalkan jejak tepak tangan dengan warna merah pekat.
"Bawa mereka dan ikuti saya." perintah Xiao Ziya pada lima ratus lima pasukan iblis miliknya.
Gadis itu keluar dari toko dan langsung menemui Pangeran Honzi Zu yang sedang menunggu di luar, sang pangeran membelalakkan mata melihat ratusan prajurit dengan baju aneh berjalan dengan rapi dibelakang Xiao Ziya, beberapa diantara prajurit itu sedang memegangi pemilik serta karyawan Toko Berlian Zuvana.
"Darimana datangnya semua prajurit ini?." tanya Pangeran Honzi Zu dengan tatapan heran.
"Jangan banyak bertanya, kita harus segera pergi ke istana untuk menyerahkan mereka berdua." jawab Xiao Ziya, gadis itu membuat dinding pembatas di sekitar Toko Berlian Zuvana agar tak ada orang lain yang datang untuk merusak rencananya.
"Baiklah baiklah saya tak akan bertanya lagi, mari kembali ke istana sekarang." ucap Pangeran Honzi Zu dengan nada bicara pasrah, siapa yang akan menyangka jika saudari tirinya melakukan banyak hal yang menarik seperti ini. Pangeran Honzi Zu ingin lebih dekat dengan Xiao Ziya dan mencari tau lebih banyak hal tetang gadis itu.
Mereka semua berjalan menuju Istana Kerajaan Bintang Timur dengan pergerakan yang cukup cepat, untunglah prajurit iblis milik Xiao Ziya memiliki ilmu meringankan tubuh tingkat tinggi jadi mereka bisa menyesuaikan pergerakan gadis itu. Di sisi lain Yingwa Zuvana dan Hana saling bertatapan, keduanya merencanakan sesuatu untuk kabur setelan sampai di Istana Kerajaan Bintang Timur, jika rencana pertama mereka gagal maka mereka harus bisa lepas dari tuduhan gadis itu.
"Zuen apa kau mendengar ibu?." ucap Yingwa Zuvana dalam batinnya, wanita itu berusaha melakukan telepati dengan anak laki lakinya. Untung saja saat itu sang anak berada di desa lain untuk mengantar berlian, jika tidak meraka bertiga akan tertangkap.
"Ada apa ibu? saya dalam perjalanan pulang." jawab Zuen menggunakan telepati juga.
"Saat ini ibu dibawa ke Kerajaan Bintang Timur oleh seorang gadis muda bersama ratusan pasukan iblis, sepertinya gadis itu memiliki hubungan yang cukup kuat dengan alam neraka. Segeralah kembali dan singkirkan semua koleksi yang ibu sembunyikan di ruang bawah tanah, setelah berhasil bebas dari tuduhan ini kita harus pergi ke wilayah lain." ucap Yingwa Zuvana dengan telepati.
"Baiklah saya akan segera kembali." jawab Zuen yang langsung memutuskan telepati antara mereka berdua.
Di barisan paling depan Xiao Ziya hanya tersenyum mendengar percakapan antara anak dan ibu, mereka bisa membuat rencana yang bagus namun Xiao Ziya selalu berada beberapa langkah di depan. Xiao Ziya hanya merasa kasihan pada pemuda bernama Zuen itu, karna saat Zuen berusaha untuk masuk kedalam toko maka akan ada sihir cahaya yang membuatnya melemah kemudian pingsan ditempat, dengan begitu Xiao Ziya bisa menangkap semua tersangka yang berkaitan dengan Toko Berlian Zuvana.
"Jangan tersenyum sendiri seperti itu karna terlihat sangat menyeramkan." ucap Pangeran Honzi Zu dengan suara tawa menyebalkan.
"Anda lebih menyeramkan daripada saya." jawab Xiao Ziya dengan nada dingin.
Hari sudah mulai sore, Xiao Ziya dan yang lain sampai di depan gerbang masuk Istana Kerajaan Bintang Timur. Beberapa prajurit penjaga gerbang menghentikan Xiao Ziya dan pasukan iblisnya, meraka menanyakan apa yang sedang gadis itu lakukan di istana.
__ADS_1
"Gadis ini datang bersama saya, biarkan mereka semua masuk." ucap Pangeran Honzi Zu dengan sorot mata tajam, pemuda itu tak ingin dibantah oleh para prajurit yang bekerja di Istana Kerajaan Bintang Timur.
Para prajurit penjaga gerbang menganggukkan kepala dan membuka gerbang utama dengan sangat lebar, Pangeran Honzi Zu mempersilahkan saudari tiri beserta pasukan yang saudari tirinya miliki untuk masuk kedalam. Beberapa pelayan yang melihat hal itu langsung berlarian masuk ke dalam istana dan melapor pada Raja Yongling Zu yang sedang melakukan rapat di aula utama Kerajaan Bintang Timur.
"Lapor Yang Mulia Raja Yongling Zu, saat ini Pangeran Honzi Zu membawa seorang gadis serta ratusan prajurit yang mengikuti gadis tersebut." ucap sang pelayan dengan kepala menunduk.
"Pergilah keluar dan tanyakan apa yang ingin mereka lakukan di sini." ucap Raja Yongling Zu yang belum mengetahui bahwa gadis itu adalah Xiao Ziya.
"Baik Yang Mulia Raja." ucap sang pelayan yang langsung keluar dari aula utama.
Pelayan itu berlari ke arah pintu masuk istana dan menghentikan Xiao Ziya bersama yang lain. Sang pelayan menatap Xiao Ziya dari bawah hingga ke atas kemudian menunjukkan senyum meremehkan yang sangat menyebalkan.
"Hei Pangeran Honzi, bolehkah saya mencongkel mata pelayan ini?." tanya Xiao Ziya pada Pangeran Honzi Zu dengan serius, ia tak suka jika seorang pelayan istana memandangnya dengan rendah seperti itu.
"Maafkan sikap kurang sopan dari pelayan ini, apa yang kau lakukan di sini!! cepat pergilah dan jangan menghalangi jalan." triak Pangeran Honzi Zu dengan tegas, saudari tirinya tetaplah seseorang yang memiliki identitas lebih tinggi dari pelayan itu.
"Maaf pangeran, saya diutus oleh Yang Mulia Raja Yongling Zu untuk menanyakan niat gadis ini datang ke istana dengan membawa pasukannya." ucap sang pelayan dengan nada bicara genit.
"Pergilah saya tak ingin melihat wajah buruk rupa mu itu." ucap Pangeran Honzi Zu yang mengusir sang pelayan dengan paksa. Akhirnya pelayan itu pergi karna merasa kesal sekaligus malu.
Pangeran Honzi membawa Xiao Ziya beserta pasukannya masuk kedalam aula utama Kerajaan Bintang Timur, saat mereka semua masuk ke dalam semua orang yang ada di aula menatap dengan tatapan bingung.
"Salam hormat saya pada Yang Mulia Raja Yongling Zu." ucap Pangeran Honzi Zu dengan sopan.
"Saya datang bersama dengan adik Ziya dan pasukannya. Adik Ziya berhasil menangkap Yingwa Zuvana berserta seorang karyawannya, adik Ziya juga menemukan barang bukti di dalam Toko Berlian Zuvana yang membuktikan mereka telah melakukan perdagangan organ tubuh manusia." ucap Pangeran Honzi Zu yang sedang memberi laporan pada ayahnya.
Raja Yongling Zu terdiam beberapa saat dengan memandangi wajah Xiao Ziya, putri tirinya sangat mirip dengan sang istri. Wajah cantik dari Xiao Ziya mengingatkan Raja Yongling Zu saat pertama kali bertemu dengan Ratu Junyi Zu di Klan Yuang Yie.
"Salam saya pada Yang Mulia Raja Yongling Zu." ucap Xiao Ziya yang baru ingat untuk memberikan salam pada pria itu.
"Ah maaf karna kerajaan kami tak menyambut anda dengan baik." ucap Raja Yongling Zu dengan canggung.
"Itu bukan masalah besar Yang Mulia Raja, saya ingin anda memutuskan hukuman yang tepat untuk kedua wanita ini." ucap Xiao Ziya sembari menunjuk ke arah Yingwa Zuvana dan Hana.
"Kami akan melakukan pemerataan terlebih dahulu di toko milik Nyonya Yingwa Zuvana, jika ditemukan barang bukti di sana maka mereka berdua akan mendapatkan hukuman yang berat." ucap Raja Yongling Zu yang tak bisa memutuskan dengan terburu buru.
"Baik jika itu keputusan anda, saya akan menyerahkan kedua wanita ini pada Kerajaan Bintang Timur. Perlu diingat satu hal lagi, jika anda tak bisa memberikan hukuman pada mereka sebagai Raja Kerajaan Bintang Timur maka saya akan memberikan hukuman pada mereka sebagai penerus Raja Artur." ucap Xiao Ziya dengan tatapan tajam dan suara dingin, beberapa mentri yang ada di ruangan itu sampai merinding mendengar perkataan Xiao Ziya.
"Mengapa anda juga memiliki hak untuk menghukum mereka?." tanya Raja Yongling Zu dengan tatapan bingung, Yingwa Zuvana sudah tunggal di wilayah Kerajaan Bintang Timur selama dua puluh dua tahun.
"Nyonya Yingwa Zuvana dan Hana adalah seorang iblis, mereka telah kabur dari alam neraka puluhan tahun yang lalu. Raja Artur memiliki catatan berisi nama nama para iblis yang melarikan diri dari alam neraka, dan meminta saya untuk mencari mereka." jawab Xiao Ziya dengan sangat jelas.
__ADS_1
Raja Yongling Zu tertegun mengetahuinya anak tirinya memiliki hubungan yang sangat erat dengan penguasa Alam Neraka, pantas saja ia memiliki sekutu yang kuat untuk menghancurkan kekuasaan Raja Anling Zee.
"Saya akan menyetujui permintaan anda, prajurit bawa kedua wanita itu ke sel tahanan khusus. Perketat penjagaan jangan sampai mereka kabur." ucap Raja Yongling Zu yang meminta beberapa prajurit Kerajaan Bintang Timur untuk membawa Yingwa Zuvana dan Hana untuk pergi.
Setelah itu Xiao Ziya mengucapkan terimakasih pada lima ratus lima pasukan iblisnya yang bersedia membantu dalam masalah kali ini kemudian Xiao Ziya memasukkan pasukan iblis miliknya ke dalam cincin semesta.
"Cincin mu bisa menyimpan makhluk hidup!." ucap Pangeran Honzi Zu yang semakin kagum pada Xiao Ziya.
"Cincin ini memang khusus untuk menyimpan banyak hal." jawab Xiao Ziya dengan senyuman tipis.
Yoe yang saat itu berada di gendongan Xiao Ziya terbangun karna mendengat suara yang cukup gaduh. Saat membuka mata dan melihat ke sekitar Yoe terkejut, seingatnya terakhir kali ia berasa di dalam ruang bawah tanah yang dingin dan sunyi lalu mengapa tiba tiba ia berada di tempat yang luas dan banyak orang?.
"Siapa anak yang ada di gendongan mu itu?" tanya Raja Yongling Zu yang yakin bahwa Xiao Ziya tak memiliki adik kandung, gadis itu hanya mengangkat seorang bayi laki-laki menjadi adiknya.
"Ini Yoe salah satu anak yang ditangkap oleh pemilik Toko Berlian Zuvana dan dituduh telah mencuri berlian di sana. Karna saya cukup dekat dengannya jadi saya datang untuk menyelamatkan anak ini." jawab Xiao Ziya dengan apa adanya.
Yoe mendongakkan kepalanya ke atas dan melihat wajah nona muda yang sempat memberinya koin emas kemarin malam, ternyata nona itu datang untuk menyelamatkan dari pemilik Toko Berlian Zuvana.
"Trimakasih atas bantuannya Ziya jiejie." ucap Yoe dengan senyuman lebar, ia bisa pulang dan bertemu dengan adiknya lagi. Mungkin saat ini sang adik sedang menunggu di rumah dengan perasaan khawatir.
"Kau ingin pulang sekarang?." tanya Xiao Ziya pada Yoe.
"Saya harus pulang karna Yue sudah menunggu di rumah." ucap Yoe.
"Yang Mulia Raja saya permisi terlebih dahulu, saya akan mengantar anak ini pulang ke rumahnya." ucap Xiao Ziya pada Raja Yongling Zu.
"Kembalilah segera karna ada beberapa hal yang ingin saya bicarakan dengan anda." ucap Raja Yongling Zu dengan senyuman tulus.
"Baiklah saya akan segera kembali." jawab Xiao Ziya kemudian pergi dari aula utama Kerajaan Bintang Timur. Pangeran Honzi Zu ingin ikut dengan gadis itu namun ditahan oleh sang ayah.
"Bagaimana kau bisa bertemu dengannya?." tanya Raja Yongling Zu pada Pangeran Honzi Zu.
"Pagi tadi ada sedikit keributan di pusat kota, beberapa pemuda berkumpul di sekitar pohon yang cukup tinggi. Saya bertanya pada beberapa pemuda tentang apa yang terjadi, mereka mengatakan ada seorang gadis cantik yang tidur di atas pohon dan membuat mereka cemas jika gadis itu terjatuh dan gadis itu adalah Xiao Ziya." jelas Pangeran Honzi Zu pada sang ayah.
"Dia tidur di atas pohon? mengapa dia melakukan hal seperti itu?" tanya Raja Yongling Zu, kebanyakan gadis muda akan memilih tempat nyaman untuk beristirahat.
"Saat sudah bangun Ziya meminta maaf pada semua pemuda yang berusaha membangunkannya dan menjelaskan bahwa ia tak mendapat penginapan malam itu." ucap Pangeran Honzi Zu.
"Seharusnya dia langsung pergi ke istana saja." ucap Raja Yongling Zu yang menepuk kepalanya pelan, ia tak menyangka anak tirinya memiliki kebiasaan yang cukup unik.
"Seharusnya ayah mengerti bahwa hubungan kita semua dengan gadis itu sangatlah renggang, saya sangat menyukai kepribadiannya dan berharap ayah membatalkan rencana ayah itu. Bagaimanapun Xiao Ziya tetaplah adik saya meski dari ayah yang berbeda." ucap Pangeran Honzi Zu yang langsung pergi meninggalkan aula utama Kerajaan Bintang Timur.
__ADS_1
Raja Yongling Zu merasa bahwa semua tak akan berjalan sesuai rencananya di awal, kesan pertama saat ia melihat wajah Xiao Ziya juga tak terlalu buruk. Gadis itu memiliki karakter yang hampir mirip dengan Ratu Junyi Zu hanya saja Xiao Ziya lebih menutup diri pada orang orang yang tak ia kenal. Mungkin akan sangat sulit bagi Raja Yongling Zu membangun hubungan yang baik dengan gadis itu.
Hai guys author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.