RATU IBLIS

RATU IBLIS
Membuat Ramuan Penawar


__ADS_3

Putri Beiling Zu mantap tajam ke arah Pangeran Jongsu Zu, jadi selama ini ia buruk rupa di mata kakak laki lakinya itu. Dengan rasa kesal yang menyelimuti dirinya, Putri Beiling Zu memukul kepala sang pangeran menggunakan bagian tumpul dari pedang yang sedang ia bawa hingga Pangeran Jongsu Zu meringis kesakitan.


"Saya juga tidak suka memiliki kakak laki laki seperti Anda, lihat saja nanti." ucap Putri Beiling Zu kemudian ia masuk ke dalam istana Kerajaan Bulan dengan ekspresi kesal.


Para penduduk Kerajaan Bulan membubarkan diri mereka kemudian kembali ke rumah masing masing, kepergian Xiao Ziya membuat suasana di Dunia Manusia Abadi sedikit berubah karena tak akan terdengar lagi aksi aksi hebat yang gadis itu lakukan. Zu Aoai berpamitan pada Ratu Min Xunzi dan Raja Min Lunxi karna tugasnya sudah selesai, sebagai salah satu ketua dari Klan Zu tentu wanita itu memiliki tugas lain yang harus dikerjakan.


"Saya ucapkan terimakasih karna Nyonya Zu Aoai jauh jauh datang kesini untuk membantu proses penyembuhan Nona Muda Xiao Ziya, berapa bayaran yang harus kami bayarkan untuk bantuan Anda?." tanya Ratu Min Xunzi, sudah sewajarnya seorang tabib ataupun alkemis mendapatkan bayaran atas pengobatan yang mereka lakukan. Ratu Min Xunzi hanya tak ingin Nyonya Zu Aoai kembali ke klan nya dengan tangan kosong.


"Anda tak perlu memberi imbalan apapun karna Nona Muda Xiao Ziya telah memberikannya, saya harus kembali sekarang. Sampaikan jumpa semuanya." ucap Nyonya Zu Aoai yang melesat dengan kecepatan tinggi meninggalkan Istana Kerajaan Bulan.


Beberapa orang yang masih tersisa di halaman depan Istana Kerajaan Bulan memutuskan untuk masuk ke dalam. Anggota Keluarga Kerajaan Bintang Timur sedang bersiap siap karna mereka harus segera kembali dan mengurus kenaikan Putri Beiling Zu menjadi ratu dari Kerajaan Xi Anglung. Zoe yang saat itu sedang tertidur lelap tak mengetahui jika Xiao Ziya dan yang lain telah kembali ke Dunia Bawah, anak laki laki itu sengaja di tinggal hingga masalah penyebaran wabah selesai. Xiao Ziya tak ingin adik kecilnya itu sampai terjangkit wabah yang sedang memicu keributan di Dunia Bawah, setelah semuanya membaik maka Zoe akan dijemput oleh salah seorang Dewa atas perintah Xiao Ziya.


Saat ini Xiao Ziya, sang ayah, dan kedua kakak laki-lakinya sedang melintas dimensi ruang dan waktu, perjalanan kali ini cukup lama karna perbedaan lapisan dunia yang cukup banyak ditambah Xiao Ziya harus membagi energi miliknya pada ayah dan kedua kakak laki-lakinya itu. Setelah kurang lebih mereka berputar putar dalam ruang dimensi, akhirnya mereka berempat muncul secara bersama di depan gerbang masuk wilayah Kekaisaran Qiyu.


Baru saja sampai Xiao Ziya sudah melihat kekacauan yang sedang terjadi, beberapa tenda di dirikan di luar wilayah Kekaisaran Qiyu untuk menampung para prajurit penjaga perbatasan yang telah terjangkit. Xiao Ziya meminta ayah dan kedua saudara laki lakinya untuk masuk ke dalam terlebih dahulu sedangkan gadis itu ingin memeriksa apa yang sedang terjadi dan wabah penyakit jenis apa yang sedang melanda di seluruh wilayah Dunia Bawah.


"Jaga diri mu baik baik, jangan sampai terjangkit wabah itu Adik Ziya." ucap Xiao Xun dengan ekspresi cemas. Sekuat apapun adik perempuannya itu tak menutup kemungkinan ia bisa terlindung dari wabah penyakit.


" Saya akan berhati hati kalian tenang saja, masuklah kedalam jika tidak para penduduk akan melarang kalian untuk masuk." ucap Xiao Ziya dengan tegas. Gadis itu menyadari kehadiran para penduduk yang tinggal di dekat gerbang perbatasan. Mereka sedang mengawasi siapa saja yang ingin masuk ke dalam dan memastikan apakah orang itu sudah terjangkit wabah ataupun belum.


Xiao Cunyu, Xiao Xun, dan Xiao Yan masuk ke dalam dan melewati gerbang perbatasan tanpa ada seorang pun yang menghadang mereka. Para penduduk melihat dengan mata kepala mereka sendiri bahwa Xiao Cunyu dan kedua anaknya muncul secara tiba tiba dari ruang hampa bersama Nona Xiao Ziya, selain itu mereka bertiga tak mendekati tenda tenda pengungsian untuk para prajurit yang terjangkit wabah penyakit.


Sebelum pergi menuju tenda pengungsian Xiao Ziya terlebih dahulu melapisi seluruh tubuhnya menggunkan sihir pelindung yang dapat dilihat oleh orang banyak termasuk para penduduk wilayah perbatasan yang terus mengawasi pergerakannya. Setelah itu Xiao Ziya berjalan mendekat menuju tenda pengungsian dan masuk ke dalam, suasana sangat kacau karna tak ada siapapun yang merawat para prajurit yang sudah terjangkit wabah.


"Sangat mengerikan, siapa yang telah lancang menyebarkan wabah penyakit seperti ini ke wilayah kekuasaan saya." gumang Xiao Ziya dengan tatapan tajam dan matanya yang berubah warna menjadi merah kehitaman.


Xiao Ziya memegang pergelangan tangan seorang prajurit yang tergeletak lemas dengan tubuh kurus, untunglah prajurit itu masih hidup. Xiao Ziya menanamkan pandangannya kemudian ia melihat seluruh organ dalam dari sang prajurit, mata Xiao Ziya membelalak dengan lebar saat menemukan beberapa cacing di dalam peredaran darah prajurit itu.


"Ini benar benar ulah seseorang, cepat atau lambat saya akan menemukan si pelaku." ucap Xiao Ziya dengan emosi yang meluap, jika orang itu memiliki masalah dengannya seharusnya langka mencari Xiao Ziya tanpa perlu menyakiti orang orang yang tak bersalah seperti ini.

__ADS_1


Setalah selesai memeriksa Xiao Ziya keluar dari tenda, ia menghempaskan tangannya kemudian muncul beberapa tanaman herbal yang akan ia gunakan untuk membuat ramuan penawar. Xiao Ziya duduk bersila di atas tanah kemudian gadis itu memulai proses pembuatan ramuan penawar, beberapa tanaman herbal seperti ginseng seratus tahun, beberapa lembar daun peri, jamur emas yang ia dapatkan di dunia manusia abadi dan beberapa tanaman lain ia lebur menjadi satu. Setelah semuanya tercampur dan menjadi bubuk, Xiao Ziya menambahkan air kemudian mengaduknya dengan rata.


"Akhirnya selesai juga." ucap Xiao Ziya dengan senyuman lebar. Setelah ramuan penawar selesai di buat Xiao Ziya memasukkannya ke dalam ribuan botol kaca kecil sesuai takaran yang harus diminum.


Xiao Ziya memasukkan semua ramuan penawar itu dan menyisakan beberapa botol untuk ia minum kan pada para prajurit yang sudah terjangkit wabah. Gadis itu berdiri kemudian masuk kembali ke dalam tenda, ia membuka mulut salah seorang prajurit dengan lebar kemudian menuangkan ramuan penawar itu kedalam mulutnya. Agar tubuh sang prajurit mau merespon dan menelan penawar itu, dengan terpaksa Xiao Ziya menutup lubang hidungnya. Beberapa saat kemudian sang prajurit menelan ramuan penawar itu karna ia kesulitan bernafas.


"Semoga saja ini berhasil." ucap Xiao Ziya sembari menatap sang prajurit penuh dengan harapan.


Tiba tiba tubuh prajurit itu mengejang dengan hebat lalu memuntahkan darah berwarna hitam bersamaan dengan beberapa cacing parasit yang ada di dalam pembuluh darahnya. Xiao Ziya menatap ke arah cacing parasit berwarna hitam dengan titik berwarna merah di bagian kepalanya, ternyata obat penawar yang dibuat oleh Xiao Ziya bukan hanya mengeluarkan cacing parasit itu tapi membunuhnya juga. Xiao Ziya mengambil sebuah kotak kaca kemudian mengambil beberapa cacing parasit menggunkan sulur hitamnya.


"Baiklah mari bekerja lebih keras lagi." ucap Xiao Ziya penuh dengan semangat, gadis itu meminumkan ramuan penawar miliknya pada seluruh prajurit yang terjangkit wabah dan tubuh mereka menunjukkan respon yang sama.


Puluhan prajurit telah meminum ramuan penawar milik Xiao Ziya dan kondisi mereka berangsur membaik, beberapa prajurit sudah bangun dengan tubuh yang kembali normal dan mereka merasa lapar karna tak makan selama beberapa hari. Baru saja membuka mata mereka langsung dikejutkan oleh keberadaan Nona Muda Xiao Ziya di sana, kapan nona muda mereka itu kembali??.


Para prajurit yang telah bangun berusaha untuk berdiri dan memberikan salam pada Nona Muda mereka namun sangat disayanginya kondisi tubuh mereka sangat lemah hingga tak sanggup melakukan hal itu.


"Kalian berbaringlah dengan tenang, saya merasa lega karna obat penawar yang saya buat cukup manjur untuk mengobati kalian." ucap Xiao Ziya dengan senyuman hangat, untunglah ia tak datang terlambat. Entah apa yang akan terjadi pada para prajurit itu jika sampai cacing cacing parasit menguasai tubuh mereka secara keseluruhan.


Di sisi lain Xiao Cunyu dan kedua putranya telah sampai di Klan Xiao, belum sempat masuk ke dalam paviliun tiba tiba mereka bertiga di datangi oleh pemimpin klan dan ketua yang lain. Sepertinya mereka ingin mengetahui bagaimana kondisi Xiao Ziya saat ini dan apakah gadis itu bisa pulang untuk membantu orang orang yang tinggal di dunia bawah.


"Hah, akhirnya kalian sudah kembali. Bagaimana kondisi Nona Xiao Ziya? apakah saat ini dia sudah sembuh atau masih dalam tahap pemulihan?." tanya Xiao Yuza dengan tatapan khawatir, semoga saja saat ini keponakannya itu baik baik saja.


"Kondisi putri saya sudah membaik, ia juga ikut pulang ke dunia bawah dan saat ini ia berada di perbatasan bagian luar untuk memeriksa para prajurit yang terjangkit wabah." jawab Xiao Cunyu dengan ekspresi biasa biasa saja. Bukannya ia tak khawatir dengan kondisi putrinya namun Xiao Cunyu percaya bahwa putrinya dapat mengatasi masalah yang menimpa Dunia Bawah.


Para ketua Klan Xiao menunjukkan ekspresi terkejut, mereka tak menyangka Xiao Cunyu akan membiarkan putrinya yang baru saja pulih mendekati para prajurit yang sudah terjangkit wabah. Apakah pria itu tak merasa khawatir jika Xiao Ziya akan tertular seperti yang lainnya?.


"Mengapa Anda tak mengajak Nona Xiao Ziya kembali ke klan terlebih dahulu. Seharusnya kita membicarakan masalah ini dengan Nona Xiao Ziya kemudian mencari jalan keluar bersama sama." ucap Xiao Ciyun, sepertinya pria itu merasa kesal dengan keputusan Xiao Cunyu yang membiarkan Xiao Ziya menangani masalah itu sendirian.


"Setidaknya dia tau bagaimana cara melindungi dirinya sendiri, saya yakin dengan kemampuan putri saya." jawab Xiao Cunyu dengan ekspresi datar.

__ADS_1


"Gadis itu pasti sudah mempertimbangkan dengan matang sebelum mengambil sebuah keputusan. Pemimpin klan tak perlu sampai se marah itu." ucap Xiao Xiling yang berusaha untuk menenangkan pemimpin klan.


"Baiklah saya tak akan ikut campur dengan keputusan Nona Xiao Ziya, namun jika ia terjangkit wabah itu saya tak akan membiarkannya masuk ke dalam Klan Xiao kemudian menularkan pada semua orang." ucap Xiao Ciyun dengan tegas. Setelah mengatakan hal itu ia langsung pergi dari sana meninggalkan para ketua klan.


Xiao Cunyu menatap kepergian Xiao Ciyun dengan tatapan tak suka, mungkinkan pria itu sudah lupa bahwa Klan Xiao adalah milik Xiao Ziya dan gadis itu berhak mencabut posisi pemimpin klan yang sedang ia tempati saat ini. Xiao Cunyu tau alasan mengapa Xiao Ciyun merasa tak senang saat putrinya lebih memilih membantu para prajurit terlebih dahulu daripada kembali ke Klan Xiao.


"Sepertinya paman Ciyun sedikit berubah." gumam Xiao Yan dengan suara pelan, ia bisa melihat perubahan yang cukup jelas dari sang pemimpi klan.


"Biarkan Adik Ziya yang membuat keputusan, Klan Xiao sampai kapanpun adalah miliknya. Selama ini paman Ciyun sudah menjalankan tugas dengan baik namun akhir akhir ini tingkah lakunya sedikit aneh." ucap Xiao Xun yang setuju dengan pendapat Xiao Yan mengenai perubahan sikap Paman Ciyun.


"Sudahlah kalian tidak perlu memiliki hal itu, beristirahatlah pasti kalian sangat lelah setelah perjalanan panjang. Saya dan beberapa ketua yang lain akan pergi ke Istana Kekaisaran Qiyu untuk memberitahukan kepulangan Xiao Ziya pada Kaisar Zue." ucap Xiao Yuza dengan kekesalan yang ia tahan, pria itu sangat ingin memukul pemimpin klan mereka hingga babak belur.


"Baiklah kami permisi terlebih dahulu." ucap Xiao Cunyu yang langsung pergi menuju paviliunnya begitupun dengan Xiao Yan dan Xiao Xun.


Di sisi lain saat ini semua prajurit telah pulih dan mereka bisa menggerakkan tubuh seperti biasanya, sedangkan Xiao Ziya sedang sibuk membakar ratusan cacing parasit yang keluar dari tubuh prajurit prajurit itu menggunakan api hitam miliknya. Xiao Ziya masih berfikir keras mengenai siapa dalang di balik semua ini dan mengapa sasarannya adalah Dunia Bawah. Saat Xiao Ziya sedang sibuk melamun kan hal itu di luar tenda pengungsian, tiba tiba beberapa prajurit keluar dari tenda tersebut untuk mencarinya.


"Apa yang sedang Nona Ziya pikirkan?." tanya salah seorang prajurit yang memberanikan diri untuk bertanya pada Xiao Ziya.


"Saya merasa aneh dengan kemunculan wabah ini secara tiba tiba, selama tinggal di beberapa lapisan dunia saya belum pernah melihat cacing parasit. Saya curiga ada beberapa orang yang dengan sengaja menyebarkan wabah ini." ucap Xiao Ziya.


"Kami rasa juga begitu, semua orang yang berada di dalam wilayah Kekaisaran Qiyu tidak terjangkit wabah ini. Mungkin cacing parasit yang Anda katakan tak mampu menembus formasi sihir yang telah Anda buat untuk melindungi kekaisaran ini." jawab salah seorang prajurit yang ikut memikirkan mengenai beberapa kejadian janggal yang terjadi beberapa bulan belakangan ini.


"Beberapa kerajaan sampai kacau karna seluruh penduduk terjangkit wabah hingga mereka menjadi gila dan mulai menyerang ke beberapa wilayah kerajaan lain." ucap salah seorang prajurit yang baru mengingat informasi yang ia dapatkan.


"Berubah menjadi gila? saya fikir gejalanya hanya seperti kalian." ucap Xiao Ziya yang semakin yakin ada yang tak beres dengan kemunculan wabah aneh ini.


"Mereka bahkan sampai mencabik cabik tubuh manusia lain hingga tewas. Banyak kerajaan dan kekaisaran yang menutup akses keluar masuk wilayah mereka untuk menghindari serangan mengerikan itu." jelas sang prajurit pada Nona Muda mereka.


"Sebaiknya beberapa diantara kalian pergi ke Istana Kekaisaran Qiyu, beritahu pada sang kaisar bahwa saya telah membuat penawaran untuk wabah ini. Saya akan pergi ke beberapa wilayah untuk melihat bagaimana kondisi di sana." ucap Xiao Ziya yang langsung berdiri kemudian melesat meninggalkan perbatasan Kekaisaran Qiyu.

__ADS_1


Hai hai semua author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya guys. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.


__ADS_2