RATU IBLIS

RATU IBLIS
Terkejut


__ADS_3

Setelah masuk kembali kedalam paviliun sang ayah, Xiao Ziya memberitaukan bahwa dirinya baik baik saja dan yang datang adalah kedua putra dari pemimpin aliansi aliran hitam yang telah ia hancurkan beberapa waktu yang lalu. Semua merasa lega karna Xiao Ziya baik baik saja.


"Ah iya kemarin adalah hari ulang tahunmu, kita harus mengadakan pesta besar besaran di istana Kekaisaran Qiyu." ucap Xiao Cunyu yang ingin merayakan hari ulang tahun putrinya dengan meriah walau sudah terlewat beberapa hari.


"Sepertinya kita tidak perlu melakukan hal itu ayah." tolak Xiao Ziya yang tak ingin menjadi sibuk hanya karna pesta ulang tahunnya yang ketiga belas.


"Lalu perayaan seperti apa yang kau inginkan putriku?." tanya Xiao Cunyu yang bersikeras ingin merayakan ulang tahun putri kesayangannya.


"Mari kita adakan pesta sederhana di Akademi Kekaisaran Qiyu." ucap Xiao Ziya yang langsung mendapat persetujuan dari semua ketua Klan Xiao. Besok Xiao Ciyun dan beberapa ketua yang lain akan pergi ke akademi untuk meminta izin pada kepala Akademi Kekaisaran Qiyu.


Karna hari sudah sangat larut ketua Klan Xiao Yang lain memutuskan untuk kembali ke paviliun mereka masing masing, sedangkan ketiga saudara sepupu Xiao Ziya harus kembali ke asrama yang ada di akademi. Xiao Zoe sudah masuk ke kamarnya ini adalah jam tidur untuk anak kecil seperti dirinya sedangkan Xiao Ziya dan sang ayah masih berada di ruang keluarga.


"Ayah ada yang harus saya katakan." ucap Xiao Ziya dengan nada bicara sangat serius membuat ayahnya panik apakah ada hal buruk yang terjadi pada putrinya selama berada di sana.


"Katakan saja putriku ayah akan mendengarkan." ucap Xiao Cunyu yang berharap kecemasannya hanyalah hayalannya belaka.


"Di dunia atas saya bertemu dengan bibi, maksut saya adik perempuan dari ibu." ucap Xiao Ziya yang ingin menceritakan bahwa ia sudah bertemu dengan salah satu keluarga dari pihak sang ibu.


Xiao Cunyu tampak terkejut mendengar perkataan dari putrinya itu, ia tak menyangka bahwa putrinya akan bertemu dengan adik dari istrinya yang sudah lama pergi meninggalkan dirinya.


"Dan bibi menceritakan semuanya pada saya." ucap Xiao Ziya lagi dengan sebuh senyuman tulusnya.


"Ayah harap kau tak kan kecewa pada ayah ataupun ibumu." ucap Xiao Cunyu yang khawatir putrinya akan membenci kedua orang tuanya karna nasib Xiao Ziya yang kurang beruntung.


"Saya tau ayah sangat mencintai ibu dan sebaliknya ibu juga mencintai ayah. Suatu hari nanti saya akan membawa ibu pulang ke rumah." ucap Xiao Ziya yang sudah bertekad bahwa ia akan membawa ibunya pulang walau harus melawan pihak suami pertama dari sang ibu.


"Itu akan sangat berbahaya putriku." ucap Xiao Cunyu yang tak ingin putri tercintanya terluka walau ia juga berharap bisa bertemu kembali dengan sang istri.


"Ayah tenang saja karna keluarga ibu ada di pihak saya." ucap Xiao Ziya yang langsung memeluk sang ayah untuk menenangkan perasaan pria itu.


Setelah perbincangan yang cukup panjang Xiao Ziya pamit untuk pergi ke paviliunnya sendiri yang sangat ia rindukan, penjag gerbang masuk paviliun milik Xiao Ziya mempersilahkan gadis itu untuk kedalam. Suasana halaman depan yang masih sama seperti sebelumnya dengan tumbuhan yang terawat dengan rapi.


"Suasana yang sangat saya rindukan." ucap Xiao Ziya yang langsung masuk kedalam.


Ia memincingkan sebelah matanya setelah melihat seorang pemuda yang sedang tertidur di sebuah kursi panjang yang ada di ruang depan. Xiao Ziyapun mendekat agar bisa melihat wajah pemuda itu dengan jelas. Siapa yang akan menyangka tiba tiba saja tangan Xiao Ziya di tarik oleh sang pemuda yang ternyata adalah Aron.


"Apa yang kau lakukan di paviliun nona saya?." tanya Aron dengan mata yang masih terpejam.


"Ini kan paviliun saya?." ucap Xiao Zya dengan nada kesalnya mengapa Aron tak membuka matanya terlebih dahulu sebelum bertanya.

__ADS_1


Mendengar suara yang sangat familiar bagi telinga Aron pemuda itu langsung membuka mata dan melepaskan cengkraman tangannya. Ia sangat terkejut saat melihat nona mudanya ada di hadapannya.


"Salam hormat saya pada nona Ziya, maaf karna saya telah lancang pada anda." ucap Aron yang langsung berdiri dan meminta maaf atas tindakan kasarnya.


"Jangan jangan gege sudah lupa pada saya." ucap Xiao Ziya yang menggembungkan pipinya kesal.


"Tidak begitu nona, saya kira yang masuk adalah penyusup." ucap Aron yang merasa tak enak hati pada gadis yang ia sebut dengan nona muda itu.


Setelah itu Aron meminta izin pada Xiao Ziya untuk melanjutkan tidurnya karna sudah beberapa hari ini ia tak bisa tidur karna harus mencari keberadaan Kaisar Yan, dan setelah kabar kembalinya sang kaisar ia bisa tidur dengan nyeyak. Xiao Ziya mempersilahkan pemuda itu untuk tidur di kamar tamu yang ada di paviliunnya sedangkan Xiao Ziya masuk kedalam kamarnya sendiri untuk beristirhat dengan tenang.


Ditempat lain tepatnya Istana Kekaisaran Qiyu saat ini Kaisar Yan dan Xiao Xun sedang berada di ruang kerja sang kaisar. Mereka tengah membicarakan bagaimana cara membujuk adik mereka yang sedang marah itu.


"Ini semua karnamu kak, jika saja kau tak ikut ikutan." ucap Xiao Xun yang tetap menyalahkan Xiao Yan karna kakak laki lakinya itu harus iri padanya yang sedang mencium sang adik perempuan.


"Kau juga mengapa mencium adik Ziya saat aku sedang lewat di lorong itu." ucap Kaisar Yan yang tak ingin disalahkan oleh sang adik laki laki.


Pangeran Kegelapan yang saat itu baru saja tiba di istana setelah menyelesaikan urusan pribadinya langsung masuk kedalam ruang kerja sang kaisar setelah mendengar keributan di dalam ruang kerja itu. Ternyata yang sedang bertengkar adalah Kaisar Yan dengan adik laki lakinya yaitu Xiao Xun, entah apa yang membuat mereka menjadi seperti ini.


"Bagaimana kita bisa bertemu dengannya jika terus bertengkar seperti ini." ucap Xiao Xun yang sudah lelahb beradu argumen dengan kakak laki lakinya yang sangat menyebalkan.


"Gadis itu sudah semakin dewasa ia pasti tau jika kita hanya berpura pura baikan saja." ucap Kaisar Yan yang sedang memikirkan cara agar bisa bertemu dengan Xiao Ziya dan meredam kekesalan gadis itu.


Pangeran kegelapan masih terdiam di depan pintu ia sedang mencerna perkataan kedua saudara itu, apakah mereka sedang memperebutkan cinta seorang gadis?. Bagaimana bisa kakak dan adik itu mencintai gadis yang sama sedangkan di kekaisaran ini banyak sekali gadis cantik itulah yang ada di dalam fikiran pangeran kegelapan.


"Sejak kapan kau kembali jenderal Zue?." tanya Kaisar Yan yang sedang mencoba untuk mengalihkan topik agar sang jenderal tak bertanya mengapa ia dan Xiao Xun bertengkar.


"Saya baru saja kembali dan saya terkejut saat melihat kalian berdua bertengkar hanya karna memperebutkan seorang gadis?." ucap Pangeran Kegelapan atau biasa disebut Jenderal Zue.


Kaisar Yan menghela nafasnya pelan sepertinya kali ini ia gagal mengalihkan topik pembicaraan dan Jenderal Zue juga sedang salah faham pada pertengkaran antara dirinya dan juga Xiao Xun.


"Sudahlah di dunia bawah banyak gadis cantik jadi kalian tak usah berebut." ucap Pangeran Kegelapan yang tetap bersikukuh pada argumennya.


Kaisar Yan dan Xiao Xun saling bertatapan kemudian mereka saling melempar senyum tipis sepertinya ada yang mereka berdua rencanakan.


"Bagaimana kau bisa mengatakan hal seperti itu jenderal Zue, gadis ini sangatlah cantik bahkan tak ada yang bisa menandingi kecantikannya." ucap Xiao Xun yang sedang mendeskripsikan adik perempuannya.


"Namun kalian bertengkar hanya karna seorang gadis biasa itu hal yang kenakan kanakan." ucap Jenderal Zue yang mulai menasehati Kaisar Yan dan juga Xiao Xun.


"Yang kami inginkan hanya gadis ini saja jenderal." ucap Kaisar Yan dengan tegas seperti ia tak menginginkan gadis lainnya.

__ADS_1


Jenderal Zue sampai bingung secantik apa gadis yang sedang mereka berdua perebutkan?.


"Saya tidak percaya dengan hal itu." ucap Jenderal Zue yang menepis fikirannya jauh jauh.


"Jika anda tidak percaya maka ikutlah dengan kami besok untuk menemuinya." ucap Kaisar Yan yang sudah memberikan keputusan akhir. Mereka bertigapun kembali ke kamar masing masing untuk beristirahat karna hari sudah sangat malam.


Suara kokokan ayam jantan mulai terdengar dimana mana, sinar matahari mulai terlihat walau hanya samar samar. Xiao Ziya sudah bangun sejak pagi pagi buta gadis itu sedang memilih gaun santai yang ingin ia gunakan untuk berjalan jalan di pasar. Setelah selesai mengenakan satu set baju dengan celana panjang gadis itu keluar dari paviliunnya, saat melewati paviliun sang ayah Xiao Ziya tak sengaja mendengar tangisan Zoe.


Dengan segera Xiao Ziya masuk kedalam paviliun ayahnya dan pergi ke kamar Zoe untuk menenangkan adiknya yang menggemaskan itu. Saat melihat kehadiran Xiao Ziya di sana Zoe langsung berhenti menangis sepertinya ia berfikir jie jienya sudah pergi lagi tanpa berpamitan padanya.


"Hey adikkku sayang mengapa kau menangis?." tanya Xiao Ziya pada Zoe dengan nada bicara yang lembut.


"Zoe kira jie jie pergi meninggalkan Zoe lagi." ucap anak laki laki itu yang mengusap air matanya dengan ujung baju yang ia gunakan.


Dengan segera Xiao Ziya menggendong Zoe, gadis itu tak lupa mencuci wajah sang adik laki lakinya agar terlihat lebih segar setelah itu Ziya mengganti baju zoe dangan baju yang warnanya sama seperti yang ia gunakan.


"Baiklah mari ikut jie jie pergi ke pasar." ucap Xiao Ziya yang kembali mengigit pipi Zoe dengan pelan, mungkin itu pembuka sarapan untuknya.


"Zoe ingin membeli manisan." ucap anak laki laki itu dengan sangat menggemaskan.


"Kita akan membeli banyak sekali manisan buah hari ini, apakah adikku yang manis sudah siap." ucap Xiao Ziya penuh dengan semangat, dengan cepat Zoe mengangkat sebelah tangannya dengan penuh semangat juga. Zoe juga mengatakan bahwa ia siap mengikuti kemanapun jie jienya akan pergi.


Akhirnya mereka berdua pergi ke pasar bersama sama, Xiao Ziya sudah menitipkan pesan pada salah seorang penjaga gerbang paviliun ayahnya bahwa ia mengajak adik laki lakinya pergi keluar. Dengan langkah penuh kegembiraan Xiao Ziya keluar dari wilayah Klan Xiao, ia mengajak Zoe melihat betapa ramainya pasar walau masih sangat pagi.


"Jadi kau ingin membeli manisan yang mana?." tanya Xiao Ziya pada Xiao Zoe yang masih melihat deretan manisan buah dengan binar matanya yang sangat cerah.


"Zoe tidak bisa memilih." ucap anak laki laki menggemaskan itu dengan wajahnya yang terlihat murung.


Mungkin saja Zoe merasa tak enak hati pada jie jienya karna ialah yang meminta untuk dibelikan manisan buah namun saat sampai di tempat yang menjual berbagai manisan ia tak bisa memilih. Melihat adiknya yang murung tentu membuat Xiao Ziya merasa tak tega akhirnya gadis itu menemukan sebuah ide yang sangat brilian.


"Saya ingin manisan dari ujung sini hingga ujung sana." ucap Xiao Ziya yang akan memborong semua manisan yang dijual oleh laki laki tua renta itu.


Dengan semangat penjual manisan membungkus pesanan gadis muda yang ada di hadapannya itu. Sangat jarang seorang nona muda bangsawan tertarik dengan makanan manis yang akan membuat berat badan mereka naik.


"Berapa total semuanya paman?." tanya Xiao Ziya yang hendak membayar manisannya.


"Lima ratus keping emas nona." ucap penjual manisan itu dengan jujur.


Xiao Ziya mengeluarkan satu kantung koin emas, dalam kantung itu berisi kurang lebih seribu koin emas. Kakek penjual manisan buah merasa sangat senang karna mendapat pelanggan yang sangat baik.

__ADS_1


"Baiklah adikku sayang mari kita pergi ke taman kota untuk menikmati manisan." ucap Xiao Ziya yang memasukkan semua manisannya kedalam cincin semesta kemudian ia menggendong Zoe menuju taman kota.


Hai hai semuanya jangan lupa follow buat yang belum, vote juga ya maaf kondisi author masih belum membaik, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga.


__ADS_2