RATU IBLIS

RATU IBLIS
Pertemuan Di Mulai


__ADS_3

Xiao Ziya masuk ke dalam kamar mandi. Beberapa menit pun berlalu gadis itu keluar menggunakan sebuah gaun panjang perpaduan antara warna hitam dan emas. Xiao Ziya tampak sangat cantik, kali ini rambutnya digerai dihiasi sebuah mahkota kecil.


"Apa ini terlihat berlebihan?." tanya Xiao Ziya pada dirinya sendiri saat melihat pantulan wajahnya di cermin.


Tok tok tok..


Kamar Ziya kembali diketuk oleh seseorang, gadis itu berjalan menuju pintu kamar dan membukanya dengan lebar. Ternyata yang datang adalah Min Yuzang, ia mendapatkan perintah dari Lee Brian untuk menjemput Xiao Ziya karna sebentar lagi para tamu akan datang.


"Ada apa Yuzang Gege?." tanya Xiao Ziya menatap bingung ke arah malaikat kematian berambut merah itu.


Min Yuzang masih terdiam memaku di tempat, tatapan terarah pada Xiao Ziya yang tampak lebih cantik daripada hari-hari biasanya. Mungkin ini kali pertama Min Yuzang melihat sepupu dari Pemimpin Malaikat Kematian yang tampil dengan rambut digerai.


"Mengapa Anda hanya diam saja? apakah ada yang aneh dengan penampilan saya hari ini?." tanya Xiao Ziya dengan meninggikan sedikit volume suaranya.


"Maaf karna saya terlalu takjub dengan kecantikan Nona Ziya hingga melamun untuk waktu yang cukup lama. Saya datang untuk menjemput Anda, sebentar lagi para tamu akan segera datang dan Tuan Lee Brian ingin Anda bergegas pergi ke aula." ucap Min Yuzang, pria itu menyampaikannya pesan dari pemimpinnya.


"Mari kita pergi sekarang." jawab Xiao Ziya yang tidak ingin membuat sang paman menunggu terlalu lama.


Ziya dan Min Yuzang berjalan menuju aula utama Kastil Pemimpin Malaikat Kematian, di sepanjang jalan para prajurit yang sedang bertugas menatap ke arah Ziya sampai tak berkedip. Beberapa diantara prajurit itu mengatakan bahwa ini pertama kali dalam hidupnya terpesona dengan seorang gadis manusia.


"Saya harap Nona Ziya tidak merasa risih dengan pembicaraan para prajurit yang sedang mengagumi kecantikan Anda." ucap Min Yuzang dengan perasaan khawatir.


"Saya baik baik saya Yuzang Gege, tidak ada yang perlu dikhawatirkan." jawab Xiao Ziya.


Setelah berjalan cukup lama melewati beberapa lorong dan ruangan ruangan yang ada di dalam kastil, akhirnya mereka berdua sampai di depan pintu masuk aula utama kastil tersebut.


"Nona Muda Xiao Ziya dan Tuan Min Yuzang memasuki aula!." triak salah seorang prajurit yang berjaga di pintu luar, prajurit itu mengumumkan kedatangan Xiao Ziya dan Min Yuzang.


Pintu aula terbuka dengan lebar, Xiao Ziya melangkahkan kakinya masuk ke dalam. Beberapa malaikat kematian yang hadir dalam pertemuan itu menatap ke arah Xiao Ziya dengan tatapan bingung sekaligus kagum. Seorang manusia dengan status keponakan dari pemimpin mereka memiliki paras yang sangat cantik.


"Salam saya pada Paman Lee Brian, maaf membuat Anda menunggu lama." sapa Xiao Ziya pada sang paman.


"Duduklah sebentar lagi para tamu yang akan datang." ucap Lee Brian sembari menunjuk ke arah sebuah kursi khusus yang disiapkan untuk Xiao Ziya. Kursi itu berada tepat di samping Lee Brian.


Ziya tersenyum tipis kemudian berjalan ke arah sang paman, gadis itu duduk dengan anggun sembari menunggu para tamu datang.


"Gaun yang kau pakai hari ini sangat cantik, cocok digunakan oleh gadis secantik dirimu." puji Lee Brian pada keponakannya.


"Terimakasih atas pujian paman, saya hanya menyesuaikan agar paman tidak merasa malu." jawab Ziya dengan nada datar.


Setelah menunggu cukup lama akhirnya para tamu dari kelompok anggota sayap kanan datang dan baru saja mendarat di halaman depan kastil milik Lee Brian. Ada sembilan anggota sayap kanan yang hadir termasuk Su Mingji. Wanita itu menggunakan baju berwarna merah dengan riasan yang sangat menor.


"Saya rasa riasan yang Anda pakai terlalu berlebihan Nona Su Mingji. Hari ini adalah hari pertunangan Anda dan riasan seperti itu cocok digunakan saat Anda menikah nanti." tegur Zu Junli, dia adalah wanita yang menjadi bagian dari sayap kanan.

__ADS_1


"Anda tidak perlu menasehati saya, riasan ini sangat cocok untuk acara pertunangan yang akan berlangsung." jawab Su Mingji dengan angkuh.


"Sudahlah untuk apa kalian berdua meributkan hal yang tidak penting, sebaiknya kita segera masuk ke dalam." ajak Ling Minzo. Pria itu tak tahan mendengar perdebatan antar wanita.


Kesembilan anggota sayap kanan masuk ke dalam kastil dipandu oleh beberapa malaikat kematian yang bertugas untuk mengantar mereka.


Setelah berjalan cukup lama akhirnya kesembilan anggota sayap kanan sampai di depan pintu masuk aula utama. Salah seorang prajurit yang sedang berjaga di pintu luar mengumumkan kedatangan mereka.


"Para tamu undangan telah datang!." triak sang prajurit dengan suara yang cukup keras dan lantang.


Pintu Aula terbuka lebar, kesembilan anggota sayap kanan berjalan masuk ke dalam aula. Beberapa orang diantara mereka melirik ke arah seorang gadis yang berdiri tepat di samping Pemimpin Malaikat Kematian, mereka baru pertama kali melihat gadis itu.


"Selamat datang di kastil saya, silahkan duduk di tempat yang telah disediakan." sambut Lee Brian dengan nada suara yang terdengar ketus dan dingin.


"Terimakasih untuk sambutannya Tuan Lee Brian." jawab Lin Wungi sembari tersenyum hangat.


Delapan anggota sayap kanan duduk di tempat yang telah disediakan, kini yang tersisa hanyalah Su Mingji. Wanita itu masih berdiri dan menatap tajam ke arah Xiao Ziya, sepertinya Su Mingji merasa tidak terima jika Ziya duduk di samping calon tunangannya.


"Permisi Nona Ziya, sepertinya kursi yang ada di samping Tuan Lee Brian dipersiapkan untuk saya. Bisakah Anda pindah ke tempat duduk yang lain?" tanya Su Mingji. Ekspresi wajah wanita itu terlihat sangat ramah meskipun emosinya sedang meluap-luap.


Xiao Ziya menatap beberapa detik ke arah Su Mingji yang sedang cemburu padanya itu, Ziya menganggukkan kepala sebagai pertanda ia setuju untuk pindah ke tempat duduk yang lain. Baru saja gadis itu bangun dari tempat duduknya, ia langsung ditahan oleh sang paman.


"Duduklah tempat ini memang saya persiapkan untukmu. Di sini hanya perintah dari saya yang perlu kau patuhi." tegur Lee Brian pada keponakan kesayangannya itu.


Raut wajah Su Mingji bertambah kesal, rasa bencinya pada Ziya semakin meningkat. Su Mingji merasa semenjak gadis itu tinggal di kastil Lee Brian, perlahan-lahan sifat pria itu mulai berubah.


"Saya adalah calon tunangan Anda Tuan Lee Brian. Bagaimana bisa Anda membiarkan gadis lain duduk tepat di samping Anda." protes Su Mingji secara terang-terangan.


"Gadis ini keponakan saya Nona Su Mingji, apakah salah jika seorang paman ingin menjaga keponakannya agar tetap aman apalagi setelah kejadian tadi malam." jawab Lee Brian.


"Kemarilah Su Mingji jangan membuat kami merasa malu dengan sikap mu itu. Apakah kau tidak bisa mendengar perkataan Tuan Lee Brian barusan. Gadis itu sebatas keponakannya saja." tegur Ling Munzo sebagai ketua anggota sayap kanan.


Su Mingji dengan terpaksa harus mengalah dari Xiao Ziya dan membiarkan gadis itu duduk di samping calon tunangannya. Ziya tampak tidak peduli dengan ketegangan yang sedang terjadi, lagipula dia tidak melakukan kesalahan apapun.


"Dimana Kaisar Langit? seharusnya dia sudah datang bersama kalian." tanya Lee Brian yang baru menyadari ada seseorang yang belum hadir.


Kesembilan anggota sayap kanan saling bertatap tatapan satu sama lain. Sedari tadi mereka tidak melihat keberadaan Kaisar Langit, awalnya mereka berfikir bahwa sang kaisar sudah datang.


"Entahlah kami juga tidak tau dimana Kaisar saat ini, sepertinya dia akan datang terlambat karna masih memiliki beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan." jawab Lin Wungi.


Tiba-tiba saja ada kilatan petir yang menyambar tepat di tengah-tengah aula, semua orang yang ada di sana melindungi diri mereka menggunakan kekuatan masing-masing begitupun dengan Xiao Ziya. Gadis itu membuat pelindung tujuh warna karna aura yang dipancarkan oleh petir tadi sangatlah kuat.


"Apakah saya terlambat datang?." tanya seorang pria yang tiba-tiba muncul saat petir menghilang.

__ADS_1


"Kami baru saja membicarakan Anda. Tidak biasanya Anda datang terlambat dalam sebuah pertemuan penting seperti ini." ucap Ling Munzo.


"Ada beberapa pekerjaan yang tidak bisa saya tinggal. Ah iya siapa gadis cantik yang sedari tadi menatap ke arah saya dengan tatapan tajam?." tanya Kaisar Langit yang sedang menatap ke arah Xiao Ziya.


"Dia adalah keponakan saya, jangan harap saya akan membiarkan pria seperti Anda mendekatinya." jawab Lee Brian.


"Wah mengapa saya baru mengetahui bahwa Tuan Lee Brian memiliki keponakan secantik ini. Mengapa Anda melarang saya untuk mendekatinya? gadis itu yang berhak untuk membuat keputusan." ucap Kaisar Langit. sang kaisar mengedipkan matanya pada Ziya.


"Maaf saya tidak memiliki ketertarikan pada Anda." ucap Xiao Ziya tanpa berfikir panjang. Kesan pertama yang ia dapatkan saat bertemu Kaisar Langit adalah menggelikan.


Mendapati respon seperti itu Kaisar Langit hanya tertawa dan merasa tidak percaya. Untuk pertama kalinya ada seorang gadis yang menolak untuk menjalin hubungan dengannya.


"Jangan menyesali perkataan mu itu dikemudian hari Nona Muda. Saya ini seorang Kaisar Langit, saya bisa mewujudkan semua keinginan Anda." ucap Sang Kaisar yang menatap lekat Xiao Ziya.


"Saya tidak pernah menyesali keputusan yang saya ambil. Untuk apa kekuasaan dan tahta yang tinggi jika Anda tidak bisa menghargai dan melihat nilai seorang wanita. Tidak selamanya kekuasaan bisa disombongkan." jawab Xiao Ziya.


"Jaga ucapan Anda Nona Xiao Ziya, pria yang sedang menjadi lawan bicara Anda adalah Kaisar Langit." tegur Su Mingji. Wanita itu merasa saat ini adalah waktu yang tepat untuk menjatuhkan nama Xiao Ziya.


"Sang Pencipta saja tidak pernah menyombongkan kedudukan yang dimiliki padahal dialah yang menciptakan alam semesta berserta isinya. Lalu atas dasar apa kalian yang memiliki julukan sayap kanan merasa tinggi hati? saya memang seorang manusia biasa dan tidak sepadan dengan kalian semua, namun saya tau bagaimana cara menjaga etika." ucap Xiao Ziya dengan kata-kata yang sangat tajam dan membuat semua orang terdiam termasuk Kaisar Langit.


"Sudahlah tidak perlu memperpanjang masalah ini. Saya Kaisar Langit meminta maaf dengan tulus pada Nona Muda karna membuat Anda merasa kurang nyaman. Maaf telah memandang Anda setara dengan gadis ataupun wanita yang saya jumpai selama ini." ucap Kaisar Langit dengan kepala tertunduk. Baru kali ini hatinya terasa sakit ketika mendengar nasehat seorang manusia.


"Tidak ada dendam ataupun kebencian yang saya rasakan pada Yang Mulia Kaisar Langit. Saya harap Anda tidak mengulang kesalahan yang sama." balas Xiao Ziya.


Kini suasana di dalam aula utama Kastil Pemimpin Malaikat Kematian menjadi sangat sunyi, tak ada satu orangpun yang berani membuka pembicaraan.


"Ada yang ingin saya sampaikan pada kalian semua. Sepertinya pertunangan saya dan Nona Su Mingji harus dibatalkan." celetuk Lee Brian secara tiba-tiba dan mengejutkan semua orang yang hadir di dalam aula.


Su Mingji meremas kedua telapak tangannya dengan kuat, wajah wanita itu berubah menjadi merah padam dan kemarahan yang sudah ia tahan sedari tadi akhirnya meledak juga.


"Karna gadis manusia itu Anda tega membatalkan pertunangan yang telah disepakati sejak lama!! coba Tuan Lee Brian pikirkan bagaimana perasaan saya!." bentak Su Mingji dengan emosi meluap-luap.


"Gadis manusia yang Anda anggap tidak penting ini adalah keponakan yang paling saya sayangi. Setelah kejadian tadi malam sayapun mulai berfikir, Nona Su Mingji bukanlah bibi yang tepat bagi Xiao Ziya." jelas Lee Brian agar tidak terjadi kesalahpahaman.


"Marga gadis itu Xiao?" tanya salah satu anggota sayap putih dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Dia adalah cucu Anda Tuan Xiao Zuhen." ucap Lee Brian.


Dari sembilan anggota sayap kanan yang mendatangi pertemuan hari ini, ada seorang pria bernama Xiao Zuhen yang diangkat menjadi bagian dari sayap kanan karna banyak membantu manusia lain semasa hidupnya.


"Kau anak dari Xiao Cunyu dan wanita itu?." tanya Xiao Zuhen yang masih merasa tidak percaya.


"Anda benar saya adalah putri dari Xiao Cunyu dan Ratu Junyi Zu. Apakah Anda memiliki hubungan dengan ayah saya?." tanya Xiao Ziya dengan tatapan bingung. Selama ini sang ayah tidak pernah bercerita mengenai kakek dan nenek Ziya.

__ADS_1


Hai hai semua author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.


__ADS_2