RATU IBLIS

RATU IBLIS
Dalang Dibalik Semua Kejadian


__ADS_3

Xiao Ziya duduk di salah satu tempat yang telah disediakan, gadis itu mengambil beberapa menu makanan untuk ia santap, untuk ukuran gadis berusia dua belas tahun makanan yang Xiao Ziya ambil cukuplah banyak hingga membuat beberapa pemuda yang melihatnya keheranan.


"Apakah nona Ziya selalu makan sebanyak itu?." Al Denzi yang melihat kearah Xiao Ziya dengan mimik wajah keherananya.


"Dia tak makan dengan teratur karna tak memiliki banyak waktu luang, sehingga ketika ia memiliki kesempatan untuk menikmati makanan ia akan makan sepuasnya." ucap Pangeran Zeeling yang menjawab rasa penasaran Al Denzi tentang selera makan Xiao Ziya yang sangat luar biasa.


Setelah selesai makan Xiao Ziya melihat kesana kemari untuk mencari Raja Zeus, ia harus memastikan bahwa ayah angkatnya itu tak meminum air di gelas yang telah dicampur sesuatu oleh seorang pelayan. Saat menoleh ke sisi kirinya Xiao Ziya melihat Raja Zeus hendak meminum air yang telah dicampur itu, dengan cepat Xiao Ziya melesat ke arah ayah angkatnya dan merebut gelas yang ia pegang. Tentu saja tindakan Xiao Ziya membuat banyak orang terkejut terutama Raja Zeus karna tak biasanya gadis itu melakukan sesuatu yang aneh.


"Apa yang sedang kau lakukan putriku?." tanya Raja Zeus dengan suara lembut karna ia tau Xiao Ziya tak akan melakukan hal itu tanpa alasan yang jelas.


"Maaf ayah, namun sebelum jamuan makan malam ini dimulai saya melihat seorang pelayan mencampurkan sesuatu kedalam minuman yang ada di gelas ini." ucap Xiao Ziya, untuk kesekian kalinya ucapan gadis itu membuat para tamu terkejut, siapa orang yang berniat untuk mencelakai Raja Zeus di istananya sendiri.


"Apakah kau masih ingat dengan wajah pelayan itu?." ucap Raja Zeus yang berharap agar putrinya ingat dengan wajah pelayan yang sudah memasukkan sesuatu kedalam minuman itu. Dengan cepat Xiao Ziya menganggukkan kepalanya, ia melihat kesekeliling ruang makan utama dan menemukan pelayan yang ia cari.


"Tolong tangkap pelayan itu." ucap Xiao Ziya sembari menunjuk seorang wanita muda yang berpakaian pelayan, wanita muda itu tampak begitu tenang walau detak jantungnya sudah tak karu karuan.


Benerapa prajurit datang dan menangkap pelayan itu kemudian ia menyeretnya kehadapan Xiao Ziya. Saat berhadapan dengan Xiao Ziya wanita muda itu menggigil ketakutan, aura gadis yang ada di hadapannya itu sangat membuatnya tertekan.


"Siapa yang menyuruhmu untuk melakukan hal ini?." tanya Xiao Ziya dengan nada dingin yang sangat mengintimidasi, dengan sekuat tenaga wanita itu berusaha untuk menunjukkan ekspresi tenang.


"Saya tak tau apa yang tuan putri katakan." ucap pelayan itu yang menyebut Xiao Ziya dengan panggilan tuan putri.


"Jawab apa yang ingin kau lakukan pada ayah!!." triak Pangeran Zeeling yang terlihat sangat marah karna pelayan itu tak ingin mengakui perbuatannya, sudah jelas adik kesayangannya tak akan menuduh orang dengan sembarangan.


"Saya benar benar tak tau apa yang dituduhkan tuan putri pada saya." ucap pelayan itu yang masih saja mengelak.


"Ah saya baru ingat bahwa prenjahat tak akan pernah mengakui kejahatannya." ucap Xiao Ziya yang tersenyum kemudian mengangkat janggut wanita itu dengan telunjuknya, Xiao Ziya menatap ke arah mata sang pelayan.


"Katakan siapa namamu?." ucap Xiao Ziya yang bertanya dengan nada yang lembut namun memancarkan aura yang membuat siapa saja merasa ada di dalam alam kematian.


Pangeran Zeeling dan Pangeran Anz juga ikut menatap ke arah pelayan itu, mereka sedang mengingat ingat apakah pelayan itu pernah ada di istana Kerajaan Hitam ataukah tidak.


"Nama saya Ling Wiji, saya sudah lama bekerja di sini tuan putri. Saya tak mungkin memiliki niat yang buruk pada Yang Mulia Raja Zeus." ucap pelayan itu yang ternyata bernama Ling Wiji.


"Ah jika kau sudah lama bekerja di istana ini mengapa kau tak tau bahwa saya tak suka dipanggil Tuan Putri." ucap Xiao Ziya yang menekankan pada kalimat terakhir, mendengar ucapan dari Xiao Ziya membuat Ling Wiji gelagapan karna ia tak tau jika gadis yang menjadi anak angkat Raja Zeus tak suka dipanggil dengan panggilan tuan putri.


Ling Wiji sepertinya sedang memikirkan alasan lain agar ia tak mendapatkan tuduhan dari Xiao Ziya, namun kali ini otaknya benar benar tak mau meresponnya.


"Saya baru mengetahui hal itu nona Ziya." ucap Ling Wiji yang hanya bisa memberikan alasan seadanya saja.

__ADS_1


"Bukankah kau mengatakan bahwa kau sudah lama bekerja di istanaku ini?." ucap Raja Zeus yang semakin curiga pada wanita itu, jika putrinya tak merebut minuman beracun itu darinya mungkin saja ia sudah tinggal nama saja.


"Kalau begitu tak masalah bukan jika kau yang meminum minuman ini?." ucap Xiao Ziya dengan senyum iblisnya yang menyeramkan. Xiao Ziya memaksa pelayan itu untuk meminum air yang telah pelayan itu campur dengan sesuatu, jika tak ada racun di sana maka pelayan itu akan berani meminumnya.


Dengan cepat Ling Wiji menggeleng gelengkan kepalanya agar Xiao Ziya gagal meminumkan minuman itu pada Ling Wiji, tentu saja sikapnya itu membuat semua orang semakin yakin bahwa ada sesuatu yang tak beres.


"Bukankah kau mengatakan bahwa tak mengetahui apapun maka minumlah dengan tenang." ucap Xiao Ziya yang membuka mulut pelayan itu dengan paksa, karnanya jari jari tangan Xiao Ziya digigit oleh pelayan itu hingga berdarah.


Bukannya marah ataupun memukul pelayan itu, Xiao Ziya malah tertawa dengan keras. Gadis itu meminta ijin pada Raja Zeus untuk membawa pelayan bernama Ling Wiji ke ruang hukuman, tentu saja Raja Zeus mengijinkan. Xiao Ziya pergi ke ruang penghukuman bersama dengan Pangeran Zeeling, Pangeran Anz, dan beberapa prajurit yang mengikuti dari belakang.


Sesampainya di ruang hukuman Xiao Ziya mengambil beberapa tali tambang untuk mengikat kedua pergelangan tangan dan pergelangan kaki Ling Wiji kemudian Xiao Ziya mengikat ujung tali lainnya pada dua batang kayu yang menancap di tanah.


"Apa yang ingin nona lakukan pada saya!!." triak wanita itu yang begitu takut jika dirinya akan disiksa oleh Xiao Ziya.


"Tentu saja membuatmu buka mulut." jawab Xiao Ziya dengan singkat, padat, dan jelas.


"Apa yang bisa kami bantu adikku?." ucap Pangeran Zeeling yang sepertinya tak ingin hanya menonton saja, mereka juga tertarik untuk membuat pelayan itu buka mulut dan mengakui kesalahannya.


"Tolong ambilkan segelas air dan beberapa pisau kecil yang ada di dapur." ucap Xiao Ziya yang meminta tolong pada kedua kakak laki laki angkatnya itu untuk diambilkan segelas air dan beberapa pisau kecil.


Pangeran Zeeling dan Pangeran Anz segera pergi ke dapur untuk mengambil barang yang diminta oleh adik mereka, entah apa yang akan dilakukan oleh Xiao Ziya dengan pisau pisau kecil yang ia minta.


"Ini barang barang yang kau minta adik." ucap Pangeran Zeeling dan Pangeran Anz secara bersamaan.


"Sekarang adik kalian ini akan memberi tau bagaimana cara membungkam mulut seorang penghianat." ucap Xiao Ziya yang telah memegang beberapa pisau kecil di tangan kanan dan tangan kirinya.


Dengan secepat kilat Xiao Ziya melempar empat pisau sekaligus, empat luka goresan tercipta di badan Ling Wiji. Xiao Ziya mengambil beberapa pisau lagi kemudian melakukan hal yang sama hingga puluhan pisau kecil itu habis dan tubuh Ling Wiji dipenuhi dengan luka goresan.


"Katakan padaku siapa yang menyuruhmu untuk meracuni Raja Zeus." ucap Xiao Ziya yang menanyakan hal yang sama pada pelayan itu, ia tak ingin berlama lama namun ia juga tak bisa terburu buru karna harus ada informasi yang ia dapatkan dari mulut pelayan itu.


"Saya tak mengerti apa yang nona katakan." ucap Ling Wiji yang tetap mengelak dari tuduhan Xiao Ziya.


"Sebaiknya kita membunuhnya saja adik, wanita sialan itu tak akan mengatakan apapun." ucap Pangeran Anz yang mulai kehilangan kesabarannya, padahal pelayan itu tinggal menjawab saja maka nyawanya tak akan terancam.


"Sabarlah gege masalah ini biar Ziya yang mengatasinya." ucap Xiao Ziya yang meminta pada Pangeran Anz untuk bersabar dan menyerahkan masalah ini padanya saja.


"Kembalilah." ucap Xiao Ziya dengan menepuk tangannya sebanyak dua kali. Puluhan pisau yang tadinya tertancap di dinding kembali pada Xiao Ziya dan berjajar rapi di meja yang ada di sampingnya.


"Baiklah karna kau sangat keras kepala mari kita lanjutkan penyiksaan ini." ucap Xiao Ziya yang mengambil sebuah pisau kemudian ia melemparnya lagi kearah Ling Wiji. Jika pada lemparan sebelumnya Xiao Ziya hanya menyebankan luka goresan kini pisau kecil itu menancap di paha kaki kiri sang pelayan.

__ADS_1


"Argh ini sangat menyakitkan sialan kau!." ucap Ling Wiji yang mengumpat ke arah Xiao Ziya, ia benar benar kesal dengan apa yang terjadi.


"Ini belum seberapa dan kau harus menikmatinya." ucap Xiao Ziya yang melakukan hal yang sama secara berulang ulang, kini puluhan pisau menancap di tubuh Ling Wiji.


"Siapa yang menyuruhmu untuk melukai Raja Zeus." ucap Xiao Ziya, sekali lagi gadis itu menanyakan hal yang sama namun ia masih mendapatkan jawaban yang sama.


Xiao Ziya menganbil sebuah botol kecil berwarna biru cerah di dalam cincin semestanya, kemudian ia memberikan beberapa tetes ramuan yang ada di dalam botol itu kedalam gelas berisikan air. Xiao Ziya meminta pada Pangeran Zeeling dan Pangeran Anz untuk membuat pelayan itu meminum air tersebut.


Hal yang dilakukan oleh kedua pangeran itu adalah mencabut salah satu pisau kecil yang tertancap di pundak Ling Wiji, karna kesakitan akhirnya wanita itu tanpa sadar membuka mulutnya lebar lebar. Melihat itu dengan cepat Pangeran Zeeling meminumkan air yang telah dicampur oleh ramuan pada Ling Wiji. Setelah meneguk air itu badan Ling Wiji menggigil kedinginan entah apa yang telah Xiao Ziya berikan padanya namun aliran darah yang ada di dalam tubuhnya seolah oleh terhenti.


"Ramuan apa yang telah kau berikan padaku dasar gadis iblis, aku akan membawamu keneraka bersamaku." triak Ling Wiji ia begitu marah dan kesal karna yang ia rasakan saat itu adalah ia seperti hidup namun tak ada kehidupan di dalam tubuhnya.


Xiao Ziya dan kedua kakak laki laki angkatnya tertawa, apa yang pelayan wanita itu katakan? membawa Xiao Ziya keneraka? ia tak perlu melakukannya karna Xiao Ziya sudah terbiasa pergi ke tempat itu. Sungguh menggelikan kata kata yang dikeluarkan oleh orang yang sudah di ujung kematian.


"Sekarang saya tak membutuhkanmu lagi, kau bisa menjemput ajalmu." ucap Xiao Ziya yang sudah tak ingin menanyakan apapun pada pelayan wanita itu, karna ia sudah mendapatkan jawaban dari pemikirannya sendiri.


"Bukankah kau belum mendapatkan jawaban apapun, kau tak bisa membiarkanku mati begitu saja." ucap Ling Wiji yang tak menyangka bahwa Xiao Ziya akan merenggut nyawanya dengan cepat. Tadinya ia mengira gadis itu akan tetap membiarkannya hidup hingga mendapatkan jawaban.


"Saya tau siapa dalang dibalik semua kejadian ini." ucap Xiao Ziya yang meminta pada kedua kakak laki lakinya untuk kembali ke pesta jamuan makan malam untuk menemani sang ayah. Mau tidak mau Pangeran Zeeling, dan Pangeran Anz pergi daru ruang hukuman padahal mereka berdua ingin tau siapa dalang dibalik semua kejadian itu.


"Kau pasti berbohongkan? aku belum mengatakan apapun bagaimana kau bisa mengetahuinya?." ucap Ling Wiji yang tak percaya dengan apa yang Xiao Ziya katakan.


Karna pelayan itu tak mempercayai ucapannya, Xiao Ziya berjalan mendekat kemudian membisikkan sesuatu ke telinga Ling Wiji. Ekspresi pelayan itu seperti ia sedang melihat hantu, entah apa yang Xiao Ziya bisikkan sepertinya gadis itu berhasil menebak siapa dalang dibalik semua kejadian ini.


"Bukankah saya sudah bilang bahwa saya mengetahuinya, dan kau bisa pergi." ucap Xiao Ziya. Gadis itu melangkah pergi dari ruang hukuman. Setelah Xiao Ziya pergi tiba tiba saja tubuh Ling Wiji kembeku kemudian pecah menjadi kepingan kepingan es kecil.


Xiao Ziya berjalan menuju kamarnya, hal yang ingin ia lakukan adalah mengistirahatkan tubuhnya dan mengisi energi qinya, Xiao Ziya juga harus melatih beberapa jurus yang telah ia kuasai hingga ke puncak.


Sedangkan di tempat lain tepatnya dunia bawah sedang digemparkan dengan kemunculan klan baru secara tiba tiba, klan yang mereka maksut adalah Klan Wei yang tiba tiba saja masuk ke wilayah dunia bawah padahal klan itu berasal dari dunia atas. Entah apa yang terjadi sehingga mereka pindah, yang membuat resah adalah Klan Wei memiliki ambisi untuk menguasai dunia bawah dan seluruh kerajaan yang ada di sana.


Saat ini di Istana Kekaisaran Qiyu tengah diadakan rapat mengenai Klan Wei yang ingin memasuki wilayah mereka. Tentunya rakyat dan juga pemimpin Kekaisaran Qiyu menolak keras Klan Wei masuk kedalam wilayah mereka, karna itu mereka harus memiliki persiapan yang matang karna bisa jadi Klan Wei akan mengibarkan bendera peperangan.


"Sejauh ini situasinya masih aman terkendali Yang Mulia Kaisar Yan." ucap Pangeran Kegelapan yang sudah memantau situasi sejauh ini.


"Saya rasa kita harus menyiapkan pasukan, segera minta bantuan pada pasukan khusus milik adik Ziya yang ada di perbatasan." ucap Xiao Yan yang merasa peperangan ini akan sedikit sulit bagi mereka karna itu ia membutuhkan bantuan.


"Baiklah saya akan pergi ke perbatasan untuk meminta bantuan." ucap Pangeran Kegelapan yang segera melesat pergi menuju hutan yang menjadi tempat persembunyian pasukan khusus milik Xiao Ziya.


Hai hai semua akhirnya author update lagi, giman kabar kalian semoga baik baik aja ya. Jangan lupa follow buat yang blm follow, vote yang masih ada tiket vote, gift hadiah apapun ya, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate, share.

__ADS_1


__ADS_2