RATU IBLIS

RATU IBLIS
Pesta Dengan Penduduk Desa Elnz


__ADS_3

Setelah menunggu beberapa saat persiapan pesta makan malam telah selesai, para prajurit iblis Xiao Ziya dan sepuluh bawahan Ying Junha telah selesai menata ratusan meja dan kursi di halaman depan Penginapan Yunha. Ming Angli meminta bantuan beberapa orang untuk menata makanan yang telah dimasak, ada puluhan menu makanan dan juga berbagai macam buah buahan segar. Para penduduk desa mulai berdatangan untuk memenuhi undangan pesta makan malam yang diadakan oleh Xiao Ziya sedangkan saat ini gadis itu sedang sibuk berdandan.


"Sepertinya aksesoris ini cocok untuk saya." ucap Xiao Ziya sembari meletakkan sebuah mahkota kecil dengan permata bewarna hitam sebagai hiasannya. Saat ini Xiao Ziya menggunakan gaun panjang dengan warna hitam dan taburan berlian putih berukuran kecil selain itu ada sulaman burung merak dengan benang emas yang menghias gaun tersebut.


Nyonya Ribel Mouzi yang saat itu masih terikat sulur hitam milik Xiao Ziya menatap Ziya dengan tatapan penuh kebencian, ia tak menyangka gadis yang berhasil menggemparkan satu lapisan Dunia Manusia Abadi itu memiliki banyak uang dan harta yang tak terhitung nilainya. Nyonya Ribel Mouzi berusaha untuk mengatakan sesuatu pada Xiao Ziya namun tak ada satu patah katapun yang keluar dari mulutnya.


"Sebaiknya Anda saya masukkan ke dalam cincin semesta untuk sementara." ucap Xiao Ziya yang langsung memasukkan Nyonya Ribel Mouzi ke dalam cincin semesta miliknya.


Dewi Yin Yuer menyambut kedatangan Nyonya Ribel Mouzi kedalam dimensi ruang milik nona mudanya, sang dewi menyeret paksa Nyonya Ribel Mouzi kemudian dimasukkan kedalam sebuah penjara dengan ukuran sedang yang baru saja dibuat olah beberapa binatang pengikut setia Xiao Ziya. Para pengikut Xiao Ziya yang tinggal di dalam cincin dimensi merasa sangat kesal saat musuh dari nona muda mereka masuk me dalam dan mengambil barang barang milik nona muda mereka dengan seenak hati, karna itulah mereka membuat sebuah penjara berukurang sedang yang dikelilingi oleh api panas milik Mokuzo.


"Apa apaan ini, lepaskan saya. Kalian jangan coba coba untuk menahan saya di tempat ini!." triak Nyonya Ribel Mouzi dengan cukup kencang. Ia sangat ingin mengambil barang berharga yang berada di dalam dimensi ruang milik gadis sialan itu.


"Ini bukanlah tempat mu, jangan kira kami tak tau apa yang sedang kau pikirkan." jawab Zier dengan sorot mata tajam.


"Semua yang ada di sini milik Nona Xiao Ziya, orang luar seperti mu jangan berharap untuk mendapatkannya." ucap Wilre piton salju milik Xiao Ziya.


Nyonya Ribel Mouzi langsung terdiam karna ia tak mungkin melawan seluruh binatang pengikut Xiao Ziya, setidaknya ia masih bisa hidup untuk beberapa hari meski harus terkurung di dalam penjara yang sangat panas itu. Di sisi lain saat ini semua orang sedang menunggu kehadiran Xiao Ziya dalam pesta makan malam itu, kepala desa meminta tolong pada Lunx untuk memberitahukan pada Xiao Ziya bahwa semua orang telah datang memenuhi undangannya.


"Tolong panggilkan Nona Muda Xiao Ziya, kami semua tak sabar untuk bertemu dengannya." ucap Tuan Elzi dengan senyuman ramah.


"Baiklah tunggu sebentar." jawab Lunx yang ingin naik ke lantai atas.


Belum sempat menaiki anak tangga dan meminta nona mudanya untuk turun ke bawah, gadis yang ditunggu tunggu oleh semua orang sedang melangkahkan kakinya menuju lantai bawah. Mata semua orang tertuju pada Xiao Ziya yang terlihat begitu anggun dan juga menawan, aura kepemimpinan dari gadis itu terpancar dengan sangat jelas hingga beberapa orang langsung menundukkan kepala mereka setelah bertatapan langsung dengan Xiao Ziya.


"Selamat malam semua terimakasih karna kalian berkenan menyisihkan waktu dan datang ke pesta makan malam yang saya adakan hari ini. Terimakasih juga pada Nyonya Ming Angli dan semua yang telah menata dan mengatur pesta malam ini." ucap Xiao Ziya sembari menuruni anak tangga, gadis itu tersenyum dengan sangat cantik hingga membuat beberapa pemuda Desa Elnz mimisan.


"Kami merasa terhormat karna Nona Muda Xiao Ziya bersedia mengundang kami untuk datang." jawab seluruh penduduk Desa Elnz secara bersama.


"Baiklah mari kita mulai pesta malam ini, sebelum saya mengatakan sesuatu yang ingin saya sampaikan pada kalian semua saya persilahkan kepala desa untuk melakukannya terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya yang melihat ke arah Tuan Elzi yang tak jauh dari tempatnya berdiri.


"Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan pada penduduk Desa Elnz dan Nona Muda Xiao Ziya secara pribadi. Mewakili seluruh penduduk Desa Elnz saya ucapkan terimakasih pada Nona Muda Xiao Ziya dan prajurit yang Anda miliki karna bersedia membantu kami mengatasi masalah dengan Keluarga Mouzi, kami semua merasa sangat senang karna memiliki lahan untuk bercocok tanam, kami juga memiliki persediaan untuk beberapa bulan kedepan, dan semua itu berkat Nona Xiao Ziya." ucap Tuan Elzi yang mewakili seluruh penduduk Desa Elnz.


"Dan untuk seluruh penduduk desa ini, saya harap kalian bisa mengelola lahan yang ada di dekat perbatasan dengan baik. Setiap musim panen saya akan membagi rata hasil yang didapat, semua orang harus bekerjasama untuk mengelola lahan itu. Hal lain yang ingin saya sampaikan adalah mulai besok Desa Elnz akan membuka kembali pintu untuk orang asing yang ingin datang berkunjung ataupun melakukan transaksi perdagangan dengan desa kita, saya harap kalian bisa menyambut setiap tamu yang datang dengan ramah. Sementara hanya itu saja yang dapat saya sampaikan." ucap Tuan Elzi dengan senyuman lebar di wajah tuanya.


Terdengar suara tepuk tangan dari semua orang yang hadir dalam pesta makan malam itu, para penduduk Desa Elnz berjanji akan merawat lahan pertanian yang berada di perbatasan karna itu satu satunya tempat untuk mereka mendapat bahan makanan pokok.

__ADS_1


"Baiklah jika begitu saya harus menyampaikan bahwa esok pagi saya harus pergi meninggalkan Desa Elnz ini, tugas dan tujuan saya pergi ke desa ini sudah terpenuhi dan ada banyak orang yang sedang menunggu kepulangan saya. Terimakasih karna memperlakukan saya dan Lunx dengan baik selama tinggal di desa ini, mungkin jiwa memiliki waktu luang saya akan datang untuk mengunjungi kalian semua. Saya harap kalian bisa menjalani kehidupan dengan lebih baik lagi, jangan saling melukai satu sama lain, dan tetap berhati-hati pada setiap orang baru yang datang ke desa ini. Tak semua orang memiliki niatan dan fikiran yang baik, karna itu saya harap kalian bisa menjaga keamanan Desa Elnz ini." ucap Xiao Ziya dengan panjang lebar, gadis itu telah mengungkap semua yang ingin ia katakan pada penduduk Desa Elnz.


"Kami tak akan pernah melupakan kebaikan Anda Nona Xiao Ziya. Datanglah kapanpun Anda mau dan kami selalu menyambut kedatangan Anda." jawab seluruh penduduk Desa Elnz dengan suara tawa bahagia.


Setelah pembicaraan yang menghabiskan waktu cukup lama, Xiao Ziya mempersilahkan semua orang untuk menikmati hidangan yang telah disajikan. Xiao Ziya mengambil beberapa buah kemudian gadis itu menjauh dari kerumunan penduduk untuk menghirup udara segar.


"Apa yang Nona Ziya lakukan di sini? semua orang menikmati pesta yang Anda buat sedangkan Anda malah menyendiri." ucap Gunzo yang menyadari bahwa Xiao Ziya tak ada dalam kerumunan orang yang sedang menikmati makanan di halaman Penginapan Yunha.


"Saya hanya ingin menghirup udara segar, mengapa Tuan Muda Gunzo mencari saya?." tanya Xiao Ziya pada pemuda yang sedang berdiri di sampingnya itu.


"Mungkin Desa Elnz akan terasa sangat sepi saat Anda pergi nanti, kami ingin Anda tinggal lebih lama di sini namun kami tak memiliki hak untuk menahan kepergian Anda. Saya harap suatu hari nanti kita akan bertemu lagi Nona Ziya, kita akan bertemu dalam kondisi yang lebih baik." ucap Gunzo dengan mata berkaca-kaca, setelah kedatangan Xiao Ziya di Penginapan Yunha pemuda itu merasa memiliki teman dekat yang sangat baik.


"Banyak hal yang harus saya lakukan di masa depan dan saya tak bisa menjanjikan apapun pada Tuan Muda Gunzo. Jika takdir berkehendak maka kita akan bertemu lagi." jawab Xiao Ziya dengan senyuman tipis di wajahnya.


"Saya mengerti bahwa orang seperti Nona Ziya memiliki perjalanan hidup yang sangat panjang." ucap Gunzo yang berusaha untuk menghilangkan kesedihannya.


Xiao Ziya diam beberapa saat, gadis itu sedang mencari sebuah pedang yang cocok dengan karakter Gunzo. Setelah mencari cukup lama akhirnya Xiao Ziya menemukan sebuah pedang berwarna biru cerah dengan kekuatan elemen es, pedang itu berada di tingkat kaisar langit dan cukup kuat untuk mengalahkan seseorang yang ada di tingkat alam dewa awal. Xiao Ziya mengeluarkan pedang itu dari cincin semesta miliknya kemudian memberikan pedang itu pada Gunzo sebagai hadiah kenang kenangan darinya.


"Ambil pedang ini, saya lihat Tuan Muda Gunzo tak memiliki senjata apapun. Meski Anda mahir menggunakan sihir es setidaknya Anda harus memiliki sebuah pedang untuk melindungi diri Anda." ucap Xiao Ziya sembari menyerahkan pedang itu.


Di sisi lain Ying Junha memperhatikan kakak sepupunya dari jauh, ia tersenyum senang melihat sang kakak sepupu bisa membaur dengan baik dan bisa membatasi dirinya ketika sedang dekat dengan anak pemilik penginapan. Ying Junha ingin tau berapa banyak hati pemuda yang telah dipatahkan oleh kakak sepupunya itu, mungkin ada seorang pemuda dengan identitas yang cukup hebat yang masuk dalam daftar tertolak. Di sisi lain Zunlin meremas tangannya dengan kuat, ia merasa iri dengan Gunzo karna mendapatkan sebuah pedang yang sangat bagus dari Xiao Ziya.


"Cih mengapa hanya Gunzo saja yang mendapatkan hadiah. Bukanlah aku juga cuci dari kepala desa, mengapa Nona Ziya sangat tak adil seperti ini." gerutu Zunlin dengan cukup kencang.


Seorang Jenderal Iblis menghampiri pemuda itu kemudian menepuk punggungnya dengan cukup kencang, Zunlin yang merasa kesakitan akhirnya menoleh ke belakang. Tubuh Zunlin gemetaran saat ia bertatapan langsung dengan seorang pria dengan tubuh tinggi dan aura yang menyeramkan, sepertinya Zunlin lupa bahwa prajurit milik Xiao Ziya juga ikut bergabung dalam pesta malam malam itu.


"Nona Ziya tau siapa yang mendekatinya dengan tulus dan hanya ingin mengenalnya lebih jauh, jika Anda tak mendapat apapun artinya Anda hanya ingin memanfaatkan Nona Muda Xiao Ziya." ucap Jenderal Iblis itu dengan sorot mata tajam berwarna merah menyala.


"Baik... baiklah saya mengerti Tuan. Maaf karna memiliki pemikiran yang buruk pada Nona Ziya." ucap Zunlin yang langsung menjauhi jenderal Iblis itu. Ia tak akan berbicara sembarangan mengenai Xiao Ziya saat masih berada di tempat pesta.


Di sisi lain saat ini Min Xome sedang mengetuk pintu kamar orang tuanya dengan cukup kencang, pemuda itu sedikit kesal karna ayah dan ibunya tak kunjung bangun. Beberapa prajurit datang untum menemui pemuda itu dan memberi laporan mengenai keamanan di area sekitar Istana Kerajaan Bulan, mata Min Xome sempat bertemu dengan mata Yie Gu yang sedang membaur diantara para prajurit. Min Xome tersenyum tipis dan berpura pura tak menyadari kehadiran pria tua itu.


"Salam hormat kami pada Tuan Muda Min Xome, saat ini semua area di sekitar Istana Kerajaan Bulan aman terkendali. Saat ini kelompok tiga sedang berjaga dan kami pamit untuk beristirahat." ucap salah seorang prajurit yang ditunjuk untuk menjadi pemimpin kelompok kedua.


"Baiklah kalian bisa beristirahat sekarang, tetaplah waspada karena kita tak pernah tau apa yang sedang direncanakan oleh pihak musuh." ucap Min Xome dengan tegas pada para prajurit yang ada di hadapannya itu.

__ADS_1


"Baik kami mengerti Tuan Muda Min Xome. Kami permisi terlebih dahulu." ucap para prajurit itu yang pergi meninggalkan Min Xome.


Setelah kepergian para prajurit, Min Xome mengarahkan pandangannya pada Yie Gu yang berlari ke arah lain tak mengikuti prajurit lainnya. Sepertinya pria tua itu ingin mencari dimana kamar tempat Yie Munha beristirahat, setelah menemukan kamar Yie Munha ia akan mencari sebuah cara untum membawa gadis itu keluar dari Istana Kerajaan Bulan.


Tok tok tok..


Tok tok tok....


Tok tok tok tok....


Suara pintu kamar Ratu Min Xunzi dan Raja Min Lunxi yang terus menerus diketuk oleh Min Xome. Setelah lama menunggu akhirnya Min Xome mendengar suara seseorang yang berjalan mendekat ke arah pintu kemudian pintu terbuka dengan lebar. Terlihat Ratu Min Xunzi sedang menatap ke arah putra pertamanya itu dengan tatapan datar, ia ingin mendengar alasan yang bagus dari putranya itu setelah mengganggu tidur lelapnya.


"Mengapa kau sangat berisik, ini sudah sangat larut dan kau belum tidur?." tanya Ratu Min Xunzi dengan tatapan kesal.


"Yie Gu dan Yie Weinje sudah berada di dalam Istana Kerajaan Bulan. Saya melihat Yie Weinje menyamar menjadi seorang pelayan sedangkan Yie Gu menjadi seorang prajurit. Sepertinya mereka sedang merencanakan sesuatu untuk membawa Yie Munha pergi dari sini." ucap Min Xome dengan suara pelan agar tak ada orang lain yang dapat mendengarnya.


Setelah mendengar perkataan dari putranya, mata Ratu Min Xunzi membelalakkan dengan sangat lebar. Sang ratu tak mengerti bagaimana cara kedua orang tua bau tanah itu menerobos keamanan Istana Kerajaan Bulan yang sudah diperketat. Mungkinkah mereka membunuh seorang pelayan dan seorang prajurit kemudian mengambil pakaian mereka?.


"Tetaplah bersikap tenang kita akan mencari tau rencana mereka perlahan." jawab Ratu Min Xunzi dengan eskpresi tenang.


"Saya sudah meminta adik Min Wungi untuk menjaga gadis itu, untuk sementara waktu mereka akan kesulitan membawa Yie Munha pergi." ucap Min Xome kemudian pergi meninggalkan kamar sang ibu. Pemuda itu ingin kembali ke dapur dan berpura pura meminta makan pada para pelayan yang ada di sana, dengan begitu Min Xome bisa mengawasi pergerakan dari Yie Weinje.


"Mereka berani masuk ke dalam istana, artinya mereka siap untuk memainkan sebuah permainan dengan kami semua." ucap Ratu Min Xunzi dengan senyuman miring. Wanita itu masuk ke dalam kamar untuk memberitahukan hal itu pada sang suami, keduanya menyusun rencana untuk menjebak Yie Gu dan Yie Weinje.


Di sisi lain saat ini pesta makan malam yang diadakan oleh Xiao Ziya telah selesai, hampir seluruh penduduk Desa Elnz berpamitan pada gadis itu untuk kembali ke rumah mereka masing masing. Xiao Ziya telah memasukkan kembali lima ratus lima pasukan iblisnya ke dalam cincin semesta agar mereka bisa beristirahat dengan baik dan kini yang tersisa tinggal beberapa orang saja.


"Ziya jiejie." ucap seorang anak kecil yang berlari ke arah Xiao Ziya kemudian memeluk kaki Ziya dengan sangat erat.


"Wah Zuhi datang, bagaimana keadaan mu saat ini?." tanya Xiao Ziya pada anak kecil itu dengan senyum ceria. Xiao Ziya menggendong Zuhi kemudian mencium pipinya dengan gemas, Xiao Ziya ingin tau bagaimana keadaan Zoe saat ini. Mungkin Zoe sudah berumur enam sampai tuju tahun saat Xiao Ziya kembali ke dunia bawah nanti.


"Zuhi sangat kenyang malam ini, banyak makanan enak yang disajikan oleh Bibi Ming Angli." jawan Zuhi dengan nada bicara yang sangat lucu.


"Zuhi harus makan secara teratur agar cepat tumbuh besar, dan setelah besar nanti jangan lupakan jiejie." ucap Xiao Ziya sembari mencubit hidung anak itu.


"Zuhi tak akan pernah melupakan jiejie yang sangat cantik." jawab Zuhi dengan senyuman lebar, ia ingin tumbuh cantik seperti jiejie yang sedang menggendongnya itu.

__ADS_1


Hai hai semua author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.


__ADS_2