RATU IBLIS

RATU IBLIS
Keluarga Yanzuro Zee


__ADS_3

Para pemimpin generasi sebelumnya dan beberapa anggota pemerintahan terdiam saat mendengar perkataan Xiao Ziya tersebut, apa yang dikatakan oleh gadis itu memanglah benar. Mereka sibuk menyelamatkan diri mereka sendiri saat insiden penyerangan terjadi.


"Apakah penduduk akan percaya dengan omong kosong kalian itu, di saat mereka tau bahwa saya dan prajurit sayalah yang sibuk menyelamatkan mereka?." tanya Xiao Ziya yang semakin membungkam mulut orang orang tak berguna itu.


Yanzuro Zee mengepalkan tangannya dengan erat, walaupun itu semua kenyataan namun ia masih tak terima jika orang dari dunia lain yang akan menjadi pemimpin di dunia semesta tingkat rendah, tak ada kepastian apakah Xiao Ziya akan menjaga penduduk dengan baik ataukan gadis itu hanya akan bermain main saja.


Yanzuro Zee mengangkat pistolnya dan diarahkan ke Zero, setidaknya dengan kematian salah satu dari anggota mafia bersaudara akan membuat Xiao Ziya merasa sedih dan bersalah. Kenyataanya peluru yang melesat dari pistol milik Yanzuro Zee tak bisa menyentuh Zero karna pelindung milik Xiao Ziya masih terpasang dengan baik.


Plak plak...


Suara tamparan yang sangat nyaring, tamparan itu berasal dari Xiao Ziya yang sedang menampar Yasmin Zee.


"Hentikan!!! mengapa kau menampar istriku." triak Yanzuro Zee penuh dengan emosi. Selama ia menikah dengan Yasmin ia selalu memperlakukan istrinya dengan baik, berani sekali orang luar seperti Xiao Ziya menampar istrinya itu secara terang terangan.


"Saya bukan orang baik yang akan membiarkan anda bertindak seenaknya pada rekan saya, saat anda menggertak atau menyakiti mereka maka akan ada satu anggota keluarga anda yang terluka ataupun mati ingat ini baik baik." ucap Xiao Ziya dengan serius.


Suasana di ruangan itu semakin mencekam, ancaman dari Xiao Ziya membuat Yanzuro Zee dan Anzu Zee sangat cemas. Mereka berdua perlu memikirkan sebuah cara untuk menyelamatkan anggota keluarga masing masing.


"Saya akan lepaskan Hanz jika anda mau melepaskan istri dan anak saya." ucap Anzu Zee yang menemukan sebuah cara sederhana, Hanz pasti memiliki nilai yang lebih tinggi diantara ketiga mafia itu.


"Saya tak butuh bantuan anda untuk menyelamatkan mereka, Zier keluarlah." ucap Xiao Ziya yang memanggil harimau kesayangannya keluar dari cincin semesta.


Seekor harimau dengan tubuh tinggi, tegap, dan besar muncul di hadapan semua orang. Zier menatap tajam ke arah para pemimpin generasi sebelumnya dan anggota pemerintahan yang ada di sana.


"Tugas apa yang ingin nona berikan pada saya?." tanya Zier yang membuat para pemimpin generasi sebelumnya sangat terkejut, untuk pertama kalinya mereka mendengar harimau bisa berbicara bahasa manusia.


"Bawa ketiga teman saya ke rumah yang sudah saya sewa dan pastikan mereka baik baik saja, saya tau Zier mampu melakukannya." ucap Xiao Ziya dengan senyuman manis yang ia berikan pada Zier.


"Baiklah saya akan menjalankan tugas dengan baik." ucap Zier tanpa ragu ragu lagi.


Harimau milik Xiao Ziya itu mendekat ke arah Hanz, Kenzo, dan Zero setelahnya Zier menembus dinding pelindung milik Xiao Ziya. Zier mengatakan agar mereka bertiga naik ke atas punggungnya, tanpa basa basi lagi ketiga mafia bersaudara itu menuruti perkataan Zier.


Saat Zier hendak keluar dari gudang tersebut ada beberapa anggota pemerintahan yang menghalangi jalannya, mereka menodongkan senjata tajam pada Zier dan berharap harimau itu akan merasa takut.


Hal buruk pun terjadi Zier merasa kesal dengan tindakan orang orang itu, ia mengeluarkan bola api dari mulutnya dan menembakkan bola bola api itu ke arah anggota pemerintahan. Terdengar suara ledakan yang cukup nyaring, setelah itu nampak beberapa mayat dalam kondisi hangus terbakar.


"Jika kalian menghalangi jalanku lagi, aku tak segan segan membakar kalian hingga tewas." ucap Zier, kemudian mengepakkan kedua sayapnya dan terbang menuju rumah yang telah disewa oleh Xiao Ziya.


Yanzuro Zee dan Anzu Zee saling bertatapan satu sama lain, mereka melihat ke arah beberapa mayat dengan kondisi mengenaskan itu. Jika mereka berdua melaporkan hal ini pada pihak keamanan akankah mereka sanggup mengatasi Xiao Ziya ataukah mereka juga akan meti konyol seperti itu.


"Bagaimana kalian masih ingin melanjutkan perselisihan ini?." tanya Xiao Ziya dengan senyuman mengejek, ia sudah muak dengan orang orang yang ada di hadapannya.


"Kami akan memperjuangkan keamanan penduduk." ucap Yanzuro Zee dengan keras kepala.


"Kalian fikir saya akan melakukan hal apa pada mereka?." tanya Xiao Ziya dengan tatapan sinis, ia tak memiliki niatan buruk pada penduduk dunia semesta tingkat rendah, yang ingin Xiao Ziya lakukan adalah saling bertukar ilmu antara penduduk dunia semesta tingkat rendah dengan penduduk dunia bawah.


"Kemungkinan besar anda akan membunuh semua penduduk dan menjadikan dunia semesta tingkat rendah sebagai tempat tinggal baru bagi para kultivator." ucap Yanzuro Zee dengan tegas, sebagai mantan seorang pemimpin ia tak ingin dunia yang ia tinggali diambil alih dan hancur ditangan orang asing.


Xiao Ziya menatap dengan tatapan tak percaya ke arah Yanzuro Zee, bisa bisanya pria itu berfikir bahwa ia akan merebut dunia semesta tingkat rendah dari penduduk aslinya?.


"Ternyata anda semakin bodoh saya." ucap Xiao Ziya dengan sedikit sarkas, gadis itu benar benar tak tahan dengan kebodohan mereka semua.


"Jaga mulutmu gadis busuk." teriak Anzu Zee yang sedang membela Yanzuro Zee.


Mungkin Anzu Zee lupa dengan visi misi yang dikatakan oleh Xiao Ziya tempo lalu, ataukah Yanzuro Zee telah mempengaruhi Anzu Zee agar tak berpihak pada Xiao Ziya?.


"Ini sangat memakan waktu, alangkah baiknya jika saya membunuh kalian semua di sini?." tanya Xiao Ziya dengan sorot mata berwarna merah, gadis itu tak memiliki kesabaran yang lebih pada orang orang seperti ini. Mereka hanya akan mempertahankan pemikiran mereka sendiri tanpa mau mendengar perkataan orang lain.


"Tolong ampuni nyawa kami nona." ucap Jenie Zee istri dari Anzu Zee. Ia tau jika Xiao Ziya tak memiliki niatan jahat pada mereka semua, dan kekacauan ini disebabkan oleh keserakahan Yanzuro Zee yang ingin kembali memimpin di dunia semesta tingkat rendah.

__ADS_1


"Mengapa saya harus mengampuni kalian?." tanya Xiao Ziya, ia tertarik dengan perkataan Jenlie Zee mungkin saja wanita itu memiliki opini lain mengenai dirinya.


"Saya sudah mendengar betapa antusiasnya penduduk dunia semesta tingkat rendah saat ini, mereka sangat menantikan anda datang kembali dan membawa para kultivator yang akan mengajari mereka seni bela diri yang sesungguhnya, nona juga mengatakan mungkin diantara kami ada yang beruntung bisa menjadi kultivator ataupun ahli sihir. Saya percaya bahwa anda akan menepati perkataan anda itu, beberapa hari yang lalu Yanzuro Zee datang menemui suami saya dan mengatakan hal hal buruk mengenai anda." ucap Jenlie Zee dengan tatapan penuh kepercayaan pada Xiao Ziya.


"Karna itulah kau dengan sukarela ikut bersama saya?." ucap Xiao Ziya yang menganggukkan kepalanya pelan, akhirnya ada orang yang pintar diantara orang orang bodoh ini.


"Sialan, mengapa kau malah menjerumuskan suamiku." ucap Yasmin Zee yang tak terima dengan perkataan Jenlie Zee, ia ingin menampar Jenlie namun ditahan oleh Xiao Ziya.


"Siapa yang mengizinkanmu untuk menampar wanita ini!!." teriak Xiao Ziya dengan suara lantang.


"Jangan menggertak istri saya." ucap Yanzuro Zee, ia berusaha mendekat ke arah istirnya namun sebuah dinding tak kasat mata membuat jarak yang jauh diantara mereka.


"Diamlah atau kepala istrimu akan lepas dari badannya." ancam Xiao Ziya dengan sungguh sungguh.


Yanzuro Zee diam seketika karna tak ingin kehilangan wanita yang sangat ia cintai itu, namun akan terjadi hal buruk jika Jenlie Zee menceritakan semua kejadian tempo lalu pada Xiao Ziya. Bisa bisa rencana yang sudah ia susun dengan rapi akan hancur begitu saja.


"Lanjutkan cerita anda nyonya Jenlie." ucap Xiao Ziya yang ingin tau lebih banyak tentang hal hal yang telah terjadi.


"Yanzuro Zee mengatakan pada suami saya bahwa apa yang anda janjikan pada penduduk hanyalah omong kosong belaka, anda hanya ingin merebut dunia semesta tingkat rendah dan membunuh seluruh penduduk dunia semesta tingkat rendah untuk kepentingan para kultivator. Tentu suami saya tak sepenuhnya percaya dengan perkataan itu, namun Yanzuro Zee membawa sebuah bukti berupa nona muda Xilia yang anda culik dan anda bawa ke dunia bawah. Karna hal itu suami saya mulai ragu dengan ketulusan anda, saya mohon maaf sedalam dalamnya karna gagal meyakinkan suami saya tentang kebenaran yang anda sampaikan nona Ziya. Sejauh ini saya tau bahwa Keluarga Fenzu Zee menyembunyikan banyak hal dari putri tunggal mereka itu dan besar kemungkinan Xilia mengetahui semua kebenaran setelah insiden beberapa waktu lalu." ucap Jenlie Zee tanpa menambah ataupun mengurangi fakta.


Xiao Ziya sangat puas dengan penjelasan wanita itu karna tak ada sorot kebohongan dari matanya, artinya Jenlie sedari awal permasalahan ini terjadi sudah berpihak pada Xiao Ziya. Gadis itu juga mengerti mengapa Jenlie tak bisa meyakinkan suaminya.


"Baiklah terimakasih atas penjelasan anda, saya sangat senang saat mendengar bahwa Nyonya Jenlie ada di pihak saya." ucap Xiao Ziya dengan ekspresi bahagia.


"Jangan dengarkan perkataan busuk wanita itu." ucap Yasmin Zee yang kembali berulah.


Xiao Ziya tak menggubris perkataan wanita itu, kini Ziya tengah memikirkan hukuman yang tepat untuk Keluarga Yanzuro Zee karna telah menyinggungnya. Hukuman mati akan terlalu ringan untuk mereka, bisa dibilang kematian merupakan salah satu cara mereka untuk melarikan diri dari siksaan yang akan diberikan oleh Xiao Ziya.


"Nyonya Jenlie anda bisa membawa putra dan putri anda kembali ke rumah, untuk Tuan Anzu Zee harus tinggal di sini untuk menerima hukuman." ucap Xiao Ziya yang memberi kebebasan pada Jenlie Zee dan anak anaknya. Wanita itu bisa mendidik anaknya dengan baik, karna Jenlie memiliki pemikiran yang luas serta kepribadian yang bagus.


"Baiklah saya akan membawa anak anak saya pulang, saya harap nona bisa meringankan hukuman suami saya." ucap Jenlie Zee penuh dengan harapan.


Dengan segera Jenlie Zee dan ketiga anaknya pergi meninggalkan gudang itu, tak ada anggota pemerintahan yang menghentikan mereka karna takut akan dibunuh oleh Xiao Ziya. Kini hanya tersisa beberapa orang saja di dalam gudang tua itu, suasana menjadi tegang karna mereka sedang memikirkan bagaimana cara keluar dari sana dengan selamat.


"Nona tolong maafkan kesalahan suami saya." ucap Yasmin Zee, sepertinya ia ingin menggunakan cara yang sama dengan Jenlie tadi.


"Mengapa saya harus memaafkan pria bodoh itu?." tanya Xiao Ziya dengan nada bicara yang tak bersahabat. Yasmin Zee mulai gelagapan mencari sebuah alasan agar suami tercintanya itu selamat.


"Suami saya memang salah mengenai hal ini, nona pasti memahami bahwa setiap manusia bisa melakukan kesalahan." ucap Yasmin Zee yang mulai menjelaskan mengenai hal hal berbau kemanusiaan, Xiao Ziya tersenyum miring mendengar ceramah dari wanita itu.


"Anda sedang membicarakan prihal kemanusiaan pada saya? anda sedang bercanda?." ucap Xiao Ziya yang tak memandang Yanzuro Zee sebagai manusia.


Yasmin diam sebentar ia harus memikirkan cara lain agar keluarganya dapat pulang tanpa luka sedikitpun, jika Jenlie saja dapat melakukan hal itu maka iapun juga bisa.


"Saya rela menukar nyawa saya untuk kebebasan suami dan anak anak saya." ucap Yasmin Zee dengan ragu ragu, ia berharap agar Xiao Ziya menolak sarannya itu.


Xiao Ziya seperti sedang berfikir padahal ia hanya mengulur waktu saja agar Yasmin Zee yakin bahwa Ziya tak akan menyetujui hal tersebut. Cukup lama Xiao Ziya tak mengatakan apapun kemudian gadis itu melihat ke arah Yanzuro Zee dan Yasmin Zee secara bergantian.


"Baiklah jika itu yang nyonya Yasmin inginkan. Maka saya akan mengambil nyawa anda sebagai ganti dari keselamatan suami dan anak anak anda." ucap Xiao Ziya dengan ekspresi puas.


Wajah Yasmin Zee berubah menjadi pucat, bagaimana dia bisa menukar nyawanya untuk keselamatan suami dan anak anaknya sendiri?. Yasmin Zee sedang berfikir jika ia mati saat ini maka suaminya akan menikah dengan wanita lain untuk menggantikan posisinya, jika hal itu terjadi besar kemungkinan anak anak yang ia lahirkan dan besarkan dengan susah payah akan melupakannya seiring waktu.


"Mengapa kau melakukan hal ini istriku, aku tak akan bisa hidup tanpamu." ucap Yanzuro Zee dengan segala kebucinnanya yang membuat Xiao Ziya geli.


"Ini saat yang tepat bagi wanita ini untuk menunjukkan seberapa besar cintanya pada kalian." ucap Xiao Ziya dengan santai, dia tau jika Yasmin Zee tak ingin berkorban untuk siapapun. Yasmin dengan sengaja mengatakan hal itu untuk menarik simpati dari Xiao Ziya.


"Baiklah jika itu yang kau inginkan istriku, terimakasih karna telah berkorban untuk kami." ucap Yanzuro Zee dengan perasaan lega, setelah ini ia bisa pulang ke rumah dengan anggota tubuh lengkap.


Yasmin Zee tak tau harus mengatakan apa, karna kebodohannya sendiri ia terjebak dalam situasi seperti ini. Wanita itu sedang berfikir sangat keras agar bisa kembali dengan nyawa yang masih menyatu dalam badan, setelah cukup lama berfikir Yasmin tak menemukan ide apapun.

__ADS_1


"Ada sesuatu yang ingin saya tanyakan pada Anda tuan Yanzuro." ucap Xiao Ziya dengan tatapan penuh selidik, mengapa pria itu pasrah pasrah saja ketika istrinya memiliki inisiatif menukar nyawanya untuk keselamatan sang suami dan anak anaknya?.


"Cih, apa lagi yang ingin kau tanyakan padaku. Apa kau belum puas merebut banyak hal dariku." ucap Yanzuro Zee dengan nada kesal. Jika gadis itu tak kembali ke dunia tempat tinggalnya, mungkin sekarang ia sudah duduk di kursi pemerintahan lagi.


Ada beberapa hal yang membuat Yanzuro Zee sangat berambisi kembali memimpin di dunia semesta tingkat rendah, pertama gaji yang dimiliki seorang pemimpin sangatlah tinggi dengan begitu Yanzuro Zee bisa membeli apapun yang ia mau, kedua seorang pemimpin memiliki otoritas tertinggi dan bisa melakukan hal hal yang tak bisa dilakukan penduduk biasa, ketiga seorang pemimpin bebas menambah mengurangi dan menghapus peraturan yang dibuat pemimpin sebelumnya, keempat seorang pemimpin dipandang tinggi oleh penduduk biasa, kelima seorang pemimpin mendapatkan banyak fasilitas elit seperti rumah, mobil, dan masih banyak hal lainnya.


"Saya tak merebut apapun dari anda, masa menjabat anda telah habis jadi salahkah jika saya ingin duduk di kursi pemerintahan?." ucap Xiao Ziya dengan wajah polosnya, perkataan gadis itu memang benar dan tak ada anggota pemerintahan yang ingin membantah.


"Kau itu orang asing, tentu tak layak menjadi pemimpin." teriak Yanzuro Zee dengan suara keras dan lantang. Alasan yang sama terus ia ulang ulang agar Xiao Ziya sadar bahwa orang asing tak boleh memimpin di dunia semesta tingkat rendah ini.


"Diamlah suaramu sangat mengganggu pendengaran saya." ucap Xiao Ziya dengan tatapan sinis yang ia berikan pada Yanzuro Zee.


"Jadi nyonya Yasmin apa anda benar benar ingin menukar nyawa anda yang sangat berharga dengan pria seperti ini?." ucap Xiao Ziya yang membuat Yasmin Zee bisa bernafas sedikit lega karna memiliki kesempatan untuk menyelamatkan nyawanya.


"Menurut nona apakah saya harus melakukan hal itu?." tanya Yasmin Zee yang membalikkan pertanyaan pada Xiao Ziya.


"Saya tak peduli dengan keputusan kalian, cepatlah waktu saya sangat terbatas." ucap Xiao Ziya yang tak ingin membuang buang waktunya yang sangat berharga hanya untuk menyelesaikan masalah ini.


"Saya tak bisa mengambil keputusan sendiri." ucap Yasmin Zee dengan air mata palsu yang ia keluarkan, sudah sangat jelas jika wanita itu tak ingin dibenci oleh suami dan anak anaknya.


"Baiklah, kalian semua harus mati?." ucap Xiao Ziya dengan senyuman iblis miliknya. Gadis itu mengambil ratusan jarum perak dari dalam cincin semesta ia memasukan semua jarum perak itu kedalam sebuah cairan berwarna hijau tua. Setelah ujung dari jarum perak berubah menjadi hijau dengan cepat Xiao Ziya melemparkannya pada Yanzuro Zee, Yasmin Zee, dan ketiga anak mereka. Ratusan jarum perak berlumur racun itu mengenai titik akupuntur mereka.


"Apa yang kau lakukan pada kami." ucap Yasmin Zee yang tumpang ke tanah karna kakinya sangat lemas, anggota tubuhnya sangat sulit untuk digerakkan semua terasa sangat lemas.


"Kau, bukankah kau berjanji akan mengampuni nyawaku dan anak anakku jika wanita ini mengorbankan dirinya?." ucap Yanzuro Zee yang sangat terkejut dengan tindakan Xiao Ziya, andai saja istrinya tak ragu ragu mengorbankan diri maka nyawanya akan selamat.


"Nikmatilah sisa sisa waktu kalian, racun ini membutuhkan waktu dua hari untuk menghilangkan nyawa kalian." ucap Xiao Ziya dengan sangat puas, gadis itu menarik tangan Anzu Zee keluar dari gudang itu.


Anzu Zee sedari tadi hanya diam karna tau tau harus berkomentar apa, ia juga tak ingin memperkeruh masalah yang telah ia buat. Untunglah pria itu masih memiliki sedikit kepintaran, jika tidak ia akan bertindak gegabah seperti Yanzuro Zee.


Xiao Ziya dan Anzu Zee saat ini berada di pusat Kota Cenzi, entah apa yang ingin Xiao Ziya lakukan pada pria itu. Saat ini perasaan Anzu Zee bercampur aduk, ia senang karna bisa keluar dari gudang itu dengan selamat dilain sisi ia juga tak tenang menanti hukuman yang akan diberikan berikan oleh gadis itu padanya.


"Anda tau saya paling benci ketika ada seseorang yang menghianati saya, dan anda telah melakukan hal itu." ucap Xiao Ziya dengan nada dingin dan aura yang sangat mengintimidasi Anzu Zee.


"Saya tau telah melakukan kesalahan fatal dan siap menerima hukuman." ucap Anzu Zee tanpa ragu ragu, saat ini istri dan anak anaknya selamat. Dengan begitu Anzu Zee bisa pergi dengan tenang jika Xiao Ziya memiliki rencana untuk membunuhnya.


"Karna kebaikan dan ketulusan dari istri anda saya akan memberi satu kesempatan lagi." ucap Xiao Ziya tetap dengan nada dingin, ini adalah kali pertama bagi gadis itu memberi kesempatan kedua pada orang luar. Orang pertama yang mendapat banyak kesempatan memperbaiki diri dari Xiao Ziya adalah Xiao Yan, pemuda itu sering kali membuat kesalahan.


Anzu Zee terpaku untuk beberapa saat, perkataan yang gadis itu katakan tak bisa ia percaya dengan sekali dengar. Kali ini ia bisa selamat dari kematian karna kepercayaan dan keyakinan sang istri bahwa gadis yang ada di hadapannya itu bukanlah orang jahat yang sengaja datang ke dunia semesta tingkat rendah untuk mengambil alih dunia ini dan memusnahkan seluruh penduduk asli.


"Terimakasih atas kesempatan yang telah anda berikan pada saya, kali ini saya tak akan menghianati atau mengecewakan anda lagi." ucap Anzu Zee dengan sepenuh hati, untuk kedepannya ia akan mempercayai perkataan sang istri.


"Berterimakasih pada istri anda, walaupun saya tak jadi memenggal kepala anda bukan berarti saya akan membebaskan Anda dari hukuman." ucap Xiao Ziya, ia akan memberikan hukuman pada pria itu. Sebuah hukuman ringan yang akan membantu pekerjaan Xiao Ziya selama berada di dunia semesta tingkat rendah.


"Saya siap menerima hukuman itu." ucap Anzu Zee.


"Saya menyewa sebuah rumah di pinggiran kota, rumah itu memiliki tiga lantai. Di sana ada dua puluh rekan saya, hal yang harus anda lakukan adalah memberi eveluasi pada keduapuluh rekan saya mengenai dunia semesta tingkat rendah, anda juga harus memberi penjelasan bagaimana cara kerja dunia ini, mata uang apa yang digunakan, bagaimana cara bertransaksi, dan banyak hal lagi. Jika anda melakukan tugas itu dengan baik, maka keamanan keluarga anda akan dijamin oleh rekan rekan saya." ucap Xiao Ziya dengan tatapan penuh arti.


Anzu Zee cukup tercengang dengan hukuman yang diberikan oleh Xiao Ziya, ini bukanlah sebuah hukuman yang ada di fikiran pria itu. Anzu Zee sempat berfikir ia akan pulang dengan kondiri tubuh yang tak utuh, ataupun mendapat hukuman yang sangat sulit.


"Mengapa anda memberikan hukuman ringan pada saya?." tanya Anzu Zee karna merasa penasaran.


"Ini bukanlah hukuman yang ringan, hukuman ini akan menguras waktu dan tenaga anda. Mengajari dua puluh orang rekan saya itu bukanlah hal yang mudah, lagipula saya tak punya banyak waktu untuk memperkenalkan dunia ini pada mereka." jawab Xiao Ziya dengan sangat jelas, Anzu Zee mengangguk faham.


"Baik, saya akan menjalankan hukuman ini dengan sungguh sungguh."ucap Anzu Zee dengan semangat membara.


"Kau harus mengajari mereka hingga mereka mengerti." ucap Xiao Ziya yang tiba tiba saja hilang. Anzu Zee tampak kebingungan melihat kesekitarnya, mungkin pria itu lupa jika Xiao Ziya berasal dari dunia lain.


"Ah saya lupa jika gadis itu bisa menggunakan sihir." ucap Anzu Zee yang memukul kepalanya pelan. Pria itu berjalan ke rumah untuk berpamitan pada istri dan anak anaknya, tugas ini pasti memakan waktu berbulan bulan. Walau begitu Anzu Zee tetap bersyukur masih bisa menikmati hidupnya dengan anggota tubuh yang utuh.

__ADS_1


Hai hai semua maaf lama ga up karna beberapa alasan yang ga bisa aku kasih tau ke kalian. Gimana kabar kalian semoga sehat selalu. Jangan lupa follow author, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.


__ADS_2