RATU IBLIS

RATU IBLIS
Pesta Jamuan Makan Malam


__ADS_3

Semua sudah memakan roti mereka, sisa roti yang ada Xiao Ziya bagikan pada penduduk yang ada di sekitar camp camp para prajurit. Xiao Ziya berjalan jalan di sekitar sana untuk melihat persiapan jamuan makan malam, ternyata setiap desa melakukan persiapan dengan sungguh sungguh bahkan setiap rumah penduduknya juga di hias dengan cantik.


"Wah ini sangat luar biasa." ucap Xiao Ziya yang merasa senang melihat antusias penduduk.


Tatapan penduduk Kekaisaran Lungzo yang tadinya penuh rasa curiga kini berubah menjadi tatapan hangat dan ramah. Ternyata gadis yang berperang dengan kaisar mereka adalah gadis baik, para penduduk juga baru tau jika gadis itu dihina oleh sang kaisar dan juga keluarganya pada saat kunjungan pertama ke Kekaisaran Lungzo.


"Selamat datang nona, apakah nona ingin saya antar melihat lihat persiapan warga saya." ucap salah seorang kepala desa saat melihat kedatangan Xiao Ziya ke desanya.


"Apakah semuanya berjalan dengan lancar?." tanya Xiao Ziya yang melihat lihat kesekitar.


"Semua warga saya sangat antusias dalam menyiapkan jamuan makan malam sekaligus pesta kemenangan nona." ucap kepala desa itu yang melihat Xiao Ziya. Gadis manis dan lucu itu begitu kuat siapa yang tau dibalik wajahnya yang cantik terdapat keganasan yang luar biasa.


"Kalian tak merasa sedih karna kaisar dan keluarganya telah kulenyapkan?." tanya Xiao Ziya yang sedikit heran dengan respon penduduk Kekaisaran Lungzo yang memang terlihat baik baik saja bahkan mereka tak menangis saat mendengar Kaisar Lu Yunha meninggal di medan peperangan.


"Kami tak merasa sedih nona, karna kaisar juga tak peduli pada kami." ucap kepala desa yang mengingat tentang kekejaman yang dilakukan oleh kaisar. Banyak warganya yang merasa tertekan dengan pajak yang begitu tinggi tak sesuai dengan penghasilan mereka.


"Saya akan memilih pemimpin yang lebih baik untuk kalian." ucap Xiao Ziya yang tersenyum dengan ramah.


Setelah selesai mengechek semua persiapan pesta jamuan makan malam, Xiao Ziya kembali ke camp camp prajurit untuk melihat apakah dari mereka ada yang terluka parah atau tidak saat peperangan.


"Apakah di camp kalian ada yang terluka parah?." tanya Xiao Ziya yang memasuki sebuah camp yang sangat pekat dengan bau darah.


"Salah satu teman kami sedang kritis nona dan terus terusan mengeluarkan darah." ucap seorang prajurit yang terlihat sedih. Saat melihat kesudut camp Xiao Ziya melihat seorang pria yang terluka cukup parah, perban yang di balut di perut prajurit itu terus menerus mengeluarkab darah.


"Tenang saja temanmu akan sembuh." ucap Xiao Ziya yang menghampiri prajurit yang terluka. Ia melihat kedalam cincin semestanya untuk melihat pil apa yang cocok untuk prajurit itu.


Sebuah pil berwarna biru tua ia ambil dan masukkan kedalam mulut prajurit yang sedang terluka itu. Sedangkan prajurit lain yang melihat apa yang dilakukan Xiao Ziya hanya bisa melihat dan pasrah saja karna mereka tak bisa menahan Xiao Ziya untuk melakukan apapun yang ia mau. Yang mereka harapkan teman mereka yang sedang terluka itu tak mati karna keracunan pil obat yang salah.


Prajurit yang terluka itu tiba tiba saja memuntahkan seteguk darah, Xiao Ziya membersihkannya dengan sebuah kain berwarna hitam. Xiao Ziya tetap ada di sana hingga prajurit itu sadar, setelah satu jam berlalu prajurit itu mulai membuka matanya dan menggerakkan tangannya pelan. Luka yang ada di perut yang tadinya terus menerus mengeluarkan darah sekarang sudah berhenti.


"Paman beristirahatlah kondisimu belum pulih sepenuhnya." ucap Xiao Ziya yang membuat prajurit itu terkejut. Siapa yang akan menyangka bahwa yang mengobatinya adalah master Ziya.


"Trimakasih atas kemurahan hati master yang mau merawat teman kami." ucap prajurit lain yang ada di camp itu.


Xiao Ziyapun berpamitan untuk melihat ke camp camp yang lain ada beberapa prajurit yang terluka parah namun sekarang kondisi mereka sudah membaik setelah diberi pil oleh Xiao Ziya.


"Hah untung saja tak banyak yang terluka parah." ucap Xiao Ziya yang merasa lega karna dalam peperangan kali ini tak ada prajurit di pihaknya yang mati di medan perang. Walaupun itu adalah hal yang biasa namun tetap saja Xiao Ziya ingin mereka tetap hidup agar bisa kembali ke keluarga mereka yang sedang menunggu di rumah.


"Adik Ziya." ucap Felix yang berlari ke arah Xiao Ziya.


"Mengapa kau berlari lari seperti itu?." tanya Xiao Ziya yang merasa bingung kenapa sahabatnya itu terlihat begitu panik apakah telah terjadi sesuatu yang buruk.

__ADS_1


"Di istana telah terjadi perebutan posisi kaisar oleh para bangsawan setempat." ucap Felix yang memberitaukan apa yang sedang tejadi di istana Kekaisaran Lungzo.


Mendengar apa yang dikatakan Felix membuat Xiao Ziya geram, ia langsung pergi menuju istana Kekaisaran Lungzo. Belum ada sehari ia memenangkan peperangan ini mengapa sudah ada orang orang bodoh yang memperenutkan kekuasaan dan apa hak mereka sehingga melakukan hal yang memalukan seperti itu.


Xiao Ziya dan Felix sudah sampai di istana Kekaisaran Lungzo, benar saja ada dua keluarga bangsawan yang sedang memperebutkan posisi kaisar.


"Berhenti, apa hak kalian berdua bertengkar di sini." ucap Xiao Ziya yang membuat Keluarga Bangsawan Yuo-Liu dan Keluarga Bangsawan Sin-Lu yang sedang bertengat itu berhenti dan melihat ke arah Xiao Ziya.


"Tentu saja kami adalah keluarga bansawan yang ada di kekaisaran ini." ucap Yourongzo yang merupakan kepala keluarga dari Keluarga Bangsawan Yuo-Liu.


Jadi mereka merasa memiliki hak untuk duduk di singgasana kekaisaran hanya karna mereka adalah keluarga bangsawan dari Kekaisaran Lungzo? saat peperangan terjadi mereka memilih untuk tak ikut campur namun saat peperangan selesai dan kaisar mereka kalah malah sibuk ribut tentang posisi kaisar apakah mereka sedang bercanda.


"Kaisar kalian telah kalah untuk itu kalian tak memiliki hak apapun." ucap Xiao Ziya yang menatap mereka dengan tajam.


"Posisi kaisar tak boleh kosong untuk itu kami berdua ingin mengisinya." ucap Lu Mog yang merupakan kepala Keluarga Bangsawan Sin-Lu.


"Yang berhak untuk menentukan siapa yang akan duduk di singgasana kaisar adalah saya jadi kalian tak perlu ikut campur." ucap Xiao Ziya yang memberitau pada kedua kepala keluarga itu untuk tak ikut campur tentang siapa yang nanti akan ia pilih menjadi kaisar.


"Tapi kami berdua lebih layak daripada keluarga bangsawan yang lain." ucap Yuorungzo dan Lu Mog secara bersamaan.


"Layak tidaknya saya yang memutuskan, pergilah sebelum kepala kalian berdua terpisah dari badan." ucap Xiao Ziya yang meminta kedua kepala keluarga itu untuk pergi.


Mereka yang tak bisa melakukan apapun itu akhirnya pergi dengan perasaan kesal. Mereka berdua sedang bertanya tanya siapa gadis yang mengusir mereka tadi. Itulah yang akan terjadi jika saat peperangan berlangsung namun mereka hanya berdiam diri di dalam rumah mereka saja.


Xiao Ziya sedang ada di istana Kekaisaran Lungzo bersama dengan kakak laki lakinya. Ia sededang mempertimbangkan siapa yang layak menjadi Kaisar dari Kekaisaran Lungzo.


"Apakah diantara kalian ada yang mau menjadi kaisar?." tanya Xiao Ziya pada semua kakak laki lakinya yang sudah berlumpul.


Dengan serempak mereka menggelengkan kepala, entah apa yang ada di fikiran semua kakak laki laki Xiao Ziya mengapa mereka tak mau menjadi seorang kaisar.


"Kami semua hanya ingin melindungi adik Ziya." ucap mereka semua secara serempak. Xiao Ziya hanya bisa menghela nafasnya pelan karna semua kakak laki lakinya memang berbeda.


"Baiklah lalu siapa menurut kalian yang pantas menduduki posisi kaisar Wilayah Kekaisaran Lungzo." ucap Xiao Ziya yang masih mempertimbangkan semuanya dengan hati hati. Lalu dia teringat bahwa Keluarga Bangsawan Mung-e yang merupakan keluarga dari Muyen. Mungkin mereka bisa menjadi keluarga kekaisaran yang baru.


"Baiklah aku sudah memutuskan semuanya." ucap Xiao Ziya yang membuat semua kakak laki laki melihat kearahanya.


"Siapa yang akan adik pilih menjadi kaisar baru?." ucap Xiao Yan yang ingin tau siapa yang adiknya pilih menjadi kaisar.


"Paman Murong Xu." ucap Xiao Ziya yang mendapatkan persetujuan dari semua kakak laki lakinya.


Tak ada yang lebih pantas dari Murong Xu karna ia sudah tau dengan jelas seluk beluk Kekaisaran Lungzo, selain itu Murong Xu juga memiliki kemampuan untuk memimpin dengan baik, semoga saja pilihannya kali ini benar.

__ADS_1


Xiao Ziya pergi ke untuk melihat persiapan para penduduk desa yang sudah siap seratus persen. Hari sudah sore dan semua orang sedang menyiapkan diri mereka untuk pergi ke pesta jamuan makan malam.


Xiao Ziya menggunakan gaun berwarna merah muda yang sangat lucu dan sangat menggemaskan, semua prajurit sudah mengganti zirah mereka menjadi baju biasa. Mereka sudah berkumpul di tempat yang Xiao Ziya minta. Tiga puluh enam ribu prajurit terpencar menjadi di sepuluh desa yang ada di Kekaisaran Lungzo.


Xiao Ziya yang ada di istana Kekaisaran Lungzo sedang mempersiapkan dirinya untuk hadir ke pesta. Para kakak laki laki Xiao Ziya sudah bersiap dan menunggu gadis itu di depan gerbang istana Kekaisaran Lungzo.


Seorang gadis yang memakai gaun berwarna merah muda dengan hiasan rambut bunga yang ada di rambut membuat sang gadis terlihat begitu cantik apalagi dengan pancaran cahaya bulan yang menyoroti wajah Xiao Ziya membuat gadis itu menjadi lebih berseri seri.


"Hah adik kita memang sangat cantik.'' ucap Xiao Xun yang terpanah saat melihat kecantikan dari Xiao Ziya yanh baru saja keluat dari istana Kekaisaran Lungzo.


" Apakah boleh menikah dengan adik sendiri?." ucap Pangeran Anz yang sudah jatuh dalam kecantikan Xiao Ziya yang tiada duanya.


"Hey kau jangan berhayal seperti itu." ucap Pangeran Zeeling yang sedang mengingatkan adik laki lakinya itu untuk tetap berfikir dengan jernih.


Para kakak laki laki Xiao Ziya membukakan jalan untuk gadis itu. Kini Xiao Ziya berjalan di barisan paling depan diikuti pria pria tampan di belakangnya. Mungkin orang yang tak kenal dengan Xiao Ziya akan mengira bahwa pria pria tampan yang ada di belakang gadis itu adalah kekasih kekasihnya.


"Lihatlah master Ziya terlihat begitu indah." ucap salah seorang prajurit yang melihat iring iringan Xiao Ziya.


"Semua pemuda yang ada di belakangnya juga sangat tampan." ucap prajurit yang lain.


Kini Xiao Ziya dan semua kakak laki lakinya tengah menjadi sorotan. Xiao Ziya berhenti di sebuah panggung yang lumayan tinggi. Panggung itu memang disediakan untuk dirinya.


"Selamat malam semuanya, trimakasih telah datang di acara pesta jamuan makan malam atas kemenangan kita semua. Trimakasih untuk para penduduk setempat yang sudah mau repot repot menyiapkan semua ini. Saya merasa sangat terharu sekaligus senang ketika kalian semua mau membela saya dan ikut berperang di sini. Kepada semua kakak laki kali saya trimakasih tanpa kalian saya bukanlah apa apa. Saya sangat mencintai kalian semua." ucap Xiao Ziya yang menitihkan air matanya, ia merasa sangat bahagia ada di tengah tengah mereka yang sangat menyayanginya. Mungkin ini adalah salah satu keberuntungan yang Xiao Ziya miliki.


"Aaa jangan menangis adikku." ucap Pangeran Zeeling yang tak tahan saat melihat Xiao Ziya menetaskan air matanya.


"Iya adik Ziya jangan menangis ya, kami semua mencintaimu." ucap Xiao Yan yang sedang menghibur adiknya. Ini kedua kalinya ia melihat sang adik menangis seperti itu.


Yang pertama saat Xiao Ziya tau bahwa ia adalah adik beda ibu dengan Xiao Yan dan juga Xiao Xun. Tentu saja hal itu membuat Xiao Ziya merasa terpukul dan juga sedih karna gadis itu selalu mengira mereka adik kakak kandung. Yang kedua adalah saat ini Xiao Ziya sedang menangis sejadi jadinya karna ia merasa sangat terharu.


Ternyata dibalik kematiannya di saat ia masih menjadi seorang mafia dan tiba tiba masuk kedalam tubuh seorang gadis bernama Xiao Ziya yang ternyata adalah dirinya sendiri di masa lalu. Semua itu menyimpan banyak misteri dan juga hal hal indah yang belum pernah gadis itu rasakan.


"Adik kemarilah." ucap Xiao Xun yang meminta Xiao Ziya untuk turub dari panggung yang sangat tinggi itu.


Xiao Ziyapun turun secara perlahan karna hingga sekarang gadis itu masih menangis. Setelah sampai di bawa kakak laki laki Xiao Ziya mengelilingi gadis itu dan memberi semangat. Beberapa kakak laki lakinya yang lain memeluk gadis itu untuk meredakan tangis dari Xiao Ziya.


"Baiklah karna adik saya yang sepertinya masih menangis haru kalian semua bisa menikmati pesta ini." ucap Xiao Yan yang mengambil alih acara karna tak mungkin untuk Xiao Ziya untuk tetap berdiri di atas sana dengan kondisi yang seperti itu.


Para prajurit dan penduduk yang ada di sana mulai menikmati pesta yang telah dipersiapkan. Makan makanan yang disediakan sangat banyak dan enak juga. Semua makan dengan dengan lahap.


"Jika adik masih belum merasa baik adik bisa kembali terlebih dahulu ke istana Kekaisaran Lungzo." ucap Xiao Yan yang meminta agar Xiao Ziya mau kembali ke istana Kekaisaran Lungzo untuk menenangkan diri.

__ADS_1


Xiao Ziya hanya menggeleng gelengkan kepalanya sebagai pertanda bahwa ia tak ingin kembali ke istana kekaisaran Lungzo karna ia memang ingin tetap ada di sana dan menikmati pesta.


Hai hai aku update lagi ya, ah maaf covernya ganti karna ini cover eksklusif dari Noveltoon mereka udah pasang otomatis gitu guys semoga kalian suka ya. Jangan lupa follow aku ya, vote yang masih punya tiket vote, gift hadiah apapun, Komen ya buat ninggalin jejak, like like like, rate, share, tips juga.


__ADS_2