
Xiao Ziya yang saat ini masih berada di Akademi Merpati berharap semuanya baik baik saja di sana. Ia ingin segera kembali namun masih ada empat hari ia harus berada di Akademi Merpati.
"Ku harap mereka baik baik saja." ucap Xiao Ziya yang ingin bertelepati pada Aron lagi namun entah mengapa ia sangat kesulitan untuk berkonsentrasi.
Xiao Ziya akhirnya keluar dari paviliunnya ia sedang mencari udara segar agar bisa menenangkan fikirannya yang sedang kacau. Gadis itu berjalan jalan di sekitar Akademi Merpati.
Saat ini Xiao Cunyu dan kedua putranya sudah berada di Klan Xiao, mereka tengah mengistirahatkan badan mereka yang kelelahan itu karna terlalu banyak menggunakan energi Qi. Mereka juga sangat bersyukur karna Xiao Ziya telah mengirimkan ribuan prajurit untuk membantu mereka.
"Syukurlah adik Ziya mengirim bantuan." ucap Xiao Xun yang tersenyum tipis.
Ia masih merasa bersalah karna menganggap semua ini terjadi karnanya. Jika saja ia tak gegabah untuk mengajak ayah dan kakak laki lakinya untuk pergi ke Klan Ling dan menyampaikan jawaban mereka mungkin semua ini tak akan terjadi. Xiao Yan yang melihat adik laki lakinya itu sedang menunduk sedih sangat mengerti apa yang sedang difikirkan oleh Xiao Xun.
"Sudahlah kau tak perlu menyalahkan dirimu sendiri seperti itu." ucap Xiao Yan yang sedang menghibur Xiao Xun.
"Apakah adik Ziya akan marah padaku nanti?." ucap Xiao Xun yang tak bisa membayangkan bagaimana reaksi dari adik perempuan kesayangannya itu.
"Tidak, adik kita tak akan marah. Pasti saat ini adik Ziya sangat cemas." ucap Xiao Yan.
Setelah itu mereka berdua memutuskan untuk tinggal di Klan Xiao untuk hari ini karna esok Xiao Yan harus kembali ke istana Kekaisaran Qiyu sedangkan Xiao Xun harus kembali ke Akademi Kekaisaran Qiyu dan bertrimakasih pada murid murid akademi yang sudah bersedia membantu mereka.
Sedangkan Ling An saat ini masih berada di Klan Ling, pria itu tengah memandangi jazad dari kakak angkatnya itu. Ling An sangat sedih ketika harus menerima kenyataan bahwa Ling Anhi sudah tiada namun ia tak bisa melakukan apapun karna apa yang dilakukan oleh kakak laki laki angkatnya itu memang sudah sangat keterlaluan.
"Jika jiwamu berreingkarnasi lagi semoga kau bisa bertemu dengan orang tua kandungmu." ucap Ling An yang membawa jazad Ling Anhi untuk dikuburkan di suatu tempat yang agak jauh dari Klan Ling.
Di tempat lain saat ini Xiao Ziya sudah mengelilingi Akademi Merpati sebanyak lima kali namun tetap saja kekhawatirannya tak bisa berkurang walau hanya satu persen saja. Gadis itu sangat takut jika sesuatu terjadi pada orang orang yang ia sayangi terutama pada ayah dan kedua kakak laki lakinya.
"Apa yang harus ku lakukan." ucap Xiao Ziya yang merasa sangat bingung dia juga belum tau sejauh mana kekuatan dari pasukan Khusus miliknya.
Xiao Ziyapun kembali ke kamarnya dan mencoba berletepati dengan Aron lagi dan akhirnya tersambung juga.
"Bagaimana keadaan ayah dan kedua kakak laki laki saya?." tanya Xiao Ziya pada Aron dalam batinnya.
"Semuanya aman terkendali nona, pasukan anda berhasil mengalahkan seribu delapan ratus kultivator tingkat jenderal sedangkan Ling Anhi dalang dari semua ini telah mati di tangan salah satu jenderal iblis anda." ucap Aron yang melaporkan apa yang terjadi secara singkat.
"Baiklah kalau begitu, tolong selidiki siapa saja murid Akademi Kekaisaran Qiyu yang membantu karna saat kembali nanti saya akan memberikan sedikit hadiah sebagai tanda trimakasih pada mereka." ucap Xiao Ziya dalam batinnya. Seperti biasa Aron menyanggupi perintah dari nonanya itu.
Telepati antar keduanyapun terputus, kini Xiao Ziya bisa bernafas dengan sedikit lega karna semua orang yang ada di pihaknya kembali dalam keadaan selamat dan hanya beberapa orang yang terluka.
__ADS_1
Xiao Ziya kali ini memutuskan untuk tetap tinggal di dalam paviliunnya dalam dua hari kedepan, karna ia ingin memperkuat dirinya lagi saat ini Xiao Ziya sudah berada di tingkat Kaisar Langit tahap akhir dan sebentar lagi akan menerobos ke alam dewa. Walaupun begitu Xiao Ziya masih merasa bahwa dirinya masih sangat lemah, banyak orang orang yang lebih kuat daripada dia dan mungkin saja suatu saat nanti ia harus berhadapan dengan orang yang tingkatannya sangat tinggi.
"Aku harus bisa menerobos ke alam dewa dalam dua hari." ucap Xiao Ziya yang sangat optimis. Gadis itu bersila dan mulai berkonsentrasi untuk menyerap energi dari mawar es dan mawar api yang ada di dalam dunia spiritualnya.
Waktu berlalu dengan sangat cepat Xiao Ziya telah mengurung dirinya di dalam salah satu kamar yang ada di paviliunnya. Xi Sunbi yang tak melihat Xiao Ziya selama dua hari terakhir merasa khawatir jika ada sesuatu yang terjadi pada Xiao Ziya. Akhirnya Kepala Akademi Merpati pergi ke paviliun milik Xiao Ziya.
Namun di depan gerbang masuk paviliun milik Xiao Ziya ada dua ekor srigala yang merupan binatang sihir milik Xiao Ziya yang sedang berjaga.
"Hai manusia apa yang ini kau lakukan di sini?." tanya Mongi nama dari srigala api milik Xiao Ziya.
"Ah kalian bisa berbicara rupanya, saya sudah tak melihat nona Xiao Ziya selama dua haru sehingga saya sangat khawatir padanya." ucap Xi Sunbi yang mengucapkan maksut kedatangannya mencari Xiao Ziya.
"Nona kami sedang berkultivasi kami harap anda tidak mengganggunya." ucap Mongi yang mengusir Xi Sunbi dengan perkataan yang sangat halus.
Akhirnya Xi Sunbi pergi karna tak ingin menggangu proses kultivasi dari nona Xiao Ziya. Kedua srigala itu setia menjaga paviliun milik Xiao Ziya agar tak ada manusia lain yang berani masuk dan mengganggu nona muda mereka.
Sebuah ledakan energi pada tubuh Xiao Ziya, cahaya putih yang sangat menyilaukan melesat jauh ketas langit gadis itu berhasil masuk ke alam dewa tahap pertama. Langit yang semulanya cerah tiba tiba menjadi hitam suara gemuruh petir terdengar dimana mana bahkan guncangan terjadi di alam dewa. Para dewa yang sedang sibuk dengan urusan masing masing merasa sangat terkejut karna ada seorang manusia biasa yang berhasil menembuh kultivasi alam dewa.
"Siapa yang berhasil menembus tingkatan alam dewa?." ucap dewa Hiloz yang sedang berada di kediamanya.
"Ada apa ini? siapa yang sedang menembus ke alam dewa dengan cahaya seterang ini." ucap Raja Artur yang juga kebingungan dengan fenomena yang sedang berlangsung.
"Apakah ini kelahiran dewa atau dewi abadi?." ucap Dewa Angi yang sedang menebak nebak apa yang sebenarnya terjadi.
"Gadis itu telah berhasil menembus batasannya sebagai manusia biasa." ucap Lee Brian yang sepertinya tau arti dari cahaya menyilaukan yang melesat menembus semua lapisan dunia yang ada di atasnya.
Lee Brian tersenyum senang kemudian ia pergi meninggalkan hutan penyihir hitam untuk pergi ke suatu tempat. Kini perjalanan Xiao Ziya yang sebenarnya akan dimulai.
Setelah setengah jam berlalu akhirnya cahaya putih itu menghilang dan Xiao Ziya sudah terbangun dalam alam sadarnya, gadis itu mulai membuka matanya perlahan ia melihat kesekeliling entah mengapa badannya terasa sangat ringan, kekuatan di dalam dirinya juga bertambah banyak lautan spiritualnya juga meluas.
"Apakah seperti ini rasanya menjadi Kultivator alam dewa." ucap Xiao Ziya yang merasa senang karna telah berhasil menembus ke alam dewa dalam dua hari.
Xiao Ziya keluar dari paviliunnya dan menghampiri kedua srigala yang sudah menjaga paviliunnya selama dua hari.
"Selamat nona sudah berhasil memasuki alam dewa." ucap kedua srigala itu secara serempak, kedua binatang sihir itu terlihat sangat senang karna nona muda mereka berhasi menembus ke tingkatan selanjutnya.
"Trimakasih kalian sudah bersedia menjaga paviliun ini selama dua hari." ucap Xiao Ziya yang mengusap kepala kedua srigalanya itu.
__ADS_1
"Itu adalah kewajiban dan tanggung jawab kami pada nona muda." ucap srigala api dan srigala es yang kini berubah dalam wujud manusia mereka.
Xiao Ziya memutuskan untuk pergi ke ruang kerja kapala Akademi Merpati diikuti dua pria tampan yang ada di belakangnya. Dalam perjalanan ke ruang kerja Kapala Akademi Merpati Xiao Ziya bertemu dengan Wu Ning, gadis yang bertengkar dengannya beberapa hari yang lalu.
"Ternyata kau masih ada di sini." ucap Wu Ning yang sangat tak suka dengan kehadiran Xiao Ziya di sana.
"Memangnya kenapa jika saya masih ada di sini?." ucap Xiao Ziya yang merasa kehadirannya di Akademi Merpati bukan untuk mencari masalah dengan siapapun.
"Kau membuatku sangat iri denganmu. Lalu siapa kedua pria tampan yang ada di belakangmu itu." ucap Wu Ning yang sepertinya tertarik pada Mongi dan juga Yoongi.
"Kami adalah pengikut nona muda." ucap Mongi dan Yoongi secara serempak.
Setelah itu Xiao Ziya langsung pergi begitu saja karna ia tak ada waktu untuk mengurusi Wu Ning yang hanya ingin bertengkar dengannya. Mongi dan Yoongi setia berjalan di belakang Xiao Ziya, Wu Ning yang menyaksikan semua itu mengepalkan tangannya kesal.
"Sialan mengapa gadis itu memiliki segalanya sedangkan aku tidak." ucap Wu Ning yang semakin merasa bahwa dunia ini begitu tak adil padanya.
Saat ini Xiao Ziya sudah sampai di depan ruang kerja kepala Akademi Merpati, Xiao Ziya mengetuk pintu beberapa kali hingga Xi Sunbi mengizinkannya untuk masuk. Akhirnya Xiao Ziya dan kedua pengikutnya itu masuk kedalam ruang kerja Xi Sunbi.
"Ah ternyata nona Ziya silahkan duduk nona." ucap Xi Sunbi yang mempersilahkan Xiao Ziya untuk duduk sedangkan Mongi dan Yoongi berdiri di belakang Xiao Ziya.
Xi Sunbi menatap kedua pria yang ada di belakang Xiao Ziya dengan tatapan menyelidik, ia merasa sangat heran siapa kedua pria itu dan mengapa mereka berdiri di belakang Xiao Ziya tanpa ada niatan untuk duduk di beberapa kursi yang kosong.
"Saya membawa kedua pengikut saya kemari jadi Tuan Xi Sunbi jangan bingung." ucap Xiao Ziya yang mengetahui bahwa kepala Akademi Merpati sedang kebingungan dengan kehadiran Mongi dan juga Yoongi.
"Bagaimana kondisi nona apakah nona baik baik saja? saya sudah tak melihat nona Ziya selama dua hari." ucap Xi Sunbi yang sempat berfikir bahwa Xiao Ziya sedang dalam masalah.
"Saya hanya sedang ingin menyendiri saja jadi kepapa akademi jangan khawatir." ucap Xiao Ziya yang membuat Xi Sunbi merasa tenang sekarang.
"Lalu ada keperluan apa hingga nona Ziya datang kesini?." tanya Xi Sunbi yang ingin tau maksut kedatangan gadis itu ke ruang kerjanya.
"Saat nanti saya kembali ke Kekaiasaran Qiyu saya harap Tuan Xi Sunbi bersedia tinggal di paviliun saya, tuan bisa memilih sebuah kamar kosong namun kamar dengan pintu warna emas adalah milik saya." ucap Xiao Ziya yang ingin Xi Sunbi menempati paviliunnya selama ia tak ada di Akademi Merpati nantinya.
"Bagaimana jika ketua lain ingin ikut masuk?." tanya Xi Sunbi yang merasa senang sekaligus bingung karna ia bisa tinggal di sebuah paviliun yang luas.
"Mereka boleh tinggal selama tak menyentuh ruangan ruangan yang pintunya berwarna emas." ucap Xiao Ziya yang memberi izin selama petinggi Akademi Merpati yang lain tak menggangu privasinya.
Hai hai semuanya aku kembali lagi setelah rehat satu hari. Jangan lupa follow buat yang belum follow aku, vote yang masih punya tiket vote, gift hadiah apapun bunga juga boleh, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share ke temen temen kalian, tips juga.
__ADS_1