RATU IBLIS

RATU IBLIS
65


__ADS_3

Andre masuk kedalam villa sambil menggendong Hermione, Dimas yang sedang duduk bersama yang lain heran kecuali teman iblisnya.


"Dara kenapa lo gendong?" tanya Dimas.


"Ketiduran" jawab Andre.


"Untung ada lo Dre kalau gak ada Dara udah diculik sama bule yang lagi jalan-jalan disini" ucap Evan.


"Sembarangan lo" ucap Iliana memukul kepala Evan.


"Udahlah gue mau bawa dia kekamar dulu" ucap Andre langsung pergi.


Reno yang melihat Hermione masih terlelap digendongan Andre cemburu, dia hanya bisa menghembuskan nafas kasar. Sama seperti Ariel dan Dimas.


"Romantis banget" ucap Wawa.


"Iya banget, jadi pengen deh" ucap Santi.


"Nanti ya aku gendong" ucap Sani.


"Apasih" ucap Santi malu.


"Gue mau istirahat dulu capek" ucap Mona lalu berdiri.


"Ikut" ucap Julio ikut berdiri.


Yang lain juga ikut istirahat, Reno pergi keteras villa untuk menenangkan hati dan pikirannya.


"Kakak kau sudah membuatku gila" ucap Reno pelan.


"Setiap aku bertemu dengan kakak pasti kakak membuat aku cemburu dan cemburu" ucapnya lagi.


Reno beberapa kali menghembuskan nafas kasar, dia melihat orang-orang yang berlalu lalang disana.


Malam harinya Iliana, Mona dan Dela sedang berada didapur. Mereka sibuk dengan peralatan masak, yang lain belum keluar dari kamarnya.


"Ribet banget masak ya" ucap Dela.


"Iya bener pakai kekuatan ajalah dari pada pusing kayak gini" ucap Mona.


"Kalian urus, gue mau pantau keadaan kalau udah ada kode dari gue baru lakuin" ucap Iliana berjalan pergi.


Iliana melihat sekeliling dari ujung keujung dia lihat setelah merasa aman dia mengode Mona dan Dela. Mona dan Dela langsung menjentikkan jarinya seketika banyak makanan dan minuman yang sudah jadi disana.


Iliana, Mona dan Dela lalu memindahkan makanan dan minuman kemeja makan. Setelah selesai mereka berkeliling mengetuk pintu kamar yang dihuni oleh para teman manusia dan para sahabat ibis mereka.


Tok...


...Tok......


^^^Tok...^^^


"Makanan usah siap cepet keruang makan" ucapan itu terus dikeluarkan dari mulut Iliana, Mona dan Dela.


Yang terakhir adalah kamar Hermione, mereka bertiga mengetuk pintu tapi sama sekali tak dibuka.


"Kayaknya Andre ada disini makanya gak bangun" ucap Mona.


"Pastinya" ucap Dela, Iliana membuka pintu perlahan lalu mereka bertiga masuk dengan pintu yang terbuka lebar.


Terlihat Hermione dan Andre tertidur pulas dengan posisi saling berpelukan ditepi ranjang, wajah mereka sangat dekat. Iliana, Mona dan Dela menggelengkan kepalanya pelan tak percaya melihat mereka berdua.

__ADS_1


"Kebiasaan kalau udah kayak gini tidurnya gempa aja mereka gak akan sadar" ucap Iliana.


"Sebenarnya mereka ini iblis atau apasih kok gini banget" ucap Mona.


"Setengah setengah sama kayak kita juga bodoh" ucap Dela.


"Oh iyayah kita juga kayak mereka dulunya manusia tapi sekarang iblis hahaha" ucap Mona tertawa kecil.


"Tugas kita bangunin mereka woi bukan ngerumpi" ucap Iliana.


"Wih lo tau kata ngerumpi" ucap Dela.


"Apasih yang gak gue tau" ucap Iliana.


"Udah udah ayo bangunin" ucap Mona.


"Dara Andre bangun" ucap Dela sambil menepuk kaki mereka berdua.


"Bangun gempa woi" ucap Iliana


"Kebakaran bangun" ucap Mona.


Yang lain menunggu dimeja makan.


"Mereka mana sih?" ucap Julio kesal.


"Kayaknya nih kayaknya" ucap Drew.


"Apa yang kayaknya bang?" tanya Fadil.


"Ya kayaknya" jawab Drew.


"Gue mau susulin kalian duluan aja makannya" ucap Evan lalu beranjak pergi.


"Tuh kah bener kayaknya" ucap Drew.


"Kebiasaan mereka kalau bangunin mereka gak liat keadaan Dara dan Andre" ucap Evan.


"Iya bener" ucap Julio.


Mereka berjalan kearah kamar Hermione yang ada dipojok lantai 2. Saat sudah didepan kamar Hermione mereka melihat Iliana, Mona, dan Dela yang terus membangunkan Hermione dan Andre.


"Bangun gempa woi" ucap Dela menarik selimut yang menutupi tubuh mereka berdua.


Semakin jelas kalau Hermione dan Andre sedang berpelukan, satu kaki Andre menimpa kedua kaki Hermione, tangan Andre melingkar sempurna dibadan Hermione dan tangan Hermione juga sama melingkar dibadan Andre. Reno yang melihat pemandangan itu semakin panas. Dimas, Reno dan Ariel sudah terbakar api cemburu.


"Kalian kalau mau bangunin liat telinga mereka dulu" ucap Evan. Iliana, Mona dan Dela refleks melihat kearah telinga Hermione dan Andre ternyata disana terpasang airpods.


"Astaga lupa gue kalau mereka tidur suka pakai airpods" ucap Dela, dia lalu merangkak naik keatas kasur dan melepaskan sebelah airpods Hermione dan Andre.


"Woi bangun" teriak Dela. Hermione dan Andre terkejut dan refleks bergerak, karena mereka tidur disisi ranjang mereka berdua lalu terjatuh dengan posisi punggung Andre mengenai lantai.


Bruk...


"Awh" Andre meringis sakit, Hermione menimpa tubuh Andre.


Hermione lalu pindah keatas ranjang dia menarik selimut dan kembali tertidur dengan memeluk guling.


"Ganggu aja ih" ucap Andre beranjak dari lantai.


"Makan malam woi" ucap Drew.

__ADS_1


"Duluan ajalah" ucap Andre lalu lompat naik keatas ranjang, dia menarik selimut lalu memeluk tubuh Hermione dan kembali tertidur.


"Sianj1ng kita bangunin teriak-teriak eh dianya santai" ucap Iliana.


"****** emang ni orang" ucap Mona.


"Sabar-sabar" ucap Dela.


"Yaudah kita duluan" ucap Julio.


"Hmmm" balas Andre yang sudah menutup matanya.


Yang lain langsung keluar kamar, Evan menutup pintunya perlahan.


"Mereka sangat romantis" batin Wawa.


"Mereka pacaran atau apasih mesra banget tapi Andre selalu memanggil kak Dara dengan sebutan kak gak pernah sayang" batin Santi.


Mereka semua makan tanpa Hermione dan Andre. Dimas, Reno dan Ariel terpaksa makan walaupun tak selera.


Setelah makan mereka masuk kedalam kamar masing-masing, meja makan dibereskan oleh Iliana dengan menjentikkan jarinya saja.


Ariel dkk masuk kedalam kamar Sarah dkk, disana Sarah dkk menggunakan pakaian tipis terlihat lekuk tubuh mereka bertiga. Ariel duduk disofa dengan ekspresi datar, dia langsung mengambil minuman beralkohol dimeja.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Sarah manja merangkul lengan Ariel.


"Tak kenapa-kenapa" jawab Ariel.


"Apa yang lain tau kalian masuk kesini?" tanya Wawa.


"Tidak" jawab Dani langsung memangku tubuh Wawa.


"Kau sangat cantik" bisik Dani, Wawa tersenyum malu mendengarnya.


Sani mengunci pintu kamarnya lalu menghampiri Santi.


"Kamar ini kedap suara atau tidak?" tanya Sani.


"Ntahlah bang Dimas tidak bilang" jawab Santi.


"Bodoamatlah" ucap Sani dia lalu mencium bibir Santi.


Ariel masih diam saja dia sibuk memikirkan tentang Hermione.


"Sayang kamu ini kenapa diam saja?" tanya Sarah mencium leher Ariel tapi masih belum bereaksi.


"Kenapa hubungan kak Dara dan Andre seperti lebih dari kakak dan adik, apa mereka bukan kakak adik kandung, bisa aja mereka hanya saling menganggap kakak dan adik tapi perasaan mereka lebih dari itu, tapi mereka tak mau mengakuinya karena takut hubungan mereka hancur" batin Ariel.


"Kak Dara dan Andre selalu mesra, apalagi kalau kak Dara bareng sama bang Dimas" batin Ariel lagi.


"Sayang" panggil Sarah kesal, Ariel tersadar dari lamunannya.


"Iya" jawab Ariel melihat kearah Sarah.


"Kamu kenapa sih diemin aku terus?" tanya Sarah kesal.


"Nggak" jawab Ariel lalu memindahkan tubuh Sarah keatas pangkuannya.


"Apa kamu memikirkan sesuatu?" tanya Sarah yang dijawab gelengan dari Ariel. Ariel meraba tubuh Sarah sambil menatap mata Sarah.


"Andai ini kak Dara" batin Ariel.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2