
Xiao Ziya kembali ke paviliunnya di sana sudah ada Aron yang menunggu Xiao Ziya, entah apa yang akan disampaikan oleh mata matanya itu mungkin sesuatu yang penting.
"Ada apa Aron gege datang ke paviliunku yang ada di Akademi Kekaisaran Qiyu?." tanya Xiao Ziya pada Aron. Pemuda itu menjelaskan jika baru baru ini ada seseorang yang membeli informasi tentang Xiao Ziya pada Surien seorang penjual informasi yang sangat terkenal di dunia bawah.
"Apakah gege tau siapa yang membeli informasi tentang diriku?." tanya Xiao Ziya yang penasaran siapa yang ingin tahu tentang identitasnya apakah itu musuh atau hanya orang yang penasaran saja.
"Jika saya tidak salah yang membeli informasi tentang nona adalah seorang pemuda bernama Yang Lu." ucap Aron yang membuat Xiao Ziya mengangguk faham.
Ternyata orang yang penasaran tentang identitasnya adalah Mu Linze pemilik dari pasar gelap, Xiao Ziya belum bisa memastikan apa niatan dari pria itu sehingga mencari tau tentang dirinya. Dua hari lagi Xiao Ziya akan datang lagi ke pasar gelap untuk mengambil para budak yang ia pesan.
"Baiklah saya mengerti, trimakasih gege sudah menyampaikan hal penting padaku, gege bisa melanjutkan tugas gege lagi dan ini bayaran gege untuk dua tahun kedepan." ucap Xiao Ziya yang memberikan dua puluh ribu koin emas dan sebuah senjata tingkat misteri untuk Aron sebagai bayarannya untuk dua tahun kedepan.
Aron menerima koin emas dan juga senjata spiritual tingkat misteri yang diberikan Xiao Ziya, namun pemuda itu merasa keheranan karna nonanya memberi bayarannya langsung untuk dua tahun kedepan.
"Saya akan pergi ke dunia atas beberapa bulan lagi, saya harap Aron gege tetap mengawasi apapun yang terjadi di dunia bawah." ucap Xiao Ziya yang mengerti bahwa Aron sedang kebingungan sehingga ia menjelaskan maksutnya memberikan bayaran untuk dua tahun kedepan.
"Baiklah saya akan melaksanakan perintah nona, saya harap nona menjaga kesehatan nona saat ada di dunia atas nantinya." ucap Aron yang matanya mulai memanas karna saat yang paling ia takutkan akhirnya tiba dimana ia harus berpisah dengan nona muda yang sudah ia anggap sebagai adik sendiri.
"Saya akan menjaga diri di sana." ucap Xiao Ziya yang tersenyum ramah kemudian ia masuk kedalam paviliun untuk beristirahat. Sedangkan Aron langsung pergi untuk menjalankan tugasnya.
Ditempat lain yaitu kota kecil yang Xiao Ziya buat malam itu seluruh budak pria dan juga pasukan iblis milik Xiao Ziya sedang berlatih, mereka tak bisa membuat nona yang sangat mereka hormati menunggu lama.
"Kalian semua harus ingat jangan ada yang berniat untuk menghianati junjungan kami." ucap salah satu Jenderal Iblis yang mewakili pasukan iblis lainnya.
"Baik kami mengerti jenderal kami bersumpah setia pada nona Xiao Ziya." ucap pasukan khusus Xiao Ziya yang sangat bersemangat untuk berlatih.
Sedangkan para budak wanita sedang sibuk menyiapkan makan malam, untung saja sebelum Xiao Ziya pergi ia mengisi gudang makanan dengan ratusan kantung beras, sayuran, dan buah buahan.
"Nona Ziya itu sangatlah cantik dan sangat baik pada kita semua, selama saya hidup bayaran tertinggi yang pernah saya terima dalam satu bulan adalah dua keping emas." ucap Sinjeya salah satu budak perempuan yang dibeli oleh Xiao Ziya.
"Ia gadis itu sangatlah kaya, dia bahkan memberikan lima ratus keping emas setiap harinya pada ribuan prajurit." ucap budak perempuan yang lainnya.
Mereka memasak dengan senang hati dan tanpa beban, dengan uang yang nona mereka berikan mereka bisa membeli barang barang yang sangat mereka inginkan.
__ADS_1
Xiao Ziya masih tertidur dengan lelap gadis itu tengah bersila di dekat lautan spiritualnya ia menyerap energi yang ada di sana, walaupun ia memejamkan mata namun gadis itu sedang berlatih bukannya tertidur.
Saat ini di luar benteng milik Xiao Ziya yang ada di Kekaisaran Binzo sedang terjadi kekacauan banyak pedagang dari luar Kekaisaran Binzo yang ingin membeli hasil panen dari para petani yang ada di bawah pimpinan Xiao Ziya. Untung saja Xiao Ziya melindungi tempat itu dengan sihir pelindung tingkat tinggi sehingga tak ada seorangpun yang bisa mengancam keselamatan para petani yang ada di bawah pimpinan Xiao Ziya.
"Untunglah nona Ziya membuat perlindungan yang kuat." ucap salah seorang petani pria yang sangat khawatir dengan keselamatan keluarganya.
"Nona itu jelas jelas sangat peduli pada kita." ucap salah satu petani wanita yang merasa sangat lega karna tak ada yang bisa menyakiti mereka selama berada di dalam benteng pelindung.
Kabar tentang para pedagang dari luar Kekaisaran Binzo yang ingin membeli hasil panen dari wilayah kecil milik Xiao Ziya sudah sampai di telinga Kaisar Zo Linzu, sang kaisar memerintahkan seribu prajurit untuk melindungi tempat itu sampai Xiao Ziya datang ke kekaisaram mereka untuk mengatasi masalah itu. Dari seribu prajurit yang dikirimkan ada sekitar seratus prajurit yang terluka karna para pedagang dari luar Kekaisaran Binzo menyewa beberapa kultivator tingkat tinggi agar bisa menghancurkan pelindung yang dipasang di sekitar benteng tinggi itu.
Xiao Ziya yang sedang melakukan pertapaan mendelam itu mendapat gambaran tentang apa yang terjadi di wilayahnya yang ada di Kekaisaran Binzo, dengan segera gadis itu membuka mata dan berdecak kesal.
"Aih mengapa mereka tak membiarkanku betlatih dengan tenang." ucap Xiao Ziya yang sangat kesal karna pertapaanya terganggu oleh beberapa lalat yang sangat menyebalkan.
Saat itu hari masih sangat larut sehingga Xiao Ziya merasa lebih baik ia melakukan perjalanan dengan melesat saja karna ia akan sampai di sana saat pagi tiba. Xiao Zitya sudah mengganti pakaian tidurnya dengan sebuah seragam master berwarna biru dan emas dengan sebuah japit bunga lotus yang menghiasai rambutnya.
Saat Xiao Ziya keluar dari paviliunnya ada Ling Zungze yang sedang menikmati suasana malam diatas atapnya, saat melihat Xiao Ziya hendak pergi pemuda itu langsung menghampiri Xiao Ziya.
"Ikut saja jika kau ingin dan jangan menyusahkanku kau mengerti." ucap Xiao Ziya yang mengizinkan Ling Zungze untuk ikut namun pemuda itu tak boleh menyusahkannya.
"Baiklah saya tak akan menyusahkan master." ucap Ling Zungze yang merasa senang karna Xiao Ziya mengizinkannya untuk ikut.
Akhirnya mereka berdua pergi menuju Kekaisaran Binzo, Xiao Ziya melesat dengan sangat cepat meloncati satu atap rumah ke atap yang lain melewati hutan dan sungai tanpa ada hambatan sedikitpun, sedangkan Ling Zungze terlihat kewalahan ketika harus mengimbangi kecepatan Xiao Ziya yang sangat luar biasa cepat, pantas saja gadis itu berkata bahwa ia tak boleh menyusahkan saat diperjalanan.
"Hah sungguh melelahkan, mengapa aku harus menjaga gadis yang lebih kuat dariku." ucap Ling Zungze yang terus menyusul ketertinggalannya karna ia tak ingin kehilangan jejak Xiao Ziya.
Matahari mulai terbit awan terlihat begitu indah dengan sembuat orange di langit. Xiao Ziya sudah hampir sampai di Kekaisaran Binzo sedangkan Ling Zungze ketinggalan sangat jauh karna tak mampu menyusul Xiao Ziya.
"Hah sangat menyusahkan saja." ucap Xiao Ziya yang membalikkan arah untuk menyusul Ling Zungze yang tertinggal.
"Sudah ku bilang jangan menyusahkanku, mengapa kau tertinggal sangat jauh." ucap Xiao Ziya yang sangat kesal pada pemuda itu karna ia sudah mengurangi kecepatannya sebanyak lima kali lipat.
"Maafkan saya karna sudah menyusahkan master." ucap Ling Zungze yang merasa bersalah, seharusnya ia diam saja di paviliun dan tak perlu ikut dengan Xiao Ziya agar tak menyusahkan gadis itu.
__ADS_1
"Sudahlah lupakan." ucap Xiao Ziya yang menggandeng tangan Ling Zungze dan membawanya melesat dengan secepat kilat.
Dalam waktu singkat mereka berdua sampai di benteng perbatasan Kekaisaran Binzo. Melihat Xiao Ziya yang datang bersama seorang pemuda membuat para prajurit penjaga perbatasan sedikit kelabakan, mereka langsung menyambut kehadiran Xiao Ziya dan mempersilahkan gadis itu beserta pemuda yang dibawanya untuk masuk kedalam Wilayah Kekaisaran Binzo.
Setelah masuk Xiao Ziya langsung mengajak Ling Zungze untuk pergi ke wilayah yang ia miliki di Kekaisaran Binzo. Ling Zungze melihat sepetak tanag yang dikelilingi benteng yang sangat tinggi, dijaga oleh seribu pasukan kekaisaran dan ada beberapa kerumunan yang mencoba untuk menghancurkan pelindung yang ada.
"Kita ada di mana master." ucap Ling Zungze yang tak tau dimana mereka berada sekarang.
"Ini adalah wilayahku yang ada di Kekaisaran Binzo." ucap Xiao Ziya yang menjelaskannya dengan singkat.
Beberapa prajurit Kekaisaran Binzo yang menjaga benteng itu datang menghampiri Xiao Ziya.
"Akhirnya nona Ziya datang, keadaan di sini sangatlah genting nona. Para pedagang dari luar Kekaisaran Binzo memaksa untuk membeli hasil panen dari para petani yang ada di bawah kekuasaan nona." ucap salah seorang prajurit yang melaporkan apa yang sedang terjadi di sana.
Xiao Ziya menghampiri kerumunan pedagang dan para kultivator yang mereka bayar untuk menghancurkan benteng dan sihir pelindung milik Xiao Ziya.
"Apa yang kalian lakukan di wilayahku, siapa yang memberi wewenang pada kalian untuk mengacau di sini?." tanya Xiao Ziya dengan nada dingin dan tatapan tajamnya yang sangat menusuk.
"Pergilah gadis kecil ini bukan tempat untuk bermain main." ucap salah seorang pedagang yang mengira Xiao Ziya hanyalah rakyat biasa yang sedang bermain di wilayah itu.
"Ini adalah wilayahku pergilah kalian dari sini." ucap Xiao Ziya yang mengeluarkan aura membunuh yang sangat pekat, para kultivator yang di sewa oleh para pedagang sebagian pingsan karna tak kuat dengan aura yang Xiao Ziya arahkan pada mereka.
"Siapa kau, mengapa ikut campur dengan urusan kami." triak salah satu pedagang yang merasa sangat kesal karna ada seorang gadis yang entah datang dari mana dan mencampuri urusan mereka.
"Bukankah sudah ku katakan bahwa ini adalah wilayahku, apakah kalian semua tak bisa mendengar dengan baik?." ucap Xiao Ziya yang menegaskan sekali lagi bahwa benteng yang berisi sebuah desa dengan lahan pertanian yang sangat subur itu adalah wilayahnya, dan tak seorangpun bisa masuk ke sana tanpa izin darinya.
"Kau berhentilah membual." ucap seorang pedagang yang sepertinya tak akan pernah percaya dengan apa yang Xiao Ziya katakan.
Xiao Ziya menatap mereka kesal kemudian berjalan melalui sihir perlindung yang ia pasang, gadis itu bisa melewati sihir pelindung yang mengelilingi benteng itu kemudian membuka gerbang dan masuk kedalam. Ling Zungze ingin menyusul Xiao Ziya namun ia terpental karna sihir pelindung itu menolak kehadirannya.
"Hah sepertinya aku hanya bisa menunggu di sini." ucap Yuan Zungze yang hanya bisa pasrah ketika ia tak bisa ikut masuk kedalam sana.
Hai hai semuanya akhirnya aku update lagi, Jangan lupa follow yang belum follow, vote yang masih punya tiket vote, gift hadiah apapun ya guys, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share ke temen temen kalian, tips juga.
__ADS_1