
Orang orang dari dunia atas itu segera bergegas untuk kembali ke tempat mereka karna kematian rekan rekan mereka sangatlah aneh, tak mungkin di dunia bahwa ini ada seorang kultivator yang lebih kuat dari mereka yang tinggal di dunia atas. Setelah sampai di sebuah paviliun yang sangat tinggi mereka masuk kesebuah ruangan yang cenderung gelap tanpa ada pencahayaan.
"Kami menghadap pada pemimpin." ucap mereka pada seorang pria yang duduk di sebuah singgasana bagaikan seorang raja, namun pria itu bukanlah seorang raja.
"Dimana rekan rekan kalian yang tergabung dalam tim A." ucap sang pria, bola mata pria itu berwarna hijau cerah dan terlihat begitu menakutkan.
"Kami menemukan mereka dalam kondisi tak bernyawa dengan keadaan tubuh yang terpisah pisah antara anggota badan yang satu dengan yang lainnya." ucap salah seorang dari mereka kemudian menunjukkan sebuah jasad yang terpisah dari kepalanya.
Pria itu menatap penuh dengan kemarahan, ia meminta tim A untuk menangkap naga putih sialan yang terjebak di dunia bawah namun sangat disayangkan orang orangnya yang tergabung dalam tim A harus mati dengan cara yang sangat mengenaskan.
"Cari tau siapa dalang di balik semua ini." ucap pria itu dia sangat penasaran dengan seseorang yang berhasil membunuh anak buahnya.
Dilain tempat saat ini Xiao Ziya sudah sampai di gerbang luar istana neraka, ia tak dapat menemukan Naga Yang miliknya. Saat menengok kesana kemari naga itu juga tak ada di mana mana, akhirnya Xiao Ziya bertanya pada salah seorang prajurit penjaga gerbang masuk istana Kerajaan Neraka.
"Dimana naga hitam milikku? bukankah seharusnya ia ada di luar bersama kalian?." tanya Xiao Ziya.
"Kami lihat naga milik nona pergi ke arah pasar yang tak jauh dari sini." ucap salah seorang prajurit penjaga gerbang yang melihat bahwa naga milik junjungan mereka pergi ke arah pasar.
Setelah mengetahui kemana naga nakalnya itu pergi Xiao Ziya bergegas untuk menyusulnya, semoga saja sebelum Naga Yang masuk ke dalam pasar ia telah merubah ukuran tubuhnya menjadi lebih kecil jika tidak naga itu akan memnimbulkan kehebohan.
Xiao Ziya masuk kedalam sebuah pasar gadis itu melihat kesana kemari untuk mencari sang naga, namun tak ada binatang berbentuk naga di sekitar pasar itu. Tak lama kemudian ada seorang pemuda yang melintas di depan Xiao Ziya, gadis itu bisa merasakan bahwa aura dari pemuda itu sama dengan aura milik naga Yang nya. Xiao Ziya berlari mengejar pemuda itu hingga sang pemuda berhenti di salah satu penjual permen kapas dan membeli sebuah permen, namun menyadari ia tak memiliki uang pemuda itu menekuk wajahnya sedih.
"Siapa suruh kau pergi tanpa memberi tauku terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya yang membuat sang Naga Yang merasa terkejut. Ia kira junjungannya tak akan mengenali wujud manusia yang ia miliki.
"Ah maafkan saya nona karna telah pergi tanpa izin dari anda namun saya sudah tak tahan untuk berkeliling dan melihat lihat sekitar." ucap sang Naga Yang, ia meminta maaf atas kesalahan yang telah ia lakukan. Jika nanti nona mudanya itu ingin menghukum berat dirinya maka ia sudah siap dengan semua itu.
"Baiklah cepat beli apa yang kau inginkan kemudian kita pulang." ucap Xiao Ziya yang memberikan lima puluh keping emas pada Naga Yang dan memintanya untuk membeli apa yang ia inginkan.
"Baiklah nona saya akan segera kembali." ucap sang Naga Yang dengan eksperi senang yang terlihat jelas di raut wajahnya.
Xiao Ziya masuk kesebuah kedai yang tak jauh dari tempat penjual permen kapas, ia ingin memesan beberapa makanan untuk mengisi perutnya yang kelaparan itu. Seorang pemuda yang seusia dengannya datang dan menghampiri Xiao Ziya.
"Selamat datang di kedai kami nona muda silahkan pilih saja apa yang anda inginkan." ucap pemuda itu yang kemudian memberikan sebuah lembaran kertas yang berisi menu menu yang ada di restoran itu.
"Sup iga, daging bakar saus madu, dan ayam panggang." ucap Xiao Ziya yang sudah memutuskan apa yang ingin ia makan, sang pemuda tampak menulis apa yang sedang Xiao Ziya pesan.
"Baiklah nona tunggu sebentar kami akan menyiapkan pesanan nona." ucap pemuda itu yang kemudian pergi, sembari menunggu pesanannya datang Xiao Ziya melihat lihat kesekitar kedai itu.
Orang orang yang ada di wilayah Neraka terlihat begitu tenang, walaupun begitu Xiao Ziya dapat merasakan kehadiran seorang dewa tak jauh dari kedai tempatnya memesan makanan. Saat mencoba melihat lebih jauh lagi dengan kemampuan yang Xiao Ziya miliki ia melihat seorang wanita cantik yang sedang menyamarkan aura miliknya.
__ADS_1
"Siapa wanita itu dan mengapa ia datang ke wilayah neraka." ucap Xiao Ziya yang tetap waspada karna ia tak ingin ada sesuatu yang tak ia inginkan terjadi.
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya pesananya telah datang, dengan segera Xiao Ziya membayarkan beberapa keping emas untuk membayar makananya itu.
"Ini terlalu banyak nona." ucap sang pemuda yang memberitaukan pada Xiao Ziya bahwa gadis itu kelebihan dalam membayar makanan yang ia pesan.
"Anggap saja sisanya adalah tip untukmu karna telah melayaniku dengan baik." ucap Xiao Ziya yang tak ingin berbasa basi lagi. Saat ini yang gadis itu ingin lakukan adalah segera makan apa yang ia pesan dan menghampiri dewi yang ada di wilayah neraka itu.
Mendengar ucapan dari Xiao Ziya membuat pemuda itu senang bukan main hingga ia terus tersenyum sambil berjalan. Untung saja orang orang yang ada di sana tak menganggap pemuda itu gila.
Kali ini Xiao Ziya tak bisa makan dengan santai karna ia begitu cemas dengan kehadiran sosok dewi di wilayah neraka apalagi dewi itu sedang menyamarkan aura yang ia miliki dengan cara berbaur dengan banyak orang yang ada di pasar.
Setelah selesai makan Xiao Ziya segera pergi dari kedai itu dan langsung datang menghampiri sang dewi. Wanita cantik itu terlihat sangat kebingungan ketika ada seorang gadis muda yang menatapnya dengan tajam. Tak lama setelah itu Xiao Ziya menarik tangan sang dewi dan membawanya menjauh dari krumunan orang. Saat ini mereka berdua ada di sebuah tanah lapang yang sepi.
"Apa maksud dan tujuanmu datang kesini." ucap Xiao Ziya yang menatap dewi itu dengan tajam dan dingin.
"Jadi kau bisa merasakan aura samar samar milikku gadis muda?." ucap sang dewi yang terlihat begitu tertarik dengan kemampuan yang dimiliki oleh Xiao Ziya. Seorang gadia muda berhasil menemukan keberadaanya bukankah ini adalah sebuah hal yang sangat hebat dan menakjubkan.
"Tentu saja karna kau tak akan bisa membohongi diriku. Cepat katakan untuk apa kau datang kesini." ucap Xiao Ziya yang tak bisa bersabar ketika ia berhadapan dengan seoarng dewa ataupun dewi.
"Ah iya aku datang kesini kara Dewa Agung merasakan aura seorang dewi di sekitar sini." ucap dewi itu yang membuat Xiao Ziya sedikit bingung.
Ternyata Dewa Agung dapat merasakan aura dari Dewi Yin Yuer yang ada di dalam cincin semestanya namun untuk apa Dewa Agung mencari keberadaan Dewi Yin Yuer bukankah pria itu sudah memiliki banyak selir.
"Pergilah tak ada dewi lain di wilayah ini selain kau." ucap Xiao Ziya yang meminta agar sang dewi segera pergi sebelum amarah dari Xiao Ziya tersulut karna tak ada yang tau apa yang akan terjadi selanjutnya setelah gadis itu merasa marah ataupun kesal.
Sang dewi menatap Xiao Ziya dengan tatapan yang sangat sulit diartikan mungkin dewi itu merasakan keberadaan dewi lain di sekitar Xiao Ziya, namun jika sang dewi memintanya untuk menyerahkan Dewi Yin Yuer maka Xiao Ziya tak akan pernah menuruti permintaan itu..
"Kau bukan seorang dewi ataupun orang yang tinggal di wilayah para dewa lalu mengapa ada aura dewi di sekitar tubuhmu." ucap dewi itu yang melihat aura putih di sekitar tubuh Xiao Ziya.
Sebenarnya aura putih yang dewi itu rasakan bukanlah dari Dewi Yin Yuer melainkan aura milik Xiao Ziya sendiri, karna telah sampai di kualivitasi alam dewa maka Xiao Ziya memiliki aura seperti orang orang yang tinggal di alam dewa.
"Dari manapun aura yang ku miliki itu bukan urusanmu." ucap Xiao Ziya yang tak ingin membicarakan apapun pada dewi yang ada di hadapannya itu.
"Kau harus ikut denganku untuk menemui dewa agung dan menjelaskan semuanya." ucap sang dewi yang ternyara bernama Dewi Yin Er.
Dewi Yin Er adalah sepupu dari Dewi Yin Yuer. Saat ini Dewi Yin Er lah yang menjadi dewi kecantikan menggantikan dewi Yin Yuer. Dewi Yin Er merasa bahwa hilangnya adik sepupunya itu adalah sebuah berkah untuknya, setelah adik sepupunya itu dibuang dari alam dewa Dewi Yin Er lah dewi tercantik yang ada di sana dan dewa agung juga sangat perhatian padanya. Dewi Yin Er sengaja datang ke wilayah neraka saat ia mendengar percakapan dewa agung dengan para dewa yang lain, dewa agung mengatakan bahwa ia merasakan aura dewi di wilayah neraka. Namun untung saja setelah memastikan semuanya, yang memiliki aura dewi itu hanyalah seorang gadis kecil.
Walaupun pemilik aura itu adalah gadis kecil saat Dewi Yin Er lihat lebih baik lagi gadis yang ada di hadapannya itu sangatlah cantik bahkan lebih cantik dari Dewi Yin Yuer yang menjadi dewi kecantikan pada masanya. Jika gadis yang ada di hadapannya itu datang ke alam dewa dan meminta sebuah jabatan dewi maka dirinya akan sangat terancam.
__ADS_1
"Saya tak ingin datang ke sana, saya punya banyak urusan." ucap Xiao Ziya dengan singkat menolak ajakan dari Dewi Yin Er.
Dewi Yin Yuer yang ada di dalam cincin semesta bersama dengan kekasihnya merasa sangat khawatir, ia berharap jika kakak sepupunya itu tak menyadari kehadirannya di sana.
"Bagaimana ini mengapa dia ada di sini." ucap Dewi Yin Yuer yang mondar mandir di sebuah hutan yang ada di dalam cincin semesta milik Xiao Ziya.
"Tenanglah sayang nona pasti akan menyelamatkan kita." ucap Lunzie Xu yang berusaha untuk menenangkan kekasihnya yang tengah cemas itu.
"Aku takut jika nona dalam bahaya hanya untuk melindungiku." ucap Dewi Yin Yuer yang ternyata mencemaskan keselamatan Xiao Ziya bukanlah keselamatan dirinya.
Xiao Ziya bisa mendengar apa yang sedang mereka bicarakan di dalam cincin semesta miliknya itu, dalam batin Xiao Ziya berkata agar mereka berdua tenang saja karna ia bisa mengatasi apa yang sedang terjadi saat ini. Mendengar apa yang dikatakan oleh nonanya membuat Dewi Yin Yuer sedikit tenang.
"Mari ikut aku ke alam dewa dan kau tak berhak membantah." ucap dewi Yin Er yang merasa Xiao Ziya bukanlah apa apa daripada dirinya.
"Memangnya kau siapa? ayahku atau ibuku sehingga kau bisa mengatakan bahwa saya tak bisa membantah anda." ucap Xiao Ziya yang sudah sangat kesal dengan dewi sombong yang ada di hadapannya itu.
Dewi Yin Er hendak menarik tangan Xiao Ziya namun dengan segera Xiao Ziya menepis tangan sang dewi karna ia memang tak suka dipaksa apalagi dipaksa oleh orang yang baru saja ia temui.
"Pergilah dari sini sekarang sebelum kau tak bisa pergi kemana mana." ucap Xiao Ziya yang memperingatkan Dewi Yin Er untuk yang terakhir kalinya.
Tak lama setelah itu Naga Yang milik Xiao Ziya yang masih dalam wujud manusianya datang dengan nafas yang terengah engah sepertinya sang naga mencari keberadaan junjungannya kesana kemari.
"Hah kemana saja nona muda saya lelah mencari anda." ucap Naga Yang, ia tengah protes pada Xiao Ziya.
"Maaf saya ada urusan dengan dewi itu." ucap Xiao Ziya yang menunjuk ke arah Dewi Yin Er.
Sedangkan sang dewi masih menatap Naga Yang, sepertinya ia terpesona dengan ketampanan sang naga. Naga Yang merasa risih ketika ditatap seperti itu oleh seorang wanita yang baru saja ia temui.
"Berhentilah menatapku seperti itu." ucap Naga Yang, ia merasa tak nyaman dengan tatapan Dewi Yin Er.
"Wah kau sangat tampan." ucap sang dewi yang membuat Xiao Ziya sedikit terkejut.
Apakah di alam dewa tak ada pemuda atau pria tampan hingga sang dewi kecantikan yang baru terpesona dengan seekor naga yang sedang dalam wujud manusianya. Jika memang di alam dewa tak ada pria tampan maka Xiao Ziya akan mengirimkan beberapa pria tampan kesana agar para dewi bisa melihat seperti apa pemuda dan pria tampan yang sesungguhnya.
"Jangan melihat pengikutku seperti itu." ucap Xiao Ziya yang tau bahwa Naga Yang miliknya sedang merasa tak nyaman.
"Mana mungkin pemuda tampan seperti itu adalah pengikutmu." ucap Dewi Yin Yuer yang tak percaya bahwa pemuda tampan yang ia lihat adalah pengikut dari gadis menyebalkan yang ada di hadapannya itu.
Hai hai semuanya aku update lagi maaf kemarin ga update karna aku sibuk banget maaf ya. Jangan lupa follow ya yang belum follow, vote hadiah apapun ya bungapun juga boleh, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.
__ADS_1