
Hermione sudah berada divilla Dimas tanpa sepengetahuannya. Dimas sedang pergi bersama Sasa, Hermione berwujud iblis.
Dimas masuk kedalam villa bersama Sasa sambil berciuman. Mereka berdua lalu berbaring disofa. Dimas mulai membuka baju Sasa. Hermione hanya menonton dia menunggu waktu yang tepat saja, Dimas tak melihat Hermione karena dia memang sengaja tak menunjukkan wujudnya.
Dimas dan Sasa mulai bermain diintinya, Hermione langsung masuk kedalam tubuh Sasa dan mengendalikannya.
"Ahh Hera" ucap Dimas merasa sentuhannya berbeda.
"Ya ini aku" ucap Hermione yang berada ditubuh Sasa.
"Kemana kamu malam tadi?" tanya Dimas langsung pindah posisi menjadi duduk.
"Aku sibuk" jawab Hermione ikut duduk. Keadaan mereka sama sekali tak menggunakan pakaian.
"Sibuk apa sampai lupa denganku?" ucap Dimas cemberut.
"Sibuk ngejagain Reno, malam tadi dia susah tidur bikin aku pusing aja, udah aku paksa tetep aja gak tidur makanya aku gak kesini" ucap Hermione.
"Aku kangen kamu" ucap Dimas langsung memeluk Hermione yang ada ditubuh Sasa.
"Eh aku maunya langsung main sama kamu" ucap Dimas.
"Hmm bisa aja" ucap Hermione keluar dari tubuh Sasa dan muncul didepan Dimas dengan berwujud Hera. Sasa langsung tidur didalam mimpinya dia sedang bermain dengan Dimas itu semua direncanakan oleh Hermione supaya Sasa tak curiga.
"Emm ah Dimas" Sasa mengigau.
"Dia kenapa?" tanya Dimas.
"Aku bikin dia mimpi kalian berdua sedang bermain makanya gitu supaya dia gak bingung pas nanti bangun, mimpi itu juga terasa sangat nyata jadi aman" ucap Hermione.
"Kamu sangat pintar" Dimas langsung menggendong Hermione.
"Kita bermain dikamar saja" ucap Dimas.
........
"Aaa kakak lagi sama Dimas aku ditinggal lagi, masa main solo" ucap Andre berguling-guling diranjang.
"Sama orang tapi tak seru, maunya sama kakak" ucap Andre.
"Kakak kenapa kamu punya tubuh senikmat itu membuat aku kecanduan setiap hari" teriak Andre. Andre menutup matanya melihat apa yang terjadi dengan kakaknya.
"Ah ya terus Dimas uh"
"Hmm ini nik~mat Hera ah"
Andre langsung membuka matanya, dia melihat kearah bawah.
"Pake bangun lagi" ucap Andre.
__ADS_1
"Terpaksa main solo" Andre berjalan kearah kamar mandi lalu masuk.
........
"Kemana Hera ditelpon selalu tak diangkat" Bram kesal dengan Hermione karena dari pagi tadi dia nelpon sampai sekarang tak ada satupun teleponnya diangkat.
"Awas saja dia kalau sudah pulang aku akan kurung dia dikamar untuk melayaniku terus menerus" ucap Bram.
"Tubuhnya lebih nikmat dari pada istriku" ucap Bram membayangkan tubuh Hermione.l
"Ahh pakai bangun lagi, aku kekamar saja minta istriku yang melayaniku untuk saat ini" Bram berjalan keluar dari ruang kerjanya dna masuk kedalam kamar.
........
Reno berguling-guling sedari tadi karena gak bisa tidur.
"Aku kenapa sih" ucap Reno.
"Ahh kak Dara kamu membuatku gila" ucap Reno.
"Ayo dong jangan ngebayangin tubuh kak Dara terus nanti bangun tuh yang dibawah" ucap Reno menepuk jidatnya berkali-kali.
***
Jam 5 pagi Dimas ambruk diatas tubuh Hermione, mereka baru berhenti bermain.
"Aku lelah" ucap Dimas.
"Dimas kamu dimana?" suara Sasa terdengar.
"Aku pergi dulu bye" ucap Hermione mencium bibir Dimas sekilas lalu menghilang. Dimas yang tadinya menimpa Hermione akhirnya tubuh dia menyentuh kasur.
Tiba-tiba Dimas sudah menggunakan pakaian rapi, dia lalu berdiri dan merapikan sprainya.
"Makasih Hera" batin Dimas, tiba-tiba seluruh kamarnya bersih dan rapi.
"Wow cepat sekali makasih" batin Dimas.
"Sama-sama" suara Hermione terdengar.
Dimas berjalan kearah pintu, dia membukanya lalu keluar menemui Sasa.
"Kenapa kau belum menggunakan baju?" tanya Dimas.
"Aku mencarimu Dimas" jawab Sasa.
"Pakai dulu bajumu baru mancariku" ucap Dimas.
"Hmm iya aku lupa yaudah aku pakai baju dulu" ucap Sasa.
__ADS_1
"Eth siapa yang suruh kamu pakai baju sekarang" ucap Dimas menahan Sasa.
"Lalu kapan?" tanya Sasa.
"Setelah kau memuaskanku" ucap Dimas mendekat. Sasa hanya diam saja.
Dimas mendorong Sasa kedinding, membuka resleting celananya lalu mengeluarkan pedangnya dan mengarahkan kelubang Sasa.
"Ini masih pagi" ucap Sasa tapi tak dihiraukan oleh Dimas, sebenarnya dia sangat suka bisa bermain dengan Dimas tapi dia pura-pura saja. Dimas memasukkannya dan mulai bermain.
......
Reno masuk sekolah kembali setelah beberapa hari gak masuk.
"Dre lo gak bareng kak Dara kesekolah?" tanya Reno.
"Gak dia kan belum pulang" ucap Andre keceplosan.
"Belum pulang?" Reno mengulangi perkataan Andre.
"Iya, dia sibuk mengurus kerjaannya" ucap Andre.
"Ohhh" balas Reno.
"Gue kekelas dulu ya" ucap Andre karena kelas mereka itu berbeda.
"Hmmm iya Dre" ucap Reno. Andre pergi masuk kedalam kelas.
Andre duduk dan menyimpan tasnya, tiba-tiba datang 3 cowok kearahnya bisa dibilang itu kakak kelas.
"Woi lo jangan deket-deket sama cewek gue" ucap salah satu cowoknya.
"Lah cewek lo siapa gue aja gak tau" ucap Andre santai.
"Berani ngejawab ya lo" ucap temannya.
"Punya mulut ya dijawablah" ucap Andre.
"Kurang ajar banget lo" ucap teman yang satunya lagi lalu memukuk Andre. Andre langsung berdiri dan membalas pukulannya, terjadilah perkelahian 1 lawan 3 disana.
"Woi panggil guru"
"Iya cepet bahaya nih"
"Gue panggil aja"
"Cepetan"
ucap siswa/siswi yang ada dikelas. Siswa/siswi dari kelas lain berdatangan menonton perkelahian antara Andre dan 3 kakak kelas tersebut.
__ADS_1
Bersambung...