RATU IBLIS

RATU IBLIS
Aku Akan Pergi Menyelamatkan Zoe


__ADS_3

Mereka semua berkumpul di sebuah ruangan yang cukup luas di bangunan tua itu, Xiao Ziya menata rapi semua makanan yang ia beli. Semua orang makan dengan lahap, mereka kelaparan karna bekerja tanpa henti, Xiao Ziya menatap teman temannya beberapa saat ia akan merindukan mereka semua karna waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan urusannya di dunia manusia abadi mungkin cukup lama.


"Kalian semua terimakasih atas kerja kerasnya. Saya harus berangkat lebih awal keselamatan Zoe mungkin sedang di ujung tanduk." ucap Xiao Ziya dengan wajah sedih, ia ingin tetap di sini hingga sekolah bela diri miliknya dibuka secara resmi. Ia ingin melihat bagaimana kedua puluh rekannya itu mendidik para murid mereka, sebuah hal yang menyenangkan untuk dilihat.


"Adik Ziya tak perlu khawatir kami akan menjalankan tugas ini dengan baik, adik Ziya harus kembali dengan selamat dan membawa Zoe kecil kami pulang." ucap Xiao Yuna, gadis itu mengerti betapa kacaunya pikiran adik sepupunya itu. Meski Xiao Ziya sangatlah kuat, tak semua hal akan berjalan sesuai dengan rencana atau harapan gadis itu.


"Kami semua akan saling menjaga satu sama lain selama berada di sini, jangan mencemaskan kami nona muda." ucap Xu Ho dengan senyuman tulusnya, ia masih ingat bagaimana gadis muda yang ada di depannya itu membawanya keluar dari perbudakan dan menjadikannya sebagai prajurit tangguh dan memiliki kehidupan yang lebih baik.


"Tuan Anzu Zee tolong jangan mengecewakan saya lagi." ucap Xiao Ziya, gadis itu menatap ke arah Anzu Zee dengan penuh harapan. Tak banyak orang dari dunia semesta tingkat rendah yang bisa ia percaya.


"Saya tak akan mengulangi kebodohan saya. Istri saya akan sangat marah dan menendang saya keluar dari rumah jika hal itu terjadi kembali." ucap Anzu Zee dengan ekspresi takut saat ia mengingat bagaimana marahnya sang istri saat tau bahwa ia bersekutu dengan Yanzuro Zee untuk menyingkirkan Xiao Ziya.


"Baiklah semuanya saya harus pergi dulu menemui ayah dan yang lain, sampai jumpa." ucap Xiao Ziya kemudian membaca mantra teleportasi tingkat menengah yang sudah ia kuasai.


Xiao Ziya melintasi dimensi ruang dan waktu dengan sangat cepat, gadis itu harus kembali ke dunia bawah sebelum pergi. Ada beberapa hal yang membuatnya cemas, ia akan membuat dinding pelindung yang sangat kuat di beberapa titik untuk menjamin keselamatan orang orang yang ia sayangi. Setelah perjalanan melintasi dimensi ruang dan waktu akhirnya Xiao Ziya sampai di perbatasan Kekaisaran Qiyu, terlihat penjagaan diperketat oleh Kaisar Zue akibat serangan mendadak beberapa hari yang lalu.


"Selamat datang kembali nona muda." ucap para prajurit penjaga perbatasan, mereka membungkukkan badan sebagai tanda penghormatan pada Xiao Ziya.


"Bagaimana kondisi penduduk setelah serangan beberapa hari yang lalu?." tanya Xiao Ziya, ia ingin memastikan kondisi penduduk Kekaisaran Qiyu.


"Ada seratus penduduk yang meninggal akibat serangan itu, lima ratus penduduk yang mengalami luka berat, dan beberapa penduduk mengalami luka ringan. Kaisar Zue membuat beberapa tenda darurat untuk menampung penduduk yang mengalami luka serius." ucap salah seorang prajurit penjaga gerbang, prajurit itu memberi semua informasi yang ia ketahui.


"Terimakasih atas informasinya saya harus pergi sekarang." ucap Xiao Ziya, gadis itu melesat masuk kedalam.


Hal pertama yang akan Xiao Ziya lakukan adalah membuat dinding pelindung yang mengitari wilayah Kekaisaran Qiyu, gadis itu membuat pelindung menggunakan kekuatan mawar api dan mawar es yang ada di dalam lautan spiritualnya. Kekuatan mawar api dan mawar es sudah sangat cukup untuk menahan serangan dari orang orang dunia manusia abadi, membutuhkan waktu setengah hari untuk Xiao Ziya menyelesaikan pembuatan dinding pelindung.


"Hah untunglah energi qi yang saya miliki sangat melimpah." ucap Xiao Ziya, ia menghela nafas berat kemudian pergi menuju Istana Kekaisaran Qiyu.


Saat tiba di istana, seorang penjaga gerbang masuk mengatakan bahwa saat ini Kaisar Zue sedang berada di luar istana kemungkinan besar sang kaisar sedang memastikan kondisi penduduk yang mengalami luka berat. Karna Kaisar Zue tak ada di istana Xiao Ziya bergegas menuju tempat yang diberitahukan oleh sang prajurit saat sampai di sana hal pertama yang gadis itu lihat adalah ratusan penduduk yang sedang menunggu mendapat perawatan dari tabib istana maupun tabib yang di datangkan dari luar wilayah.


"Semua ini kesalahan saya karna melibatkan mereka semua." ucap Xiao Ziya yang tak pernah membayangkan bahwa beberapa orang dari dunia manusia abadi akan melakukan hal senekat ini.


Xiao Ziya masuk ke salah satu tenda, di sana terdapat beberapa pasien dengan luka yang sangat parah.


"Bagaimana kondisi mereka?." tanya Xiao Ziya pada seorang tabib yang berjaga di tenda itu.


Sang tabib langsung membalikkan badannya dan melihat ke arah sumber suara, tabib itu terkejut melihat Xiao Ziya berada di belakangnya.


"Salam hormat saya pada nona Ziya, kondisi mereka sangat mengkhawatirkan kami para tabib mulai kehabisan bahan bahan obat." ucap tabib istana dengan jujur, jumlah pasien yang harus mereka tangani sangatlah banyak beberapa di antara para pasien mengalami kritis.


"Saya akan persiapkan semua bahan bahan herbal yang kalian butuhkan, tolong rawat mereka dengan baik." ucap Xiao Ziya, sebenarnya gadis itu bisa membantu menggunakan energi qi dan energi kehidupan yang ia miliki saat ini, namun Xiao Ziya harus menyimpannya untuk melawan orang orang dari dunia manusia abadi.


"Kami akan berusaha semaksimal mungkin." ucap tabib istana dengan perasaan lega, beberapa prajurit diperintahkan untuk membeli tanaman herbal di kerajaan ataupun Kekaisaran lain namun jumlah tanaman herbal yang terkumpul belum cukup.


Xiao Ziya mengibaskan tangan kanannya seketika muncul puluhan peti kayu berukuran besar, di dalam sana terdapat ratusan jenis tanaman herbal biasa dan puluhan tanaman langka untuk mempercepat penyembuhan. Untuk saat ini Xiao Ziya hanya bisa melakukan itu saja, ia sangat berharap kondisi penduduk akan segera membaik.


"Terimakasih atas bantuannya nona muda, dengan semua bahan obat yang anda berikan kami pasti bisa menyembuhkan mereka semua." ucap tabib kekaisaran, sang tabib membungkukkan badan beberapa kali pada Xiao Ziya karna ia merasa senang.


"Ah iya bisakah anda memanggilkan Kaisar? saya akan menunggu di sini." ucap Xiao Ziya dengan senyuman ramah, ia ingin beristirahat sebentar di dalam tenda setelah menggunakan energi qinya dalam jumlah yang cukup besar tadi.

__ADS_1


Tanpa basa basi tabib kekaisaran langsung keluar dari tenda tersebut ia pergi mencari Kaisar Zue di tenda khusus yang ada di ujung. Sang tabib masuk kedalam tenda itu dengan nafas tersengal sengal, ia sengaja berlari agar nona mudanya tak menunggu lama.


"Mengapa anda datang dengan kondisi seperti itu? apakah ada pasien yang mengalami kondisi kritis lagi?." tanya Kaisar Zue dengan cemas, ia tak ingin mengecewakan adik perempuannya karna tak becus mengurus Kekaisaran Qiyu.


"Nona muda datang berkunjung, saat ini nona ada di tenda darurat ke lima. Nona muda menunggu kedatangan Kaisar Zue di sana." ucap tabib itu dengan nafas yang mulai teratur.


Terlihat ekspresi Kaisar Zue yang langsung berubah, ia sangat senang karna Xiao Ziya datang mengunjunginya namun ia juga sedih karna harus mengatakan pada adiknya itu tentang Zoe yang di culik oleh orang orang aneh. Dengan berat hati Kaisar Zue pergi menuju tenda tempat Xiao Ziya menunggunya, jantungnya berdetak dengan cepat ia belum siap mengatakan apa yang terjadi pada Kekaisaran Qiyu beberapa hari yang lalu.


"Salam hormat saya pada nona Ziya." ucap Kaisar Zue sembari membungkukkan badan.


"Salam hormat saya pada Kaisar Zue." ucap Xiao Ziya yang membalas salam sang kaisar dengan menundukkan kepala.


Xiao Ziya merasa aneh dengan tingkah Kaisar Zue yang membungkuk dalam kurun waktu lama, mengapa kaisar melakukan hal itu?.


"Apa yang sedang Gege lakukan?." tanya Xiao Ziya dengan nada bicara kesal.


"Gege tak berani menatap matamu, Gege merasa sangat bersalah atas kejadian ini." ucap Kaisar Zue yang masih membungkukkan badannya, ia tak siap melihat sorot mata kecewa dari Xiao Ziya.


"Saya sudah tau apa yang terjadi pada Kekaisaran Qiyu, kemarin Aron menceritakan semuanya melewati telepati. Saya tau jika Zoe di culik saat insiden itu terjadi karna hal itu saya datang untuk memastikan semuanya." ucap Xiao Ziya dengan nada datar, ia tau Kaisar Zue menyalahkan dirinya sendiri atas semua yang terjadi.


"Satu hal lagi yang perlu saya katakan, apapun yang terjadi di hari itu terimakasih sudah berusaha sekuat yang Gege bisa saya tak datang untuk menyalahkan anda karna semua ini sudah takdir semesta." ucap Xiao Ziya dengan lapang dada, bencana seperti ini pasti akan terjadi entah sekarang ataupun di masa depan. Lain kali gadis itu akan mempersiapkan dirinya dengan lebih baik lagi agar hal seperti ini tak terulang lagi.


Setelah mendengar perkataan dari adik perempuannya itu Kaisar Zue mulai merasa tenang, sang kaisar mengangkat tubuhnya dan melihat ke arah Xiao Ziya yang sedang tersenyum padanya itu.


"Terimakasih karna tak menyalahkan saya." ucap Kaisar Zue dengan air mata yang mengalir. Selama ia menjadi Pangeran Kegelapan baru kali ini merasakan kesedihan karna merasa gagal menjalankan sesuatu.


"Saya telah memasang dinding pelindung yang lebih kuat dari sebelumnya, saya harus pergi untuk menyelamatkan Zoe karna itu anda harus menjaga diri anda dengan baik." ucap Xiao Ziya.


"Saya harus pergi menemui ayah terlebih dahulu, sampai jumpa Zue Gege." ucap Xiao Ziya kemudian gadis itu menghilang dari pandangan Kaisar Zue.


Setelah kepergian Xiao Ziya, Kaisar Zue meminta para tabib yang ada di sana untuk bekerja lebih keras lagi semua biyaya pengobatan akan di tanggung oleh Kekaisaran dan para tabib akan mendapatkan bonus setelah para pasien sembuh. Di lain sisi saat ini Xiao Ziya sedang dalam perjalanan menuju Klan Xiao, ia tak bisa membayangkan bagaimana kondisi sang ayah saat ini pasti ayahnya sangat terpuruk karna kehilangan Zoe. Meski Zoe bukan putra kandung dari Xiao Cunyu, akan tetapi pria itu tetap menganggap Zoe sebagai anaknya sendiri.


"Salam hormat kami pada nona Ziya." ucap penjaga gerbang Klan Xiao, mereka langsung membukakan gerbang dan mempersilahkan Xiao Ziya untuk masuk kedalam.


Xiao Ziya bergegas menuju paviliun sang ayah, dari kejauhan gadis itu bisa melihat beberapa ketua Klan Xiao sedang berkumpul di paviliun ayahnya.


"Dimana ayah?." tanya Xiao Ziya pada penjaga paviliun.


"Ayah nona sedang berada di dalam bersama beberapa anggota Klan Xiao, syukurlah nona datang karna tuan sangat sedih saat ini." ucap penjaga gerbang paviliun milik Xiao Cunyu.


"Baiklah jika begitu saya akan masuk kedalam." ucap Xiao Ziya melangkahkan kaki memasuki halaman depan paviliun ayahnya.


Orang orang yang ada di dalam paviliun belum menyadari kehadiran Xiao Ziya karna mereka sibuk menghibur Xiao Cunyu. Pria itu duduk di pojok kamarnya dengan wajah pucat, ia sangat sedih kehilangan putranya yang lucu dan menggemaskan itu. Xiao Cunyu juga tak bisa berkata apapun jika anak perempuan kedatangannya pulang dan menanyakan di mana Zoe berada, ia sudah gagal menjadi ayah yang baik.


Xiao Ziya melesat menerobos kerumunan orang yang berada di luar kamar sang ayah dan masuk ke dalam kamar itu secepat kilat. Xiao Ziya sedih melihat konsisi ayahnya sekarang, ia akan menjemput Zoe dan membawa adiknya itu pulang ke rumah.


"Semua akan baik baik saja ayah, Ziya akan membawa adik Zoe pulang." ucap Xiao Ziya yang langsung memeluk ayahnya.


Xiao Cunyu terkejut saat seseorang memeluknya dengan erat, tak beberapa setelah itu ia sadar bahwa orang yang sedang memeluknya adalah putri kesayangannya. Xiao Cunyu memeluk Ziya dengan erat, air mata pria itu menetes dengan dangat deras, ia bingung harus mengatakan apa pada putrinya.

__ADS_1


"Ayah gagal menjaga adikmu." ucap Xiao Cunyu dengan tubuh gemetaran.


"Ziya akan membawa Zoe pulang, semuanya akan baik baik saja ayah." ucap Xiao Ziya, gadis itu berusaha sekuat tenaga menghibur ayahnya.


"Akan sangat berbahaya jika kau pergi ke sana." ucap Xiao Cunyu, ia tak bisa membayangkan jika nyawa putrinya akan terancam saat berusaha menyelamatkan Zoe nanti.


"Percayalah ayah, kakek dan yang lain akan menjaga saya saat berada di sana." ucap Xiao Ziya dengan nada bicara yang sangat halus.


"Kau sudah pernah bertemu dengan kakek mu? bagaimana bisa kau bertemu dengannya?." tanya Xiao Cunyu dengan ekspresi terkejut, ia melepaskan pelukannya dari Xiao Ziya kemudian melihat bagaimana kondisi putri kesayangannya itu.


"Kakek tua itu tak menyakitimu putriku?." tanya Xiao Cunyu dengan khawatir, ayah dari istrinya itu sangat menentang pernikahan mereka berdua pria tua itu juga beberapa kali ingin mencelakai kedua putranya dan Xiao Ziya saat masih berada di dalam kandungan.


"Mungkin saat itu kakek belum bisa menerima semuanya karna ibu juga sudah memiliki suami, kakek juga terpaksa karna suami dari ibu yang berasal dari dunia manusia abadi memiliki kedudukan yang cukup tinggi." ucap Xiao Ziya dengan wajah tenang, tekanan seperti itu sudah biasa terjadi pada mereka yang tak cukup memiliki kekuasaan.


"Ya, ibumu juga pernah mengatakan agar ayah tak membenci pria tua itu." ucap Xiao Cunyu yang mengingat masa masa kelamnya dulu.


"Ayah bisakah Ziya meminta sesuatu sebelum pergi ?." tanya Xiao Ziya penuh dengan harapan, ayah mana yang sanggup menolak permintaan putri kesayangan mereka apalagi Xiao Ziya sangat jarang meminta sesuatu dari sang ayah.


"Katakan saja putriku." ucap Xiao Cunyu yang siap mengabulkan semua permintaan putrinya.


"Tolong jaga kesehatan ayah selama Ziya pergi, Ziya akan sangat sedih jika ayah jatuh sakit seperti ini." ucap Xiao Ziya dengan mata berkaca kaca, seorang anak pasti menyayangi orang tua mereka.


"Baiklah ayah berjanji akan menjaga kesehatan ayah. Berjanjilah kau akan pulang tanpa luka serius putriku." ucap Xiao Cunyu yang masih merasa berat melepas kepergian putrinya.


"Saya berjanji ayah, kalau begitu saya pamit." ucap Xiao Ziya yang langsung merapal mantra teleportasi tingkat tinggi, gadis itu akan menggunakan seperempat dari energi qi yang ada di dalam tubuhnya untuk sampai di dunia manusia abadi. Perjalanan melintasi ruang dan waktu tak akan seperti biasanya karna kemungkinan besar akan ada badai dimensi yang harus gadis itu lewati.


Benar saja beberapa menit setelah masuk dalam dimensi ruang dan waktu Xiao Ziya melihat kilatan petir berwarna merah menyambar di berbagai arah, dalam rintangan kali ini Ziya akan menyelesaikannya dengan baik. Xiao Ziya membuat sebuah lingkaran sihir yang mengelilingi tubuhnya ia menggunakan mantra kuno untuk memperkuat lingkaran sihir itu, akhirnya saat yang di tunggu tunggu tiba Xiao Ziya melintasi badai petir merah yang sangat menakjubkan.


Lingkaran sihir pelindung milik Xiao Ziya terguncang dengan hebat ketika terkena Sambaran petir, untunglah lingkaran sihir itu tak hancur dan membuat Xiao Ziya berada dalam bahaya. Setelah beberapa saat akhirnya badai petir merah menghilang dengan sendirinya, Xiao Ziya bernafas lega karna bisa selamat dari badai dimensi kini gadis itu tinggal menunggu sampai di gerbang masuk Dunia Manusia Abadi untuk membawa Zoe pulang dengan selamat.


"Waktu yang cukup panjang, akhirnya saya menginjakkan kaki di tempat ini." ucap Xiao Ziya, gadis itu melihat kesekeliling ada beberapa penjaga gerbang masuk Dunia Manusia Abadi yang sedang menatap ke arah gadis itu.


Sepertinya para penjaga gerbang terkejut dengan kedatangan orang asing ke wilayah mereka, untuk masuk ke dunia Manusia Abadi dibutuhkan izin khusus dari salah satu pemimpin yang ada di sana jika Xiao Ziya tak memilikinya gadis itu tak akan bisa masuk ke dalam.


Dunia Manusia Abadi di kelilingi dengan sihir pelindung yang sangat kuat, meskipun Xiao Ziya mampu menaklukkan dunia atas, dunia para dewa, ataupun dunia semesta tingkat rendah, tingkatan pada Dunia Manusia Abadi sangatlah berbeda dari yang lain.


"Maaf Anda tak diperbolehkan masuk ke dalam." ucap salah seorang penjaga gerbang masuk, ia memberi tau pada Xiao Ziya secara baik baik.


"Ah mengapa saya tak boleh masuk ke dalam?." tanya Xiao Ziya dengan raut wajah bingung.


"Anda perlu izin dari salah satu pemimpin di sini untuk bisa masuk kedalam." ucap salah seorang penjaga gerbang yang memberi penjelasan pada Xiao Ziya tentang prosedur untuk masuk ke dalam wilayah Dunia Manusia Abadi.


"Ah ternyata begitu, tunggu sebentar saya akan mencari tokennya." ucap Xiao Ziya yang sedang mencari cari token pemberian sang kakek, mungkin dengan token itu ia bisa masuk kedalam.


Setelah mencari cari cukup lama karna barang yang gadis itu simpan di dalam cincin penguasa mutlak sangatlah banyak akhirnya ketemu juga, Xiao Ziya menunjukkan token itu pada para penjaga gerbang masuk Dunia Manusia Abadi. Beberapa penjaga gerbang datang untuk memastikan keaslian token milik Xiao Ziya itu, mereka cukup terkejut melihat seorang gadis asing memiliki tanda pengenal dari Pemimpin Klan Yuang Yie.


"Baiklah nona dipersilahkan masuk kedalam, di Dunia Manusia Abadi tingkat kejahatan pada pendatang baru sangatlah tinggi kami harap nona berhati hati." ucap para penjaga dengan ramah, Dunia Manusia Abadi adalah dunia yang bisa dikunjungi oleh siapapun selama mereka memiliki izin dari salah seorang pemimpin.


"Terimakasih telah memperingatkan saya." jawab Xiao Ziya dengan senyuman hangat kemudian gadis itu masuk kedalam.

__ADS_1


Dunia Manusia Abadi tak jauh berbeda dengan lapisan dunia yang lain, hanya saja energi qi yang menyelimutinya sangatlah tebal hingga seorang kultivator bisa memulihkan tenaga dengan cepat. Selain itu semua penduduk dunia manusia abadi memiliki kekuatan setara seorang kultivator tingkat menengah untuk penduduk biasa. Xiao Ziya melihat lihat kesekitar, karna hari sudah malam gadis itu mencari sebuah penginapan untuknya beristirahat hari ini saja. Setelah mencari cari cukup lama tak ada penginapan yang mau menyewakan kamar untuk satu malam saja meski gadis itu mau membayar tiga kali lipat, mungkin di sini memiliki peraturan yang berbeda. Karna tak mendapat kamar gadis itu mencari sebuah pohon tinggi dan memiliki dahan yang kokoh untuk tempatnya tidur. Setelah menemukan tempat yang nyaman gadis itu mulai memejamkan mata dan terlelap dalam mimpi indahnya.


Hai semua gimana kabar kalian semua? semoga sehat selalu ya guys, maaf baru up karna baru ada kuota hehe. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.


__ADS_2