
Xiao Ziya menghindari setiap serangan Pangeran Lu Xunzo, ia menatap sang pangeran dengan tajam kemudian melakukan serangan balasan, gerakan Xiao Ziya yang sangat cepat membuat Pangeran Lu Xunzo teteteran dan mendapatkan banyak luka. Melihat lawannya lengah Xiao Ziya menancapkan pedang hitamnya tepat di jantung Pangeran Lu Xunzo. Pangeran Lu Xunzo yang mendapat hujaman pedang di jantungnya tak bisa bertahan lama ia mati begitu saja tanpa ada lagi perlawanan.
"Putraku." triak Kaisar Lu Yunha saat melihat Pangeran Lu Xunzo mati ditangan Xiao Ziya. Ini baru permulaan ia kehilangan satu putranya dan jika ini terus berlangsung maka mungkin saja Kaisar Lu Yunha akan kehilangan seluruh anggota keluarganya.
Xiao Yan sedang bertarung melawan Pangeran Lu Limji, kemampuan pangeran itu bisa dibilang lebih baik dari kakak laki lakinya namun tentu saja Xiao Yan tak ingin kalah karna kemenangan peperangan kali ini akan dihadiahkan pada Xiao Ziya.
"Gadis kurang ajar itu adikmu?." ucap Pangeran Lu Limji yang berusaha memancing amarah dari Xiao Yan.
"Iya gadis cantik itu adik saya." ucap Xiao Yan yang tetap tenang karna jika ia terpancing amarah ia akan membuat cela yang membuat musuhnya mendapat keuntungan.
"Ia adikmu sangat cantik akan sangat mahal bila menjualnya ke rumah bordil." ucap Pangeran Lu Limji, ia mengucapkan kata kata yang sangat menjijikkan dan jangan lupakan senyuman Pangeran Lu Limji yang membuat siapa saja ingin muntah saat melihatnya.
Mendengar Pangeran Lu Limji menghina sang adik seperti itu tentu saja Xiao Yan marah namun ia mencoba untuk tetap tenang, dari peperangan peperangan sebelumnya ia belajar bahwa saat beradu pedang dengan orang lain di medan perang jangan pernah teralihkan walau kata kata musuh sangat menyakiti hati.
Namun yang membuat Xiao Yan bingung adalah Xiao Ziya selalu dalam kondisi marah ataupun kesal saat melawan seseorang namun gadis itu tak pernah terluka sa sekali apalagi membuat celah yang bisa membuat lawannya menang.
"Hahahaha kau tak marah saat adikmu dihina?." ucap Pangeran Lu Limji yang merasa bahwa Kaisar Kekaisaran Qiyu yang ada di hadapannya itu tak menyayangi sang adik.
Xiao Yan meningkatkan kecepatan serangannya dan ia beehasil memotong kedua tangan Pangeran Li Limji, melihat kedua tangannya hilang begitu saja membuat Pangeran Lu Limji tak bisa terima namun bagaimana cara dia melakukan perlawanan tanpa sebuah tangan.
"Kau berani memotong tanganku." triak Pangeran Lu Limji yang sangat marah. Karna sudah muak dengan perkataan sang pangeran Xiao Yan langsung memenggal kepala Pangeran Lu Limji.
Dua pangeran dari Kekaisaran Lungzo sudah gugur, prajurit milik Kekaisaran Lungzo juga sudah berkurang sangat drastis lebih dari setengahnya ini semua karna keganasan kakak laki laki Xiao Ziya yang menyerang dengan sangat cepat, yang mereka incar adalah kepala para prajurit musuh sehingga sekali menyerang kepala hilang.
Kaisar Lu Yunha yang menyaksikan semuanya merasa sangat lemas, kelaisaran yang sudah ia pimpin selama puluhan tahun hancur begitu saja karna ketidak mampuan dan kebodohannya dalam memilih lawan. Hari semakin sore dan matahari hampir tenggelam peperangan ini belum berakhir saat Xiao Ziya meminta mereka yang ada di pihaknya untuk beristirahat mereka menolak.
"Hais mereka semua sangat keras kepala." ucap Xiao Ziya yang melanjutkan peperangan itu juga.
Suasana di Kekaisaran Lungzo sangat mencekam, para penduduk sedang berlindung di rumah rumah mereka, ada beberapa keluarga bangsawan yang tak ingin turun tangan saat peperangan berlangsung karna mereka merasa peperangan kali ini murni untuk anggota istana kekaisaran saja bukan untuk memperjuangkan hak penduduk.
"Semua ini karna gadis itu, gadis yang telah membuat keluargaku hancur, gadis yang membuat perjuangaku selama bertahun tahun hancur dalam satu hari saja." ucap Kaisar Lu Yunha yang merasa sangat kesal, marah, dan kecewa hingga tiba tiba saja ada yang merasuki tubuh Kaisar Lu Yunha.
__ADS_1
Mereka adalah jiwa jiwa dari pemimpin Kekaisaran Lungzo terdahulu mungkin saja jiwa mereka terusik saat Kekaisaran yang mereka bangun sejak dulu dan sudah diwariskan secara turun menurun akan hancur begitu saja di tangan seorang gadis.
Mata Kaisar Lu Yunha berubah menjadi merah bahkan ada darah yang keluar dari mata Kaisar Lu Yunha sepertinya ia sedang menggunakan terlarang.
"Aku tak akan membiarkanmu hidup dengan tenang." ucap Kaisar Lu Yunha yang sudah dirasuki arwah arwah leluhurnya.
Xiao Ziya yang ada di kejauhan dan sedang melawan beberapa jenderal dari pihak musuh merasakan adanya arwah jahat disekitat area peperangan. Ia mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru akhirnya mata Xiao Ziya bertatapan dengan mata Kaisar Yuhna.
"Dia menggunakan jurus terlarang? hah kaisar itu memang sangat suka sekali bercanda denganku." ucap Xiao Ziya yang langsung melesat menuju Kaisar Lu Yuhna. Gadis itu merasakan bahwa arwah yang merasuki tubuh sang kaisar sepertinya memaksa untuk dibebaskan dari neraka.
"Jadi kau yang menjadi penyebab hancurnya kekisaranku." ucap Kaisar Lu Yunha yang menatap Xiao Ziya dengan mata yang mengeluarkan darah.
Seandainya jiwa jiwa atau arwah yang keluar dari siksaan neraka dengan paksa itu tau bahwa gadis yang ada di hadapan mereka adalah ratu pemilik neraka mungkin mereka sudah kabur lebih awal.
"Kalian kabur dari neraka?." tanya Xiao Ziya yang menatap mata Kaisar Lu Yunha dengan tajam. Lima arwah kaisar terdahulu dari Kekaisaran Lungzo merasa tertekan dengan tatapan Xiao Ziya. Mereka sangat ingat bahwa tatapan seperti itu sangat mirip dengan tatapan Raja Artur yang pernah mereka lihat beberapa puluh tahun yang lalu.
"Jangan mencoba coba untuk menakuti kami karna kami tak takut denganmu." triak arwah arwah yang masih ada di dalam tubuh Kaisar Lu Yunha, mereka tetap mengira bahwa Xiao Ziya adalah gadis biasa yang bisa mereka hancurkan.
"Hah sepertinya keamanan wilayah penyiksaan harus diperketat." ucap Xiao Ziya yang menepuk jidatnya ia melakukan telepati batin dengan Raja Artur yang ada di Istana Neraka.
"Kakek tua bagaimana kerja para pegawai nerakamu itu mengapa ada arwah yang kabur dari neraka dan menggangu peperangan ini." ucap Xiao Ziya dalam batinnya.
Raja Artur yang mendengar perkataan Xiao Ziya merasa pusing karna ada saja masalah yang terjadi. Ia meminta seorang jenderal neraka untuk menjemput arwah arwah itu agar gadis nakal yang sedang berperang itu.
Jenderal Yuanze menerima perintah dari Raja Artur untuk pergi ke dunia bawah untuk menjemput para arwah yang sedang mengganggu peperangan dari junjungan muda mereka.
"Baik saya akan pergi kesana." ucap Jenderal Yunze yang langsung pergi ke dunia bawah.
Saat ini Xiao Ziya sedang bertarung dengan Kaisar Lu Yunha yang sedang dirasuki arwah leluhurnya itu. Xiao Ziya hanya sedang mengulur waktu hingga utusan Raja Artur datang untuk menjemput arwah arwah yang kabur itu.
"Kau dari tadi hanya menghindar saja, apakah kau takut denganku?." ucap Kaisar Lu Yunha yang merasa senang karna bisa membuat gadis sombong yang ada dihadapannya itu merasa tertekan, padahal Xiao Ziya sedari tadi menghindar namun selalu tersenyum.
__ADS_1
Mendan peperangan tiba tiba terasa begitu panas, pihak Kekaisaran Lungzo dan para prajurit yang ada di pihak Xiao Ziya merasa bingung padahal ini sudah malam namun mengapa suhu di sana sangat panas dan tak wajar.
"Ada apa ini mengapa malam ini sangat panas?." ucap Xiao Zio yang merasa keheranan.
"Entahlah mungkin seperti ini rasa ketika ada di medan perang." ucap Ling Fuen yang tak mengerti apa yang sedang terjadi.
Dari langit turun seorang pria namun yang bisa melihatnya hanyalah Xiao Ziya dan juga Kaisar Lu Yunha yang sedang dirasuki arwah leluhurnya. Merasakan kehadiran salah satu orang penting dari wilayah neraka membuat arwah arwah leluhur Kekaisaran Lungzo ketakutan. Mereka tak mengira akan tertangkap secepat ini.
"Salam hormat saya pada junjungan muda, saya Jenderal Yunze diperintah Raja Artur untuk membantu nona." ucap Jenderal Yunze yang membungkuk hormat dihadapan Xiao Ziya.
"Cepat bawa pergi arwah arwah pengganggu ini sebelum aku marah dan menghancurkan mereka." ucap Xiao Ziya yang sudah berusaha sebisa mungkin untuk mengontrol emosinya, semua arwah dan jiwa yang ada di penyiksaan neraka akan mendapatakan hukuman mereka masing masing dan dalam masa hukuman itu tak ada yang boleh melenyapkannya.
"Baiklah saya akan membawa mereka." ucap Jenderal Yunze yang terlihat sedang membaca sesuatu, arwah arwah itu keluat dari tubuh Kaisar Lu Yunha mereka dimasukkan kedalam sebuah botol berwarna merah.
"Saya akan kembali ke wilayah neraka, jika junjungan muda punya waktu saya harap berkenan untuk berkunjung ke sana." ucap Jenderal Yunze yang langsung melesat pergi. Suhu yang tadinya panas kembali menjadi dingin seperti semula.
Kaisar Lu Yunha kembali ke alam sadarnya, ia kira para leluhurnya sudah melenyapkan gadis itu namun saat ia membuka mata gadis itu masih berdiri di depannya dengan kondisi yang baik baik saja. Bahkan ia tersenyum seperti tak terjadi apapun padanya.
"Kau masih baik baik saja?." ucap Kaisar Lu Yunha yang sangat terkejut.
"Tentu saja dan selamat tinggal." ucap Xiao Ziya yang membuat Kaisar Lu Yunha kebingungan tanpa ada aba aba apapun Xiao Ziya membakat tubuh Kaisar Lu Yunha dengan api hitamnya. Gadis itu ingin segera mengakhiri peperangan ini karna ia merasa sangat lapar.
"Sialan apa yang kau lakukan padaku cepat padamkan api ini." triak Lu Yunha yang merasa kesakitan saat dirinya dibakat hidup hidup oleh Xiao Ziya.
"Peperangan ini membuatku lapar jadi aku ingin segera mengakhirinya." ucap Xiao Ziya yang memang sedang kepalaran. Apakah kalian pernah mendengar hal aneh yang seperti Xiao Ziya lakukan? tentu saja tidak karna gadis itu tak ada duanya.
Para kakak laki laki Xiao Ziya dan juga prajurit yang ada di pihaknya sudah berhasil membabat semua prajurit yang ada di pihak musuh, kematian kedua pangeran dan kaisar membuat Xiao Ziya dan yang lainnya memenangkan peperangan ini. Terlihat potongan potongan tubuh manusia yang berserakan agar tak menimbulkan penyakit Xiao Ziya membakat tubuh tubuh yang sudah tak utuh lagi itu.
"Kita menang, kita menang. Selamat Master Ziya atas kemenangan ini." triak mereka semua secara serempak. Mendengar semua orang yang merasa senang membuat Xiao Ziya juga merasa senang. Para penduduk Kekaisaran Lungzo mulai keluar dari rumah mereka walau sebenarnya mereka takut.
"Jadi Kaisar Lu Yunha kalah? lalu apa yang akan mereka lakukan pada kita?." ucap salah seorang penduduk yang merasa sangat cemas. Ia pernah mendengar bahwa penduduk yang ada di wilayah pihak yang kalah perang biasanya akan dijadikan pelayan atau di jual ke pasar perbudakan.
__ADS_1
"Sepertinya mereka bukan orang orang jahat." ucap salah satu penduduk yang sedang melihat kearah Xiao Ziya yang sedang tersenyum.
Hai hai semuanya akhirnya aku update lagi, jangan lupa follow buat yang belum follow aku, vote yang tiket votenya masih belum kepakel, gift hadiah apapun biar aku makin semangat, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share. Like 10 kali game ganti ganti baju yg ada di profilku.