
Setelah iblis itu pergi Xiao Ziya segera menghampiri beberapa anggota pasukan khususnya yang sedang terluka karna diserang oleh orang orang berjubah hitam yang hendak memaksa masuk ke kota kecil Xiao Ziya.
Xiao Ziya mengambil beberapa pil berwarna biru pekat dan meminumkannya pada mereka satu persatu. Perlahan luka luar maupun luka dalam para anggota pasukan khusus Xiao Ziya mulai membaik. Beberapa dari mereka juga sudah sadar dan kembali pulih seperti tak pernah terluka sebelumnya.
"Trimakasih karna nona sudah membantu kami." ucap Sen Linju yang merupakan salah satu anggota dari pasukan khusus.
Saat di serang oleh orang orang berjubah hitam tadi Sen Linju sudah siap jika ia harus mati saat itu juga karna baginya menjaga kota kecil milik nona mudanya agar tetap aman adalah tugas yang harus ia jalankan jadi Sen Linju tak akan pernah menyesali kematiannya. Namun tanpa di duga nona mudanya sangat peduli dengan keselamatan para anggota pasukan khusus sehingga memberikan pil tingngkat misteri yang dapat memulihkan luka luka mereka.
"Bawalah teman temanmu yang masih pingsan setelah itu beristirahatlah." ucap Xiao Ziya yang meminta pada Sen Linju untuk mengangkat beberapa temannya yang masih pingsan dan jika pemuda itu kelelahan ia bisa memanggil anggota pasukan yang lain untuk membantunya.
"Baiklah jika begitu saya permisi dulu." ucap Sen Linju yang mengangkat salah satu temannya lalu masuk kedalam gerbang masuk kota kecil.
Xiao Ziya juga ikut masuk kedalam ia menjentikkan jarinya kemudian beberapa anggota pasukan khusus yang masih pingsan mengambang di atas udara. Xiao Ziya melayangkan badan mereka untuk masuk kedalam kota kecilnya.
Xiao Ziya tetap menunggu di luar gerbang karna aura milik Xiao Yan dan juga Pangeran Kegelapan terasa semalin dekat. Benar saja setelah beberapa saat akhirnya Xiao Yan dan Pangeran Kegelapan sampai di depan gerbang masuk kota kecil milik Xiao Ziya.
"Ah ternyata kau ada di sini adikku." ucap Xiao Yam yang mengira Xiao Ziya sudah kembali ke Akademi Kekaisaran Qiyu. Lalu apakah gempa yang sangat besar tadi juga berasal dari adiknya.
"Apakah adik Ziya juga merasakan gempa yang sangat hebat tadi?." tanya Pangeran Kegelapan yang langsung mengatakan tujuan mereka datang kesana.
"Aku tadi bertarung dengan beberapa orang dan tak sengaja menghentakkan tanah dengan begitu keras." ucap Xiao Ziya yang berusaha menyembunyikan bahwa ia bertemu dan sempat bertarung dengan seorang iblis.
Walaupun di dunia bawah sangat kultivator tingkat tinggi namun hanya beberapa orang dari dunia bawah yang pernah bertemu dengan iblis. Di dunia bawah kemunculan iblis merupakan hal yang sangat buruk karna mereka mengira akan ada malapetaka yang akan datang, namun tak semua iblis yang memiliki aura kegelapan akan membahayakan manusia lainnya karna ada beberapa dari mereka yang memiliki niatan yang baik.
"Ternyata begitu." ucap Xiao Yan yang langsung percaya saja dengan apa yang diceritakan oleh sang adik. Karna Xiao Ziya memiliki kekuatan yang luar biasa dan mungkin saja hentakan kakinya dapat menggetarkan tanah.
"Kaisar Yan sepertinya anda tadi meninggalkan beberapa berkas yang belum di kerjakan, apakah anda lupa bahwa nanti ada rapat dengan para mentri?." ucap Pangeran Kegelapan atau lebih dikenal dengan nama Jenderal Zue.
Xiao Yan langsung menepuk jidatnya bagaimana bisa ia lupa dengan hal sepenting itu, Xiao Yanpun pamit pada Xiao Ziya dan Jenderal Zue yang masih ingin berada di sana untuk beberapa saat. Xiao Yan telah melesat pergi ke arah Istana Kekaisaran Qiyu kini Pangeran Kegelapan menatap Xiao Ziya penuh dengan selidik.
Xiao Ziya tau bahwa Pangeran Kegelapan dapat merasakan aura dari iblis yang masih tertinggal, sebagai mantan pangeran dari Kerajaan Kegelapan ia juga sangat familiar dengan aura aura para iblis.
"Jadi apa yang terjadi sebenarnya?." tanya Pangeran Kegelapan yang ingin tau mengenai rincian dari kejadian barusan.
Xiao Ziya hanya bisa menghela nafasnya panjang kemudian gadis itu menceritakan apa saja yang telah terjadi, Pangeran Kegelapan hanya mengangguk angguk faham.
"Untunglah iblis itu tak memiliki niatan untuk membunuhmu." ucap Pangeran Kegelapan yang merasa sangat lega karna adik perempuannya baik baik saja.
"Ya dia hanya dibangunkan oleh beberapa orang berjubah hitam." ucap Xiao Ziya yang penasaran dari mana orang orang berjubah hitam itu datang.
"Lain kali kau harus lebih berhati hati karna ada beberapa jenis iblis yang tak mudah untuk dibadapi." ucap Pangeran Kegelapan yang nampak sangat cemas dengan apa yang akan terkadi pada adik kecilnya nanti.
"Baiklah saya akan selalu ingat dengan nasehat Zue gege." ucap Xiao Ziya yang memang tak pernah meremehkan nasehat dari orang lain apalagi dari orang orang terdekatnya.
"Aku akan menjelaskan pasadamu beberapa iblis yang sulit dihadapi." ucap Pangeran Kegelapan yang terlihat ingin mengajari Xiao Ziya tentang beberapa hal yang gadis itu belum mengerti.
Pangeran Kegelapan menjelaskan bahwa di seluruh lapisan dunia di alam semesta ini ada sebuah dunia yang hanya ditempati oleh para iblis saja, status mereka juga lebih tinggi daripada iblis iblis yang ada di alam neraka dan di pimpin oleh Raja Artur. Mereka memiliki pemimpin sendiri yang sangat kejam jika sudah tak suka pada seseorang entah dengan alasan yang jelas ataupun tidak mereka langsung membunuhnya. Iblis iblis itu bahkan mampu meratakan dunia dewa jika mereka ingin meratakannya. Konon pemimpin dari para iblis itu adalah seorang pria yang penuh dengan kebencian karna ia kehilangan putrinya karna saat akan berreingkarnasi jiwa putrinya ditolak oleh para dewa dan saat itu Raja Artur tak dapat membantu apapun. Setelah sekian lama tak menampakkan dirinya akhir akhir ini Pangeran Kegelapan mulai merasakan pergerakan dari pria itu.
"Jadi adikku Ziya gege harap kau selalu waspada akan apapun yang ada di sekitarmu karna mereka juga bisa menyerupai manusia biasa." ucap Pangeran Kegelapan yang memberikan nasehat terakhir sebelum ia melesat kembali ke dalam gerbang masuk wilayah Kekaisaran Qiyu.
Xiao Ziya nampak masih berusaha mencerna apa yang dikatakan oleh Pangeran Kegelapan, ia faham mengapa aura iblis tadi sangat berbeda dengan para iblis yang lain, namun anehnya iblis menyeramkan tadi tak memiliki niat untuk membunuhnya hanya saja tempramen dari sang iblis sangatlah buruk sehingga ia sangat cepat marah.
"Jadi apakah pria yang menjadi pemimpin para iblis tadi benar benar jahat? atau ia hanya membutuhkan kasih sayang dari seorang gadis yang bersedia menjadi putri angkatnya?." ucap Xiao Ziya yang sedikit merasa bingung karna baginya kehilangan seseorang yang kita sayang memang bisa memancing amarah yang sangat besar.
Karna tak ingin terlalu ambil pusinh dengan masalah itu akhirnya Xiao Ziya masuk kedalam kota kecil miliknya, ia ingin tinggal di sini hingga esok pagi gadis itu akan mengawasi pelatihan yang dilakukan oleh pasukan khusus dan pasukan iblis yang ia miliki.
Sedangkan di tempat lain entah dimana namun yang pasti itu bukanlah alam neraka, wilayah neraka, dunia atas, ataupun dunia para dewa karna dunia itu jauh ada di atas semua itu. Seorang iblis yang tadinya memiliki penampakan yang sangat seram tiba tiba berubah menjadi pemuda yang tampan.
Ia masuk kedalam sebuah istana yang sangat megah dan juga memiliki nuansa moderen.
__ADS_1
"Salam saya pada ayahhanda." ucap iblis itu yang ternyata putra dari pria tersebut.
"Bagaimana putraku apakah kau sudah menemukannya." ucap sang pria yang sedang duduk di sebuah singgasana mewah.
"Saya sudah menemukannya jiwa itu benar benar milik adik Zoya." ucap sang pemuda yang menyebutkan nama Zoya.
Bukankah Zoya adalah nama dari jiwa yang ada di dalam tubuh Xiao Ziya? namun mengapa di dimensi ini ada orang yang mengenalinya di zaman itu, bukankah Zoya adalah Ziya di masa depan dan Ziya adalah Zoya di masa lalu. Mungkinkan ia sudah pernah berreingkarnasi sebelumnya lalu siapa pemuda dan pria itu? pemuda itu tadinya adalah seorang iblis yang sangat menyeramkan ketika sampai di dunianya sendiri ia berubah menjadi pemuda yang sangat tampan.
"Jadilah pengikutnya dan kawal dia hingga bisa sampai ke lapisan dunia ini." ucap sang pria yang meminta pada putranya untuk menjadi pengikut dari Xiao Ziya.
Misteri tentang siapa ibu dari Xiao Ziya saja belum terungkap sekarang sudah muncul lagi misteri baru tentang jejak reingkarnasi Xiao Ziya yang pernah ia lalui semasa hidupnya, gadis itu benar benar menyimpam sejuta rahasia yang harus ia pecahkan sendiri.
Pemuda itu menuruti apa yang diperintahkan oleh sang ayah esok pagi ia akan kembali ke dunia bawah untuk menemui Xiao Ziya dan meminta pada gadis itu untuk mengangkatnya menjadi pengawal ataupun pengikutnya.
Sedangkan saat ini Xiao Ziya sedang duduk termenung di sebuah pohon beringin yang ia tanam di tengah tengah kawasan kota kecilnya. Jika di zaman moderen keberadaan pohon beringin yang sangat besar adalah hal yang sangat menakutkan namun di zaman ini adalah sebuah kewajaran yang dianggap hal biasa.
"Sebaiknya aku mencari material material yang dapat digunakan sebagai bahan untuk membangun jalan teleportasi, karna nantinya akan banyak kawasan dan wilayah yang harus ku lindungi selain itu jumlah budak yang ada di sini masih sangat kurang apakah aku harus membeli lagi?." ucap Xiao Ziya yang nampak sedang kebingungan apakah ia perlu membeli budak lagi ataukah tidak. Namun pasar budak yang ada di dekat wilayah Kekaisaran Qiyu hanya menjual sedikit budak saja jadi dimanakah Xiao Ziya dapat membelinya.
Saat memikirkan hal itu tiba tiba Yin Jung yang merupakan salah satu anggota pasukan khususnya datang untuk menemui Xiao Ziya. Yin Jung sengaja menemui nona mudanya karna ia melihat nona mudanya sedang kebingungan.
"Salam hormat saya pada nona muda, maaf jika saya lancang apakah ada sesuatu yang menggangu fikiran nona muda?." tanya Yin Jung yang ingin tau hal apa yang membuat nona mudanya itu merasa sangat gelisah apakah ada seaeorang yang ingin menyakiti nona mudanya?.
"Saya sedang memikirkan di dunia bawah ini dimana tempat pasar gelap terbesar yang menjual banyak budak." ucap Xiao Ziya yang ingin membeli lima puluh ribu budak namun ia tak yakin jika Yang Lu dan bosnya memiliki budak dalam jumlah besar untuk saat ini.
Yin Jung seperti sedang mengingat ingat sesuatu mungkin saja ia mengetahui dimana tempat penjualan budak terbesar yang ada di dunia bawah.
"Saya mengetahui sebuah tempat seperti yang nona muda inginkan." ucap Yin Jung yang membuat binar mata Xiao Ziya terlihat sangat cerah, akhirnya ia bisa membeli beberapa budak lagi untuk memenuhi semua kamar yang telah ia buat di kota kecilnya.
Namun lama kelamaan wilayah yang Xiao Ziya sebut sebagai kota kecil akan lebih besar daripada wilayah Kekaisaran Qiyu jika Xiao Ziya terus menerus membeli budak dalam jumlah yang sangat banyak.
"Bisakah besok kau mengantarku kesana?." tanya Xiao Ziya pada Yin Jung dan dengan cepat pemuda itu menyetujui permintaan dari nona mudanya.
Di sisi lain saat ini Raja Artur sedang melakukan pertemuan dengan para bawahannya yang bertugas untuk menjaga keseimbangan alam neraka, mungkin ada hal serius yang sedang terjadi sehingga ia melakukan rapat dadakan.
"Baiklah kalian semua sudah berkumpul di sini, apakah kalian juga merasakan pergerakan dari pria itu?." tanya Raja Artur pada para bawahannya tentang pergerakan seorang pria yang selama beberapa puluh tahun hanya diam saja.
"Kami merasakannya entah ini pertanda baik ataupun tidak." ucap salah satu dari pengeksekusi kematian yang ada di alam neraka.
Mereka membicarakannya dengan sangat mendetail sepertiya Raja Artur sedikit waspada jika pria itu akan menyerang alam nerakanya. Apa yang terjadi saat ini adalah sebuah misteri yang mungkin saja berhubungan dengan Xiao Ziya, takdir apa yang dimiliki oleh gadis itu.
"Yang Mulia Raja Artur kami juga mendapatkan telepati dari seorang jenderal iblis yang menjadi pengikut Xiao Ziya bahwa junjungan muda tadi memiliki sedikit kesalahfahaman dengan seorang iblis yang berasal dari dunia iblis." ucap salah seorang jenderal neraka yang masih menjaga alam neraka.
Sepertinya pergerakan dari pria itu meningkatkan rasa waspada pada orang orang yang tinggal di dunia lapisan yang ada di bawah dunia iblis.
Haripun berlalu dengan sangat cepat kini pagipun telah datang Xiao Ziya sudah bangun dari tidurnya dan kini ia sedang berada di dapur. Xiao Ziya meminta para wanita dan gadis gadis yang tadinya sibuk memasak untuk menghentikan kegiatan mereka saat ini.
"Ada keperluan apa hingga nona muda datang langsung kedapur?." tanya seorang wanita yang bernama Sinjeya yang sangat penasaran dengan alasan nona muda mereka datang ke dapur.
"Sarapan kali ini kalian tak perlu memasak siapkan saja untuk makan siang dan makan malam karna saya telah memesan roti isi daging dalam jumlah yang banyak." ucap Xiao Ziya yang meminta pada para pekerjanya untuk menghentikan kegiatan memotong sayuran mereka saat itu.
"Lalu apa yang harus kami lakukan?." tanya Min Fifi yang merasa tak enak hati jika hanya berdiam diri saja.
Xiao Ziya mengeluarkan ribuan permadani yang memenuhi area dapur.
"Minta para pasukan khusus untuk menggelar permadani ini di lapangan yang paling luas yang ada di sini dan bantu mereka sedangkan saya akan mengambil pesanan, dan yang lainnya siapkan minuman dan buah kalian mengerti." ucap Xiao Ziya yang memberikan perintah baru pada para pekerja wanitanya.
Xiao Ziyapun pergi dan melesat menuju wilayah Kekaisaran Qiyu. Gadis itu langsung pergi menuju kedai yang menjual roti isi daging, terlihat tumpukan roti isi daging yang memenuhi kedai itu bahkan sampai di luar kedai.
"Akhirnya nona datang juga, semua pesanan nona sudah siap namun mengapa nona datang sendirian bagaimana nona akan membawanya?." ucap bibi penjual roti isi daging yang tak mengerti mengapa nona muda itu datang sendirian.
__ADS_1
"Tenang saja saya bisa membawa ini semua tanpa kesulitan, berapa kekurangan biyayanya?." tanya Xiao Ziya yang merasa koin emas yang ia berikan kemarin kurang karna roti isi daging yang ia pesan sangatlah banyak.
"Koin emas yang nona berikan sudah lebih dari cukup." ucap bibi penjual roti isi daging itu yang merasa koin emas yang diberikan Xiao Ziya sangatlah banyak.
Xiao Ziya memberikan seribu koin emas lagi sebagai hadiah untuk bibi itu karna telah membuat pesananya dengan sangat baik dan aroma yang sangat lezat. Tadinya bibi penjual roti isi daging ingin menolak koin emas yang diberikan oleh Xiao Ziya namun gadis itu memaksa sehingga ia hanya bisa pasrah dan menerima.
"Trimakasih nona saya akan menerimanya dengan senang hati." ucap bibi penjual roti isi daging yang merasa sangat senang.
"Baiklah saya akan membawa semua pesanan saya." ucap Xiao Ziya yang memasukkan semua roti isi daging kedalam cincin semestanya, bibi penjual daging terlihat terkejut karna Xiao Ziya memiliki cincin ruang yang sangat langka dan mampu menampung banyak benda.
Setelah urusannya dengan bibi penjual roti isi daging selesai Xiao Ziya kembali ke kota kecil miliknya, saat sampai di sana semua permadani telah digelar dengan sangat rapi.
"Selamat datang nona muda." ucap semua orang yang berkumpul di sana.
Xiao Ziya mengeluarkan roti isi dagingnya dari dalam cincin semesta ia juga mengeluarkan beberapa jenis buah yang tumbuh di dalam ruang dimensi yang ada di dalam cincin semesta.
"Baiklah karna kalian semua sudah berkumpul mari kita sarapan bersama ambil saja sesuka hati kalian." ucap Xiao Ziya yang mempersilahkan para pengikutnya untuk mengambil roti isi daging dalam jumlah yang mereka inginkan kemudian mereka bisa di duduk di permadani yang telah dipersiapkan.
Acara sarapan bersama pagi itu sangatlah ramai para pengikut Xiao Ziya memiliki antusias yang sangat tinggi mereka mengambil roti isi daging, buah, dan juga air dalam porsi yang sangat banyak sedangkan Xiao Ziya sendiri mengambil dua roti isi daging, segelas susu, buah apel, buah pisang, dan buah persik. Setelah mengambil apa yang ia inginkan Xiao Ziyapun duduk berbaur bersama dengan yang lainnya.
"Nona muda tak menginginkan tempat duduk yang khusus?." tanya Yangzi yang merasa canggung ketika duduk di dekat nona muda mereka yang sangat cantik dan manis.
"Bukankah ini acara sarapan bersama mengapa saya harus menyiapkan tempat terpisah?." ucap Xiao Ziya yang merasa tak ada masalah jika dia duduk satu peamadani dengan orang lain.
Akhirnya mereka semua menikmati sarapan masing masing dengan sangat hikmat, para pasukan iblis milik Xiao Ziya juga tampak terbiasa dengan makanan makanan manusia biasa.
"Tolong panggilkan Yin Jung." ucap Xiao Ziya yang masih menikmati roti isi dagingnya sembari meminta para pasukannya untuk mencari tempat Yin Jung duduk.
Para pasukan khusus Xiao Ziya mulai berbisik satu sama lain karna mereka tak mungkin bertriak triak untuk mencari keberadaan Yin Jung, setelah beberapa saat Yin Jung berjalan menghampiri Xiao Ziya. Pemuda itu membawa nampannya yang masih berisi makanan karna ia masih memakan sedikit rotinya.
"Ada apa nona muda mencari saya?." tanya Yin Jung yang mungkin lupa dengan janjinya pada Xiao Ziya yang akan mengantar ke pasar budak terbesar yang ada di dunia bawah.
"Tolong beri sedikit tempat untuk Yin Jung." ucap Xiao Ziya yang meminta beberapa pasukan untuk sedikit bergeser.
Setelah ada tempat kosong untuk duduk Yin Jungpun duduk di samping Xiao Ziya.
"Apakah kau lupa kalau kau akan mengantar saya ke tempat penjualan budak." ucap Xiao Ziya dengan wajahnya yang ditekuk. Yin Jung hanya bisa tersenyum dan menggaruk kepalanya yang tak gatal karna ia lupa dengan janjinya pada nona muda.
"Maafkan saya karna saya tadi lupa." ucap Yin Jung yang merasa tak enak.
"Makanlah setelah itu kita akan berangkat." ucap Xiao Ziya yang melanjutkan acara makannya yang sempat tertunda.
Setelah beberapa saat akhirnya acara sarapan bersama telah selesai dan para pasukan dan wanita yang bekerja di bawah kepemimpinan Xiao Ziya sedang sibuk membereskan permadani.
"Saya dan Yin Jung akan pergi saya harap kalian jaga diri baik baik." ucap Xiao Ziya yang berpamitan pada para pengikutnya.
Xiao Ziya dan Yin Jung keluar dari kota kecil, Xiao Ziya mengeluarkan Zier dan meminta harimau itu untuk mengantarnya. Xiao Ziya dan Yin Jung sudah ada di punggung Zier dan saat ini mereka sedang ada di atas langit.
"Dimanakah tempat itu berada?." tanya Xiao Ziya yang ingin tau di wilayah mana tempat itu berada.
"Nona pergilah dahulu ke Kekaisaran Binzo, tempat itu tak jauh dari wilayah Kekaisaran Binzo." ucap Yin Jung yang memberitau bahwa tempat itu ada di dekat wilayah Kekaisaran Binzo.
"Baiklah saya akan tidur jika sudah sampai bangunkan saya." ucap Xiao Ziya yang merebakan tubuhnya di atas punggung Zier kemudian ia memajamkan matanya.
Yin Jung menatapi wajah damai Xiao Ziya yang sedang tertidur, tanpa gadis kecil yang ada di sampingnya itu mungkin ia akan dibeli oleh anak bangsawan yang kejam dan membuat hidupnya sama seperti di neraka. Untung saja ia dibeli oleh nona muda yang sangat baik, nona yang hanya meminta kesetiaannya untuk menjadi pengikut, nona muda yang sangat peduli dengan para pengikutnya.
"Entah berkah apa yang saya miliki sehingga bisa menjadi pengikut dari nona muda yang sangat baik." ucap Yin Jung yang sangat bersyukur atas kehidupan yang ia jalani sekarang.
Hai hai semuanya aku update lagi maaf karna hanya bisa satu chapter. Jangan lupa follow ya, vote juga, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share, tips.
__ADS_1