RATU IBLIS

RATU IBLIS
Tuan Yonzan Zu


__ADS_3

Setelah merasa tenang Xiao Ziya pergi menuju Istana Putri untuk beristirahat di Kamar Putri Beiling Zu, suasana di Istana Putri sangat sepi karna saat ini Putri Beiling Zu sedang menemani Ratu Junyi Zu di kamar utama Kerajaan Meztano sedangkan Putri Ming Zu masih dalam perawatan. Xiao Ziya masuk ke dalam kamar dan langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur, Xiao Ziya memejamkan mata dan mulai tidur dengan lelap. Di sisi lain saat ini Selir Mue Zu, Putri Beiling Zu, dan Pangeran Xilian Zu masih di rawat di ruang kesehatan mereka bertiga dalam kondisi yang cukup parah. Tabib istana sudah berusaha keras untuk menghilangkan racun di dalam tubuh Pangeran Xilian Zu dan Putri Ming Zu namun tubuh mereka belum menunjukkan reaksi apapun, sang tabib juga tak tau racun jenis apa yang telah keduanya minum. Selir Mue Zu terus mengerang kesakitan, beberapa tulang rusuknya yang patah membuat ia tak bisa bergerak sama sekali, siapa yang menyangka jika Xiao Ziya akan seberani itu meski Ibu Suri Yanhua Zu sudah menghalanginya.


Hari berjalan dengan sangat lambat, ini saatnya semua anggota Keluarga Kerajaan Bintang Timur makan siang akan tetapi tak ada satupun yang datang ke ruang makan istana utama. Raja Yongling Zu dan ketiga putranya masih sangat sibuk memikirkan cara menjauhkan Ibu Suri Yanhua Zu dari Xiao Ziya, jangan sampai Kerajaan Bintang Timur hancur begitu saja karna keegoisan dari Ibu Suri.


"Nenek mengatakan bahwa malam nanti kakek baru akan kembali, apakah kakek akan memiliki reaksi yang sama dengan nenek saat pertamakali bertemu dengan Xiao Ziya?." tanya Pangeran Honzi Zu pada Raja Yongling Zu, jika kekhawatirannya benar benar terjadi maka suasana di Istana Kerajaan Bintang Timur akan semakin kacau.


"Saya sangat berharap kakek memiliki respon yang lebih baik dari nenek, saya sangat kesal karna nenek begitu membela selir itu." ucap Putra Mahkota Yunzo Zu, sebagai seorang anak dari Ratu Junyi Zu ia akan menjaga ibunya dari orang orang jahat seperti sang selir dan neneknya sendiri.


"Mungkin kakek kalian akan menerima kehadiran Xiao Ziya dengan baik, bukankah dulu dia satu satunya orang yang meminta saya untuk membiarkan Ratu Junyi Zu melahirkan anak itu. Jika bukan karna perkataan dari kakek kalian, mungkin saya sudah membunuh Xiao Ziya sejak dalam kandungan." ucap Raja Yongling Zu dengan jujur pada ketiga putranya itu, dulu ia adalah orang yang sangat tak berperasaan serta takut kehilangan istri kesayangannya. Saat ini Raja Yongling Zu sangat menyesal atas semua perbuatan yang ia lakukan, sebagai raja yang bijak ia bisa membawa Xiao Ziya dan istrinya kembali ke dunia manusia abadi agar merasakan kasih sayang dari sang ibu namun dengan egois Raja Yongling Zu memisahkan ibu dan anak itu kemudian mengambil ingatan Ratu Junyi Zu tentang apa yang telah terjadi di dunia bawah.


"Kami juga sangat kecewa pada ayah, jika salah satu dari kami berada di posisi adik Ziya mungkin saja kami memilih untuk mengakhiri hidup." ucap Pangeran Jongsu Zu dengan ekspresi kecewa yang terlihat begitu jelas di wajahnya.


"Ayah tau telah melakukan banyak kesalahan, karna itu ayah terus mendapat masalah sebagai balasan perbuatan ayah di masa lalu." ucap Raja Yongling Zu, ia menundukkan kepala dan melihat ke bawah. Terdengar suara helaan nafas pasrah dari pria itu, apapun yang ia lakukan sekarang tak akan merubah sejarah di masa lalu.


"Setidaknya ayah meminta maaf pada adik Ziya." ucap Pangeran Honzi Zu dengan tatapan polosnya.


"Ayah akan berusaha untuk melakukannya." jawab Raja Yongling Zu.


Saat ini Xiao Ziya masih menikmati tidur siang yang sangat nyaman, gadis itu tak peduli bagaimana kondisi Selir Mue Zu dan kedua anaknya saat ini. Jika Selir Mue Zu melakukan hal yang membahayakan nyawa ibunya lagi, maka Xiao Ziya benar benar membantai seluruh Klan Mue agar selir itu merasakan rasa sakit yang berkali kali lipat dari kematian. Saat Xiao Ziya masih tertidur pulas ia mendengar ada seseorang yang mengetuk pintu kamarnya, dari ketukannya Xiao Ziya tau orang itu sedang memaksanya untuk keluar dari kamar dan ingin mencari masalah dengannya. Akhirnya Xiao Ziya membukakan pintu dan melihat ke arah Ibu Suri Yanhua Zu yang sedang menatap ke arahnya dengan tatapan kesal bercampur marah.


"Apa yang kau lakukan di kamar Putri Beiling Zu, seharusnya kau berada di kamar tamu." ucap Ibu Suri Yanhua Zu dengan tatapan sinis.


"Putri Beiling Zu tak keberatan berada di kamar yang sama dengan saya, selain itu Yang Mulia Raja Yongling Zu sendiri yang meminta saya untuk tinggal dan tidur di sini. Jika Ibu Suri merasa tak terima silahkan protes pada putra anda." jawab Xiao Ziya dengan tatapan tenang, ia tak ingin terkena darah tinggi hanya untuk meladeni wanita tua bangka itu.


"Kau juga harus tau posisimu di istana ini hanyalah sebatas tamu, mengapa kau tak kunjung pulang ke kerajaan mu sendiri." bentak Ibu Suri Yanhua Zu dengan tatapan sinis, jika gadis dihadapannya ini segera nkembali ke Kerajaan Bulan maka suasana di Istana Kerajaan Bintang Timur akan kembali seperti semula.


Saat Xiao Ziya dan Ibu Suri Yanhua Zu sedang saling bertatapan sinis satu sama lain tiba tiba tabib Istana Kerajaan Bintang Timur berlari ke arah mereka berdua, seperti sang tabib datang untuk menemui Xiao Ziya untuk menanyakan masalah racun. Setelah sampai di hadapan Xiao Ziya dan Ibu Suri Yanhua Zu tabib itu memberikan salam pada mereka berdua.


"Siapa yang sedang anda cari Tuan?." tanya Xiao Ziya dengan ramah pada tabib itu.


"Saya datang untuk menanyakan sesuatu mengenai racun yang ada di tubuh Pangeran Xilian Zu dan Putri Ming Zu, saya juga ingin tau apakah Nona Ziya memiliki penawarnya?." tanya tabib itu dengan harapan tinggi pada Xiao Ziya, meski ia yakin Ziya tak akan memberikan penawar itu secara gratis untuk kesembuhan kedua anak Selir Mue Zu.


"Racun yang mereka minum adalah racun yang akan melumpuhkan seseorang dan perlahan lahan akan mematikan organ dalam mereka. Saya memang bisa membuat obat penawarnya namun saya tak akan pernah membuatkan obat penawar itu, jika anda pergi ke Paviliun Obat Langit mereka juga tak akan bersedia membuatkannya tanpa izin dari saya." jawab Xiao Ziya atas pertanyaan pertanyaan dari sang tabib.

__ADS_1


Tabib dan Ibu Suri Yanhua Zu saling memandangi satu sama lain, mengapa Paviliun Obat Langit sangat peduli dengan izin gadis itu? memang apa yang telah dilakukan oleh gadis itu hingga sanggup menundukkan kepala Tuan Jiangnan.


"Saya memohon pada anda agar bersedia membuatkan obat penawar." ucap sang tabib Istana Kerajaan Bintang Timur yang terus memaksa Xiao Ziya agar membuat penawar racun.


"Sebagai seorang tabib istana, mengapa anda tak memiliki kemampuan untuk membuat obat penawar?. tanya Xiao Ziya dengan senyum miring andalannya.


"Ilmu yang saya miliki hanya untuk menyembuhkan orang lain sedangkan orang yang bisa membuat penawar racun adalah orang yang pernah membuat racun itu." ucap tabib Istana yang tak ingin kalah beradu argumen dengan gadis muda seperti Xiao Ziya.


Hanya orang bodoh yang mengatakan hal itu, membuat penawar racun dapat dipelajari saat seorang tabib berusaha mengobati pasiennya yang sedang keracunan." jawab Xiao Ziya dengan kata kata yang membungkam mulut tabib istana itu. Karna tak mendapat bantuan dari Xiao Ziya dan ia malah dipermalukan oleh gadis itu, akhirnya sang tabib istana memilih untuk kembali ke ruang kesehatan.


"Ternyata kau gadis yang sangat sombong dan keras kepala." ucap Ibu Suri Yanhua Zu yang sedang menilai bagaimana sikap Xiao Ziya.


"Menyombongkan sesuatu yang saya dapatkan karna perjuangan saya sendiri bukanlah hal yang keterlaluan. Lagipula kesembuhan kedua anak Selir Mue Zu adalah tanggung jawab dari Anggota Keluarga Kerajaan Bintang Timur sedangkan saya bukan bagian dari kerajaan ini." ucap Xiao Ziya yang masuk kembali ke dalam kamar kemudian menutup pintu rapat rapat agar Ibu Suri Yanhua Zu tak bisa masuk ke dalam.


Ibu Suri Yanhua Zu semakin tak suka dengan Xiao Ziya dan sikap sombongnya itu, ia akan mengadu pada suaminya ketika pulang nanti. Suami Ibu Suri Yanhua Zu terkenal sebagai pria yang sangat tegas dan akan menghukum siapapun yang telah melanggar aturan di Istana Kerajaan Bintang Timur ini tanpa pandang bulu. Ibu Suri Yanhua Zu pergi dari Istana Putri menuju Istana Utama, wanita tua itu perlu beristirahat karena saat ia baru datang sudah disambut oleh hal hal mengejutkan yang terjadi.


Selir Mue Zu yang sedang dalam perawatan perlahan lahan kondisinya mulai membaik, sang selir meminta tabib istana untuk mengambil selembar kertas dan juga tinta. Sang selir ingin meminta bantuan ayahnya untuk menyingkirkan Xiao Ziya serta Ratu Junyi Zu dari Kerajaan Bintang Timur ini, mungkin dengan bantuan sang ayah ia bisa melakukannya dengan cepat tanpa meninggalkan jejak.


"Tolong suruh seseorang untuk mengantar surat ini ke Klan Mue yang ada di Kerajaan Yuan Liong." ucap Selir Mue Zu sembari menahan rasa sakit di punggungnya. Tabib menerima surat itu dengan senang hati dan akan meminta seseorang untuk mengirimnya. Sang tabib segera keluar dari Istana Kerajaan Bintang Timur menuju sebuah pasar yang cukup ramai, terdapat sebuah toko yang menjual jasa mengantarkan surat sampai ke tempat tujuan.


"Saya sengaja mengumpulkan kalian semua dalam acara makan malam hari ini, saya mengerti Ibu Suri sangat terkejut dengan kedatangan Xiao Ziya di Istana Kerajaan Bintang Timur saat beliau sedang melaksanakan tugas di kerajaan lain dan saya harap Ibu Suri Yanhua Zu dapat menerima kehadiran Xiao Ziya di sini." ucap Raja Yongling Zu dengan tegas pada ibunya.


"Gadis dengan latar belakang yang buruk sepertinya tak layak untuk tinggal di istana ini." jawab Ibu Suri Yanhua Zu yang masih tak bisa menerima kehadiran Xiao Ziya.


"Berhenti mengatakan hal yang menyakiti hati adik Ziya nek." ucap Putri Beiling Zu dengan tatapan tak suka yang secara terang terangan ia tunjukkan untuk Ibu Suri Yanhua Zu.


"Lihatlah putrimu juga berubah menjadi pembangkang semenjak kehadiran anak haram ini." ucap Ibu Suri Yanhua Zu lagi dengan tawa remeh.


"Adik Ziya bukanlah anak haram." triak Pangeran Honzi Zu dengan ekspresi marah.


"Mengapa ibu mengatakan bahwa gadis ini anak haram, dia gadis yang cantik dan juga baik." ucap Ratu Junyi Zu yang mulai berani mengutarakan pendapatnya mengenai Xiao Ziya, hatinya juga tak terima mendengar sang ibu suri mengatakan bahwa Xiao Ziya adalah anak haram.


"Dia adalah anak m.." sebelum kalimat terakhir diucapkan oleh Ibu Suri Yanhua Zu, Xiao Ziya langsung menggunakan sihir untuk membuat suaranya tak bisa keluar.

__ADS_1


"Sebaiknya anda tak macam macam dengan saya, saya bukanlah gadis yang sabar." ucap Xiao Ziya dengan senyuman iblisnya, ia tau kemana arah pembicaraan dari Ibu Suri Yanhua Zu.


Ibu Suri Yanhua Zu ingin berbicara namun tak ada suara yang bisa keluar dari mulutnya, Ibu Suri juga berusaha mematahkan sihir dari Xiao Ziya dan anehnya ia tak mempu melakukan hal itu. Akhirnya sang ibu suri mengalah dan tak akan melanjutkan perkataannya tadi, Xiao Ziya menarik kembali kekuatan sihirnya.


"Jangan kira saya akan menerima mu dengan mudah." ucap Ibu Suri Yanhua Zu, ia sangat serius dengan perkataannya.


"Saya juga tak mengharapkan apapun dari wanita tua seperti anda." balas Xiao Ziya dengan santai, ia tak memerlukan dukungan dari Ibu Suri Yanhua Zu untuk bisa tinggal di Istana Kerajaan Bintang Timur ini.


Acara makan malam dilangsungkan dan tak berjalan sesuai dengan rencana Raja Yongling Zu, entah cara apa lagi yang harus ia lakukan agar Ibu Suri Yanhua Zu bisa berbaikan dengan Xiao Ziya. Setelah semua orang selesai memakan hidangan yang disajikan mereka bersiap meninggalkan ruang makan, saat ingin menginjakkan kaki ke luar sang raja melihat pria tua dengan senyuman lebar sedang melihat ke arahnya.


"Ayah kembali ?." tanya Raja Yongling Zu dengan tatapan bingung, ia fikir sang ibu hanya menggertak saja saat mengatakan ayahnya akan kembali malam nanti.


"Tentu ayah kembali karna tugasnya sudah selesai, bagaimana kabarmu dan yang lain?." tanya Tuan Yonzan Zu.


Ibu Suri Yanhua Zu yang saat itu berjalan di barisan paling belakang merasa sangat senang saat mendengar suara dari sang suami, dengan cepat Ibu Suri Yanhua Zu berlari ke arah suaminya itu kemudian memeluk erat.


"Mengapa istriku bertingkah aneh hari ini?." tanya Tuan Yonzan Zu dengan tatapan bingung, ia tak tau apa yang terjadi setelah istrinya kembali terlebih dahulu ke Istana Kerajaan Bintang Timur.


"Ada seorang gadis asing yang membuat saya sangat kesal, anda harus memberinya hukuman." ucap Ibu Suri Yanhua Zu dengan nada manja, Xiao Ziya yang tak terbiasa mendengar hal menggelikan seperti itu langsung merinding.


"Katakan siapa yang telah mengganggu mu." ucap Tuan Yonzan Zu dengan ekspresi marah, tak ada seorangpun yang boleh menyakiti istrinya itu.


"Dia bernama Xiao Ziya." ucap Ibu Suri Yanhua Zu kemudian melepas pelukannya.


"Siapa gadis bernama Xiao Ziya itu? apakah dia pelayan baru di sini?." tanya Tuan Yonzan Zu yang belum mengenal siapa Xiao Ziya.


Merasa namanya dipanggil oleh pria tua bangka itu akhirnya Xiao Ziya maju kedepan dengan raut wajah tak bersahabat. Raja Yongling Zu dan yang lain merasa sangat gugup, entah hal buruk apa yang akan terjadi lagi di Istana Kerajaan Bintang Timur ini.


"Saya adalah Xiao Ziya dan saya bukan seorang pembantu. Saya datang sebagai tamu yang diundang langsung oleh Yang Mulia Raja Yongling Zu, saya juga anak yang telah kalian pisahkan dari ibu kandungnya." ucap Xiao Ziya yang memperkenalkan diri pada Tuan Yonzan Zu. Gadis itu tak menunjukkan ekspresi apapun karna raut wajahnya yang sangat datar.


Tuan Yonzan Zu melihat ke arah Xiao Ziya dengan tatapan terkejut, ternyata anak dari Ratu Junyi Zu dengan seorang pria dari dunia bawah telah tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik serta etika yang baik. Tuan Yonzan Zu akhirnya mengerti mengapa perselisihan terjadi antara istrinya dan gadis itu, sejak awal Ibu Suri Yanhua Zu tak menyetujui pernikahan diantara Raja Yongling Zu dan Ratu Junyi Zu.


"Senang bisa bertemu dengan Anda, bagaimana konsisi ayah Anda sekarang?." jawab Tuan Yonzan Zu dengan ramah, ia perlu mencari tau siapa dalang dibalik perselisihan itu.

__ADS_1


"Saya sudah cukup lama tinggal di dunia manusia abadi dan belum mengetahui bagaimana kondisi ayah saya, saya selalu berharap ayah saya dan yang lain baik baik saja di sana." ucap Xiao Ziya dengan senyuman tipis, ternyata pria tua itu tak seburuk istrinya.


Hai semuanya author balik lagi nih gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.


__ADS_2