
Sedangkan di sisi lain saat ini Pangeran Zo Linhu sudah berada di rumah kekasih Pangeran Zo Runjin karna ia harus menutup mulut gadis itu, jika tidak maka semua orang akan mencurigainya saat Pangeran Zo Runjin tak kunjung kembali ke istana. Ternyata sang gadis sedang berada di halaman depan rumahnya dengan raut wajah cemas, ia tak bisa tidur dengan nyenyak karna terus memikirkan sikap aneh kekasihnya malam itu.
"Mengapa anda masih berada di luar?." tanya Pangeran Zo Linhu yang membuat sang gadis terkejut. Gadis itu melihat kebelakang dan kesamping Pangeran Zo Linhu untuk mencari keberadaan kekasihnya, namun tak ada siapapun di sana.
"Dimana kakak pertamamu?." tanya gadis itu dengan khawatir karna seharusnya mereka kembali bersama sama.
"Saya kira kakak pertama masih ada di sini, karna saat saya mengajaknya kembali dia berkata bahwa masih ingin menemani anda." ucap Pangeran Zo Linhu dengan wajah panik yang ia buat buat. Mendengar itu tentu membuat sang gadis semakin khawatir karna saat Pangeran Zo Linhu pergi ia juga mendengar suara langkah kaki lain.
Gadis itu menatap ke arah Pangeran Zo Linhu beberapa saat, ia tak bisa percaya begitu saja dengan pemuda yang ada di hadapannya itu. Sejak dulu Pangeran Zo Linhu dan Pangeran Zo Runjin selalu berselisih mengenai perebutan tahta kekaisaran saat kaisar sudah tiada nanti. Bisa saja Pangeran Zo Linhu berpura pura tak mengetahui dimana kakak pertamanya berada padahal ialah yang telah menghabisinya.
"Apa anda sedang bercanda dengan saya? saya jelas mendengar ada suara dua pasang kaki yang berjalan menjauh." ucap gadis itu tanpa berhati hati, walau gadis itu sangat pintar namun begitu ceroboh.
Mendengar sang gadis curiga padanya tentu membuat Pangeran Zo Linhu tak memiliki pilihan lain selain menghabisinya. Pangeran Zo Linhu menarik gadis itu dan membawanya masuk kedalam rumah, setelah itu sang pangeran menusukkan sebuah belati tepat di jantung sang gadis.
"Kau...kau yang telah membunuh kekasihku." ucap gadis itu sambil menunjuk ke arah Pangeran Zo Linhu, beberapa saat setelahnya sang gadis meninggal.
Agar tak meninbulkan kecurigaan Pangeran Zo Linhu memegangkan belati itu di tangan kiri sang gadis, dengan begini warga desa akan mengira bahwa gadis itu membunuh dirinya sendiri. Setelah semuanya selesai Pangeran Zo Linhu segera kembali ke Istana Kekaisaran Binzo.
Malam ini suasana sangat hening tak banyak warga desa yang melakukan aktivitas di malam hari mereka lebih memilih untuk tidur dan merehatkan tubuh yang lelah. Xiao Ziya sudah berada di kamar penginapannya gadis itu sedang memikirkan kelanjutan rencananya untuk esok hari.
"Sungguh dua hari yang akan sangat berkesan untuk Kaisar Zo Linzu." ucap Xiao Ziya yang kemudian memejamkan matanya, ia ingin beristirahat sebentar sebelum menjalankan rencana kedua yaitu membebaskan sang ayah.
Di sisi lain saat ini Kaisar Zo Linzu baru saja menyelesaikan beberapa berkas penting, karna merasa lelah ia ingin kembali ke kamar untuk beristirahat. Baru saja keluar dari ruang kerjanya tiba tiba ada seorang pelayan yang datang menghampirinya.
"Salam hormat saya pada Kaisar Zo Linhu." ucap pelayan itu sambil membungkukkan badannya sebagai tanda rasa hormat terhadap sang kaisar.
"Saya terima salammu, ada apa kau menemui saya selarut ini?." tanya Kaisar Zo Linzu dengan raut wajah kebingungan.
"Saya ingin melapor bahwa Putri Zo Renji tiba tiba saja menghilang. Dari siang hari hingga sekarang sang putri tak berada di kamarnya. Saya sudah meminta para prajurit untuk mencari keberadaan sang putri di sekitar istana namun hasilnya nihil, kemungkinan besar tuan putri diculik." ucap pelayan itu yang melapor tentang hilangnya Putri Zo Renji.
Wajah sang kaisar berubah menjadi sangat kesal, siapa yang berani menculik putri kesayangannya itu, dan bagaimana cara Putri Zo Renji keluar dari istana padahal penjagaan sangatlah ketat.
"Kau bisa kembali, saya sendiri yang akan mencari Putri Zo Renji bersama prajurit yang lain." ucap Kaisar Zo Linzu yang segera pergi untuk menemui para prajurit, mereka akan melakukan pencarian secara besar besaran. Kaisar juga akan meminta bantuan dari warga sekitar karna jika Putri Zo Renji keluar dari istana pasti ada yang melihatnya.
Malam itu seluruh prajurit dan para pelayan sibuk mencari keberadaan Putri Zo Renji, beberapa prajurit juga mengetuk rumah rumah warga untuk menanyakan apakah mereka melihat sang putri. Kebisingan yang terjadi malam itu terdengar hingga penginapan yang ditempati oleh Xiao Ziya.
Tok tok tok.
Suara pintu kamar penginapan milik Xiao Ziya yang diketuk oleh seseorang, gadis itu dengan cepat merubah penampilannya menjadi seorang pria paruh baya kemudian ia membukakan pintu. Saat pintu dibuka yang terlihat adalah beberapa prajurit kekaisaran.
"Apakah anda melihat Putri Zo Ruhi?." tanya salah seorang prajurit sembari menunjukkan sketsa wajah sang putri.
Xiao Ziya yang saat itu sedang dalam wujud pria paruh baya berpura pura mengamati sketsa wajah itu dengan teliti seperti ia belum pernah melihat wajah itu sebelumnya.
"Saya belum pernah melihat gadis ini." ucap pria paruh baya itu dengan wajah bingung.
"Baiklah jika begitu, maaf karna telah mengganggu waktu istirahat anda." ucap para prajurit Kekaisaran Binzo yang langsung pergi.
Setelah para prajurit Kekaisaran Binzo pergi, pria paruh baya itu kembali masuk kedalam kamarnya kemudian mengganti penampilannya menjadi sesosok iblis lagi. Karna saat ini semua prajurit dan pelayan sedang sibuk mencari keberadaan Putru Zo Renji maka ini saat yang tepat bagi Xiao Ziya untuk membebaskan ayahnya.
__ADS_1
Xiao Ziya melesat melewati atap atap rumah penduduk, tak lama kemudian ia sampai di halaman belakang Istana Kekaisaran Binzo. Dengan sangat cepat gadis itu menyusup measuk kedalam bangunan yang ada di halaman belakang, ia sedang mencari cari dimana kamar nomer sepuluh. Setelah menemukan kamar nomer sepuluh Xiao Ziya membukanya menggunakan salah satu pedang yang ada di dalam cincin semesta.
Pintu ruang kesepuluh hancur berkeping keping akibat serangan dari Xiao Ziya. Xiao Cunyu yang saat itu sedang tidur langsung kebangun, ia melihat sesosok manusia menggunakan pakaian, jubah, dan topeng serba hitam. Entah mengapa saat melihat orang itu Xiao Cunyu seperti melihat malaikat maut.
"Mengapa anda masuk ke kamar tanahan saya? apakah anda tersesat?." tanya Xiao Cunyu dengan tubuh yang gemetaran jangan sampai sosok serba hitam itu benar benar malaikat maut.
Xiao Ziya yang dapat mendengar isi hati sang ayah sedang berusaha menahan tawanya sekuat tenaga. Bagaimana bisa ayahnya mengira bahwa ia adalah malaikat pencabut nyawa. Xiao Ziya melepaskan topengnya dan menunjukkan wajahnya pada sang ayah, Xiao Cunyu menjadi tenang setelah mengrtahui bahwa orang yang ada di hadapannya adalah putrinya sendiri.
"Hah kau membuat ayah jantungan. Mengapa penampilanmu menjadi seperti itu putriku?." tanya Xiao Cunyu yang merasa bingung karna baru pertama kali ia melihat Xiao Ziya menyamar hingga tak dikenali oleh siapapun.
"Maafkan saya ayah, saya harus berpenampilan seperti ini agar tak ada yang mengenali saya. Dengan begini mereka tak akan mengancam saya menggunakan anda." ucap Xiao Ziya yang sedikit merasa bersalah pada sang ayah karna telah menakut nakutinya.
Xiao Ziya mengajak ayahnya untuk segera keluar dari tempat itu karna bisa saja para penjaga segera kembali. Xiao Cunyu mengikuti saran dari putrinya, mereka berdua keluar dari sana tanpa diketahui oleh siapapun. Sebelum pergi Xiao Ziya membakar bangunan itu terlebih dahulu, untunglah tak ada tawanan lain selain ayahnya.
Para prajurit yang kembali untuk menjaga tahanan khusus kaget saat bagunan yang digunakan mengurung Xiao Cunyu terbakar dengan hebat, mereka segera memanggil beberapa jenderal yang dapat menggunakan sihir air namun sudah terlambat karna bangunan itu habis terbakar.
Kaisar Zo Linzu yang saat itu sedang sibuk mencari keberadaan Putri Zo Renji merasa sangat terkejut mendapatkan kabar bahwa bangunan di halaman belakang istana habis terbakar. Itu artinya ayah dari Xiao Ziya juga mati terbakar di sana, jika sampai gadis itu mendengar hal ini maka seluruh anggota Kekaisaran Binzo akan dibunuh olehnya.
"Ah sial mengapa hal ini bisa terjadi." ucap Kaisar Zo Linzu yang merasa sangat frustasi karna mendapat kesialan seperti ini.
"Bagaimana kita akan mengatasi kemarahan nona muda gila itu." ucap Pangeran Zo Binje yang sangat khawatir jika Xiao Ziya akan mengamuk.
Disaat semua anggota Kekaisaran Binzo merasa panik dan juga cemas, Xiao Ziya dan Xiao Cunyu sudah berada di luar perbatasan wilayah Kekaisaran Binzo. Xiao Ziya meminta pada sang ayah untuk segera kembali ke Klan Xiao karna semua orang tengah mencemaskan keadaanya, Xiao Ziya akan tetap berada di Kekaisaran Binzo hingga misinya selesai.
"Jaga dirimu baik baik putriku, terimakasih karna selalu melindungi ayah." ucap Xiao Cunyu yang begitu bangga pada putrinya, Xiao Cunyu dengan segera melesat menuju wilayah Kekaisaran Qiyu sedangkan Xiao Ziya kembali memakai topengnya dan masuk kedalam wilayah Kekaisaran Binzo dengan melompati tembok tinggi.
"Karna kalian berani bermain main dengan saya maka rasakan akibatnya." ucap Xiao Ziya dengan senyuman jahatnya yang tertutupi topeng.
Xiao Ziya melesat ke arah Istana Kekaisaran Binzo, ia menyebarkan bubuk berwarna hitam di seluruh penjuru istana. Selesai melakukan hal itu Xiao Ziya mencoba masuk melalui gerbang depan.
Para prajurit penjaga gerbang masuk tentuk tak membiarkan gadis itu untuk masuk kedalam istana dengan mudah. Mereka merasa keheranan dengan penampilan aneh orang yang ada di hadapan mereka itu, semuanya serba hitam dengan mata merah menyala yang sangat menyeramkan.
"Siapa anda dan untuk apa anda datang ke Istana Kekaisaran Binzo?." tanya salah seorang penjaga gerbang dengan tingkat kewaspadaan yang tinggi.
"Kalian tak perlu mengetahuinya." ucap Xiao Ziya dengan suara datar.
"Tuan silahkan pergi dari sini, saat ini Kaisar Zo Linzu sedang tak bisa ditemui." ucap penjaga lain yang menyebut Xiao Ziya sebagai tuan setelah mendengar suara dibalik topeng menyeramkan itu.
Topeng yang digunakan oleh Xiao Ziya memiliki keunikan, siapapun yang menggunakannya maka suara akan berubah menjadi suara lawa jenis. Jika yang memakainya adalah perempuan maka suaranya akan berubah menjadi suara laki laki begitupun dengan sebaliknya, karna itu tak akan ada yang mengenali suara Xiao Ziya.
"Diamlah kalian." ucap Xiao Ziya dengan nada bicara marahnya, ia mengeluarkan sebilah pedang yang belum pernah ia gunakan sebelumnya.
Para prajurit itu menyadari bahwa pemuda dengan pakaian serba hitam yang ada di hadapan mereka sedang marah, dan saat ini nyawa mereka semua sedang terancam. Xiao Ziya mengayunkan pedangnya ke arah para prajurit penjaga gerbang, akhirnya mereka mati dengan kondisi kepala yang hampir terpenggal. Setelah menghabisi seluruh penjaga gerbang, Xiao Ziya langsung melesat masuk kedalam istana Kekaisaran Binzo. Tanpa ragu ragu gadis itu menebas semua orang yang menghalanginya untuk bertemu dengan Kaisar Zo Linzu. Sudah banyak prajurit dan pelayan yang mati di tangan Xiao Ziya, kini gadis itu masuk kedalam aula utama karna sang kaisar dan putra putrinya sedang bersembunyi di sana.
Duaaar.
Suara pintu aula yang ditendang keras oleh Xiao Ziya hingga hancur berkeping keping, sang kaisar dan orang orang yang berada di dalam aula terkejut mendengar suara itu.
"Tuan iblis?." ucap Pangeran Zo Linhu dan Putri Zo Ruhi secara bersamaan. Mereka berdua tak menyangka akan melihat iblis menyeramkan itu lagi.
__ADS_1
"Kalian berdua mengenal orang aneh itu?." tanya Kaisar Zo Linzu pada pangeran kedua dan putri ketiga.
Pangeran Zo Linhu dan Putri Zo Ruhi saling bertukar pandang satu sama lain, mereka hanya terdiam dan tak berani menjawab pertanyaan dari Kaisar Zo Linzu. Jika sang kaisar tau mereka berdua telah mengorbankan nyawa saudara mereka sendiri demi keselamatan mereka maka kaisar akan sangat marah.
"Mengapa kalian hanya diam saja? apakah kalian mengenal orang aneh ini?." tanya Kaisar Zo Linzu sekali lagi.
Namun hasilnya tetap sama Pangeran Zo Linhu dan Putru Zo Ruhi tak ingin membuka suara. Xiao Ziya yang melihat hal itu hanya diam dan menatap mereka berdua.
"Ah mereka berdua tentu mengenal saya, karna mereka berdua telah menumbalkan Pangeran Zo Runjin dan Putri Zo Renji untuk keselamatan mereka sendiri." jawab Xiao Ziya dengan nada bicara dingin dan cukup menyeramkan. Mendengar hal itu membuat Kaisar Zo Linzu benar benar marah, ia langsung menampar Pangeran Zo Linzu dan Putri Zo Ruhi beberapa kali.
"Apakah kalian berdua sudah tidak waras?." ucap sang kaisar. Ia tak menyangka bahwa putra dan putrinya akan setega itu.
"Lalu untuk apa tuan datang ke istana saya?." tanya Kaisar Zo Linzu yang beralih menatap ke arah Xiao Ziya.
"Membunuh kalian semua." jawab Xiao Ziya dengan singkat dan tatapan membunuh yang ia tujukan pada Kaisar Zo Linzu.
"Kesalahan apa yang telah kami perbuat pada anda? hingga anda ingin menghabisi nyawa kami semua?." tanya Kaisar Zo Linzu yang tak merasa telah menyinggung perasaan orang dihadapannya itu.
"Kalian telah membakar ayah dari nona Ziya, tentu saya akan membalaskan dendam atas namanya." ucap Xiao Ziya yang menggunakan namanya sendiri.
Kaisar Zo Linzu dan semua orang yang ada di aula utama hanya bisa terdiam mematung, apa yang harus mereka lakukan agar terbebas dari kematian yang sudah sangat dekat. Kaisar Zo Linzu memberikan perintah pada semua orang untuk segera keluar dari Istana Kekaisaran Binzo. Semua orang keluar dari aula utama.
"Ahahahaha apakah kalian ingin kabur dari kematian? jangan harap kalian bisa melakukannya." ucap Xiao Ziya yang langsung menyalakan api hitam miliknya, ia membakar aula tempatnya berdiri.
Dengan cepat api hitam itu merambat keseluruh bangunan Istana Kekaisaran Binzo karna bubuk hitam yang ditebarkan Xiao Ziya tadi menjadi perantara untuk sang api merambat. Semua orang masih terjebak di dalam Istana Kekaisaran Binzo, mereka panik karna tak ada jalan keluar.
Dengan santainya Xiao Ziya berjalan melewati orang orang yang sedang ketakutan. Tiba tiba ia mendengar suara yang tak asing baginya.
"Tuan iblis bukankah anda sudah berjanji akan membiarkan saya tetap hidup?." triak Pangeran Zo Linhu yang tetap ingin selamat apapun yang terjadi.
"Kapan saya menjanjikan hal itu pada anda? saya hanya mengatakan bahwa anda bisa menukar nyawa anda dengan saudara anda yang lain." ucap Xiao Ziya yang tak pernah menjanjikan bahwa ia akan membiarkan pemuda itu selamat.
Semua orang benar benar pasrah, mereka tak bisa melakukan apapun. Para jenderal yang bisa menggunakan sihir api tak bisa memadamkan api itu hingga mana dan energi qi milik mereka habis. Kaisar Zo Linzu melihat ke arah orang berbaju serba hitam itu, ada yang aneh dengan orang itu mengapa ia tak terbakar seperti yang lainnya.
"Siapa kau sebenarnya sialan." triak Kaisar Zo Linzu yang sangat yakin jika orang aneh itu bukanlah iblis melainkan manusia bisa.
Xiao Ziya tersenyum karna akhirnya Kaisar Zo Linzu menyadari sesuatu walau sudah sangat terlambat. Xiao Ziya melepaskan topeng yang ia kenakan kemudian tersenyum ke arah Kaisar Zo Linzu.
"Selamat tinggal." ucap Xiao Ziya yang berjalan keluar istana. Api hitam miliknya bisa membakar apapun kecuali tuannya sendiri.
"Argh bagaimana bisa jadi seperti ini." triak beberapa orang yang tak terima jika harus mati di tangan Xiao Ziya. Pangeran Zo Linhu dan Putri Zo Ruhi juga sangat terkejut karn telah ditipu oleh Xiao Ziya yang menyamar sebagai tuan iblis.
"Tuan iblis akan murka padamu karna telah menggunakan namanya untuk membunuh kami." teriak Pangeran Zo Linhu dan Putri Zo Ruhi secara bersaman.
Walaupun sudah berjalan cukup jauh dari istana Kekaisaran Binzo, Xiao Ziya masih mendengar teriakan itu dengan sangat jelas. Ia hanya tersenyum dan mengatakan sesutu.
"Bagaimana bisa iblis marah pada ratunya." ucap Xiao Ziya yang tiba tiba menghilang begitu saja. Xiao Ziya menggunakan mantra teleportasi hingga ia sampai di Klan Xiao lebih awal daripada sang ayah.
Hai hai guys akhirnya bisa pinjem hp mak walau cuma sejam lebih, jangan lupa follow buat yang belum, vote ya guys wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen, rate, share.
__ADS_1