RATU IBLIS

RATU IBLIS
Mengantar Menuju Klan Yie


__ADS_3

Kedua selir tidak bisa melakukan perlawanan yang berarti pada setiap serangan yang diberikan oleh Putra Mahkota Yuan Konju, kedua selir itu mengalami beberapa luka yang cukup parah di bagian tubuh mereka. Tanpa harus menunggu lebih lama lagi Putra Mahkota Yuan Konju menebas kepala kedua selir itu dalam sekali tebasan, anak anak dari kedua selir melihat dengan mata kepala mereka secara langsung bagaimana sang ibu mati di tangan Putra Mahkota.


"Apakah Anda sudah merasa puas Putra Mahkota Yuan Konju?." tanya Xiao Ziya dengan tatapan datar, kini semua pangeran dan putri dari bekas Kerajaan Yuan Liong tak memiliki orang tua sama seperti yang dirasakan oleh Putra Mahkota.


"Saya sudah merasa lebih baik, untuk mencegah mereka berenam membalaskan dendam orang tua mereka pada saya maka saya akan mengakhiri hidup saya sendiri. Di masa depan jika saya bertemu dengan gadis berbahaya seperti Anda maka saya tak akan pernah melawan karna itu akan merugikan diri saya sendiri. Sampai jumpa Nona Xiao Ziya sampai berjumpa lagi di kehidupan selanjutnya." ucap Putra Mahkota Yuan Konju dengan senyum lebar, pemuda itu menusuk jantungnya sendiri menggunakan pedang perak yang diberikan oleh Xiao Ziya.


Permaisuri Yuan Bianze, Putra Mahkota Yuan Konju, dan kedua selir dari Kerajaan Yuan Liong telah pergi selamanya dari dunia ini, kini tak ada lagi orang yang bisa dimintai bantuan oleh keenam pangeran dan putri. Xiao Ziya melihat ke arah mayat yang berserakan di bawahnya itu, dengan segera ia mengalahkan api hitam di telapak tangan kirinya kemudian membakar semua mayat tanpa tersisa. Pangeran Yuan Wengi dan yang lain merasa putus asa, apa yang bisa mereka lakukan untuk keluar dari penjara Kerajaan Bulan? apakan mereka harus terus tinggal di sana hingga kematian datang menjemput.


"Biasakan Anda membiarkan kami pergi dari tempat ini? Kerajaan Yuan Liong sedang mengalami kekosongan kursi pemimpin dan para penduduk akan khawatir jika mengetahui hal itu. Meski kami berenam memang bersalah dalam kejadian ini namun Anda tidak boleh melibatkan para penduduk yang tak bersalah." ucap Putri Yuan Almi, ia berusaha meluluhkan hati Xiao Ziya, mungkin saja gadis berhati batu itu akan tersentuh jika mendengar mengenai para penduduk Kerajaan Yuan Liong.


"Kalian tak perlu khawatir saat ini keberadaan Kerajaan Yuan Liong telah dihapuskan dari wilayah Lapisan Dunia Manusia Abadi dan digantikan dengan Kerajaan Xi Anglung. Saya sudah menunjuk seorang calon Ratu yang tepat untuk memimpin kerajaan itu sehingga para penduduk tak perlu merasa menderita. Bukankah kalian memberikan upah yang rendah untuk para pekerja di Istana Kerajaan Yuan Liong? kini dengan sistem baru mereka akan mendapat upah yang lebih baik dari sebelumnya." jawab Xiao Ziya dengan raut wajah santai, ia susah menata semuanya dengan rapi agar tak ada korban jiwa yang jatuh dari pihak penduduk kerajaan.


"Jangan bercandaan!! para Jenderal dan prajurit pasti akan melindungi Istana Kerajaan Yuan Liong dengan taruhan nyawa mereka sendiri. Untuk menghancurkan sebuah istana bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, lagipula saya yakin Anda pergi kesana sendirian." ucap Pangeran Yuan Dunzo yang tak ingin mempercayai kata kata Xiao Ziya mengenai hancurnya Istana Kerajaan Yuan Liong.


"Tidak ada hal yang mustahil untuk Nona Muda Xiao Ziya, seharusnya kalian berfikir jutaan kali sebelum membuat masalah dengannya." ucap Tuan Muda Min Xome yang sedang membela adik sepupunya.


"Kehancuran Klan Mue beberapa bulan yang lalu adalah bukti bahwa adik kami dapat melakukan apapun sesuai dengan keinginannya, andai daja hari ini kalian berenam tidak datang untuk menyerang wilayah perbatasan Kerajaan Bulan maka semuanya akan baik baik saja." ucap Tuan Muda Min Wungi, apapun yang menimpa mereka berenam adalah kesalahan yang mereka lakukan sendiri.


"Sialan!! seharusnya sejak awal kita sadar bahwa kakek tua itu hanya bisa membual. Jika kakek tua itu memiliki kemampuan seperti yang ia katakan, tak mungkin rencananya untuk melakukan sesuatu pada gadis itu gagal." gumam Putri Yuan Zizi dengan kemarahan yang meluap luap. Penyesalannya tak akan berarti apapun karna ia sudah kehilangan segalanya.


Xiao Ziya membalikkan badan dan hendak berjalan pergi dari sel penjara tempat keenam pangeran dan putri itu ditahan, sebelum benar benar jauh dari tempat itu Xiao Ziya meminta lada kedua kakak sepupunya untuk membereskan mereka berenam.


"Bunuh mereka dan lakukan tanpa meninggalkan jejak, dunia hanya perlu tau tentang hilangnya Kerajaan Yuan Liong dari Lapisan Dunia Manusia Abadi dan dunia tak perlu mengetahui kemana perginya seluruh anggota kerajaan itu." ucap Xiao Ziya dengan cahaya berwarna merah yang muncul dari matanya serta senyuman yang sangat menyeramkan. Setelah mengatakan hal itu ia benar benar pergi dari penjara bawah tabah Istana Kerajaan Bulan.


"Mari kita lakukan sesuai dengan instruksi adik Ziya." ucap Tuan Muda Min Xome yang sudah tak sabar untuk mengirim keenam pangeran dan putri itu menuju alam baka.


Di tempat lain tepatnya Dunia Bawah, wabah penyakit aneh semakin meresahkan seluruh kerajaan dan yang membuat hal itu semakin parah adalah tak ada seorangpun yang bisa membuat obat ataupun ramuan penawarnya. Sore tadi Kaisar Zue menerima kabar bahwa beberapa prajurit penjaga wilayah perbatasan mulai terjangkit wabah tersebut, karna itulah ia dengan segera meminta beberapa prajurit lain untuk mendirikan beberapa tenda di wilayah perbatasan agar wabah itu tak masuk ke dalam wilayah Kerajaan Qiyu.

__ADS_1


"Saat ini para penduduk yang tinggal di desa yang ada di dekat wilayah perbatasan mulai mengungsi di wilayah lain, mereka takut wabah tersebut akan menyebar dengan cepat nantinya." ucap seorang Jenderal yang memberikan laporan pada Kaisar Zue.


"Xiao Ziya satu satunya harapan kita untuk menyelesaikan masalah wabah ini, saya telah melakukan telepati dengan beberapa Raja dan Kaisar dari wilayah lain, hingga saat ini belum ada obat ataupun penawaran untuk wabah tersebut." jawab Kaisar Zue, sepertinya untuk masalah yang terjadi kali ini ia benar benar tak bisa melakukan apapun. Kaisar Zue sudah melakukan segala cara untuk mencegah wabah itu masuk ke dalam wilayah Kekaisarannya namun wabah itu berhasil menjangkiti para prajurit penjaga gerbang.


"Sebaiknya kita meletakkan prajurit penjaga perbatasan di dalam gerbang perbatasannya saja untuk menjaga hal semacam ini terulang kembali. Kita harus bisa menjaga kestabilan kondisi kekaisaran hingga Nona Xiao Ziya kembali." ucap sang jenderal yang sedang memberikan sebuah saran pada Kaisar Zue.


"Lakukanlah seperti yang Anda katakan tadi. Besok kumpulan seluruh pemimpin klan karna saya ingin mengadakan rapat darurat." ucap Kaisar Zue sembari memijat pelan pelipisnya yang terasa sakit.


"Baik saya mengerti Yang Mulia Kaisar, kalau begitu saya permisi terlebih dahulu." sang jenderal membungkukkan badannya kemudian keluar dari ruang kerja Kaisar Zue. Jenderal itu mengerti situasi saat ini memang tak biasa diatasi oleh siapapun, beberapa kerajaan mencoba membuat obat dan ramuan bersama dengan tabib terbaik yang ada di wilayah mereka namun usaha itu sia sia saja.


"Cepatlah kembali Adik Ziya, Dunia Bawah benar benar kacau dan membutuhkan bantuan mu." gumam Kaisar Zue dengan suara pelan, ia kembali membaca beberapa berkas yang ada dihadapannya mengenai wabah yang sedang merajalela di seluruh penjuru dunia bawah. Kaisar Zue merasa penasaran dari mana wabah itu berasal? hampir seluruh kerajaan dan kekaisaran yang ada di dunia bawah menjaga kebersihan wilayah mereka masing masing jadi tak mungkin wabah tersebut dikarenakan lingkungan kotor ataupun pencemaran air.


Di sisi lain sosok gadis yang sedang ditunggu kepulangannya ke dunia bawah sedang berada di lorong utama Istana Bulan, karna masalahnya dengan seluruh anggota Kerajaan Yuan Liong susah selesai gadis itupun berencana untuk mengantar Yie Munha dan kedua kakak laki lakinya untuk kembali ke Klan Yie, selain itu ia akan memberitahukan pada para ketua dan penduduk Klan Yie bahwa Yie Munha yang akan menggantikan posisi Yie Gu sebagai pemimpin Klan Yie.


Saat Xiao Ziya sedang berjalan dengan santai sembari memikirkan semua itu tiba tiba ia berpapasan dengan kedua kakak laki lakinya yaitu Xiao Yan dan Xiao Xun, keduanya menunjukkan ekspresi yang tak biasa seperti mereka sedang mencemaskan sesuatu.


"Sepertinya kami harus segera kembali ke dunia bawah, saat ini kondisi di dunia bawah sedang tidak baik baik saja ada sebuah wabah penyakit aneh yang sedang menjangkiti semua wilayah kerajaan dan kekaisaran yang ada di sana." ucap Xiao Yan, ia memberi penjelasan secara singkat mengenai hal yang sedang terjadi di dunia bawah.


"Mengapa kalian tak mengatakannya sedari awal? bagaimana gejala yang ditimbulkan jika seseorang terjangkit wabah tersebut?." tanya Xiao Ziya, kini ekspresi wajahnya berubah menjadi khawatir. Ia telah memasang formasi pelindung di wilayah Kekaisaran Qiyu namun bagaimana dengan wilayah yang lain? mereka pasti sedang mengalami kesulitan saat ini.


"Saat kami datang ke sini adik Ziya dalam kondisi yang kurang baik, dan saat ini adik juga masih dalam masa pemulihan. Bagaimana bisa kami mengatakan hal yang akan membuat mu tak bisa tidur dan beristirahat dengan tenang." jawab Xiao Xun dengan ekspresi wajah serius, mereka datang ke sini untuk melihat bagaimana kondisi adik mereka bukan untuk menambahkan beban sang adik.


"Hah jangan pernah berfikir seperti itu, saya akan pergi untuk menyelesaikan masalah di Klan Yie setalah itu kita akan kembali ke Dunia Bawah secepat mungkin." ucap Xiao Ziya yang tak bisa membayangkan se kacau apa kondisi di Dunia Bawah saat ini.


"Kami akan menunggu kepulangan mu, pergilah saat ini Nona Yie Munha dan kedua kakak laki lakinya sudah menunggu di gerbang luar Istana Kerajaan Bulan." ucap Xiao Yan dengan senyuman hangat yang ia berikan pada adik perempuan kesayangannya itu.


Xiao Ziya segera berpamitan kemudian gadis itu melesat menuju bagian luar Istana Kerajaan Bulan, ternyata benar saat itu Yie Munha dan kedua kakak laki-laki nya sudah meninggal. Xiao Ziya memberikan isyarat pada ketiganya agar mereka pergi sekarang juga karna masih banyak hal lain yang harus gadis itu urus. Xiao Ziya, Yie Munha, Yie Junghwa, dan Yie Cinling melesat dengan kecepatan penuh menuju Klan Yie. Dalam perjalanan mereka tak sengaja beberapa kali menabrak penduduk Kerajaan Bulan yang sedang melakukan aktivitas di sore hari, untunglah para penduduk Kerajaan Bulan mulai terbiasa dengan keadaan tersebut. Rombongan Xiao Ziya sudah sangat dekat dengan gerbang perbatasan antara Kerajaan Bulan dengan wilayah Klan Yie, para penyihir hitam yang melihat pergerakan dari Xiao Ziya langsung meminta para prajurit penjaga gerbang perbatasan untuk membukakan gerbang dengan lebar sebelum segerombolan anak muda itu menabrak nya hingga hancur.

__ADS_1


"Buka gerbangnya, Nona Muda Xiao Ziya melesat dengan kecepatan tinggi menuju wilayah perbatasan bersama Nona Yie Munha dan yang lain!." triak beberapa penyihir hitam yang sedang mengambil alih perintah.


Secepat mungkin para prajurit bekerjasama untuk membuka gerbang dengan waktu sesingkat mungkin, untunglah mereka tepat waktu hingga gerbang perbatasan tak hancur karna ditabrak oleh Xiao Ziya dan yang lain. Para penyihir hitam melihat kecepatan Xiao Ziya sangat tidak masuk akal hingga Yie Munha dan kedua kakak laki lakinya berada cukup jauh di belakang gadis itu.


"Seperti kura kura yang sedang mengejar harimau berlari." gumam beberapa penyihir hitam dengan senyuman tipis.


"Yah mau bagaimana lagi, Ratu Min Xunzi dan Raja Min Lunxi saja bukan saingan gadis itu." jawab penyihir hitam yang lain, sangat wajar jika Xiao Ziya jauh berada di depan.


"Tutup gerbangnya!!." triak beberapa penyihir hitam setelah melihat Yie Munha dan kedua kakak laki-lakinya telah melintas. Gerbang perbatasan wilayah Kerajaan Bulan tertutup dengan rapat, semua itu dilakukan dengan cepat agar tak ada penyusup yang masuk ke dalam.


Di sisi lain saat ini Xiao Ziya sudah sampai di depan gerbang perbatasan Klan Yie, gadis itu berdiri dengan santai sembari menunggu kedatangan Yie Munha dan yang lain. Beberapa prajurit Klan Yie menatap ke arah Xiao Ziya dengan tatapan was was, bagaimana jika kedatangan gadis itu untuk menghancurkan Klan Yie yang saat ini sedang mengalami kekosongan kursi pemimpin.


"Mengapa kalian menatap saya seperti itu? saya datang bukan untuk mencari keributan." tanya Xiao Ziya dengan tatapan heran, apakah ia sangat menakutkan hingga membuat para prajurit Klan Yie menatapnya seperti itu.


"Kami harap Nona Xiao Ziya datang bukan untuk menghancurkan Klan Yie, bagaimanapun kami lahir dan dibesarkan di tempat ini." ucap beberapa prajurit penjaga perbatasan, ia dengan berani menyampaikannya kegelisahannya pada Xiao Ziya.


"Apa saya sudah gila hingga ingin menghancurkan klan tempat dimana ibu dan nenek saya lahir. Saya datang kesini untuk menyampaikan beberapa hal pada Klan Yie, kalian tenang saja. Secara tidak langsung saya juga bagian dari Klan Yie karna saya cucu kandung Yie Linyia." jawab Xiao Ziya dengan ekspresi yang sangat ramah. Setelah lengsernya kepemimpinan Yie Gu di Klan Yie maka semuanya akan berjalan dengan lancar dan dendam Xiao Ziya untuk klan tersebut sudah berakhir. Para prajurit penjaga wilayah perbatasan merasa lega setelah mendengar perkataan Xiao Ziya.


Cukup lama Xiao Ziya bercengkrama dengan beberapa prajurit penjaga wilayah perbatasan hingga Yie Munha dan kedua kakak laki-lakinya datang dengan nafas tersengal sengal. Xiao Ziya menatap ke arah ketiga orang itu dengan tatapan heran, mengapa mereka begitu kelelahan padahal jarak antara perbatasan Kerajaan Bulan dengan perbatasan Klan Yie tak terlalu jauh.


"Mari kita masuk sekarang, saya tak memiliki banyak waktu karna harus segera kembali ke Dunia Bawah." ucap Xiao Ziya dengan tatapan serius, gadis itu berjalan memasuki wilayah Klan Yie. Gerbang perbatasan sudah terbuka dengan lebar setelah Xiao Ziya membicarakan beberapa hal penting mengenai kejahatan yang dilakukan oleh Yie Gu selama memimpin klan tersebut.


"Mereka tak meminta token identitas milik kita?." tanya Yie Munha dengan ekspresi terkejut, meskipun ia bagian dari Klan Yie namun setiap ingin keluar melewati gerbang perbatasan ia harus menunjukkan token identitas.


"Jangan mau dibodohi oleh hal hal aneh seperti itu, para prajurit hanya menuruti perintah dari pemimpin klan saja saat itu. Sekarang Yie Gu telah tiada dan perlahan lahan aturan aneh yang ia buat akan diganti dengan aturan baru. Saya sangat berharap Nona Yie Munha bisa memimpin Klan Yie dengan baik." ucap Xiao Ziya.


"Saya akan selalu mengingat pesan Anda, saat Nona Xiao Ziya datang berkunjung suatu saat nanti maka Klan Yie akan menjadikan sebuah klan besar yang memiliki hubungan baik dengan kerajaan lain. Saya juga akan mengusahakan agar penduduk Klan Yie bisa hidup dengan sejahtera dan memiliki pekerjaan." jawab Yie Munha dengan penuh keyakinan. Nona mudanya mempercayakan kepemimpinan Klan Yie padanya, karna itu Yie Munha tak akan pernah mengecewakan Xiao Ziya.

__ADS_1


Hai hai semua author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.


__ADS_2