
Di istana kekaisaran suasananya benar benar hening, hanya ada hirukpikuk dari para pelayan dan prajurit saja. Xiao Yan sedang sibuk dengan segunung berkas berkas yang harus ia pelajari dan juga tandatangani. Masalah yang ada di kekaisaran memang sangat banyak, apalagi berdirinya pemerintahan baru yang belum kokoh bisa saja menarik perhatian musuh dari kerajaan lain untuk menyerang.
"Sedikit membosankan." ucap Xiao Yan yang sedang menandatangani beberapa berkas.
Ia sedikit teringat tentang sikapnya pada Xiao Ziya hari ini dan entah mengapa hatinya menjadi sakit, namun di sisi lain ia merasa bahwa yang ia lakukan bukanlah sebuah kesalahan.
"Ada apa dengan diriku?." ucap Xiao Yan yang sedikit linglung, mungkin ini karna iblis hati yang ditanamkan padanya, entah siapa yang melakukah hal keji itu.
Iblis hati adalah sebuah sihir hitam yang telah musnah ribuan tahun yang lalu. Iblis hati pertama kali diciptakan oleh seorang seniman bela diri sesat yang ada di Kekaisaran Qiyu. Namun karna ilmu sesatnya sangat meresahkan ia pun menjadi buronan dan akhirnya tertangkap dan dihukum penggal. Tak ada yang tau dimana ia menyimpan buku buku yang berisi ilmu hitamnya itu.
Mungkinkah saat ini ada seseorang yang telah menemukan buku buku aliran hitam itu dan sudah mempelajari sebagian isinya sehingga ia bisa menanamkan iblis hati pada Xiao Yan.
Haripun sudah menjelang pagi semua berjalan seperti biasanya namun ada beberapa kerumunan massa yang sedang berkumpul di depan gerbang masuk istana kekaisaran.
"Kaisar, kami semua menuntut atas nama Nona Xiao Ziya." ucap salah seorang pemuda yang ikut dalam aksi demo itu.
"Kaisar keluarlah dan jelaskan pada kami mengapa kau sejahat itu pada Nona Xiao Ziya." sahut yang lainnya.
"Nona Xiao Ziyalah yang berhasil merebut kekaisaran, mengapa kau bersikap angkuh padanya."
Triakan demi triakan protes dari penduduk Kekaisaran Qiyu mulai terdengar hingga kedalam istana. Xiao Yan merasa resah dan bingung karna ia tak menyangka bahwa rakyat kekaisaran begitu mencintai adiknya itu.
"Gadis itu, apakah ia sengaja melakukan ini semua." ucap Xiao Yan yang sudah gelap hati dan tak bisa berfikir jernih lagi. Ia mengira bahwa Xiao Ziya menyewa kerumunan orang itu untuk menjatuhkannya.
"Lebih baik kaisar temui saja mereka." ucap salah seorang mentri.
__ADS_1
Xiao Yanpun turun dari singgasananya dan mulai berjalan keluar untuk menemui kerumunan orang yang sedang meneriaki namanya.
"Hentikan, mengapa kalian membela gadis itu? berapa koin emas yang ia bayar untuk menyewa kalian." ucap Xiao Yan pada rakyatnya. Semua orang yang ada di sana merasa tak percaya dengan apa yang mereka dengan.
"Kami tidak dibayar sepeserpun, kami sangat mencintai nona besar sehingga kami akan membelanya." jawab seseorang yang ada dalam kerumunan itu.
Xiao Yan mencoba menjelaskan apa yang terjadi kemarin dan mengapa ia bersikap demikian pada Xiao Ziya namun tetap saja rakyatnya tak mau mendengar apapun juga. Yang mereka tau tahta Xiao Yan adalah pemberian Xiao Ziya, dan apa yang Xiao Yan lakukan kemarin adalah hal yang tak pantas.
"Kalian bubarlah sebelum aku meminta prajurit untuk menangkap kalian semua." ucap Xiao Yan yang sudah kehabisan kata kata, lagipula tak ada yang mau mendengarkan penjelasannya.
"Hentikan, apa yang Yan gege lakukan." ucap Xiao Ziya yang entah datang dari mana, gadis itu hanya merasa tak suka ketika rakyat yang tak bersalah diperlakukan dengan kasar.
"Mengapa kau ada di sini, pergilah aku tak ingin melihat gadis sepertimu ada di depanku." ucap Xiao Yan dengan angkuh, sepertinya ia lupa bahwa gadis yang ada di depannya itu adalah adiknya sendiri.
"Kau memang seorang kaisar, namun tanpa cinta dari rakyatmu apakah kau pantas menjadi kaisar?." ucap Xiao Ziya yang tak peduli dengan ucapan Xiao Yan sebelumnya. Yang perlu ia lakukan sekarang adalah menyudutkan Xiao Yan hingga ia benar benar marah.
"Kalian bubarlah, aku tak ingin sesuatu terjadi pada kalian. Trimakasih sudah mencintaiku." ucap Xiao Ziya yang meminta krumunan itu membubarkan diri, dan tentu saja mereka menuruti permintaan Xiao Ziya.
"Lihat mereka menurut padamu pasti kau membayarnya." ucap Xiao Yan yang sudah seperti orang gila saja.
"Tidak mereka mencintaiku karna aku juga mencintai mereka, berbeda denganmu yang hanya cinta kekuasaan saja. Bagaimana jika aku mengganti posisi kaisar dengan orang lain? aku memiliki wewenang untuk melakukan hal itu." ucap Xiao Ziya dengan senyuman licik di bibirnya, ia tau ucapannya barusan akan membuat Xiao Yan marah.
Wajah Xiao Yan berubah menjadi sangat marah, kini aura hitam mulai keluar dari tubuhnya. Penampilan Xiao Yan benar benar menyeramkan bahkan lebih menyeramkan dari wujud iblis milik Xiao Ziya.
"Sudah kuduga pasti ada yang menaruh sesuatu ditubuh kakakku." ucap Xiao Ziya yang melihat kakaknya dengan tatapan kasian, menjadi kaisar mungkin akan sangat berat baginya.
__ADS_1
"Keluarlah dari tubuh kakakku." triak Xiao Ziya menggunakan tenaganya.
Gumpalan asap berwarna hitam keluar dari tubuh Xiao Yan, gumpalan asap itu mulai menyerupai wujud kakaknya. Pangeran Kegelapan, Xiao Cunyu, Raja Artur, dan juga Xiao Yan yang tadinya hanya bersembunyi kini keluar dan membantu Ziya.
"Ayah, Xun gege tolong bawa masuk Yan gege, ia harus segera dijauhkan dari iblis hati." ucap Xiao Ziya yang meminta ayahnya dan Xiao Xun untuk membawa Xiao Yan masuk kedalam istana. Selain itu Xiao Ziya juga meminta Zier untuk menjaga mereka karna ia yakin dalang dibalik ini semua masih bersembunyi di dalam istana kekaisaran.
"Siapa yang memintamu untuk merasuki tubuh kakakku." ucap Xiao Ziya dengan nada yang tinggi. Kini gadis itu telah berubah dalam wujud iblisnya juga.
Sang iblis hati merasa terkejut saat melihat Xiao Ziya. Dia mengira bahwa Xiao Ziya juga sedang dirasuki makhluk yang sama sepertinya.
"Kau dirasuki sebangsaku juga?." tanya iblis hati dengan penuh rasa heran, jika benar gadis di hadapannya juga sedang dirasuki maka ia tak perlu takut.
Raja Artur dan Pangeran Kegelapan tertawa saat mendengar ucapan sang iblis hati. Bagaimana bisa iblis sejati seperti Xiao Ziya dirasuki oleh iblis rendahan sepertinya.
"Apa kau sedang membuat lelucon?." ucap Raja Artur yang masih tertawa.
"Hey manusia rendahan kau tak berhak menertawai kaum iblis sepertiku." ucap iblis hati dengan sangat arogan.
"Biar aku yang mengatasi mulut busuk iblis rendahan ini, kakek tua sebaiknya kau menonton saja." ucap Xiao Ziya yang sudah tersulut emosi.
"Kau berani mengganggu kakakku, maka akan kubuat kau dan penciptamu hancur." ucap Ziya yang kini mulai berevolusi dalam wujud iblis tingkat dua, matanya yang semula berwarna merah kini menghitam tanpa ada warna putih sedikitpun, sepasang tanduk kecil dan mahkota terpasang indah dikepalanya. Sang iblis hati mendapatkan tekanan yang sangat dasyat dari gadis yang ada di depannya.
"Kau, siapa kau sebenarnya?." ucap iblis hati itu dengan terbata bata.
"Selamat datang di neraka." ucap Xiao Ziya dengan sebuah senyuman yang mengerikan.
__ADS_1
...**Hai hai semua balik lagi sama author yang kece ini wkwk. Hari minggu kalian ngapain aja nih. BTW nih guys hari ini kalian free nanya apa aja ke author nanti bakalan author jawab asalkan pertanyaan kalian sopan. Yaudah jangan lupa beres beres rumah buat para ciwiw, yg cowo jgn nyari selingkuhan wkwk....
Jangan lupa vote, like, komen, rate, share ya guys lop you**.