RATU IBLIS

RATU IBLIS
Tugas Untuk Mereka


__ADS_3

"Sialan! apakah Anda ingin diturunkan dari posisi ketua klan? saya adalah putri dari pemimpin klan ini." bentak Xiao Yungha, ia tak menerima penolakan dari Xiao Cunyu atas permintaannya itu.


"Silahkan Anda pergi dari ruangan ini Nona Yungha, kami masih memiliki banyak tugas dan tak mempunyai banyak waktu untuk mendengar ocehan Anda." tegas Xiao Yuza. Ia secara terang terangan mengusir Xiao Yungha dari sana tanpa takut sedikitpun.


"Lihat aja nanti, akan saya pastikan Xiao Xun akan menjadi milik saya bagaimanapun caranya." ucap Xiao Yungha dengan sedikit berteriak kemudian ia langsung keluar dari ruang kerja para ketua klan.


Xiao Cunyu dan ketua klan yang lain menatap datar ke arah kepergian Xiao Yungha, mengapa harus Xiao Xun yang menjadi incarannya?. Apakah Yungha sudah siap mendapatkan serangan balik dari Xiao Ziya jika sampai sesuatu terjadi pada keluarga gadis itu? mereka tak yakin Ziya akan bersikap biasa saja seperti sebelumnya.


Rapat yang dilangsungkan hari ini telah selesai, Kaisar Zue telah melakukan penutupan dan mempersilahkan perwakilan dari ke-tujuh klan untuk kembali ke tempat mereka masing masing. Saat ini yang tersisa di dalam aula hanyalah Xiao Ziya dan Kaisar Zue, Ziya terlihat sangat puas dengan sikap yang ditunjukkan keempat belas perwakilan itu mengenai beberapa hal penting yang ia sampaikan.


"Setelah ini apa lagi yang ingin Anda lakukan Nona Ziya?." tanya Kaisar Zue dengan tatapan penasaran.


"Saya akan pergi ke kota kecil milik saya, sudah lama saya tidak mengunjungi tempat itu. Terimakasih atas bantuan Zue Gege hari ini, maaf karna telah merepotkan Anda." ucap Xiao Ziya.


"Tak perlu merasa sungkan pada kakak laki laki Anda sendiri, apapun masalah yang sedang Anda alami saya siap untuk membantu. Saya permisi terlebih dahulu Adik Ziya, ada beberapa hal yang harus saya kerjakan sekarang juga." ucap Kaisar Zue sembari membungkukkan kepala kemudian ia pergi meninggalkan aula utama.


Setelah kepergian Kaisar Zue, dengan santai cepat Xiao Ziya melesat keluar dari ruangan itu menuju gerbang terluar Istana Kekaisaran Qiyu. Beberapa prajurit penjaga gerbang yang sedang berjaga saat itu merasakan angin kencang melintasi mereka, para prajurit hanya bisa menghela nafas pasrah karna mereka tau Xiao Ziya satu satunya orang yang akan melakukan hal itu.


Xiao Ziya terus melesat hingga ia sampai di depan gerbang perbatasan Kekaisaran Qiyu, ia menatap ke arah beberapa prajurit kemudian mereka langsung membuka gerbang dengan lebar. Ziya tersenyum dan melanjutkan perjalanan menuju kota kecil yang berada di hutan perbatasan, tak perlu waktu lama bagi gadis itu untuk sampai di sana.


Beberapa orang yang sedang berjaga di luar benteng menatap ke arah seorang gadis muda yang sangat familiar bagi mereka semua, setelah terdiam selama beberapa menit dan berusaha untuk mengingat ingat siapa gadis itu merekapun langsung membungkukkan badan dan memberikan salam pada Xiao Ziya.


"Salam hormat kami pada Nona Besar Xiao Ziya. Kami kira kabar mengenai kepulangan Anda hanyalah tipuan belaka, maaf karna kami sempat tidak mengenali Anda." ucap seorang pria yang mewakili rekannya yang lain.


"Bagaimana kondisi tempat ini setelah saya tinggal selama beberapa tahun? apakah ada pihak luar yang berusaha mengambil alih kota milik saya ini?." tanya Xiao Ziya dengan tatapan penasaran.


"Semuanya aman terkendali Nona Ziya, tidak ada seorangpun yang berani masuk ke dalam kecuali anggota keluarga Anda. Kami juga memperketat penjagaan di beberapa tempat wilayah kekuasaan Anda seperti di ladang yang berada di perbatasan Kekaisaran Binzo." jawab salah seorang anggota pasukan khusus dengan tatapan penuh keyakinan.


"Kerja bagus semuanya, saya sangat berterimakasih atas kontribusi kalian selama saya tidak ada. Saya akan menunggu di ruang pribadi saya tolong panggilkan seluruh pemimpin kelompok." ucap Xiao Ziya, ia langsung masuk ke dalam benteng.


Suasana di dalam kota kecil milik Ziya masih sama seperti sebelumnya, tidak ada yang berubah kecuali pepohonan rimbun serta beberapa tanaman padi serta gandum yang mulai menguning. Setelah kepergian Xiao Ziya selama beberapa tahun semua budak yang ia bebaskan dan pekerjaan di kota tersebut memaksimalkan penggunaan lahan.


Ketika Xiao Ziya sedang berjalan tiba tiba ada anak berusia dua tahun yang menabraknya, Xiao Ziya baik baik saja namun anak perempuan itu terjatuh ke tanah. Dengan sigap Ziya membantunya berdiri dan membersihkan pakaian si anak yang kotor, beberapa saat setelahnya seorang wanita berlari ke arah Xiao Ziya.


"Maaf karna putri saya tidak sengaja menabrak Anda." ucap wanita itu sembari membungkukkan badan beberapa kali di hadapan Xiao Ziya. Wanita itu belum menyadari identitas gadis yang ada di hadapannya.


"Saya mengerti, tidak perlu terus terusan meminta maaf seperti itu." balas Nona Ziya dengan senyuman tipis.

__ADS_1


"Jadi dia putrimu dengan siapa Bibi Surin?." tanya Xiao Ziya yang masih mengingat jelas nama nama budak yang ia bebaskan beberapa tahun yang lalu. Wanita itu terkejut karna gadis yang nampak asing itu mengetahui namanya, ia memberanikan diri untuk mengangkat kepala dan menatap langsung ke arah si gadis.


"Astaga! Nona Xiao Ziya!!?. Kapan Anda kembali, maaf karna saya telah lancang pada Anda seperti ini. Salam hormat saya pada Nona Besar Xiao Ziya." ucap Surin sembari membungkukkan badannya di hadapan Xiao Ziya.


Anak perempuan dari Surin terus memandang ke arah Xiao Ziya dengan tatapan kagum, jadi ini sosok gadis yang telah menyelamatkan ayah dan ibunya?. Gadis yang selalu ibu ceritakan padanya ketika menjelang tidur? sangat cantik dan menawan pantas saja ibu mengatakan akan banyak pemuda yang jatuh hati pada Nona Xiao Ziya.


"Calam holmat." ucap anak perempuan berusia dua tahun itu sembari berusaha untuk membungkukkan badan namun ia hampir saja terjatuh, untunglah Xiao Ziya dengan sigap menangkap tubuh anak itu.


"Siapa nama putri Anda Bibi Surin?." tanya Xiao Ziya yang membawa anak perempuan itu ke dalam gendongannya.


"Nama putri saya Yin Suji." jawab Surin dengan canggung.


"Ah pasti suami Anda paman Yin Jung, benarkan?" tanya Xiao Ziya untuk memastikan apakah tembakan itu benar ataukah salah.


"Bagaimana cara Anda mengetahuinya?." tanya Surin dengan tatapan bingung.


"Sebelum saya pergi kalian terlihat memiliki hubungan yang sangat dekat, lagipula saya tidak melarang siapapun untuk menikah dan berkeluarga selama mereka masih menjalankan tugas dan kewajiban dengan baik." jawab Xiao Ziya sembari berjalan menuju rumah miliknya yang ada di kota kecil itu. Surin membiarkan putrinya di bawa oleh Xiao Ziya, iya yakin nona mudanya itu tak akan melakukan apapun pada putrinya.


Xiao Ziya membuka pintu rumahnya kemudian masuk ke dalam, suasana moderen menyambut kedatangan Xiao Ziya. Banyak barang barang seperti sofa dan perlengkapan lain yang terdapat di dalam rumahnya itu.


"Ini rumah jiejie?." tanya Yin Suji dengan mata melebar. Rumah milik Nona Ziya jauh lebih besar dan lebar dari rumah yang ditinggali oleh kedua orangtuanya.


Xiao Ziya masuk ke dalam sebuah ruangan, ia duduk di sebuah kursi kerja sembari menunggu kedatangan beberapa pemimpin kelompok pasukan khusus yang telah ia pilih beberapa tahun yang lalu. Tak perlu waktu lama terdengar suara ketukan pintu di depan rumah Ziya, gadis itu mengeluarkan sulur hitam miliknya untuk membuka pintu tersebut. Setelah mendapat izin untuk masuk, para pemimpin segera masuk ke dalam dan pergi ke ruangan Xiao Ziya.


"Salam hormat kami kepada Nona Besar Xiao Ziya." ucap kesepuluh pria itu secara serempak sembari membungkukkan badan mereka di hadapan Xiao Ziya.


"Saya terima salam kalian, silahkan duduk di beberapa kursi yang telah saya siapkan." ucap Xiao Ziya yang mempersilahkan kesepuluh pemimpin kelompok untuk untuk duduk.


"Terimakasih Nona Ziya." jawab mereka secara serempak.


"Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan pada kalian semua, sebelum itu saya ucapkan terimakasih atas kerja keras kalian selama ini dalam menjaga beberapa wilayah yang masuk dalam otoritas saya. Tanpa bantuan dari kalian maka keadaan akan sangat kacau dan saya tak bisa membayangkan hal itu." ucap Xiao Ziya dengan senyuman lebar, ia merasa sangat lega karna memiliki ratusan ribu pengikut yang selalu setia dengannya.


"Itu semua adalah tugas kami Nona Besar, kami senang karna bisa membantu Anda." jawab kesepuluh pria itu secara serempak.


"Angkat tangan untuk pemimpin kelompok satu dan sepuluh." ucap Xiao Ziya secara tiba tiba.


Dua orang pria mengangkat tangan mereka dengan tinggi, keduanya adalah pemimpin kelompok yang dipilih langsung oleh Xiao Ziya.

__ADS_1


"Kalian pergilah ke Klan Xiao dan katakan bahwa saya memutuskan hubungan kerjasama dengan mereka. Saat ini otoritas penuh Klan Xiao dipegang oleh Xiao Ciyun sehingga saya tak diperlukan lagi. Bawa kembali pasukan yang kalian tempatkan di sana, katakan pada Xiao Ciyun bahwa mulai saat ini kita akan berhenti memasok makanan pokok pada mereka." perintah Xiao Ziya pada pemimpin kelompok satu dan sepuluh.


"Siap laksanakan kami akan pergi sekarang Nona Besar." ucap Yin Jung dan Yuzang Zu secara bersamaan. Keduanya membungkukkan badan di hadapan Xiao Ziya dan langsung pergi dari rumah tersebut.


"Kelompok dua, delapan, dan sembilan angkat tangan." ucap Xiao Ziya lagi. Tiga orang pria mengangkat tangan mereka dan menatap serius ke arah Xiao Ziya, mereka menunggu perintah dari nona mereka untuk melakukan sebuah tugas.


"Kalian pergilah ke Wilayah Kekaisaran Binzo katakan pada sang kaisar bahwa kita tidak akan memasok bahan makanan pokok pada mereka lagi, Yuzang Yanglang naik takhta tanpa izin dari saya karna itu saya akan mengambil lagi apa yang seharusnya menjadi milik saya." ucap Xiao Ziya dengan tatapan tajam. Ia sudah tak sabar pergi ke Istana Kekaisaran Binzo dan mengejutkan sang kaisar beserta kedua putranya itu.


"Kami akan melaksanakan perintah sesuai dengan instruksi Anda. Sampai jumpa Nona Ziya kami pamit terlebih dahulu." ucap Xin Mu, Xu Ho, dan Zuen secara serempak. Ketiganya langsung bergegas pergi untuk melaksanakan tugas dari nona besar mereka.


"Pemimpin kelompok tiga dan lima kalian pergi ke wilayah Kerajaan Daun Perak dengan membawa beberapa pasukan. Perketat keamanan di sana jangan biarkan ada orang asing yang masuk ke dalam wilayah itu, saya mendapatkan informasi bahwa wabah yang menyebar di suruh Wilayah Dunia Bawah berasal dari sebuah sungai yang ada di sana." perintah Xiao Ziya.


"Siap laksanakan, kami pergi terlebih dahulu Nona Ziya." ucap Ziren dan Wei Rou yang langsung pergi.


Kini yang tersisa hanyalah pemimpin kelompok empat, enam, dan tujuh. Ketiga pria itu saling bertatapan satu sama lain, mereka menunggu perintah dari Xiao Ziya namun gadis itu hanya diam saja sembari memandang ke arah mereka. Cukup lama Xiao Ziya mendiamkan ketiga pria itu hingga suasana di dalam ruangan berubah menjadi canggung.


"Apakah tidak ada tugas untuk kami bertiga Nona Besar?." tanya Ling Muhe yang memberanikan diri untuk bertanya pada Xiao Ziya.


"Saya sedang memikirkan apakah ada sesuatu yang bisa kalian lakukan untuk saya. Ah iya tolong berikan seratus kilo daging sapi, lima puluh kilo daging ayam serta sayur sayuran segar. Kalian bawalah prajurit dengan jumlah yang cukup banyak agar bisa membawanya kembali dalam sekali jalan. Ini uangnya." ucap Xiao Ziya sembari mengeluarkan satu karung penuh dengan koin emas. Ketiga pemimpin kelompok itu membelalakkan mata mereka, untuk apa sang nona besar membeli daging sebanyak itu? apakah ia ingin mengadakan pesta.


"Kami akan melakukannya sesuai dengan perintah Anda, sampai jumpa Nona Ziya." ucap ketiga pria itu. Mereka bekerjasama mengangkat karung berisi penuh koin emas itu, mereka terlihat kesusahan membawanya keluar dari rumah Xiao Ziya.


Setelah selesai membagi tugas pada kesepuluh pemimpin kelompok kini saatnya Xiao Ziya untuk pergi berkeliling di sekitar kota kecil miliknya, sebelum itu ia harus mencari keberadaan Yin Suji dan mengembalikan anak perempuan itu pada sang ibu. Xiao Ziya keluar dari ruang kerja kemudian pergi ke dapur yang ada di rumahnya itu, ia melihat Yin Suji sedang duduk diam di lantai dan memainkan sebuah piring.


"Apa kau sudah selesai bermain? mari ikut dengan Jiejie sekarang." ucap Xiao Ziya sembari merentangkan kedua tangannya.


Yin Suji menoleh ke samping, ia menatap ke arah Xiao Ziya dan langsung berdiri berlari ke arah gadis itu. Xiao Ziya menggendong Yin Suji dan berjalan keluar dari rumahnya.


"Kemana kita akan pergi jiejie?." tanya Yin Suji dengan sangat antusias.


"Kita akan berkeliling di sekitar sini, ah kau ingin pergi ke ibumu?." tanya Xiao Ziya dengan senyuman manis.


"Suji ingin pulang ke ibu, Suji merasa sangat lapar." ucap anak perempuan itu sembari mengusap perutnya perlahan.


"Suji suka roti yang lembut?." tanya Xiao Ziya, ia memiliki beberapa roti yang cocok dimakan anak berusia dua tahun.


"Suji suka buah persik yang lembut." jawab anak perempuan itu penuh dengan semangat, senyuman lebar dan wajah lucunya membuat perasaan Xiao Ziya membaik setelah dibuat kesal oleh Xiao Yungha selama seharian.

__ADS_1


"Nah makanlah ini." ucap Xiao Ziya, ia memberikan sepotong persik pada Yin Suji kemudian mengajak anak perempuan itu menemaninya berkeliling.


Hai hai semua author balik lagi nih, setelah beberapa hari ga update. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.


__ADS_2