RATU IBLIS

RATU IBLIS
Tak Ingin Menunggu


__ADS_3

Di sisi lain saat ini ketiga ketua kelompok pasukan khusus milik Xiao Ziya masih menunggu di depan gerbang utama Istana Kekaisaran Binzo, mereka belum mendapatkan izin untuk masuk ke dalam karna sang kaisar belum memberi perintah. Xin Mu mulai merasa kesal karna merasa dipermainkan oleh Kaisar Yuzang Yanglang, beberapa saat yang lalu ia dengan jelas melihat sang kaisar sedang berjalan keluar ke taman depan kemudian masuk kembali ke dalam istana. Jika sang kaisar memang tak ingin menemui mereka maka hubungan kerjasama ini akan di putus secara sepihak.


"Lebih baik kita kembali sekarang daripada terus menunggu di sini seperti orang bodoh." ucap Zuren dengan sorot mata tajam.


"Masih banyak pekerjaan lain yang harus kita lakukan, katakan saja apa tujuan kita kemari pada para prajurit penjaga gerbang itu, terserah mereka ingin menyampaikannya pada sang kaisar ataupun tidak." saran dari Xu Ho, ia sangat malas membuang buang waktu hanya untuk menunggu persetujuan dari Kaisar Yuzang Yanglang. Lagipula satu satunya pihak yang dirugikan dalam keputusan ini adalah sang Kaisar beserta para penduduk yang tinggal di wilayah bagian barat.


Xin Mu berdiri kemudian berjalan menuju sekumpulan prajurit penjaga gerbang istana yang masih merasa bingung bagaimana cara menyikapi ketiga orang yang ingin menemui sang kaisar itu. Saat Xu Ho mendekat para prajurit penjaga gerbang mereka menunjukkan ekspresi terkejut sekaligus khawatir.


"Kami tak akan menunggu lagi, jadi dengarkan baik baik apa yang ingin saya sampaikan. Terserah bagaimana kalian nanti menanggapinya karna saya tak peduli dengan hal itu." ucap Xin Mu dengan nada bicara ketus.


Para prajurit penjaga gerbang saling memandang satu sama lain, entah mengapa perasaan mereka mulai tak enak saat mendengar perkataan salah satu ketua kelompok dari pensuplai bahan makanan pokok di wilayah Kekaisaran Binzo itu.


"Kami datang ke sini bukan untuk memperpanjang kontrak kerjasama ataupun membuat kesepakatan baru dengan Kaisar Yuzang Yanglang. Sedari awal kedatangan kami untuk memutuskan hubungan kerjasama yang terjalin selama ini, pihak kami akan berhenti mengirimkan suplai makanan pada Kekaisaran Binzo ataupun para penduduk yang tinggal di wilayah bagian barat sesuai dengan keputusan Nona Muda Xiao Ziya. Faktanya sedari awal Kaisar Yuzang Yanglang tak pernah mendapat izin dari nona muda untuk memimpin di wilayah ini, jadi urus lah wilayah kalian sendiri tanpa melibatkan pihak pihak yang berada di sisi Nona Muda. Itu saja yang ingin saya sampaikan, saya mewakili kedua rekan yang lain pamit undur diri." ucap Xin Mu dengan senyuman miring. Ia segera berbalik badan kemudian berjalan menjauh meninggalkan gerbang utama Kekaisaran Binzo bersama kedua ketua kelompok yang lain.


Para prajurit penjaga gerbang merasa lemas setelah mendengar penjelasan dari Xin Mu, jika hubungan kerjasama diantara kedua belah pihak berakhir artinya saat ini wilayah Kekaisaran Binzo harus mencari rekan bisnis baru yang bersedia untuk mensuplai makanan pokok dalam jumlah yang banyak, namun siapa yang bersedia bekerjasama dengan mereka?.


"Semuanya menjadi berantakan, sepertinya kita berdiri di pihak yang salah." ucap salah seorang prajurit penjaga gerbang dengan tatapan pasrah.


"Sebaiknya kita memberitahukan berita ini terlebih dahulu pada Yang Mulia Kaisar Yuzang Yanglang." ucap prajurit penjaga gerbang yang lain.


"Bagaimana cara kita menyampaikannya? saat ini sang kaisar sedang cemas menunggu kepulangan kedua pangeran bersama pasukan yang di bawa." ucap prajurit lain.


"Jika kita tak segera menyampaikannya maka akan terjadi krisis pangan dalam beberapa minggu kedepan. Ini sudah menjadi tanggung jawab Kaisar Yuzang Yanglang, bukankah ia sendiri yang mencalonkan menjadi pemimpin di wilayah Kekaisaran Binzo." tegas salah seorang prajurit yang langsung masuk melewati gerbang utama begitu saja.


Di sisi lain saat ini Xiao Ziya baru saja terbangun dari tidur lelapnya, gadis itu meregangkan otot ototnya yang terasa kaku akibat tidur dalam jangka waktu yang cukup lama. Setelah dirasa sudah lebih baik Xiao Ziya segera pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian. Beberapa menit kemudian gadis itu keluar dengan menggunakan seragam master Akademi Kekaisaran Qiyu, seragam itu sangat cocok saat Xiao Ziya ingin bergerak dengan bebas tanpa khawatir bagian bawah akan terbuka karna tertiup angin.


Karna cacing di dalam perutnya sudah mulai berdemo iapun segera turun ke lantai bawah untuk memesan sarapan meski hari sudah mulai siang. Saat tiba di lantai bawah Xiao Ziya melihat Putri Zo Ruhi sedang duduk dengan santai sembari melihat beberapa pengunjung yang datang.


"Selamat pagi Putri Ruhi, apa Anda tidur dengan nyenyak malam tadi?." sapa Xiao Ziya pada sang putri dengan senyuman ramah.


"Saya tidur dengan lelap semalam, terimakasih karna Nona Ziya bersedia menampung saya." jawab Putri Zo Ruhi.


"Saya akan memesan sarapan, jika Putri Ruhi ingin memakan sesuatu maka pesanlah saya akan membayarnya nanti." ucap Xiao Ziya, ia menawarkan Putri Zo Ruhi untuk sarapan bersama.

__ADS_1


"Ah maaf sepertinya saya harus menolak kebaikan Nona Ziya, kebetulan saya baru saja selesai sarapan beberapa saat yang lalu." ucap Putri Zo Ruhi.


"Baiklah jika begitu saya ingin memesan sarapan terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya sembari mengangkat tangannya. Tak perlu menunggu lama seorang pemuda yang bekerja di penginapan itu datang dan menanyakan apa saja yang ingin dipesan oleh Xiao Ziya.


"Saya ingin satu porsi mie pangsit pedas, satu porsi nasi goreng cumi balado, satu porsi ikan kukus saus asam manis, dan satu gelas susu hangat." ucap Xiao Ziya sembari menatap ke arah buku daftar menu yang sedang ia pegang.


"Baik mohon menunggu hingga pesanan datang, saya akan meminta koki dapur untuk menyiapkan pesanan Nona Xiao Ziya secepatnya." ucap pemuda itu kemudian ia langsung pergi menuju dapur.


Xiao Ziya tersenyum tipis mendapati pelayanan ekstra dari tempatnya menginap, sembari menunggu pesanannya datang ia menanyakan beberapa hal pada Putri Zo Ruhi mengenai apa saja yang dilakukan oleh Kaisar Yuzang Yanglang selama memimpin wilayah Kekaisaran Binzo.


"Apakah kau atau berapa banyak pedagang ataupun kelompok yang melakukan kerjasama dengan Kaisar Yuzang Yanglang?." tanya Xiao Ziya dengan tatapan penuh rasa penasaran.


"Tidak banyak pedagang ataupun kelompok yang ingin menjalin hubungan kerjasama dengan Kekaisaran Binzo setelah dipimpin oleh Kaisar Yuzang Yanglang, kebanyakan pedagang yang datang berasal dari wilayah timur sepertinya mereka tak mengetahui bahwa wilayah Kekaisaran Binzo adalah milik Anda. Waktu itu Kaisar Yuzang Yanglang sempat mengajukan kontrak dengan beberapa wilayah kerajaan terdekat namun ia langsung mendapat penolakan dengan alasan yang cukup aneh. Sebagian pemimpin di wilayah kerajaan itu menuliskan surat yang berisi mereka tak ingin membuat naga yang baru kembali dari perjalanannya mengamuk karna merasa dikhianati, mungkin naga yang mereka maksud adalah Nona Muda Xiao Ziya.


"Mereka menuliskan surat seperti itu?." tanya Xiao Ziya dengan tatapan terkejut.


"Ya, saya melihat sendiri surat balasan yang sering dibuang oleh Kaisar Yuzang Yanglang karna merasa kesal." jawab Putri Zo Ruhi yang berusaha untuk menahan tawanya. Ia masih teringat dengan ekspresi konyol yang ditunjukan Kaisar Yuzang Yanglang saat membaca surat surat balasan itu.


"Sepertinya Kaisar Yuzang Yanglang mendapatkan banyak tekanan batin selama dia menjabat menjadi seorang kaisar. Akan lebih bagus jika ia frustasi karna terlalu banyak masalah yang datang." ucap Xiao Ziya dengan seringai menyeramkan yang membuat Putri Zo Ruhi merinding. Apa yang sedang difikirkan oleh nona mudanya itu hingga menunjukkan ekspresi yang menyeramkan.


"Anda akan mengetahuinya nanti." jawab Xiao Ziya.


Setelah perbincangan yang cukup panjang akhirnya pemuda tadi kembali dengan membawa satu nampan penuh berisikan semua menu makanan yang dipesan oleh Xiao Ziya. Pemuda itu menata dengan rapi mangkuk dan piring di meja tempat Xiao Ziya berada dan setelah selesai ia segera pergi karna hari ini banyak pengunjung yang datang untuk memesan makanan.


"Apakah Anda benar benar tak ingin memesan apapun lagi?." tanya Xiao Ziya sekali lagi untuk memastikan apakah Putri Zo Ruhi benar benar tak ingin memesan sesuatu.


"Saya sudah sangat kenyang Ziya jiejie, perut saya bisa meledak jika dipaksakan makan dalam porsi besar seperti Anda." jawab Putri Zo Ruhi dengan cengiran tak bersalahnya itu.


"Padahal sangat baik untuk anak kecil seperti mu makan dengan porsi besar seperti ini. Kau akan cepat tumbuh tinggi dan bisa menghajar Kaisar Yuzang Yanglang dengan tangan mu sendiri." jawab Xiao Ziya dengan sebuah gurauan. Putri Zo Ruhi hanya tertawa menanggapi jawaban dari Xiao Ziya yang sudah seperti kakak perempuannya itu.


Xiao Ziya menyantap makanan yang ia pesan dengan lahap sedangkan Putri Zo Ruhi hanya memperhatikan bagaimana cara seorang nona muda seperti Xiao Ziya menikmati makanannya. Setelah kurang lebih lima belas menit akhirnya Xiao Ziya menghabiskan makanan yang ia pesan tanpa ada sisa kecuali mangkuk, piring, gelas, serta peralatan makan lainnya. Xiao Ziya mengangkat tangannya lagi dan tak lama setelah itu si pemuda datang dengan membawa secarik kertas berisikan harga harga makanan yang dipesan oleh Xiao Ziya beserta total yang harus gadis itu bayar. Makanan sebanyak itu hanya menghabiskan tiga ratus keping koin emas, harga yang sangat murah untuk orang kaya seperti Ziya. Gadis itu meletakkan lima ratus koin emas di atas meja, si pemuda menatap ke arah Xiao Ziya dengan tatapan bingung.


"Maaf Nona Ziya, Anda kelebihan dua ratus koin emas." ucap pemuda itu dengan jujur pada Ziya, ia tak ingin mengambil keuntungan secara sepihak pada setiap pelanggan yang datang.

__ADS_1


"Itu tip untuk mu." jawab Xiao Ziya dengan singkat, padat, dan jelas.


Bukannya merasa senang pemuda itu malah bertambah bingung, mengapa Nona Xiao Ziya memberikan tip yang sangat banyak? apakah ia salah hitung?. Melihat ekspresi dari pemuda tersebut membuat Xiao Ziya tak dapat menahan tawanya, iapun tertawa dengan cukup kencang sehingga penghujung lain langsung melihat ke arahnya.


"Apakah ada yang lucu Nona Ziya? maaf jika sikap saya kurang sopan dan membuat Anda merasa tidak nyaman. Sepertinya Anda kelebihan dalam memberikan tip pada seorang pelayan biasa seperti saya." ucap pemuda itu sembari menundukkan kepalanya.


"Ahahaha ambillah, saya tidak salah memberikan jumlah tip pada mu. Jangan membuat saya merasa kesal dengan sebuah penolakan." ucap Xiao Ziya dengan sorot mata tajam pada kalimat terakhir yang ia ucapkan.


Akhirnya si pemuda yang bekerja untuk penginapan tersebut langsung mengambil semua koin emas yang diberikan oleh Xiao Ziya. Sebelum pergi ia sempat membungkukkan badan di hadapan Xiao Ziya sembari mengucapkan terimakasih.


"Bukankah dia terlihat seperti orang linglung." ucap Xiao Ziya dengan suara tawa pelan.


"Dia hanya merasa bingung karna pertama kali mendapatkan tip sebanyak itu. Biasanya seorang anggota keluarga kerajaan ataupun seorang bangsawan paling banyak memberikan tip sejumlah lima puluh keping koin emas itupun untuk sebuah restoran kelas atas." jelas Putri Zo Ruhi pada Xiao Ziya.


"Ah pantas saja ia kebingungan seperti tadi. Karna urusan kita di sini telah selesai mari ikut bersama dengan saya untuk pergi ke Istana Kekaisaran Binzo." ucap Xiao Ziya, ini saatnya bagi Ziya untuk pergi mengunjungi Kaisar Yuzang Yanglang dan memberikan sebuah kejutan pada kaisar tak tau malu itu.


"Apakah Anda yakin ingin mengajak saya? saya khawatir suasana di sana akan semakin keruh." ucap Putri Zo Ruhi, ia merasa tak pantas datang bersama dengan Xiao Ziya ke tempat kelahirannya itu.


"Jangan pernah melupakan fakta bahwa Istana Kekaisaran Binzo adalah tempat Anda dilahirkan dan dibesarkan, setelah menurunkan Kaisar Yuzang Yanglang dari tahta yang tak seharusnya ia miliki itu saya akan menyerahkan hak asuh Anda pada seseorang yang dapat dipercaya." ucap Xiao Ziya dengan senyuman tulus. Nantinya setelah Putri Zo Ruhi menginjak usia dewasa, Xiao Ziya akan mengembalikan haknya sebagai pemimpin Kekaisaran Binzo.


"Mengapa Anda ingin melakukan hal itu? bukankah wilayah Kekaisaran Binzo telah resmi menjadi milik Nona Muda Xiao Ziya?." tanya Putri Zo Ruhi yang tak mengerti dengan pola pikir Xiao Ziya. Sangat rumit untuk memahami apa yang ingin dilakukan oleh gadis itu.


"Saya melihat banyak penduduk Kekaisaran Binzo yang masih sangat mencintai Anda, saya harap suatu hari nanti Anda bisa mengembalikan masa kejayaan wilayah ini." jawab Xiao Ziya.


"Baiklah saya akan berusaha untuk memenuhi harapan dari Nona Xiao Ziya, namun bolehkah saya tinggal di Klan Xiao untuk sementara waktu hingga kondisi di tempat ini benar benar kondusif?." tanya Putri Zo Ruhi dengan sangat berhati-hati, ia takut permintaannya itu akan menyingung Xiao Ziya ataupun membuat Ziya merasa sang putri hanya ingin mendapatkannya saja.


"Tentu, pintu Klan Xiao selalu terbuka untuk Tuan Putri Zo Ruhi. Jika Xiao Ciyun dan putri angkatnya itu kembali berulah maka saya akan menendang mereka keluar bagaimanapun caranya." ucap Xiao Ziya, ia sudah sangat geram dengan tingkah laku Xiao Ciyun beserta putri angkatnya yang sering membuat masalah itu.


"Mari kita pergi ke Istana Kekaisaran Binzo, saya sudah tidak sabar untuk melihat reaksi Kaisar Yuzang Yanglang saat mendengar kabar mengenai kedatangan Anda." ucap Putri Zo Ruhi dengan senyuman lebar.


Xiao Ziya meminta Putri Ruhi untuk menggenggam tangannya dengan erat, setelah itu Xiao Ziya melesat dengan kecepatan tinggi meninggalkan penginapan tempatnya beristirahat malam tadi. Para pengunjung yang masih berada di lantai dasar penginapan itu dapat merasakan hembusan angin yang sangat kencang ketika Xiao Ziya melangkah pergi.


"Sudah sampai di tahap mana Nona Muda mempelajari jurus meringankan tubuh hingga memilik kecepatan yang luar biasa tidak masuk akal." ucap salah seorang pengunjung dengan menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Level kita terlalu rendah jika ingin disandingkan dengan Nona Muda Xiao Ziya." ucap pengunjung lain dengan tatapan kagum.


Hai hai semua author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow ig author [ pusparini689 ] buat kalian yang mau tau informasi seputar novel yang author tulis ataupun buat sekedar yang pengen kenalan sama author lewat dm. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.


__ADS_2