RATU IBLIS

RATU IBLIS
Kenyataanya


__ADS_3

Arwah dari Yianjung sadar bahwa apa yang ia lakukan selama ini akan sia sia saja, para perampok itu tak akan pernah kembali ke rumah ini lagi dan ia tak bisa pergi dari sini untuk membalas dendam. Lalu apa yang harus dilakukan oleh arwah anak perempuan itu?.


"Setidaknya jika membunuh kalian saya akan memiliki teman di sini." ucap arwah anak perempuan itu yang sudah tak bisa memikirkan apapun selain membunuh banyak orang.


Xiao Ziya menaikkan sebelah alisnya, mungkin arwah anak perempuan itu menjadi sangat bodoh karena terlalu lama terkurung di dalam rumah. Xiao Ziya melihat kesekitar ia harus menemukan tempat dimana tubuh arwah anak perempuan itu di kubur.


"Matilah." ucap Yianjung, ia melayangkan sebuah meja berukuran besar dan melemparkannya ke arah Xiao Ziya.


"Jangan menganggu konsentrasi saya." ucap Xiao Ziya yang mengibaskan tangannya kebelakang, seketika meja besar yang melesat ke arahnya hancur berkeping keping. Jika pihak jasa sewa meminta ganti rugi itu bukan masalah yang besar bagi Xiao Ziya.


Yianjung menatap Xiao Ziya dengan tatapan tak percaya, orang orang dari dunia yang ia tinggali tak bisa melakukan hal semacam itu. Apakah gadis yang ada di hadapannya itu berasal dari dunia lain?.


"Siapa kau sebenarnya?." tanya Yianjung dengan rasa penasaran yang sangat tinggi, mungkin telah terjadi perubahan yang besar di luar rumah atau para kultivator sudah berhasil merebut dunia semesta tingkat rendah.


"Kau punya mata? kau bukan arwah yang kehilangan penglihatan." ucap Xiao Ziya dengan kesal, gadis itu masih fokus mencari tempat dikuburnya anak perempuan itu.


Xiao Ziya menggunakan mata iblisnya untuk melacak setiap sudut rumah, di lantai dua ia tak menemukan apapun akhirnya Xiao Ziya turun di lantai satu. Saat Xiao Ziya melewati kamar yang ditempati oleh Hanz ia merasakan aura kematian yang cukup kental, karna penasaran akhirnya Xiao Ziya masuk ke dalam kamar anehnya kamar itu tak bisa di buka.


"Hey kau kemarilah." ucap Xiao Ziya memanggil arwah Yianjung yang masih berada di lantai dua, sepertinya arwah anak perempuan itu masih ingin membunuh Hanz, Ruo Yogi, dan Xiao Bin.


Arwah Yianjung tak menanggapi perintah dari Xiao Ziya, arwah itu masih berusaha untuk menembus pintu gudang kosong tempat ketiga pemuda itu bersembunyi. Merasa tak dianggap oleh arwah perempuan itu membuat Xiao Ziya semakin kesal, ia ingin menghancurkan arwah anak perempuan itu saja agar tak repot repot mencari tubuh anak itu dikubur.


"Cepatlah atau ku bakar rumah ini." triak Xiao Ziya dari lantai bawah.


Karna ancaman dari Xiao Ziya akhirnya arwah anak perempuan itu turun ke lantai bawah untuk menemui Xiao Ziya, ia tak akan membiarkan rumah tempatnya tinggal selama ini dibakar oleh orang baru. Arwah anak perempuan itu berada tepat di samping Xiao Ziya, sang arwah menatap ke arah Ziya dengan tatapan marah.


"Ada apa kau memanggilku ke sini, bukankah sudah ku katakan bahwa aku akan membunuh kalian semua." ucap sang arwah anak perempuan dengan keras kepala.


"Diamlah, suara arwah jelek sepertimu sangat mengganggu." ucap Xiao Ziya dengan kesal, akhirnya Yianjung diam tak berani mengatakan apapun pada gadis yang ada di sampingnya.


"Saya rasa tubuhmu di kubur di ruangan ini, sekarang pilihlah kau ingin mati dengan tenang sekarang atau kau ingin saya mengeluarkan tubuhmu dan menyimpannya di suatu tempat dengan begitu kau bisa membalas dendam dengan sebuah konsekuensi yang berat." ucap Xiao Ziya secara terang terangan, ia bisa membantu arwah anak perempuan itu untuk membalas dendam dengan harga mahal yang harus dibayar oleh arwah itu.


Yianjung tampak terdiam untuk beberapa saat, ia ingin segera bebas dari tempat dan dunia ini namun sebelum bisa membalaskan dendamnya ia tak akan bisa pergi dengan tenang.


"Saya akan membalas dendam dan menerima apapun konsekuensinya." ucap arwah anak perempuan itu, ia membuat keputusan yang buruk menurut Xiao Ziya karna tak menanyakan seperti apa konsekuensi yang harus dibayarnya.


Akhirnya Xiao Ziya membuka pintu kamar itu dengan paksa, pintu kamar milik Hanz hancur berkeping keping. Sepertinya Hanz harus memilih kamar yang lain karna pintu kamar miliknya telah hancur dan membutuhkan waktu untuk di renovasi.


Setelah pintu kamar terbuka, Xiao Ziya langsung masuk kedalam dan mencari titik dikuburnya tubuh Yianjung. Xiao Ziya melihat ke arah kolong kasur, ia merasa bahwa tubuh Yianjung di kubur di sana. Akhirnya Xiao Ziya menggeser kasur tersebut ke sisi lain, setelah itu ia membuat pola sihir di atas lantai dan mulai membaca sesuatu.


Dari lantai muncul cairan berwarna hitam dan bau busuk yang sangat menyengat, untung saja Xiao Ziya kuat dengan bau busuk tersebut. Perlahan lahan muncul tubuh seorang anak perempuan berumur tujuh tahun dengan kondisi yang sangat mengenaskan. Xiao Ziya merasa ada hal aneh di sini, jika tubuh anak perempuan ini masih berusia sekitar tuju tahun mengapa arwah anak perempuan itu seperti seorang gadis yang sudah menginjak usia tiga belas tahun.


"Kau membuat perjanjian dengan siapa?." tanya Xiao Ziya dengan serius pada arwah anak perempuan itu. Sang arwah sangat terkejut mengetahui rahasianya terbongkar, ia juga penasaran bagaimana gadis muda yang ada di hadapannya itu tau jika ia melakukan hal hal aneh selama gentayangan di rumah itu.


"Apa yang anda katakan? saya tak pernah melakukan hal yang ada di fikiran anda." ucap arwah anak perempuan itu, ia sedang berbohong agar Xiao Ziya tetap bersedia membantunya. Mungkin Yianjung tak tau jika gadis yang sedang ia hadapi bukanlah gadis biasa, ia bisa menghancurkan apapun yang ingin ia hancurkan.


"Siapa yang sedang kau bohongi?." ucap Xiao Ziya dengan tatapan membunuh, gadis itu tak bisa bersabar lagi karna sang arwah sudah bermain main dengan dirinya.


"Saya mengatakan hal yang sebenarnya, cepatlah bantu saya untuk membalas dendam." ucap arwah anak perempuan itu yang tak sabar membalas dendam pada orang orang yang sudah membunuhnya.

__ADS_1


Xiao Ziya semakin penasaran tentang keaslian cerita dari terbunuhnya gadis itu, seperti ada yang mengganjal di hatinya. Xiao Ziya menggambar beberapa pola sihir pada dua buah kertas emas, gadis itu akan memanggil iblis yang membuat perjanjian dengan arwah anak perempuan itu. Kertas emas itu ditempelkan pada tubuh asli sang arwah anak perempuan, tiba tiba muncul cahaya berwarna merah pekat dengan aura kematian yang sangat kuat.


Dari tubuh asli Yianjung muncul sesosok iblis yang sangat menyeramkan, Xiao Ziya menatap iblis itu dengan tatapan datar. Ternyata arwah dari Yianjung melakukan perjanjian dengan iblis pemakan jiwa, sang iblis akan membantu Yianjung keluar dari rumah itu suatu hari nanti setelah target jiwa terpenuhi.


"Berapa orang yang telah kau ambil jiwanya untuk memberi makan iblis sialan ini?." tanya Xiao Ziya dengan tatapan tak percaya, untung saja ia mengetahui semua kebenaran itu sebelum terlambat.


Yianjung tak bisa mengatakan apapun, sosok sang iblis yang sudah terikat dengannya mengambil alih tubuh dan arwah miliknya.


"Apa yang kau lakukan di sini?." tanya Xiao Ziya yang kini mengarahkan pandangannya pada sang iblis pemakan jiwa, iblis semacam ini biasanya tinggal di wilayah khusus yang ada di alam neraka karna mereka akan memakan dan mengambil jiwa setiap manusia yang mereka lihat.


"Apa kau perlu mengetahui hal itu anak manusia." ucap sang iblis pemakan jiwa dengan sombong, andai ia tau bahwa gadis muda yang ada di hadapannya itu penerus dari tahta neraka mungkin sang iblis pemakan jiwa sudah kabur.


"Jangan membuat saya semakin kesal." ucap Xiao Ziya dengan nada dingin dan ekspresi datar.


"Kau yang seharusnya takut padaku, karna aku bisa memakan jiwamu kapan saja." ucap Iblis pemakan jiwa yang mengancam Xiao Ziya.


"Kau sudah terlalu lama berada di tempat ini sehingga tak tau bagaimana kondisi dunia luar, pantas saja kau sangat lancang." ucap Xiao Ziya, mata gadis itu sedari tadi sudah berwarna merah darah kini rambutnya juga berubah warna muncul sebuah tanduk kecil di kepala gadis itu, dan Xiao Ziya berubah dalam wujud iblisnya.


Sang iblis pemakan jiwa ketakutan merasakan aura luar biasa dari gadis yang ia remehkan itu, sebuah aura yang sangat agung dan menakutkan jauh di atas raja neraka yang ia kenal yaitu Raja Artur. Sang iblis pemakan jiwa sedang bertanya tanya dari mana asal gadis manusia setengah iblis itu? mengapa ia belum pernah melihat gadis itu sebelumnya.


"Kau juga iblis sama sepertiku." ucap sang iblis pemakan jiwa yang menyama nyamakan Xiao Ziya dengan dirinya.


"Kau jauh di bawah saya." ucap Xiao Ziya dengan tatapan tak terima.


"Kau iblis dan saya juga seorang iblis." ucap sang iblis pemakan jiwa itu, mungkin ia sedang memberi peringatan pada Xiao Ziya bahwa sesama iblis tak boleh saling menyakiti.


"Jika kau iblis maka saya adalah ratu dari para iblis." ucap Xiao Ziya yang meledakkan aura kematian dari tubuhnya, iblis pemakan jiwa itu tak bisa mengatakan apapun lagi karna perkataan gadis itu sepertinya tak main main.


"Dari dulu hingga sekarang hanya Raja Artur yang memimpin alam neraka dan kau tak pantas menyebut dirimu sebagai Ratu dari para iblis." ucap sang iblis pemakan jiwa, ia tak bisa mempercayai semua itu dengan mudah.


Xiao Ziya harus menyelesaikan masalah ini secepatnya ia tak ingin membuang buang waktu dengan terus beradu argumen. Xiao Ziya kembali melihat ke arah arwah Yianjung yang sedang menatap ke arahnya.


"Berapa orang yang sudah kau ambil jiwanya hanya untuk membalas dendam konyol mu itu?." tanya Xiao Ziya yang melesat ke arah Yianjung kemudian menancapkan sebuah dupa yang ia beli tadi ke arwah itu.


"Arghhh lepaskan, mengapa kau malah menyakitiku bukankah kau ingin membantuku membalas dendam." ucap Yianjung yang merasa kesakitan, ia tak tau bagaimana cara Xiao Ziya menyakiti arwah seperti dirinya padahal sesosok arwah tak memiliki tubuh fana yang muda disakiti oleh orang lain.


"Saya kira kau sebatas arwah penasaran yang ingin membalas dendam pada orang yang telah membunuhmu namun saya salah. Targetmu bukanlah para perampok itu." ucap Xiao Ziya dengan tatapan sinis, ia mulai mengetahui cerita asli dari kematian arwah anak perempuan bernama Yianjung itu.


"Kau tak tau bagaimana sulitnya aku menjalani hidup seperti ini." teriak arwah Yianjung yang tak terima dengan perkataan Xiao Ziya.


Sang iblis pemakan jiwa ingin menyerang Xiao Ziya namun terhalang oleh sesuatu, iblis itu tak sadar jika Xiao Ziya memasangkan rantai api dari alam neraka pada lehernya sehingga sang iblis pemakan jiwa tak bisa bergerak dengan bebas.


"Sejak kapan benda ini ada di leherku, cepat lepaskan." triak sang iblis pemakan jiwa dengan suara kencang hingga terdengar sampai ke luar rumah.


"Diamlah di situ, kau hanya perlu menunggu waktu hingga saya membawamu kembali ke alam neraka." ucap Xiao Ziya dengan sorot mata tajam yang sangat menakutkan, entah mengapa iblis pemakan jiwa itu gemetaran saat matanya bertemu dengan mata tajam milik Xiao Ziya.


"Satu hal yang perlu kau tau, saya tak peduli dengan bagaimana kau menjalani hidup selama masih menjadi manusia." ucap Xiao Ziya yang menancapkan sebuah dupa lagi pada arwah Yianjung hingga arwah itu menangis karna merasakan sakit yang sangat luar biasa.


"Biarkan aku membalaskan dendam ku dan pergi ke surga dengan tenang!!!!." triak arwah Yianjung dengan sangat keras, tiba tiba sebuah petir menyambar bagian luar rumah.

__ADS_1


Teman teman Xiao Ziya yang sedang bersembunyi di dalam kamar maupun gudang kosong sangat terkejut mendengar suara petir sekeras itu, Xiao Yuna bangun dari tempat tidurnya dan melihat dari jendela gadis itu semakin terkejut mengetahui bahwa langit sedang tak mendung dan bintang bintang masih bercahaya.


"Pertanda apa ini?." tanya Xiao Yuna dengan perasaan bingung.


Di sisi lain Xiao Ziya tersenyum dengan puas, petir tadi di kirim oleh salah satu dewa yang tinggal di nirwana sebagai pertanda bahwa arwah dari Yianjung tak akan di terima di surga. Tentu para dewa dan dewi mengawasi setiap tindakan yang dilakukan oleh para manusia yang tinggal di dunia semesta tingkat rendah, bagaimana bisa gadis sejahat dan seangkuh Yianjung diterima di sana.


"Kau dengan suara petir itu?." tanya Xiao Ziya dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Tentu aku mendengarnya." ucap arwah Yianjung, respon arwah anak perempuan itu terlihat biasa biasa saja karna tak mengetahui arti dari petir itu.


"Seorang dewa sedang memberi isyarat bahwa arwah mu tak diterima di alam mereka." ucap Xiao Ziya dengan santai namun berhasil membuat Yianjung terkejut.


"Kau pasti sedang berbohong padaku." ucap arwah Yianjung yang tak akan mempercayai perkataan dari Xiao Ziya.


"Mengapa mereka harus menerimamu? bukankah kau memiliki perjanjian dengan iblis? seharusnya sejak awal kau tau fakta bahwa para iblis dan para dewa memiliki hubungan yang sangat buruk." ucap Xiao Ziya dengan santai padahal ia tau saat ini hubungan antara para dewa dan Raja Artur sudah membaik berkat bantuan dari gadis itu tentunya.


"Mereka pasti memaafkan tindakanku ini, mereka pasti faham bahwa aku melakukannya karna terpaksa." ucap arwah dari Yianjung yang mulai mencari pembenaran atas semua kesalahan yang ia lakukan.


"Kau hanyalah manusia biasa yang tak bisa menentang nirwana, kau tak punya kultivasi untuk melakukan sebuah tindakan yang bisa merubah nasibmu, bahkan kau tak memiliki hati dan jiwa yang bersih dari segi mana mereka bisa menerima kehadiranmu?." ucap Xiao Ziya dengan jujur, itulah penilaian Xiao Ziya tentang arwah anak perempuan yang sedang bertatapan dengannya.


"Sialan, kau tak tau apapun tentang hidupku ini. Biarkan aku membalas dendam kemudian pergi dengan tenang." triak arwah Yianjung yang sangat murka, arwah itu kembali menunjukkan sosok seramnya pada Xiao Ziya. Seperti biasa Xiao Ziya hanya menatap datar ke arwah Yianjung karna gadis itu tak merasa takut sama sekali.


"Aku akan membunuhmu." ucap arwah Yianjung dengan nada tinggi.


Xiao Ziya mengambil sabit kematian yang ia simpan di dalam cincin penguasa mutlak, sabit kematian itu melindungi Xiao Ziya dari setiap serangan tak kasat mata yang Yianjung lakukan. Sang iblis pemakan jiwa menatap sabit kematian itu dengan tubuh yang bergetar hebat, ia bahkan terjatuh di lantai dan langsung bersujud menghadap ke arah Xiao Ziya. Sang iblis pemakan jiwa itu menyadari satu hal, gadis manusia itu tak bisa ia usik seenaknya karna memiliki kedudukan yang sangat tinggi.


"Aku tak akan terima jika ada manusia yang jauh lebih beruntung daripada diriku!!!." triak arwah Yianjung yang merasa iri pada Xiao Ziya karna gadis itu memiliki banyak trik yang bisa menyelamatkannya dari kematian.


Xiao Ziya mengeluarkan sulur sulur hitam dari telapak tangannya, sukur hitam itu mengikat arwah Yianjung dengan kencang hingga arwah anak perempuan itu tak lagi menyerang Xiao Ziya. Karna terikat dengan cukup kencang kini arwah dari Yianjung sedang merintih kesakitan.


"Berapa orang yang sudah kau bunuh dan kau ambil jiwanya untuk memberi makan iblis ini, jawab!!!." triak Xiao Ziya yang tak bisa menahan amarahnya lagi, gadis bernama Yianjung ini benar benar sudah gila karna melakukan perjanjian dengan iblis yang merugikan manusia lain.


"Saya meminta seratus orang untuk setiap satu jiwa yang ingin ia bunuh untuk membalas dendam." ucap sang iblis pemakan jiwa yang masih bersujud menghadap ke arah Xiao Ziya, Xiao Ziya membelalakkan matanya saat tau harga yang harus di bayar untuk membalas dendam pada satu orang.


"Lalu berapa orang yang ingin gadis ini bunuh?." tanya Xiao Ziya yang semakin penasaran.


"Delapan orang." ucap sang iblis pemakan jiwa dengan jujur pada Xiao Ziya.


"Berapa orang yang sudah ia berikan jiwanya padamu?." tanya Xiao Ziya lagi, gadis itu sedang mengepalkan tangannya erat erat jika ia tak menahan diri masalah ini tak akan selesai dengan baik.


"Dua ratus jiwa manusia." ucap sang iblis pemakan jiwa, ia selalu menghitung total jiwa manusia yang sudah diberikan oleh arwah itu.


Xiao Ziya mengeratkan lilitan dari sulur hitam miliknya pada arwah Yianjung, entah mengapa Yianjung melakukan hal sekejam itu hanya untuk sebuah dendam yang berupa ilusinya saja.


Arwah anak perempuan itu tak memiliki dendam pada para perampok yang telah membunuh dan menguburnya di dalam rumah melainkan dendam pada anggota keluarganya sendiri, arwah anak perempuan itu merasa jika kedua orang tuanya tak meninggalkannya sendirian saat itu maka ia tak akan mengalami nasib buruk. Arwah anak perempuan itu memiliki dendam yang sangat besar pada ayah, ibu, kedua kakak laki laki, satu adik perempuan serta kekek, neneknya.


"Keluargamu tak bersalah dalam hal ini." ucap Xiao Ziya dengan ekspresi datar.


"Mereka yang membuatku seperti ini, mereka layak mati." ucap arwah anak perempuan itu dengan amarah yang meluap luap.

__ADS_1


Jalan terakhir yang harus Xiao Ziya lakukan adalah memusnahkan arwah anak perempuan itu untuk selamanya, tak membiarkannya berreingkarnasi karna di masa depan ia akan membahayakan orang lain. Seseorang yang berreingkarnasi dan membawa dendamnya di masa lalu ke masa depan hanya akan membawa bencana.


Hai hai semua aku up lagi hehe gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya, makasih yang udah support aku terutama anak anak gc wa. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib ya, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya guys.


__ADS_2