
1 bulan berlalu, Hermione memilih dirawat dineraka dari pada didunia manusia. Reno sekarang menjadi cuek kepada Dimas bukan hanya kepada Dimas tapi kepada semua orang. Andre tidak pernah kesekolah lagi, para iblis itu tak pernah kealam manusia selama 1 bulan. Dimas memaklumi mereka semua karena kesembuhan Hermione lebih penting dari pada semuanya.
"Dor" Hermione muncul tiba-tiba dikamar Dimas, Dimas sedang melamun memikirkan Hermione terkejut dengan kedatangan Hermione.
"Dara cantik" latah Dimas.
"Udah cantik dari lahir sayang" ucap Hermione tersenyumm
"Ini bukan halusinasikan" Dimas mengucek matanya karena 1 bulan tidak bisa bertemu. Hermione melipat kedua tangan didada dengan memasang ekspresi datar.
"Aaaa Dara" Dimas berdiri dari duduknya lalu berjalan ingin memeluk Hermione.
"Eh Hera" Dimas menghentikan langkahnya.
"Eh ratu Hermione" Dimas langsung memeluk Hermione, Hermione membalas pelukan Dimas.
"Aaa kangen" ucap Dimas memeluk erat tubuh Hermione setelah itu dia mencium seluruh wajah Hermione.
"Udah sembuh? Tenaga kamu gimana? Lukanya ada yang berbekas nggak? Udah bener-bener sehat? Kenapa kamu kesini? Gak dimarahin sama suami kamu?" tanya Dimas bertubi-tubi.
"Satu-satu dong yang jelas aku gak apa-apa dari 1 bulan yang lalu juga cuman mulihin tenaga aja selama 1 bulan itu, oh iya tadi kamu nanya dimarahin atau nggak ya enggaklah kan kamu juga suami aku" jawab Hermione.
Dimas langsung mencium bibir Hermione lembut dan Hermione membalasnya. Sudah lama Dimas tidak mencium Hermione jangankan mencium bertemu saja tidak. Lama-kelamaan ciuman Dimas menjadi ganas, Hermione heran tapi dia mengikuti saja permainan Dimas.
"Aku sangat merindukanmu" ucap Dimas setelah melepaskan ciumannya, dia menarik tangan Hermione dan mendudukan Hermione diranjang.
"Aku juga merindukanmu" ucap Hermione tersenyum.
"Yang benar?" tanya Dimas yang dijawab anggukan oleh Hermione.
Dimas langsung memeluk Hermione, ntah kenapa dia sangat gemas ingin memeluk Hermione terus.
"Masalah Reno" ucap Dimas melepaskan pelukannya.
"Tidak perlu dibahas biarkan saja" ucap Hermione tersenyum.
"Tapi" Dimas belum selesai bicara sudah terhenti karena Hermione langsung menciumnya setelah itu Hermione melepaskannya.
"Aku ingin dirimu sekarang" ucap Dimas menatap mata Hermione, Hermione yang paham langsung mengangguk pelan.
Dimas melepaskan baju yang digunakan Hermione perlahan sambil menatap mata Hermione lekat.
"Kau mencintaiku?" tanya Dimas tiba-tiba saat baju Hermione sudah terlepas.
"Aduh jantungku kenapa ini, apakah aku mencintainya sepertinya iya tapi aju tidak boleh mencintai manusia" batin Hermione.
Hermione mengangguk pelan menjawab pertanyaan Dimas.
__ADS_1
"Kau mencintaiku?" tanya Dimas sekali lago tak percaya.
"Iya, tapi apa kau tau aku sudah tua umurku sudah beratus-ratus tahun atau mungkin sudah seribu lebih aku bahkan sudah lupa umurku berapa saking sibuknya" ucap Hermione.
"Aku tidak peduli mau sudah tua atau tidak yang jelas aku tidak mau kehilanganmu, aku mohon jangan tinggalkan aku" ucap Dimas memegang tangan Hermione.
"Aku sudah bilang kepadamu dulu aku tidak akan meninggalkanmu malah kaulah yang akan meninggalkanku, aku janji tidak akan meninggalkanmu Dimas" ucap Hermione.
"Tidak aku tidak akan meninggalkanmu, aku akan bersama denganmu dineraka" ucap Dimas.
"Jangan bicara seperti itu aku akan berusaha supaya kau tidak masuk kedalam neraka" ucap Hermione.
"Semua manusia berdosa harus masuk kedalam neraka dan aku sudah banyak dosa jadi biarkan saja aku masuk neraka, bahkan jika nyawaku dicabut hari ini detik ini aku siap masuk kedalam neraka" ucap Dimas.
"Nggak akan aku biarkan kau disiksa dineraka aku janji" ucap Hermione.
"Jangan berjanji seperti itu aku sudah siap lahir dan batin masuk kedalam neraka untuk menebus semua dosaku saat masih hidup" ucap Dimas.
"Lebih baik kau bertobat" ucap Hermione.
"Jika aku bertobat apa kau tidak akan meninggalkanku? Aku yakin kau akan meninggalkanku, kau sudah berjanji tidak akan meninggalkanku" ucap Dimas, Hermione menundukkan kepalanya.
"Ya jika kau bertobat aku akan meninggalkanmu Mas, aku tidak sanggup meninggalkanmu ditempat berbahaya seperti ini" batin Hermione.
"Dara" panggil Dimas, Hermione langsung menengadahkan kepalanya melihat kearah Dimas.
"Kau kenapa apa perkataanku benar kau akan meninggalkanku?" tanya Dimas.
"Tidak, aku tidak akan meninggalkanmu" Hermione tersenyum.
"Aku tidak akan bertobat walaupun kau tidak akan meninggalkanku" ucap Dimas memeluk Hermione.
"Aku pokoknya ingin bersamamu bahkan keneraka sekalipun" ucap Dimas lagi mencium leher Hermione.
"Iya iya terserah deh" ucap Hermione.
Tiba-tiba terdengar suara ledakan cukup keras, Dimas yang sedang menciumi leher Hermione langsung menatap Hermione.
"Phoenix dan Mawar" ucap Hermione pelan merasakan aura mereka berdua.
"Ada apa sih Ra?" tanya Dimas, Hermione tidak menjawab dia langsung menepuk tangannya 3 kali tiba-tiba Hermione dan Dimas sudah berada diluar rumah. Disana juga sudah ada Reno.
"Phoenix Mawar kalian lagi kalian lagi" Hermione berubah menjadi iblis, Reno yang baru melihat wujud iblis Hermione saat dialam manusia kaget dia memegang lengan Dimas.
"Tenang" ucap Dimas pelan.
"Bagaimana kau bisa ada disini, rumah ini sudah aku pasang pagar gaib untuk menghalang kalian masuk kesini" ucap Hermione menatap Phoenix dan Mawar.
__ADS_1
"Kekuatanmu selama 1 bulan lebih sedang lemah dan pasti pagar gaib yang kau buat untuk menjaga suami manusiamu dan anak dari Azazel salah satu penguasa neraka juga akan melemah, maka dari itu kami mengambil kesempatannya untuk menghancurkan pagar gaib yang kau buat ini" jelas Mawar tersenyum sinis.
Andre dan para iblis sahabat Hermione muncul dengan wujud iblis mereka masing-masing. Hermione menengadahkan tangannya lalu mengarahkan telapak tangannya kearah mereka semua.
Dia membuat batas pelindung supaya mereka tidak terkena serangan dirinya, Phoenix dan Mawar itu juga supaya para iblis tidak membantunya.
"Kak" Andre mencoba menghancurkan batas pelindung transparan itu namun tidak bisa.
"Mereka sudah aman tidak akan mengganggu, kalian mau apa?" ucap Hermione datar.
"Aku menginginkanmu mati" ucap Phoenix.
"Hahaha mati ya, kau yang akan mati!" ucap Hermione lalu menyerang Phoenix dengan bola api. Phoenix langsung menghilang lalu muncul lagi setelah bola api yang dibuat Hermione terkena rumah Dimas.
Hermione mematikan api yang terkena rumah Dimas, setelah itu dia membuat pelindung juga untuk rumahnya. Phoenix dan Mawar mengambil kesempatan untuk menyerang Hermione.
"Dara awas" teriak para iblis.
"Dibelakang kak" teriak Andre.
Hermione langsung berjongkok untuk menghindar dari serangan Phoenix dan Mawar setelah itu dia melempar bola api kepada mereka berdua.
Hermione terbang dan menyerang mereka berdua dengan hujan bola api. Phoenix dan Mawar melayang, mereka saling menyerang diatas rumah Dimas.
Andre terus mencoba menghancurkan penghalangnya tapi tetap tidak bisa.
"Pakai kekuatan kita semua juga percuma menghalangnya gak akan hancur Dre" ucap Evan berbaring dirumput menonton pertarungan Hermione, Phoenix dan Mawar.
"Hah" Andre ikut berbaring menonton pertarungannya.
"Coba aja kita sering kesini pasti pagar gaibnya aman walaupun gak seaman saat Hermione bikin" ucap Iliana.
"Ya mau gimana lagi udah takdir kali" ucap Mona.
"Baru juga sembuh udah saling nyerang lagi, 1 minggu lagi nih mereka bertarung" ucap Dela.
"1 minggu bertarung 1 bulan memulihkan tenaga bertarung lagi 1 minggu memulihkan tenaga lagi 1 bulan gitu aja terus" ucap Julio.
"Kapan sih tu siluman mati, coba aja kita bisa ikut ngebantu pasti cepat" ucap Drew.
"Kakak gue gak suka dibantu sama orang lain" ucap Andre.
"Hah bener juga" Drew menghembuskan nafas kasar.
Dimas dan Reno yang baru melihat pertarungan antara iblis dan siluman hanya bisa diam mematung menonton tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
Bersambung...
__ADS_1