
Saat ini Xiao Ziya dan Putri Zo Ruhi masih dalam perjalanan menuju Istana Kekaisaran Binzo, keduanya melewati perbatasan antara wilayah bagian barat dengan bagian selatan tanpa ada seorang prajurit yang menyadari. Karna kecepatan melesat Xiao Ziya terlalu tidak masuk akal keduanya tidak butuh waktu lama untuk sampai di tempat yang dituju. Saat ini Xiao Ziya dan Putri Zo Ruhi sudah sampai di depan gerbang utama Istana Kekaisaran Binzo, kehadiran mereka membuat para prajurit terkejut sekaligus merasa takut.
Ini adalah kali pertama Xiao Ziya berkunjung ke tempat itu setelah Istana Kekaisaran Binzo di duduki oleh Klan Yuzang, sepertinya akan terjadi pertarungan besar besaran antara Kaisar Yuzang Yanglang dengan Xiao Ziya yang ingin mengambil kembali wilayah kekuasaannya.
"Ada keperluan apa Nona Xiao Ziya datang ke tempat ini? Anda perlu membuat janji sebelum bertemu dengan sang kaisar." ucap salah seorang prajurit penjaga gerbang yang hampir membuat Xiao Ziya tertawa karna merasa geli dengan ucapannya.
"Membuat izin? haruskah saya membuat izin intuk masuk ke dalam wilayah kekuasaan saya sendiri. Lelucon yang Anda buat sangat tidak masuk akal Tuan prajurit." jawab Xiao Ziya, ia tersenyum lebar ke arah prajurit itu disertai tatapan dingin yang mematikan.
"Kami mengerti bahwa beberapa tahun lalu wilayah Kekaisaran Binzo adalah milik Anda namun saat ini kami sudah memiliki kaisar baru. Kami harap Nona Xiao Ziya bisa menghargai keputusan yang telah kami buat, bagaimanapun ini kesepakatan seluruh penduduk Kekaisaran Binzo." jelas salah seorang prajurit dengan tatapan tajam dan nada bicara tegas.
"Ah baiklah jika itu keinginan kalian, saya tak akan mengambil alih wilayah Kekaisaran Binzo kecuali wilayah bagian selatan. Saya ingin bertemu dengan Kaisar Yuzang Yanglang untuk menyelesaikan masalah diantara kami berdua, dan saya tidak membutuhkan izin dari kalian." ucap Xiao Ziya, gadis itu mengeluarkan setengah dari aura membunuh yang ada di dalam tubuhnya hingga para prajurit penjaga gerbang kesulitan bernafas dan mulai tumbang satu persatu.
Setalah tidak ada lagi yang menghalangi jalannya, Xiao Ziya mengajak Putri Zo Ruhi untuk masuk ke dalam istana. Beberapa prajurit yang melihat kedatangan Xiao Ziya dengan aura berwarna kehitaman yang keluar dari tubuhnya hanya bisa diam dan tak berani mengambil tindakan apapun. Mereka khawatir akan membuat seorang Xiao Ziya menjadi marah dan langsung menghancurkan Istana Kekaisaran Binzo seperti beberapa tahun lalu.
Brak.....
Suara pintu utama Istana Kekaisaran Binzo yang dibuka paksa oleh Xiao Ziya dengan cara menendangnya. Mendengar suara keributan dari luar ruang kerjanya tentu membuat Kaisar Yuzang Yanglang merasa penasaran, akhirnya ia memberanikan diri untuk keluar dan melihat apa yang sedang terjadi.
Mata Kaisar Yuzang Yanglang membelalak dengan lebar saat melihat Xiao Ziya dalam kondisi baik baik saja tanpa ada luka sedikitpun, satu hal yang membuat sang kaisar semakin bingung. Mengapa Putri Zo Ruhi datang bersama dengan Xiao Ziya? mungkinkah putri sialan itu membocorkan rencana penyerangan yang ingin mereka lakukan malam tadi?. Memikirkan hal itu membuat emosi Kaisar Yuzang Yanglang memuncak, ia berlari ke arah Putri Zo Ruhi dan hendak mencekiknya. Belum sempat tangan sang kaisar menyentuh leher Putri Zo Ruhi, tiba tiba sebuah pedang berwarna hitam pekat ditodongkan ke arahnya oleh Xiao Ziya.
"Apa yang ingin Anda lakukan pada orang saya Yang Mulia Kaisar Yuzang Yanglang? sekali saja Anda berani menyentuh Putri Zo Ruhi, akan saya pastikan kedua lengan Anda terlepas dari tubuh Anda." ucap Xiao Ziya dengan tatapan serius, gadis itu tak pernah bermain main dengan apa yang ia katakan.
Kaisar Yuzang Yanglang langsung menarik tangannya kembali, ia tau perkataan yang keluar dari mulut Xiao Ziya bukanlah sekedar bualan semata.
"Cih dimana kedua putra saya?." tanya Kaisar Yuzang Yanglang dengan tatapan tak suka. Kemungkinan besar saat ini kedua putranya bersama beberapa jenderal telah menjadi tawanan gadis itu, bagaimanapun caranya sang kaisar akan berusaha menyelamatkan kedua
pangeran.
"Mengapa Anda menanyakan keberadaan anak anak Anda pada saya? memangnya siapa saya?. Seharusnya Anda menjaga mereka berdua dengan baik agar tidak melakukan tindakan konyol yang membahayakan nyawa." jawab Xiao Ziya dengan ekspresi datar.
__ADS_1
"Katakan saja dimana mereka, semalam saya meminta kedua pangeran untuk menyerang wilayah bagian selatan dan melumpuhkan Anda, namun hingga sekarang mereka berdua bersama pasukan yang dibawa belum juga kembali!" ucap Kaisar Yuzang Yanglang, pria tua itu sudah tak bisa menahan amarahnya lagi.
"Mana saya tau. Mungkin saja kedua putra Anda telah gugur saat pertarungan sengit semalam saat melawan pasukan saya. Lagipula mengapa Anda mengirim dua ekor tikus got untuk menghadapi seekor naga, Anda pasti tau bagaimana akhir bagi kedua tikus got itu." ucap Xiao Ziya. Ia merasa senang karna bisa mempermainkan emosi Kaisar Yuzang Yanglang.
"Sialan kau!!! jangan bilang kau telah membunuh kedua putra ku yang berharga." bentak Kaisar Yuzang Yanglang sembari mengeluarkan sebuah tombak dari ruang hampa. Ya sebagai seorang kaisar sangat wajar jika ia memiliki cincin dimensi tingkat rendah.
Kaisar Yuzang Yanglang memutar tombaknya beberapa kali hingga menciptakan sebuah pusaran angin yang cukup kuat, ia mengarahkan pusaran angin itu untuk menyerang Xiao Ziya. Dengan sigap Ziya melakukan serangan secara vertikal menggunakan pedang hitamnya itu, dalam satu tebasan pusaran angin milik Kaisar Yuzang Yanglang terbelah menjadi dua bagian.
Tak langsung menyerah begitu saja sang kaisar kembali menyerang Xiao Ziya menggunakan jurus lain. Ia melesat ke arah Xiao Ziya dan berusaha untuk menusuk gadis itu menggunakan tombak yang ia bawa, beberapa kali tombak tersebut mengeluarkan serangan kejutan berupa sengatan listrik namun tetap tak berhasil mengalahkan pertahanan pedang hitam milik gadis itu. Xiao Ziya meminta Putri Zo Ruhi untuk mundur ke tempat aman karna ia akan mulai serius melawan Kaisar Yuzang Yanglang, Xiao Ziya membakar pedang hitam miliknya menggunakan api hitam setelah itu ia melesat maju dan melakukan serangan balasan.
Dalam beberapa tebasan pedang gadis itu berhasil menghancurkan tombak perak milik sang kaisar, melihat senjata spiritual miliknya hancur begitu saja membuat Kaisar Yuzang Yanglang semakin menggila.
"Jurus telapak tangan Buddha." ucap Kaisar Yuzang Yanglang yang mulai mengeluarkan beberapa jurus yang ia pelajari selama menjabat sebagai pemimpin Klan Yuzang. Klan tersebut memiliki aliran mereka sendiri, beberapa pemimpin lama dari klan tersebut sudah mendapatkan pencerahan hingga memilih menjadi seorang biksu.
Sebuah patung Buddha yang sangat besar dengan beberapa tangan yang saling menyatu muncul di belakang Kaisar Yuzang Yanglang, patung Buddha tersebut berwarna emas dan memancarkan aura suci yang sangat kuat. Xiao Ziya menganggukkan kepalanya beberapa kali, akhirnya ia tau bahwa sang kaisar menganut jalan Buddha, namun anehnya sifat dari sang kaisar tak mencerminkan seorang kultivator yang berada di jalan tersebut.
Patung Buddha yang berada di belakang Kaisar Yuzang Yanglang mulai membuka matanya, sorot mata berwarna emas yang langsung menabrak pertahanan Xiao Ziya. Untunglah gadis itu sudah mempersiapkan diri dengan membuat sebuah pelindung transparan yang akan melindungi dirinya dan Putri Zo Ruhi dari serangan itu.
"Wah mengapa Anda langsung menyerang saya? kesalahan apa yang telah saya lakukan." ucap Xiao Ziya dengan ekspresi sedih yang sengaja di buat buat.
"Mereka yang berani melanggar tatanan yang telah ada adalah seorang penjahat yang harus dihancurkan." ucap patung Buddha itu, ia terus menerus memancarkan cahaya berwarna emas.
"Siapa yang merusak tatanan? sejak awal wilayah Kekaisaran Binzo adalah milik saya. Mungkin ajaran para Buddha mulai mengambil jalan kesesatan?." ucap Xiao Ziya dengan wajah penuh tanda tanya.
Patung Buddha yang berada di belakang Yuzang Yanglang terlihat marah, sorot mata sang patung yang awalnya berwarna emas tiba tiba berubah menjadi merah darah. Kini aura yang dipancarkan bukan lagi aura kemuliaan melainkan aura jahat yang sangat pekat, melihat hal itu Xiao Ziya langsung tertawa dengan lantang ternyata inilah alasan dibalik sikap tak tau diri Kaisar Yuzang Yanglang.
"Buddha yang telah mengambil jalan kesesatan harus dimusnahkan dari dunia ini. Bukankah itu yang diajarkan oleh leluhur Anda Yang Mulia Yuzang Yanglang?. Sebagai seorang nona muda yang baik saya akan mengingatkan Anda pada ajaran ajaran leluhur yang mulai dilupakan." ucap Xiao Ziya dengan suara yang sangat lantang.
Xiao Ziya mengeluarkan rantai berwarna emas dari telapak tangan kanannya, rantai itu melesat ke atas dan menembus beberapa lapisan langit hingga sampai ke Nirwana tempat jiwa jiwa orang mati yang melakukan kebaikan selamat hidupnya. Rantai emas itu melilit jiwa salah seorang biksu tua yang sedang melakukan semedi di salah satu ruangan khusus, awalnya biksu tersebut ingin melepaskan lilitan itu namun kekuatan yang ia miliki masih belum cukup.
__ADS_1
"Jawab saja panggilan dari saya tanpa perlu memberontak. Salah satu generasi penerus Anda telah jatuh dalam jalan yang salah, tentu Anda harus menghukumnya secara pribadi." ucap Xiao Ziya sembari menarik kembali rantai emas itu ke bawah.
Setalah rantai emas itu mencapai ujungnya terlihat bayangan jiwa seorang laki laki tua dengan kepala botak dan wajah yang memancarkan sinar yang sangat terang. Lama kelamaan bayangan pria itu semakin jelas terlihat dan Kaisar Yuzang Yanglang langsung menatap bayangan itu dengan mata membelalak lebar. Bagaimana bisa leluhurnya yang sudah lama mati datang ke dunia? mungkinkah Xiao Ziya memiliki kemampuan untuk memanggil jiwa yang sudah mencapai nirwana?.
"Salam hormat saya pada Leluhur Yuzang Wungbin." ucap Kaisar Yuzang Yanglang sembari bersujud di hadapan bayangan pria tua itu dengan tubuh gemetaran.
"Siapa yang memanggil saya datang ke dunia bawah ini?." tanya Leluhur Yuzang Wungbin dengan tatapan kesal. Siapapun orang yang telah memanggilnya, ia telah mengganggu sang leluhur bersemedi.
"Apakah Anda keberatan menjawab panggilan saya?." tanya Xiao Ziya sembari mengangkat sebelah alisnya.
Leluhur Yuzang Wungbin mengalihkan pandangannya dan menatap ke arah Xiao Ziya, seketika tubuh sang leluhur menjadi lemas dan bersimpuh dihadapan gadis itu. Siapa gadis muda yang ada di hadapannya itu? mengapa gadis tersebut memancarkan aura kegelapan dan aura kemuliaan yang sangat penat disaat yang bersamaan. Selama ini Leluhur Yuzang Wungbin tak pernah melihat seorang manusia biasa yang memiliki keseimbangan yin yang seperti itu, mungkinkah ia seorang penguasa dari beberapa alam yang menyamar menjadi manusia biasa?.
"Berdirilah karna Anda jauh lebih tua daripada saya. Tolong ajarkan pada generasi Anda yang sekarang agar bersikap lebih baik. Wilayah ini adalah tempat kekuasaan saya namun pria itu tiba tiba saja mengambil alih tanpa meminta izin terlebih dahulu." jelas Xiao Ziya dengan singkat pada Leluhur Yuzang Wungbin.
Sang leluhur menatap ke arah Kaisar Yuzang Yanglang dengan tatapan tajam, bagaimana bisa ia memiliki keturunan dengan sikap seperti ini?. Lalu ada apa dengan patung Buddha yang ada di belakang keturunannya itu? biasanya sang Buddha akan bersikap rendah hati dan menyelesaikan masalah secara baik baik tanpa menggunakan cara kasar seperti ini.
"Dia telah memilih jalan yang salah. Buddha yang disembah oleh keturunan Anda telah memilih jalan yang salah hingga berpengaruh buruk pada pengikutnya." ucap Xiao Ziya dengan tatapan dingin.
Leluhur Yuzang Wungbin mengeluarkan cahaya berwarna emas dari kedua telapak tangannya, ia menyerang patung Buddha itu dengan cahaya tersebut hingga menimbulkan retakan di bagian wajah sang patung. Tidak sampai di situ saja Leluhur Yuzang Wungbin mengeluarkan beberapa kertas mantra dan langsung melemparkannya ke arah patung Buddha itu, beberapa saat setelah sang patung berteriak sangat kencang dan menimbulkan gelombang suara yang mengguncang Istana Kekaisaran Binzo. Kertas mantra itu terbakar kemudian patung Buddha tersebut menghilang begitu saja, beberapa saat setelah Kaisar Yuzang Yanglang pingsan di tempat.
"Terimakasih karna telah memanggil saya untuk menyelesaikan masalah ini, tanpa bantuan dari Nona Muda maka keturunan saya di masa mendatang akan tetap dalam kesesatan. Saya serahkan hukuman Yuzang Yanglang pada Nona Muda karna ia telah mengambil apa yang seharusnya menjadi hak Anda. Saya permisi terlebih dahulu, sekali lagi terimakasih." ucap Leluhur Yuzang Wungbin. Tiba tiba bayangan pria tua itu menghilang dari hadapan Xiao Ziya dan Putri Zo Ruhi.
"Hah akhirnya selesai juga." ucap Xiao Ziya sembari menghela nafas panjang.
"Bagaimana dengan Kaisar Yuzang Yanglang? apakah dia baik baik saja?." tanya Putri Zo Ruhi yang memberanikan diri untuk mendekat ke arah Kaisar Yuzang Yanglang.
"Dia baik baik saja, sebentar lagi dia akan bangun." jawab Xiao Ziya dengan ekspresi datar seperti tak terjadi apapun sebelumnya.
Hai hai semua author balik lagi, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.
__ADS_1