RATU IBLIS

RATU IBLIS
Permaisuri Gila (2)


__ADS_3

Xiao Ziya menatap tajam ke arah permaisuri Xi Wunjin apa hak dia hingga ingin memaksa seorang Xiao Ziya untuk menjadi menantunya. Jika saja Xiao Ziya tak merasa kasihan pada Pangeran Xi Sihu pasti ia sudah melenyapkan permaisuri tak tau diri itu, namun Pangeran Xi Sihu baru saja terbangun dari tidur panjangnya dan ia juga membutuhkan kasih sayang dari sang ibu sehingga Xiao Ziya membiarkan wanita itu untuk tetap hidup.


"Jaga ucapanmu Kekaisaran Qiyu bukanlah wilayan kekuasaanmu Permaisuri Xi Wunji, jika bukan karna Pangeran Xi Sihu yang masih membutuhkan kasih sayang dari seorang ibu maka aku sudah pastikan kepala dan badanmu sudah terpisah sedari tadi." ucap Xiao Ziya yang mulai angkat bicara karna ia sudah sangat geram dengan sikap semena mena dari Permaisuri Xi Sihu.


"Gadis sombong sepertimu tak akan memiliki pendamping untuk kedepannya, aku sudah berbaik hati melamarkanmu untuk salah satu putraku." ucap Permaisuri Xi Wunji yang masih tak ingin mengakui bahwa ia bersalah dalam hal ini.


"Prajurit tolong bawa putri yang masih menjadi tahanan." ucap Xiao Ziya yang meminta beberapa prajurit untuk pergi ke penjara untuk membawa putri Xi Anhi. Dia adalah satu satunya Putri Kerajaan Xingmen yang tersisa.


Para prajurit menuruti perintah sang Xiao Ziya, dan membawa Putri Xi Anhi ke aula utama istana kekaisaran. Raja dan permaisuri menatap ke arah Putri Xi Anhi dengan perasaan senang. Putri mereka akhirnya bisa kembali, walau banyak luka luka yang ada di badannya karna Putri Xi Anhi memang di siksa saat berada di penjara itu adalah balasan yang tepat jika ia ingin nyawanya tetap selamat.


"Putriku apa kau baik baik saja." ucap permaisuri Xi Wunji yang langsung memeluk Putri Xi Anhi. Air mata dari permaisuri menetes saat melihat kondisi putrinya begitu mengenaskan. Tubuhnya sangat kurus, tulang di pipinya dapat terlihat dengan jelas, luka luka di tangan dan di kaki yang meninggalkan bekas membuat permaisuri Xi Wunji merasa marah.


"Siapa yang membuat putriku menjadi seperti ini." triak permaisuri Xi Wunji dengan histeris.


Raja dan ketiga pangeran hanya bisa terdiam melihat tingkah sang permaisuri. Memang wajar jika seorang ibu merasa tak terima dengan perlakuan yang diterima oleh putrinya, apalagi permaisuri adalah ibu yang melahirkan sera membesarkan Putri Xi Anhi. Walau putrinya bersalah atas pemberontakan yang ia lakukan pada Kekaisaran Qiyu, Permaisuri Xi Wunji merasa ini sangat tak adil.


"Sudahlah istriku ini memang setimpal dengan apa yang telah putri kita lakukan." ucap Raja Xi Yunzo.


"Apa yang kau katakan suamiku, dia adalah putrimu bisa bisanya kau membela orang lain." ucap Permaisuri Xi Wunji yang merasa suaminya lebih memihak pada Xiao Ziya daripada putrinya sendiri.


"Bukan seperti itu ibunda, namun Putri Xi Anhi memang harus mempertanggung jawabkan perbuatannya." ucap Pangeran Binxi yang memiliki pendapat yang sama dengan sang ayah begitupun kedua pangeran yang lain.

__ADS_1


"Ibu aku sangat kesakitan." ucap Putri Xi Anhi yang sepertinya ingin membuat ibunya semakin marah. Entah apa yang ada di dalam otak putri Xi Anhi. Padahal. Xiao Ziya sudah memberinya kesempatan namun mengapa ia bersikap tak tau diri seperti itu.


"Kau dengar itu Kaisar Yan, kau harus bertanggung jawab pada putriku. Kau harus menikahinya lihatlah putriku memiliki banyak luka di seluruh tubuhnya laki laki mana yang mau menikahinya nanti." ucap Permaisuri yang sedang merasa prihatin dengan kondisi Putri Xi Anhi saat ini.


"Cih ibu dan anak sama saja." ucap Xiao Ziya yang sudah tak tahan dengan drama menjijikan yang tengah Permaisuri Xi Wunji dan Putri Xi Anhi lakukan.


"Semua yang terjadi pada putrimu adalah akibat dari perbuatannya sendiri. Mengapa saya yang harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi padanya." ucap Kaisar Yan yang sudah mulai naik pitam.


"Saya tak mau tau tentang pendapat kalian." ucap Permaisuri Xi Wunji yang semakin menjadi jadi.


Xiao Ziya melemparkan sebuab belati yang berhasil menggores pipi kanan Permaisuri Xi Wunji hingga mengeluarkan darah segar.


"Apa yang kau lakukan pada wajah cantikku ini." triak Permaisuri Xi Wunji yang tak terima dengan perlakuan Xiao Ziya kepadanya.


Pangeran Xi Mingu dan Pangeran Xi Binxi membawa Permaisuri Xi Wunji dan Putri Xi Anhi keluar dari aula utama istana kekaisaran. Sedangkan Raja Xi Yunzo dan Pangeran Xi Sihu masih ada di sana untuk meminta maaf atas kekacauan yang diperbuat oleh permaisuri.


"Maaf atas keributan yang terjadi, setelah sampai di istana Xingmen saya akan mendisiplinkan permaisuri." ucap Raja Xi Yunzo yang benar benar merasa tak enak pada Kaisar Yan dan juga Nona Xiao Ziya.


Padahal niat awal mereka datang ke Kekaisaran Qiyu adalah untuk menyembuhkan Pangeran Xi Sihu dan menghilangkan sisa racun yang masih ada di tubuh Pangeran Xi Sihu. Namun tiba tiba saja Permaisuri Xi Wunji memiliki ambisi untuk membuat Xiao Ziya menjadi menantunya, dan karna ambisi dari sang permaisuri semua menjadi semakin kacau.


Pangeran Xi Sihu menatap Xiao Ziya dengan mata yang berkaca kaca ia merasa bersalah dan menganggap ini semua terjadi karnanya.

__ADS_1


Xiao Ziya turun dari singgasana yang ia duduki dan berjalan untuk menghampiri Pangeran Xi Sihu, kemudian Xiao Ziya menatap Pangeran Xi Sihu.


"Apakah Pangeran merasa tak nyaman atas apa yang terjadi?." tanya Xiao Ziya pada Pangeran Xi Sihu yang mendapatkan jawaban hanya dengan anggukan kepala saja dari Pangeran Kecil itu.


"Tak perlu merasa bersalah ini bukan salahmu." ucap Xiao Ziya yang kemudian mencium pipi Pangeran Xi Sihu dengan sayang. Pangeran Xi Sihu sudah ia anggap seperti adiknya sendiri sama seperti Xiao Zoe.


"Lain kali datanglah kesini dengan salah satu kakak laki lakimu yang bisa kau percaya." ucap Xiao Ziya kemudian memberikan hadiah perpisahan sebuah gelang berwarna perak dengan berlian biru dan merah sebagai hiasan.


Pangeran Xi Sihu memakainya dengan senang hati. Raja Xi Yunzopun berpamitan untuk kembali ke kerajaanya. Akhirnya orang orang dari istana Xingmen itu pergi Xiao Ziya, Kaisar Yan, dan Juga Pangeran Kegelapan merasa lega akhirnya satu masalah selesai juga.


"Oh ya mengapa adikku yang cantik ini tiba tiba datang ke istana." ucap Xiao Yan yang lupa menanyai Xiao Ziya karna terlalu sibuk dengan permaisuri gila tadi.


"Saya datang kesini untuk berpamitan pada Yan gege dan Zue gege karna saya akan pergi ke tempat turnemen antar akademi yang ada di dunia bawah." ucap Xiao Ziya yang menyampaikan maksut kedatangannya ke istana kekaisaran.


"Bukankah hanya murid yang ada di kelas misteri yang dapat mengikuti turnamen atau murid ingi saja. Mengapa kau yang masih murid luar kelas satu bisa ikut berpartisipasi?." tanya Xiao Yan yang merasa heran mengapa adik perempuannya itu bisa ikut berpartisipasi dalam turnemen bersar seperti itu.


"Entahlah namun kepala akademi sendiri yang merekrutku." ucap Xiao Ziya yang tak tau alasang Ling An memilihnya.


"Kalau begitu bawalah pedang hitam ini bersamamu." ucap Pangeran Kegelapan yang memberikan pedang hitamnya pada Xiao Ziya.


Namun Xiao Ziya menolak karna pedang milik Pangeran Kegelapan sangatlah hebat dan itu akan sangat tak adil bagi peserta yang lainnya. Pangeran Kegelapan mengerti maksut dari Xiao Ziya dan ia hanya bisa pasrah saja.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu saya akan pamit untuk berkemas terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya yang memberikan salam kemudian pergi dari istana kekaisaran.


Hai semua akhirnya aku update lagi wkwkwk gimana kabar kalian semoga baik baik aja ya. Jangan lupa follow aku ya yang mau masuk gc bisa sih tapi harus ninggalin jejak di komentar okey.. Vote sebanyak banyaknya, komen yang banyak, like setiap chapternya, Rate, and share


__ADS_2