RATU IBLIS

RATU IBLIS
Membayarkan


__ADS_3

Xiao Ziya sudah muak melihat ribuan roh jahat milik Lin Yun dengan wajah mereka yang menyeramkan, walau Xiao Ziya tak takut pada mereka namun ia sangat malas untuk melihat hal hal seperti itu.


"Cih apakah pasukan milikmu tak mampu menghadapi roh roh milikku ini?." ucap Li Yun yang berusaha mencegah Xiao Ziya untuk turun tangan karna ia tau gadis itu mampu menyelesaikannya dalam sekejab mata.


"Aih kau meragukan pasukan milikku? pasukan iblisku bantai roh roh jelek ini dengan cepat." ucap Xiao Ziya yang memberikan perintah pada pasukan iblis miliknya agar menghabisi pasukan roh jahat milik Li Yun dengan cepat.


Seketika kekuatan dari pasukan iblis milik Xiao Ziya meningkat dengan drastis, mereka menggunakan senjata yang mereka miliki untuk menyerang roh roh jahat itu dengan cepat jumlah pasukan roh jahat milik Li Yun berkurang dengan drastis. Pria itu sungguh geram mengapa sulit sekali untuk menghabisi gadis kecil yang ada di hadapannya itu jika kondisinya terus seperti ini maka Sekte Lirong akan kalah.


"Saya tak perlu turun tangan seluruh pasukan roh jahat milik anda telah musnah." ucap Xiao Ziya dengan sebuah senyuman yang lebar. Setelah selesai mengalahkan pasukan roh jahat milik Li Yun gadis itu memasukan kembali lima ratus lima pasukan iblis miliknya kedalam cincin semesta. Ia menatap Li Yun dengan tatapan meremehkan.


Li Yun benar benar tak tau harus melakukan apa karna Xiao Ziya bukanlah lawan yang mudah untuk Sekte Lirong, jika ia kabur sekarang mungkin ia akan memiliki kesempatan untuk membalas gadis itu. Dengan cepat Li Yun memerintahkan kepada anggota sekte yang tersisa untuk pergi dari sana, Xiao Ziya memandang kepergian mereka.


"Mengapa kau membiarkan mereka pergi begitu saja nona Ziya?." ucap Raja Zeus yang tak mengerti apa yang sebenarnya telah putri angkatnya itu rencanakan. Dari sorot matanya saja gadis itu terlihat sangat tenang.


"Jika ingin menghancurkan sekte itu hingga ke akar akarnya maka saya harus menunggu pemeran utama muncul." ucap Xiao Ziya yang memang sudah memikirkan semuanya dengan matang.


Sedangkan di tempat lain tepatnya di Istana Kekaisaran Qiyu, Kaisar yang sedang menerima tamu yaitu orang orang dari Klan Wei yang sedang datang berkunjung. Entah apapun niatan dari Klan Wei, Yang Mulia Kaisar Yan telah menyiapkan semuanya dengan baik karna akan banyak kemungkinan yang terjadi.


Saat ini Kaisar Yan, para jenderal, dan perdana mentri sudah berkumpul di aula utama istana Kekaisaran Qiyu. Setelah menunggu beberapa saat akhirnya tamu yang mereka tunggu datang.


"Salam hormat kami pada Yang Mulia Kaisar Yan." ucap kelompok Klan Wei yang datang, mereka memberikan salam pada Kaisar Yan dengan cara menundukkan kepala saja tanpa membungkukkan badan. Melihat hal itu membuat Kaisar Yan sedikit geram karna baginya yang dapat melakukan hal itu hanyalah adiknya yaitu Xiao Ziya.


"Saya trima salam kalian." ucap Kaisar Yan dengan singkat dan nada yang sedikit dingin.


"Rupanya kedatangan kami telah diketahui oleh Yang Mulia Kaisar Yan hingga anda mengundang para jenderal dan mentri untuk hadir di aula juga." ucap Wei Zunlin pria ini adalah pemimpin Klan Wei.


"Salah satu jenderal saya melihat rombongan kalian saat ia sedang dalam perjalanan kembali ke istana." jawab Kaisar Yan apa adanya.


Wei Zunlin meminta pada benerapa anggota Klan Wei yang membawa sebuah peti untuk maju kedepan dan meletakkanya tepat dihadapan Kaisar Yan. Melihat sebuah peti dengan ukuran yang cukup besar ada di hadapannya tentu saja membuat Kaisar Yan sedikit penasaran dengan apa yang ada di dalam peti tersebut. Wei Zunlin meminta pada anggota klannya untuk membuka peti itu di dalamnya terdapat tumpukan koin emas dan beberapa senjata spiritual tingkat kaisar langit, mungkin semua barang barang itu untuk membuat Kaisar Yan luluh dan mau menerima Klan Wei yang akan menempati wilayah Kekaisaran Qiyu.


"Untuk apa semua ini? jika kalian fikir dengan ini saya akan menerima kalian masuk kedalam wilayah Kekaisaran Qiyu maka kalian salah besar karna yang saya utamakan adalah keselamatan rakyat saya."ucap Kaisar Yan dengan tegas, ia tak ingin mengorbankan rakyatnya hanya untuk sejumlah koin emas dan senjata spiritual yang tak seberapa itu. Sebelum Xiao Ziya pergi gadis itu telah meninggalkan segudang koin emas, senjata spiritual, tanaman tanaman langka, dan beberapa jenis buah buahan yang dapat meningkatkan kultivasi.


"Mengapa kaisar begitu menentang kami?." tanya Wei Zunlin dengan wajah tak berdosanya itu.


Kaisar Yan menolak keras Klan Wei karna sudah banyak rumor yang beredar diluaran sana, setelah menduduki suatu wilayah kerajaan ataupun kekaisaran yang ada di dunia bawah Klan Wei akan bertindak seenaknya. Mereka tak akan membayar pahak, mereka akan bertindak sesukanya bahkan membunuh penduduk yang tidak bersalah, mereka juga akan menentang otoritas kerajaan dan kekaisaran tentu saja dengan semua hal yang telah mereka lakukan itu Kaisar Yan tak akan pernah memberikan kesempatan pada Klan Wei.


"Kalian tak perlu berpura pura lagi di depan saya." ucap Kaisar Yan dengan nada bicara serius.


Wei Zunlin dan anggota Klan Wei yang ada di sana menatap kearah Kaisar Yan dengan tajam, mereka tetap memaksa untuk masuk kedalam wilayah Kekaisaran Qiyu.


"Mau tidak mau kau harus menerima Klan Wei tinggal di Wilayah Kekaisaran Qiyu!!." triak Wei Anji yang merupakan ketua pertama Klan Wei.


Karna tak mendapat persetujuan dari Kaisar Yan para anggota Klan Wei pun keluar dari aula utama Istana Kekaisaran Qiyu dengan wajah marah mereka entah apa yang akan terjadi selanjutnya Xiao Yan hanya bisa melakukan semua yang terbaik yang bisa ia lakukan.

__ADS_1


"Kau harus segera kembali adik Ziya." ucap Xiao Yan yang berharap agar Xiao Ziya segera kembali ke dunia bawah karna beberapa wilayah yang menjadi kekuasaan adiknya itu mulai dirampas oleh Klan Wei.


Saat ini Xiao Ziya sedang berjalan jalan di sebuah pasar yang tak jauh dari Istana Kerajaan Hitam gadis itu sedang memilih beberapa gaun yang tampak cocok dengannya. Saat sedang sibuk memilih milih gaun tiba tiba ada seorang pemuda yang tak sengaja menabraknya, anehnya Xiao Ziya tetap berdiri tegak sedangkan pemuda yang menabraknya itu malah jatuh tersungkur.


"Mari saya bantu berdiri." ucap Xiao Ziya sembari mengulurkan tangannya ke arah pemuda itu. Saat melihat wajah sang pemuda dengan baik ternyata ia adalah Yue Agze.


"Maaf saya tak sengaja menabrak nona Ziya." ucap Yue Agze dengan nada yang sedikit gemetaran. Merasa ada yang aneh dengan pemuda itu dengan segera Xiao Ziya membalikkan badannya dan melihat beberapa pria yang ternyata sedang mengejar ngejar Yue Agze.


"Berhenti kau harus segera kembali ke akademi bocah sialan, kau harus segera membayar tunggakan biyaya sekolah." ucap seoran pria dengan tubuh kekarnya. Pria itu berjalan mendekat ke arah Yue Agze dan hendak menarik tangan pemuda itu, dengan cepat Xiao Ziya menepis sang pria kekar.


"Jelaskan pada saya apa yang sebenarnya terjadi Tuan Muda Yue Agze?." tanya Xiao Ziya yang merasa aneh, bukankah seharusnya pemuda yang ada di hadapannya menjadi kepala keluarga Bangsawan Yue Fuzi lalu mengapa ia menunggak biyaya sekolah.


"Setelah ayah tiada, lalu ibu beserta kedua saudari perempuanku ditahan kini yang menjadi Kepala Keluarga Bangsawan Yue Fuzi adalah paman Yue Zunlong. Paman tak memberiku uang jajan ataupun jatah bulanan sehingga saya tak bisa membayar biyaya sekolah." ucap Yue Agze dengan wajahnya yang sangat lesuh, mendengar apa yang dikatakan oleh Yue Agze membuat Xiao Ziya sedikit bersimpati bagaimanapun ia harus membuat pemuda itu menjadi kepala keluarga Bangsawan Yue Funzi karna hanya pemuda itulah yang layak menempati posisi kepala keluarga.


"Baiklah saya akan datang ke akademi tempat Tuan Muda Yue Agze bersekolah, dan kalian kembalilah karna saya yang akan membayar semua biyaya sekolahnya." ucap Xiao Ziya yang meminta pada beberapa pria yang tadinya mengejar Yue Agze untuk kembali ke tempat mereka.


Akhirnya beberapa pria yang mengejar Yue Agze memilih untuk kembali, sedangkan Xiao Ziya meminta pada Yue Agze untuk menunggu beberapa saat karna ia masih ingin membeli beberapa gaun.


"Baiklah saya akan menunggu nona Ziya, trimakasih telah membantu saya dan maaf telah merepotkan anda." ucap Yue Agze yang membungkukkan kepalanya sebagai ucapan terimakasih serta permintaan maafnya.


"Tak perlu sungkan Agze gege." ucap Xiao Ziya yang tak sengaja memanggil Yue Agze dengan sebutan Agze gege.


Pipi Yue Agze tiba tiba saja memerah entah mengapa ia merasa malu saat dipanggil seperti itu oleh Xiao Ziya. Pemuda mana yang tak akan salah tingkah saat dipanggip gege oleh seorang gadis kecil yang cantik, manis, dan sangat lucu.


"Agze gege, apakah kau tak nyaman dengan sebutan itu? jika ia saya akan menggantinya." ucap Xiao Ziya yang masih sibuk mempertimbangkan ia ingin membeli gaun berwarna merah ataupun hijau.


"Ah saya sangat senang memiliki adik perempuan yang manis seperti nona Ziya." jawab Yue Agze dengan jujur.


Setelah selesai mempertimbangkan gaun mana yang ingin Xiao Ziya beli, gadis itu memilih untuk membeli kedua gaun tersebut. Jika bisa membeli dua sekaligus mengapa ia harus memilih hingga membuat dirinya bingung. Setelah selesai membeli gaun, Xiao Ziya mengajak Yue Agze untuk pergi ke tempatnya ia bersekolah.


Setelah beberapa saat berjalan akhirnya mereka berdua sampai di depan gerbang masuk Akademi Wunyeng.


"Jadi kau adalah murid dari Akademi Wunyeng." ucap Xiao Ziya dengan sebuah senyum tipis yang membuat Yue Agze kebingungan.


"Apakah ada hal yang salah nona Ziya?." tanya Yue Agze yang penasaran dengan apa yang sedang difikirkan oleh Xiao Ziya.


"Bukan apa apa gege, antar saya ke ruang administrasi." ucap Xiao Ziya yang melangkah masuk kedalam Akademi Wunyeng kali ini tak ada penjaga gerbang masuk akademi yang menghalangi langkah gadis itu karna beberapa waktu yang lalu pemimpin dan kepala akademi memarahi mereka.


Saat berjalan menyusuri Akademi Wunyeng, Xiao Ziya menjadi pusat perhatian para murid murid yang sedang ada di luar kelas mereka. Hari ini para murid Akademi Wunyeng sedang tak ada pelajaran sehingga mereka bebas melakukan apapun di sekitar akademi.


"Lihatlah siapa gadis yang berjalan di sampinh senior Yue Agze." ucap salah seorang murid luar junior yang penasaran dengan kehadiran gadis asing.


"Mungkin itu tunangan senior Yue Agze." jawab murid luar junior yang lain, mereka sedang menebak nebak siapa gadis itu.

__ADS_1


"Gadis itu terlalu muda untuk menjadi tunangan senior, sebaiknya kalian diam saja daripada sembarangan menebak nebak." ucap murid lainnya, karna dari tatapan mata gadis yang berjalan di samping senior Yue Agze ia tambak begitu anggun dan berwibawa.


Setelah berjalan cukup lama dan mendengar banyak komentar dari murid luar junior karna ruang administrasi ada di sebelah kelas murid luar junior mereka berdua sampai di depan pintu masuk ruang adminstrasi.


Tok tok tok


Suara pintu ruang administrasi yang diketuk oleh Xiao Ziya, tak mungkin gadis itu masuk begitu saja seperti tamu tak diundang dan akan menyebabkan masalah bagi Yue Agze.


"Silahkan masuk." ucap seseorang dari ruang administrasi.


Xiao Ziya dan Yue Agze masuk kedalam tampaklah seorang pria yang masih cukup muda sedang duduk sambil menghitung koin emas yang ada dihadapannya, tampaknya para murid Akademi Wunyeng baru saja membayar uang bulanan sekolah.


"Ada keperluan apa nona manis datang kesini? sepertinya anda bukan murid Akademi Wunyeng." ucap Zu Xin, dia adalah kepala keuangan yang mengurus masalah administrasi bagi murid murid Akademi Wunyeng.


"Saya ingin membayar semua tunggakan uang bulanan atas nama Yue Agze." ucap Xiao Ziya secara langsung tanpa bertele tele.


Pria bernama Zu Xin itu mengambil sebuah buku dari kolong mejanya kemudian membalik halaman demi halaman sepertinya ia sedang mencari catatan seberapa banyak uang sekolah yang harus dibayar atas nama Yue Agze.


"Yue Agze murid Inti apakah benar?." ucap Zu Xin yang ingin memastikan kebenaran data yang ia lihat.


"Benar." ucap Yue Agze yang membenarkan perkataan kepala keuangan.


"Total biyaya sekolah yang harus dibayar enam ribu tiga ratus lima puluh lima koin emas. Jika nona ingin membayar sebaiknya mengambil angsuran selama satu bulan kedepan karna koin emas yang harus dibayarkan cukup banyak." ucap Zu Xin yang sepertinya mengira bahwa Xiao Ziya tak memiliki begitu banyak koin emas untuk membayar sekaligus.


Xiao Ziya mengeluarkan sebuah peti kayu yang cukup besar, di dalam peti kayu itu berisi sepuluh ribu koin emas. Dengan sepuluh ribu koin emas itu maka Yue Agze tak perlu membayar untuk lima bulan kedepan.


"Ini uang untuk biyaya sekolah Yue Agze." ucap Xiao Ziya yang memberikan peti itu pada Zu Xin.


Zu Xin menghitung koin emas yang diberikan oleh Xiao Ziya totalnya ada sepuluh ribu koin emas, Zu Xin cukup terkejut karna gadis yang sangat muda itu memiliki koin emas yang sangat banyak.


"Saya telah membayar semuanya oleh karna itu saya pamit terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya yang menarik tangan Yue Agze untuk keluar dari ruang administrasi.


"Trimakasih nona, saya tak tau bagaimana cara saya membayar kebaikan anda." ucap Yue Agze yang bingung bagaimana cara membalas kebaikan Xiao Ziya.


"Besok gege harus datang menjemputku untuk mampir ke kediaman Bangsawan Yue Funzi." ucap Xiao Ziya yang tersenyum, ada beberapa hal yang akan ia urus agar Yue Agze dapat menjadi Kepala Keluarga Bangsawan Yue Fuzi.


"Saya ingin pergi ke kelas apakah nona Ziya ingin ikut bersama dengan saya?." ucap Yue Agze yang menawarkan pada Xiao Ziya untuk ikut bersama dengannya pergi ke kelas murid inti.


Xiao Ziya menganggukkan kepalanya karna gadis itu sedang bosan berada di Istana Kerajaan Hitam. Akhirnya mereka berdua berjalan menuju kelas murid inti, setelah sampai Yue Agze mengajak Xiao Ziya untuk masuk kedalam.


"Wah lihatlah siapa yang datang berkunjung." ucap Al Denzi yang terlihat senang saat melihat Xiao Ziya ada di kelasnya.


"Selamat siang semua maaf menggangu waktu kalian." ucap Xiao Ziya yang duduk di salah satu kursi yang kosong. Gadis itu menjadi pusat perhatian para murid inti yang tak terlalu mengenalnya.

__ADS_1


Hai hai semua author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga baik baik aja ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote yang masih punya tiket vote, gift hadiah apapunnya, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.


__ADS_2