RATU IBLIS

RATU IBLIS
Menyamar


__ADS_3

Di sisi lain saat ini Ying Junha masih menunggu kakak sepupunya datang di lantai bawah Penginapan Yunha, Nyonya Ming Angli menyiapkan makanan untuk Ying Junha dan kesepuluh bawahannya karna mereka belum makan apapun sejak pagi tadi dan sekarang hari mulai siang.


"Silahkan dinikmati makanannya Tuan Muda Ying Junha, maaf hanya ini yang kami miliki." ucap Nyonya Ming Angli, ia ingin menyajikan makanan terbaik namun tak banyak bahan makanan yang tersisa di Penginapan Yunha ini.


"Terimakasih atas makanannya bibi." jawab Ying Junha dengan senyuman ramah, ia merasa sudah lebih dari cukup makanan yang disajikan oleh istri pemilik penginapan.


Dari kejauhan terlihat Xiao Ziya sedang berjalan kemudian di belakang gadis itu ada leluhur bangsa elf, Nyonya Ribel Mouzi yang masih diseret oleh sulur hitam, serta lima ratu lima pasukan iblis milik Xiao Ziya. Ying Junha yang tadinya ingin menikmati makanan yang telah disajikan malah terfokus pada kakak sepupu perempuannya itu.


"Anda sudah lama menunggu saya?." tanya Xiao Ziya setelah berada di hadapan Ying Junha, gadis itu tersebut dengan sangat cantik hingga membuat adik sepupunya salah tingkah.


"Saya dan yang lain baru bangun beberapa saat lalu, saya hanya merasa bingung karna Ziya jiejie tak berada di penginapan saat itu." jawab Ying Junha dengan semburat merah muda di kedua pipinya.


"Tunggu sebentar, saya ingin menemui bibi Ming Angli." ucap Xiao Ziya. Gadis itu meminta sebagian pasukan iblisnya untuk ikut masuk ke dapur, terlihat bibi Ming Angli sedang memotong sayuran dan daging sisa pesta malam tadi.


"Bibi sedang memasak?." tanya Xiao Ziya pada Ming Angli.


"Ah Nona Muda Xiao Ziya sudah kembali, dan siapa orang orang yang ada di belakang Anda ini? mengapa mereka berkata seperti itu?." tanya Bibi Ming Angli yang belum pernah melihat prajurit menggunakan armor perang.


Xiao Ziya memberikan isyarat pada pasukan iblis yang ikut masuk ke dalam dapur untuk melepaskan armor mereka, setelah mereka melepas armor Ming Angli langsung menghela nafas lega. Xiao Ziya mengeluarkan beberapa kantung beras serta sayuran, daging, ikan, dan bumbu lainnya untuk memasak.


"Tolong bantu Bibi Ming Angli untuk memasak." perintah Xiao Ziya pada lima puluh prajurit iblisnya yang berada di dapur.


"Baik Nona Ziya, kami akan menjalankan perintah Anda dengan baik." jawab lima puluh prajurit iblis dengan suara lantang hingga membuat Ming Angli terkejut.


"Kalau begitu saya keluar terlebih dahulu untuk menemui adik Ying Junha." ucap Xiao Ziya yang langsung keluar dari dapur meninggalkan Bibi Ming Angli dengan lima puluh prajurit iblisnya.


Xiao Ziya duduk di sebuah bangku yang berhadap hadapan langsung dengan Ying Junha, ia melihat adik sepupunya itu makan dengan sangat lahap. Ying Junha hanya bisa menundukkan kepalanya sembari menyiapkan makanan ke dalam mulut, pemuda itu merasa malu karna terus di tatap oleh kakak sepupunya ketika sedang makan.


"Makalah secara perlahan, tak ada yang akan merebutnya." ucap Xiao Ziya dengan suara tawa kecil.


"Baik Ziya jiejie." jawab Ying Junha.


Beberapa bawahan pemuda itu terus menatap ke arah Nyonya Ribel Mouzi yang masih dililit oleh sulur hitam milik Xiao Ziya. Mereka sedang bertanya tanya apa yang telah wanita itu lakukan hingga mendapat hukuman yang sangat kejam. Melihat banyak yang memperhatikannya, Nyonya Ribel Mouzi memasang wajah memelas agar mereka mau membantunya.


"Permisi Nona Ziya, bolehkah kami menanyakan sesuatu?." tanya salah satu bawahan Ying Junha yang memberanikan diri untuk bertanya pada Xiao Ziya.


"Tanyakan saja dan saya akan menjawabnya." jawab Xiao Ziya denhan santai.


"Siapa wanita yang sedang di lilit oleh benda aneh milik Anda itu? apa yang telah ia lakukan hingga mendapat hukuman yang cukup mengerikan." tanya bawahan Ying Junha secara terang terangan.


"Wanita ini bernama Ribel Mouzi, salah satu anggota keluarga bangsawan yang ada di Desa Elnz ini. Ia melakukannya banyak kesalahan, ia menjual bahan pokok dengan harga yang tak wajar pada penduduk Desa Elnz, ia mengorbankan keempat anaknya untuk keselamatannya sendiri, dan kesalahan yang paling fatal adalah ia melakukan perjanjian dengan banyak iblis untuk melancarkan semua rencana jahatnya." jelas Xiao Ziya secara ringkas mengenai siapa Ribel Mouzi dan kesalahan apa yang telah wanita itu lakukan hingga mendapat hukuman seperti itu.


Bawahan Ying Junha yang tadinya merasa kasihan pada Ribel Mouzi kini menatap wanita itu dengan tatapan tajam, wanita yang tak memiliki hati nurani memang pantas mendapatkan kematian yang kejam.

__ADS_1


"Ah iya ada sesuatu yang ingin saya katakan pada adik Ying Junha." ucap Xiao Ziya bahwa ia ingin menyampaikan beberapa hal pada adik sepupunya itu.


Xiao Ziya mengeluarkan sebuah gulungan surat berwarna emas dan sebuah kotak kayu berukuran sedang. Surat itu ditujukan pada sang bibi yang saat ini berada di lapisan dunia misterius dan sepasang suami istri yang telah mengadopsi bibinya itu, Xiao Ziya juga meletakkan beberapa hadiah untuk sang bibi.


"Bisakah adik Ying Junha memberikan ini pada ibu Anda? saat waktunya tiba nanti saya akan berkunjung ke tempat kalian." ucap Xiao Ziya dengan senyuman tipis, gadis itu ingin tau bagaimana wajah dari bibinya itu apakah mirip dengan sang ibu ataukah tidak.


"Baiklah saya akan memberikan surat serta kotak kayu ini saat sampai di rumah nanti, ibu pasti akan sangat senang." ucap Ying Junha.


Di sisi lain saat ini kepala desa bersama dengan kedua anak dan ketiga cucunya sedang membagikan beras, gandum, dan bahan makanan lain pada penduduk Desa Elnz secara merata sesuai dengan pesan Nona Ziya. Para penduduk Desa Elnz merasa sangat senang karna untuk beberapa bulan kedepan mereka tak perlu memikirkan cara untuk bertahan hidup setelah semua bahan makanan pokok habis.


"Mengapa Nona Ziya tak menyimpan semua ini sendiri? apakah ia berasal dari keluarga kaya?." tanya Yingli satu satunya cucu perempuan kepala desa.


"Nona Ziya bukanlah orang yang tamak akan harta milik orang lain, ia tau bahwa saat ini penduduk Desa Elnz sedang dalam kesulitan. Nona Ziya dari awal sudah curiga pada Keluarga Mouzi, karna itulah ia melakukan semua ini." jawab Gunzo yang merasa sangat kagum dengan sifat Xiao Ziya, meski gadis itu terlihat sangat menyeramkan ketika membunuh keempat tuan muda dari Kediaman Mouzi.


"Bukankah kau sangat beruntung kakak sepupu, diantara kami bertiga hanya kau yang dekat dengan gadis itu." ucap Zunlin yang merasa sedikit iri dengan kakak sepupunya. Seandainya sedari awal ia tau gadis asing yang menjadi tamu di Desa Elnz adalah gadis yang kuat serta berasal dari keluarga kaya maka ia akan mendekatinya juga.


"Kami dekat karna Nona Muda Xiao Ziya tinggal di penginapan milik ayah." jawab Gunzo dengan senyuman lebar.


Waktu berjalan dengan sangat cepat, semua penduduk Desa Elnz sudah mendapatkan bahan makanan pokok dalam jumlah yang sama. Kepala desa menyisakan beberapa karung untuknya dan kedua putranya karna mereka juga berhak mendapatkan dalam jumlah yang sama. Setelah semua orang kembali ke rumah mereka masing masing, kepala desa mengajak kedua anak dan ketiga cucunya untuk pergi ke Penginapan Yunha. Akhirnya mereka berenam berjalan menuju Penginapan Yunha untuk bertemu dengan Xiao Ziya.


Saat ini Xiao Ziya sedang berada di dalam kamarnya untuk mandi dan berganti pakaian, esok lagi gadis itu akan melakukan perjalanan pulang menuju Kerajaan Bulan. Ia khawatir jika Yie Gu dan Yie Weinje sedang merencanakan sesuatu yang tak baik pada Yie Munha. Kekhwatiran Xiao Ziya itu memang benar adanya, setelah berdiam diri cukup lama di sekitar Istana Kerajaan Bulan akhirnya Yie Gu dan Yie Weinje menemukan cara untuk masuk ke dalam tanpa diketahui oleh siapapun.


Beberapa saat sebelumnya muncul seorang pelayan dan prajurit yang pergi ke bagian belakang Istana Kerajaan Bulan untuk bertemu, sepertinya mereka berdua adalah sepasang kekasih karna itu mereka bertemu secara diam diam. Saat keduanya sedang memadu kasih Yie Weinje dan Yie Gu membunuh mereka dan mengambil pakaian yang sedang mereka gunakan.


Saat ini Yie Gu dan Yie Weinje sudah berada di dalam Istana Kerajaan Bulan dan menyamar sebagai pelayan dan prajurit, untunglah tak ada yang menyadari keberadaan keduanya. Yie Weinje membaur dengan pelayan lain, saat ini para pelayan sedang memasak untuk hidangan makanan malam.


"Malam Tuan Muda Min Xome, apa ada yang bisa kami bantu?." tanya beberapa pelayan muda dengan tatapan genit.


"Tolong siapkan segelas air dingin, saya merasa haus setelah berlatih bersama yang lain." ucap Tuan Muda Min Xome dengan nada bicara yang terdengar datar.


"Baiklah silahkan duduk Tuan Muda, kami akan menyiapkan minuman dingin dan beberapa camilan untuk Anda." jawab beberapa pelayan muda. Mereka berebut menyiapkan minuman untuk Tuan Muda Min Xome, pesona pemuda itu sangatlah kuat hingga membuat para pelayan jatuh hati padanya.


Yie Weinje berusaha menghindar bertatapan langsung dengan Min Xome, meski mereka berdua jarang bertemu namun tak menutup kemungkinan pemuda itu bisa mengenalinya dengan mudah. Yie Weinje mundur beberapa langkah dan tak sengaja menabrak seorang pelayan yang ingin mengantar minuman dingin pada Min Xome, karna kejadian itu akhirnya ia menjadi pusat perhatian semua pelayan yang ada di dapur dan juga Min Xome yang sedang menatapnya dengan tatapan bingung.


"Maaf saya tak sengaja." ucap Yie Weinje dengan nada gemetar.


"Kalian baik baik saja?." tanya Min Xome yang langsung mendekati kedua pelayan itu, awalnya ia tak menyadari bahwa diantara kedua pelayan ada Yie Weinje musuh bebuyutan anggota Kerajaan Bulan.


"Saya baik baik saja Tuan Muda Min Xome, tunggu sebentar saya akan membuatkan yang baru." ucap pelayan muda itu yang bergegas membereskan kekacauan kemudian pergi untuk membuatkan minuman dingin lagi.


"Bagaimana dengan mu? apa kau terluka? mengapa kau hanya diam saja sedari tadi?." tanya Min Xome secara bertubi-tubi pada Yie Weinje yang sedang menyamar menjadi seorang pelayan.


"S..saya baik baik saja Tuan Muda Min Xome, Anda tak perlu khawatir." jawab Yie Weinje dengan suara pelan dan masih menundukkan kepalanya.

__ADS_1


Min Xome berusaha melihat wajah pelayan itu namun sang pelayan terus menghindar, akhirnya pelayan itu pergi dari dapur menuju gudang belakang untuk membereskan beberapa bahan makanan dan sayur sayuran yang baru saja datang. Min Xome mengangkat sebelah alisnya, ia merasa curiga dengan pelayan itu dan merasa tak asing dengan suaranya. Mungkinkah ada penyusup yang masuk ke dalam Istana Kerajaan Bulan dan menyamar sebagai seorang pelayan? namun siapakah ia.


"Tolong kalian diam di sini sebentar, pelayan tadi sangat mencurigakan." ucap Min Xome yang meminta semua pelayan dapur untuk melanjutkan tugas mereka tanpa membuat kebisingan yang lain. Min Xome berjalan secara perlahan menuju gudang penyimpanan kemudian mengintip di sela sela pintu.


Pemuda itu membelalakkan matanya karna ia sangat mengenal siapa pelayan itu, Min Xome segera pergi dari sana dan kembali ke dapur untuk meminum minuman dingin miliknya.


"Apa yang terjadi Tuan Muda Min Xome?. tanya seorang pelayan dengan suara pelan. Ia merasa penasaran kerna tuan mudanya kembali dengan raut wajah cemas.


"Kalian semua dengar baik baik, wanita itu Yie Weinje yang menyamar menjadi pelayan. Jangan sampai ia turun tangan untuk memasak atau menyiapkan makanan nanti malam." ucap Tuan Muda Min Xome yang memberikan perintah pada seluruh pelayan dapur.


"Baik kami mengerti Tuan Muda." ucap seluruh pelayan dapur secara bersamaan.


Setelah itu Min Xome pergi dari dapur untuk memberitahukan hal ini pada Yie Munha, Min Wungi, dan kedua pemuda dari Klan Zu yang saat ini berada di lapangan tempat mereka berlatih. Jika Yie Weinje berada di dalam Istana Kerajaan Bulan kemungkinan besar Yie Gu juga ada di sana dan sedang menyamar entah menjadi apa. Min Xome melesat dengan sangat cepat melalui beberapa lorong kemudian ia melewati sebuah pintu dan langsung sampai di hadapan teman temannya.


"Mengapa Tuan Muda Min Xome datang dengan melesat seperti itu?." tanya Zu Junyang dengan tatapan bingung.


"Ada apa kak?." tanya Min Wungi dengan rasa penasaran tinggi, ia tau kakak laki lakinya itu tak akan datang dengan terburu buru kecuali sedang terjadi sesuatu.


"Saya harap Nona Yie Munha lebih berhati hati, saat pergi ke dapur tadi saya bertemu dengan Yie Weinje yang sedang menyamar menjadi seorang pelayan. Mungkin saja saat ini Yie Gu juga berada di sini dan berbaur dengan para pelayan ataupun prajurit." ucap Min Xome dengan tatapan serius, ia tak ingin Yie Munha jatuh ke sosok yang sering disebut dengan Penguasa Agung. Ia khawatir jika Penguasa Agung akan menyiksa gadis itu hingga ajalnya tiba.


"Baiklah saya mengerti Tuan Muda Min Xome, terimakasih karna memperingatkan saya." jawab Yie Munha. Ia tak akan pergi meninggalkan Istana Kerajaan Bulan ini, bagaimanapun juga ia sudah terikat janji dengan Nona Besar Xiao Ziya.


"Apakah ayah dan ibu sudah mengetahui hal ini?." tanya Min Wungi. Pemuda itu khawatir jika salah satu diantara mereka menargetkan orang tuanya.


"Ayah dan ibu belum mengetahui apapun, kalian tetaplah di sini saya akan pergi untuk memberitahu ayah dan ibu. Jika Nona Yie Munha ingin kembali ke kamar sebaiknya Anda diantar oleh adik saya." ucap Min Xome kemudian melesat pergi meninggalkan teman temannya dan kembali masuk ke dalam Istana Kerajaan Bulan.


Di sisi lain saat ini kepala desa beserta anak dan cucunya telah sampai di Penginapan Yunha, terlihat para prajurit milik Xiao Ziya sedang menata meja di halaman depan penginapan itu. Sepertinya Nona Muda Xiao Ziya ingin melakukan jamuan makan malam lagi namun kali ini dalam skala yang lebih besar.


"Kalian sudah kembali?." tanya Ming Angli yang baru saja keluar dari dapur, ia tersenyum senang karna semuanya kembali dalam keadaan selamat.


"Apa yang sedang dilakukan oleh prajurit milik Nona Ziya, istriku?." tanya Yunha dengan tatapan bingung.


"Nona Xiao Ziya ingin menjamu kalian semua serta seluruh penduduk desa yang bersedia untuk hadir, karna itulah mereka semua membantuku untuk menyiapkan semuanya." jawab Ming Angli.


"Kalau begitu lebih baik ayah dan yang lain mandi terlebih dahulu. Banyak kamar kosong di penginapan ini." ucap Yunha yang mempersilahkan sang ayah, saudara laki laki, serta kedua keponakannya untuk membersihkan diri mereka terlebih dahulu.


Mereka masuk ke beberapa kamar kosong yang ada di penginapan itu. Yunha dan sang istri pergi untuk memberitahukan adik ipar mereka agar datang ke pesta jamuan makan malam, selain itu keduanya akan memberitahu pada penduduk Desa Elnz untuk menghadiri pesta makan malam yang diadakan oleh Nona Muda Xiao Ziya.


"Sepertinya kakak sepupu Anda memiliki kesan yang sangat baik bagi penduduk desa ini." ucap salah seorang bawahan Ying Junha, mereka juga membantu menghias Penginapan Yunha agar terlihat lebih baik.


"Selain cantik kakak sepupu juga sangat ramah dan juga tegas. Seorang pria yang ingin bersanding dengannya nanti harus memiliki status serta karakter yang lebih baik." ucap Ying Junha, ia tak bisa membayangkan betapa beruntungnya pria yang dapat bersanding dengan Xiao Ziya nanti. Sangat disayangkan mereka berdua masih terikat hubungan darah, jika tidak Ying Junha akan memperjuangkan Xiao Ziya untuk menjadi istrinya.


"Sepertinya Tuan Muda jatuh hati pada kakak sepupunya sendiri." ucap salah seorang bawahan Ying Junha yang sedang meledek tuan mudanya sendiri.

__ADS_1


"Hentikan, sudahlah lagipula kami ini kakak dan adik sepupu." ucap Ying Junha yang merasa kesal pada bawahannya itu.


Hai hai semua author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.


__ADS_2