
Melihat Xiao Ziya keluar dari tempat teratas yang ada di paviliun Kultivator tingkat atas membuat pemimpin Klan Shen, ketua keempat, Shen Yuze dan Shen Yume merasa lega karna kondisi Xiao Ziya baik baik saja. Namun raut wajah pemimpin klan dan ketua keempat tampak terkejut melihat pria tua yang ada di sampin Xiao Ziya, mereka berdua segera berlari kearah pria tua itu.
"Ayah akhirnya kami melihatmu lagi." ucap Shen Linhu dan ketua keempat yang terlihat begitu bahagia. Para murid Klan Shen yang ada di sana hanya diam karna mereka tak tau siapa pria tua yang dipanggil ayah oleh pemimpin klan serta ketua keempat.
Shen Yume dan Shen Yuze juga menunjukkan raut wajah bingung mereka berdua, siapa pria tua itu mengapa ayah mereka terlihat begitu akrab dengannya. Shen Linhu memanggil putra dan putrinya untuk datang mendekat mereka ingin memperkenalkan ayahnya pada kedua anaknya itu.
"Kemarilah putra dan putriku." ucap pemimpin Klan Shen yang tersenyum memanggil kedua anaknya. Shen Yume dan Shen Yuze berjalan menghampiri sang ayah.
"Ayah siapa pria tua yang ada di hadapan anda?." tanya Shen Yume yang sangat penasaran karna jika dilihat lihat wajah pria tua itu sangat mirip dengan ayah dan juga pamannya.
"Ah ini adalah kakek kalian, beri salam pada kakek." ucap pemimpin klan yang meminta pada kedua anaknya agar menghormati kakek mereka, pemimpin klan tau ini mungkin akan sulit untuk putra dan putrinya karna sejak lahir mereka tak pernah bertemu dengan kakek mereka.
"Salam pada kakek." ucap Shen Yume dan Shen Yuze dengan membungkukkan badan.
"Kakek trima salam kalian berdua." ucap Shen Xunzo yang mencoba untuk menahan air matanya, ia tak tau selama ia mengasingkan diri putra putranya telah menikah dan kini ia memiliki cucu yang cantik dan juga tampan.
Seandainya hari ini Shen Xunzo tetap keras kepala untuk tinggal di ruang teratas paviliun kultivator tingkat atas dan tak ikut Xiao Ziya mungkin ia tak pernah tau apa yang sedang terjadi di Klan Shen. Shen Xunzo menoleh kebelakang dan melihat ke arah Xiao Ziya pria tua itu tersenyum sebagai tanda ucapan trimakasih, Xiao Ziya yang mengerti arti senyuman dari pria tua itu juga ikut tersenyum.
"Baiklah bagaimana kalian bisa lupa bahwa saya masih kelaparan." ucap Xiao Ziya yang memecahkan suasana haru menjadi gelak tawa, gadis itu benar benar bisa merubah suasana dalam sekejab saja.
"Ah maaf saya lupa, jamuannya telah siap mari kita pergi ke ruang makan utama." ucap Shen Yuze yang ingat bahwa ia telah menyiapkan jamuan untuk Xiao Ziya namun jamuannya tertunda karna gadis itu masuk kedalam paviliun kultivator tingkat tinggi tanpa sepengetahuannya.
Akhirnya mereka pergi menuju ruang makan utama, sedangkan saat ini Aliansi Hitam Wunzo sudah sangat geram karna mereka telah kehilangan banyak sekali anggota anggota khusus dengan tingkatan tinggi, dan yang membuat mereka rugi besar adalah seorang gadis kecil yang sangat kenyebalkan yaitu Xiao Ziya.
"Sebaiknya kita melaporkan hal ini pada pemimpin aliansi jika tidak kita akan kehilangan lebih banyak anggota." ucap Xu Linhi yang telah kehilangan hampir setengah pasukan elit yang ia miliki.
"Jika pemimpin mengetahui hal ini, ia pasti akan sangat marah bagaimana bisa kita kalah dengan seorang gadis." ucap Lin Yang ketua pertama Aliansi Hitam Wunzo, ia adalah ketua klan yang paling dekat dengan pemimpin aliansi dan ia tau bahwa pemimpin aliansi itu akan membinasahkan mereka semua jika hal ini sampai bocor.
"Lalu apa yang harus kita lakukan, kita tak bisa terus diam seperti ini." ucap Wingzo yang tak ingin hal seperti ini terus terulang karna ini adalah aib bagi Aliansi Hitam Wonzo yang sangat ditakuti di dunia atas.
"Panggil Ruo Lu, sepertinya pemuda itu tau sedikit informasi tentang gadis itu." ucap Lin Yang.
Ketua kelima yaitu Miegume pergi untuk mencari Ruo Lu, Ruo Lu adalah salah satu mata mata terbaik yang dimiliki oleh Aliansi Hitam Wunzo walau infornasi tentang Xiao Ziya sangat sulit untuk didapatkan namun pemuda itu berhasil mendapatkan sedikit informasi.
Tak lama kemudian pemuda yang dicari caripun datang, dengan baju serba hitam dan wajah tampan namun memiliki aura gelap yang sangat pekat membuat keberadaan Ruo Lu terkadang tak bisa dirasakan oleh kultivator tingkat dewa.
"Salam pada para ketua aliansi." ucap Ruo Lu yang memberi salam pada para ketua.
__ADS_1
"Cepat katakan apa saja yang kau tau tentang seorang gadis bernama Xiao Ziya." ucap Lin Yang, ia tak sabar untuk menyusun rencana agar bisa menghancurkan Xiao Ziya. Mereka percaya bahwa mereka sanggup mengalahkan gadis itu karna ia hanya sendirian.
"Xiao Ziya berasal dari dunia bawah, ia merupakan anggota klan Xiao yang ada di dunia bawah. Putri dari ketua ke lima, adik dari Kaisar Yan. Saat ini Xiao Ziya sedang ada di Klan Shen, jika ingin membuat perhitungan dengan gadis itu sebaiknya saat ia masih berada di Klan Shen karna jika ia sudah pergi ke wilayah Kerajaan Hitam maka akan sulit untuk mengalahkannya." ucap Ruo Lu yang memberikan beberapa informasi yang ia miliki tentang Xiao Ziya. Lin Yang tersenyum dan sudah menemukan sebuah cara, ia akan meminta beberapa anggota elit untuk menyerang Klan Shen.
"Baiklah trimakasih informasinyan." ucap Lin Yang, kemudian Ruo Lu pergi dari sana.
"Langkah apa yang akan kita ambil ketua pertama?." tanya pemimpin lainnya yang menanti keputusan dari ketua pertama. Lin Yang tersenyum mengerikan namun percaya atau tidak semua yang ia rencanakan hanya akan sia sia saja.
Saat ini Xiao Ziya dan para petinggi Klan Shen beserta para anak mereka sedang menikmati jamuan makan malam, suasana di ruang makan utama Klan Shen tampak begitu tenang dan juga hangat. Diam diam Xiao Ziya merasakan pergerakan yang tak biasa dari luar Klan Shen gadis itu tersenyum misterius.
"Sebaiknya kalian segera bersiap dengan baik." ucap Xiao Ziya yang sudah bisa menebak yang datang adalah anggota Aliansi Hitam Wunzo karna mereka memiliki aura yang berbeda dari kultivator pada umumnya.
"Ada apa nona Ziya? mengapa kami harus bersiap?." ucap Shen Linhu yang merasa sedikit panik, walau ia tak terlalu lama mengenal Xiao Ziya namun ia tau apa yang dikatakan oleh gadis itu bukan main main.
"Apakah ada bahaya yang datang?." tanya Shen Xunzo yang langsung berdiri dari kursinya sebagai panatua Klan Shen tentu ia tak bisa diam saja karna ia sudah lama meninggalkan tugasnya sebagai panatua.
"Saya merasakan pergerakan ratusan orang dengan niat yang tak baik." ucap Xiao Ziya yang mengeluarkan sebuah pedang berwarna biru cerah, gadis itu segera keluar dari ruang makan untuk menyambut kedatangan para anggota Aliansi Hitam Wunzo yang ingin membalas dendam padanya serta menyelesaikan misi mereka untuk menghancurkan Klan Shen.
Saat berada di lapangan utama Klan Shen sudah terlihat beberapa anggota Aliansi Hitam Wunzo yang datang, mereka tampak terkejut karna kedatangan mereka diketahui oleh Xiao Ziya dan para anggota Klan Shen.
"Bagaimana bocah ingusan sepertimu bisa mendeteksi kedatangan kami!!." ucap Ruo Ning yang merasa tak terima, ia sudah duapuluh tiga tahun menjadi kultivator dan baru beberapa hari yang lalu mencapai ranah dewa lalu mengapa gadis yang baru saja berusia dua belas tahun sudah mencapai ranah dewa. Ruo Ning menatap Xiao Ziya penuh dengan rasa benci karna semuanya terasa tak adil baginya.
"Tadinya saya mencium bau busuk yang sangat pekat, lalu saya merasa bau itu terasa familiar ternyata benar orang orang dari Aliansi Hitam Wunzo yang datang." ucap Xiao Ziya, gadis itu berbicara dengan penuh keberanian.
"Hari ini adalah hari kematianmu jadi kau bebas mengatakan apapun." ucap Lin Binzi yang tak ambil pusing dengan perkataan Xiao Ziya.
"Oh saya sangat takut mendengarnya." ucap Xiao Ziya yang berpura pura ketakutan dengan apa yang dikatakan oleh Lin Binzi.
Para Anggota Aliansi Hitam Wunzo mengeluarkan senjata masing masing, aura hitam yang keluar dari tubuh mereka semakin pekat para anggota Klan Shen sudah ketakutan karna tingkatan kultivasi mereka kalah telak dengan pasukan elit anggota Aliansi Hitam Wunzo.
"Ah jadi kalian ingin berlomba lomba untuk mengeluarkan aura membunuh baiklah." ucap Xiao Ziya dengan sebuah senyuman indah namun terasa sangat dingin.
Xiao Ziya melepaskan semua aura membunuhnya, bahkan awan yang ada di atas Klan Shen berubah menjadi hitam. Aura hitam yang sangat pekat dengan hawa panas yang membuat siapa saja terasa seperti terbakar keluar dari tubuh gadis itu para pasukan elit dari Aliansi Hitam Wunzo mempertahankan diri mereka dengan sihir pelindung, jika tidak mereka akan tumbang sedari tadi.
"Hey gadis sialan tarik kembali aura hitam yang kau keluarkan." triak Lin Yang, ia merasa bahwa pasukan elit lainnya sudah tak kuat menahan aura membunuh yang dikeluarkan oleh Xiao Ziya.
"Ahahaha mengapa saya harus peduli dengan kalian?." ucap Xiao Ziya yang tak peduli dengan apapun yang akan terjadi pada anggota Aliansi Hitam Wunzo. Mereka telah membunuh banyak jiwa tanpa rasa bersalah mengapa ia harus kasihan pada mereka? bukankah itu terdengar sangat lucu.
__ADS_1
Salah satu anggota elit Aliansi Hitam Wunzo melesat dan mendekap tubuh Shen Yume kemudian menyilangkan sebuah pedang pada leher Shen Yume. Mungkin ia ingin mengancam Xiao Ziya dengan perantara Shen Yume.
"Jika kau tak segera menarik aura membunuhmu maka saya akan membunuh gadis ini." ucap salah seorang anggota elit Aliansi Hitam Wunzo, namun Xiao Ziya tak bergeming ia hanya diam dan melihat saja.
"Kau tak mendengar apa yang dikatakan oleh temanku?." ucap Zo Munji yang kesal karna perkataan temannya tak dianggap sama sekali oleh Xiao Ziya.
Xiao Ziya mengambil sebuah belati dari cincin semestanya kemudian ia melempar belati itu ke arah anggota Aliansi Hitam Wunzo yang sedang menyandra Shen Yume. Belati itu melesat dengan begitu cepat kemudian menancap tepat di kepala anggota Aliansi Hitam Wunzo itu seketika ia tumbang dan Shen Yume segera berlari dan bersembunyi di belakang Xiao Ziya.
"Jadi begitukah kemampuan anggota elit Aliansi Hitam Wunzo?." ucap Xiao Ziya yang sepertinya menantang Aliansi Hitam Wunzo.
"Cih kami akan membinasahkanmu hari ini." ucap Lin Binzi yang meminta pada para anggota elit lainnya untuk menyerang namun aura membunuh milik Xiao Ziya membuat pergerakan mereka terhambat.
Pertarunganpun terjadi antara Xiao Ziya, Klan Shen, dan Aliansi Hitam Wunzo. Bagi Xiao Ziya ini bukanlah hal yang sulit namun karna jumlah anggota elit Aliansi Hitam Wunzo sangat banyak dan mereka menyebar membuat Xiao Ziya kesulitan untuk membantu para anggota Klan Shen yang sedang bertarung.
"Keluarlah." ucap Xiao Ziya yang meminta bantuan pada lima ratus lima pasukan iblis miliknya.
"Kami siap menerima perintah dari junjungan." ucap para pasukan iblis milik Xiao Ziya yang membungkukkan badan mereka sebagai tanda hormat.
"Bantu anggota Klan Shen yang sedang bertarung dan bunuh anggota Aliansi Hitam Wunzo." ucap Xiao Ziya yang memberikan perintah pada pasukan iblis miliknya, dengan penuh rasa hormat dan patuh mereka segera berpencar untuk membantu anggota Klan Shen.
"Apa apaan ini darimana datangnya prajurit dengan Zirah merah itu." ucap Ruo Ning yang terkejut dengan kedatangan lima ratus lima pasukan dengan Zirah merah apalagi tingkatan mereka tak bisa dilihat dengan mata telanjang.
Xiao Ziya melesat ke arah Lin Binzi yang sedang bertarung dengan pemimpin Klan Shen, ia tau perbedaan kultivasi mereka cukup jauh sehingga pemimpin Klan Shen bukanlah tandingan Lin Binzi. Terlihat pemimpin Klan Shen terluka parah bahkan wajahnya sudah sangat pucat karna memuntahkan banyak sekali darah.
"Mundurlah biar saya yang menghadapinya." ucap Xiao Ziya yang meminta pada pemimpin Klan Shen untuk mundur jika tidak mungkin ia akan terbunuh.
"Cih mengapa kau selalu ikut campur dengan urusan kami." ucap Lin Binzi yang merasa bahwa Xiao Ziya terlalu banyak ikut campur dengan hal hal yang berkatian dengan Aliansi Hitam Wunzo.
"Tentu saja saya akan ikut campur hingga aliansi kalian benar benar musnah." ucap Xiao Ziya dengan senyuman yang sangat menyeramkan. Gadis itu mulai menyerang Lin Binzi menggunakan pedang yang ada di genggaman tangannya, Lin Binzi merasa kewalahan saat ingin mengimbangi kecepatan dari Xiao Ziya segingga pria itu mendapat beberapa luka yang cukup dalam.
"Arggggh aku akan membunuhmu." ucap Lin Binzi yang sudah kehilangan akal sehatnya, tiba tiba badan pria itu berubah warna menjadi besar dan berwarna hitam pekat. Xiao Ziya mendongakkan kepalanya keatas untuk melihat Lin Binzi, bukannya takut Xiao Ziya malah tertawa geli. Xiao Ziya merasa bahwa ia pernah melihat wujud seperti itu sebelumnya.
"Bukankah kau terlihat seperti badut?." ucap Xiao Ziya yang sedang mati matian menahan tawanya.
"Apa yang kau bicarakan !!!." bentak Lin Binzi yang marah karna ucapan Xiao Ziya.
Hai hai semua gimana kabarnya, jangan lupa vote, gift, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima.
__ADS_1