
Xiao Yan, Xiao Xun, dan juga Pangeran Kegelapan pergi untuk menemui Xiao Cunyu, mereka bertiga benar benar sudah putus asa tak tau apa yang harus mereka berikan untuk adik kesayangan mereka. Namun saat mereka berkeliling di sekitar istana kekaisaran mereka tak dapat menemukan keberadaan Xiao Cunyu.
"Kemana perginya ayah, mengapa ia tak ada di sini?." ucap Xiao Yan yang merasa bingung. Pasalnya saat mereka berkeliling tadi masih banyak ketua Klan Xiao yang masih berada di istana.
"Apakah mungkin ayah kembali ke klan lebih awal?." ucap Xiao Xun yang sepertinya sedang berfikir.
"Atau mungkin ayah kalian sedang mencari hadiah untuk adik Ziya." ucap Pangeran Kegelapan yang juga ikut menebak apa yang tengah dilakukan oleh ayah dari kedua orang pria yang ada di hadapannya.
Benar sekali saat ini Xiao Cunyu tengah berada di paviliunnya yang ada di Klan Xiao. Ia terlihat tengah mencari cari sesuatu yang sepertinya sangar penting, terlihat jelas guratan di wajahnya yang menandakan dia sedang cemas.
"Dimana aku meletakkan kalung itu, sudah saatnya aku memberikan kalung itu pada putriku." ucap Xiao Cunyu yang masih mencari kesana kesini.
Sebenarnya kalung apa yang ingin ia berikan pada Xiao Ziya, mengapa tampak sekali bahwa benda itu sangat penting.
"Putriku kamu akan tau segalanya nanti." ucap Xiao Cunyu sambil menggenggam sebuah kalung di tanggannya, tak terasa air matanya menetes saat ia melihat kalung itu.
Sedangkan ditempat lain tepatnya di wilayah dunia atas, saat ini terjadi guncangan yang sangat hebat, tiba tiba tanah bergetar hingga membuat sebagian orang kalang kabut dan keluar dari tempat tinggal mereka.
"Apa yang sebenarnya sedang terjadi, bagaimana bisa dunia atas dilanda gempa seperti ini." ucap seseorang sambil melihat sekitarnya.
"Pemimpin dunia atas sejati akan segera datang kita hanya perlu menunggu beberapa tahun lagi." jawab seorang pria yang ada di sebelahnya.
Sebenarnya dunia atas memiliki sejarah yang tak diketahui banyak orang, pemimpin pertama dunia atas bukanlah seorang pria melainkan seorang wanita. Wanita tangguh yang dapat menerjang apapun yang menghalanginya untuk sampai ke puncak. Namun sayangnya suatu hari wanita itu jatuh cinta dengan seorang pemuda biasa, wanita itu mengajari sang pemuda banyak ilmu bela diri hingga pemuda itu menjadi sangat kuat.
Wanita itu berfikir bahwa mereka berdua akan memulai perjalanan ke puncak beladiri yang lebih tinggi berdua, namun semuanya salah pemuda itu menghianati sang wanita. Pemuda itu membunuh sang wanita tepat saat mereka akan menikah, sebelum meninggal wanita itu bersumpah siapapun yang bisa membalaskan dendamnya dan bisa membunuh seluruh keturunan sang pria maka secara langsung sisa kekuatan dan ilmu ilmunya akan ia berikan pada orang itu, selain itu dunia bawah akab berada di bawah kekuasaanya juga.
__ADS_1
Setelah sang wanita mengucapkan hal itu tiba tiba saja langit berubah menjadi gelap, di tengah tengah wilayah dunia bawah muncul sebuah patung raksasa yang menyerupai wanita itu. Setelah kejadian itu tubuh sang wanita yang sudah sekarat tiba tiba saja menghilang.
Karna pemuda itu tak ingin terjadi pembantaian pada keturunannya, akhirnya sang pemuda berusaha menutupi patung itu dengan seluruh sihir pelindung. Karna sihir pelindung itulah hingga sekarang patung tersebut tak bisa ditemukan oleh siapapun.
"Apakah bencana besar yang diramalkan akan benar benar terjadi." ucap seorang pria tua yang ada di atas bukit sambil menghadap ke langit.
"Penguasa baru akan mengubah sejarah dunia atas." ucap pria tua itu sambil tersenyum kemudian ia pergi begitu saja.
Dilain tempat tepatnya di istana kekaisaran, saat ini matahari telah terbit dan menggantikan sang bulan, semua orang tengah sibuk dengan urusan mereka masing masing. Namun seperti biasa Xiao Ziya masih meringkuk di atas tempat tidurnya. Ku rasa gadis itu lebih aktif di malam hari daripada di pagi hari.
Tok tok tok
Suara pintu kamar Xiao Ziya yang diketuk oleh seseorang. Karna tak mendapat balasan orang itupun mengetuk lagi dengan lebih kencang.
"Saudari Ziya, apakah mimpimu sangat indah hingga kau tak mau melihat matagari pagi." triak Xiao Feng yang masih saja berusaha membangunkan Xiao Ziya.
"Adik Ziya!! Mengapa kau susah sekali dibangunkan, di masa depan tak akan ada pria yang akan menikahimu bila kau terus seperti ini." triak Xiao Feng dengan kencang hingga Xiao Ziya menghela nafas kasar.
"Aku mengantuk, bisakah kau pergi? atau kau mau aku mematahkan salah satu kakimu." ucap Xiao Ziya yang merasa kesal pada saudaranya itu karna telah mengganggu waktu tidurnya yang sangat berharga.
Xiao Feng hanya bisa mengalah, dia langsung pergi karna tak ingin kehilangan salah satu kakinya. Walau begitu ia sedikit tak terima dengan ucapan Xiao Ziya bagaimanapun ia lebih tua darinya dan sudah seharusnya Xiao Ziya menghormatinya.
Di saat Xiao Feng sedang kesal dan ingin sekali menjitak Xiao Ziya. Xiao Ziya sendiri malah tak perduli dan memilih untuk melanjutkan tidurnya yang sempat terganggu itu.
"Lain kali aku yang akan menjitak kepalamu." ucap Xiao Ziya sebelum kembali memejamkan matanya.
__ADS_1
Sedangkan saat ini Xiao Feng sudah berada di taman belakang istana kekaisarn bersama dengan yang lainnya, mereka tengah membicarakan acara ulang tahun Xiao Ziya yang tinggal dua hari lagi. Xiao Yan yang melihat kedatangan Xiao Feng dengan muka kesalnya sempat merasa heran, apa yang sedang terjadi pada Xiao Feng hingga seperti itu. Karna tak ingin dilanda rasa penasaran akhirnya Xiao Yan mendatangi Xiao Feng.
"Saudara Feng apa yang terjadi padamu? mengapa kau tampak sangat kesal seperti itu." tanya Xiao Yan sambil salah satu tangannya merangkul pundak Xiao Feng.
"Adikmu itu membuatku kesal, aku hanya berniat membangunkannya karna ini sudah pagi. Namun ia malah menarahiku dan mengusirku pergi, selain itu ia juga mengancam akan mematahkan salah satu kakiku." ucap Xiao Feng dengan nada sedikit memelas, karna ia berharap Xiao Yan akan menghampiri adiknya dan memarahi gadis nakal itu.
Namun dugaannya salah Xiao Yan dan yang lainnya hanya tertawa mendengar cerita dari Xiao Feng.
"Kau bukan satu satunya orang yang diancam seperi itu oleh adikku." ucap Xiao Yan sambil berjalan kembali menuju saudara saudaranya yang lain.
"Ingatlah ini saudara Feng, jangan pernah menggangu waktu makan dan waktu tidur saudari Ziya, jika tidak bisa dipastikan kau akan dalam masalah." ucap Xiao Yuna sambil tertawa ia tak menyangka Xiao Feng akan dimarahi oleh Xiao Ziya.
...**Hai hai semuanya aku up lagi, gimana gimana kalian sehat kan. Btw ada yang punya tips biar bisa move on ga???...
oh ya ada yg punya ig? author baru buat kemaren lusa khusus Quotes2 gitu kalau mau mampir @pusparini682 itu ig ku
kalian ada yang punya apk ******* kah???
Jangan lupa dukung aku dengan cara like, rate, komen, share.
lope you guys
bonus nih bonus
tada ini dia Xiao Yan, ganteng kan wkwkwk**.
__ADS_1