RATU IBLIS

RATU IBLIS
92


__ADS_3

Sarah dll terbangun dari tidurnya, mereka melihat sekeliling.


"Kita ketiduran" ucap Santi.


"Ayo pulang" ucap Sarah langsung berdiri.


"Pegal semua tubuhku tidur disini" ucap Wawa. Sarah dkk lalu pulang kerena mereka akan pergi kesekolah.


...............


Dimas menjemput Reno disekolah, Reno masuk kedalam mobil setelah itu Dimas melajukan mobilnya kerumah sakit.


"Bang ini bukan jalan kerumah" ucap Reno melihat sekeliling.


"Memang" jawab Dimas.


"Kita mau kemana?" tanya Reno.


"Rumah sakit" jawab Dimas.


"Emang siapa yang sakit?" tanya Reno.


"Nanti juga kau tau" jawab Dimas, Reno tidak bertanya lagi.


Sekitar 30 menit perjalanan dari sekolah Reno kerumah sakit, mereka lalu masuk kedalam rumah sakit setelah memarkirkan mobilnya terlebih dahulu.


"Pasien atas nama Dara dimana?" tanya Dimas keresepsionis, Reno yang mendengar nama Dara langsung melihat kearah Dimas.


"Diruang icu, kalau boleh tau mas siapanya? Karena adik dan sahabat nona Dara membatasi orang yang akan menjenguk nona Dara" ucap resepsionis.


"Saya tunangannya" jawab Dimas.


"Atas nama siapa?" tanyanya lagi.


"Dimas" jawab Dimas.


"Atas nama Dimas diperbolehkan menjenguk, silahkan langsung keruang icu" ucap resepsionis.


"Terima kasih" ucap Dimas.


"Ayo" Dimas menarik tangan Reno.


"Kak Dara disini?" tanya Reno.


"Iya" jawab Dimas.


Saat sudah sampai icu didepan pintu ada dua penjaga berdiri tegak, matanya menatap Dimas dan Reno tajam, tubuh mereka berotot.


"Siapa?" tanya salah satu penjaganya datar.


"Dimas" jawab Dimas takut.


"Masuk" ucapnya membukakan pintu. Mereka berdua masuk kedalam disana sudah ada Andre dan yang lainnya dengan wujud manusia menjaga Hermione.


"Gimana keadaan Dara sekarang?" tanya Dimas mendekati ranjang yang terdapat Hermione.

__ADS_1


"Masih sama seperti dirawat dineraka" jawab Mona melirik tajam Reno sekilas.


"Sudah banyak jiwa manusia berdosa yang dimasukkan kedalam neraka dan menyerap energi mereka tapi tetap saja masih sama, sebenarnya Hermione maunya apa sih" ucap Dela.


"Eh tunggu Phoenix dan Mawar gimana?" tanya Dela.


"Lagi pemulihan kali karena diserang kita terus" jawab Iliana.


"Coba mati" ucap Mona kesal.


"Tidak akan semudah itu membunuh mereka berdua" ucap Julio.


"Ya aku tau" ucap Mona.


Reno terus berdiri didekat pintu, Dimas duduk dikursi sebelah ranjang Hermione sambil mengusap tangan Hermione, sedangkan yang lain duduk disofa.


"Kenapa kau berdiri terus? Duduk" ucap Drew datar melihat Reno. Reno tersadar dari lamunannya dia duduk disofa single supaya tidak bergabung dengan mereka.


"Waktu itu sayap Dara lepas sebelah sekarang gimana?" tanya Dimas tanpa melihat yang lain dia terus melihat Hermione.


"Sayap udah aman cuman racunnya aja masih menyebar dan nyebarnya udah hampir keseluruh tubuh Dara" jawab Julio.


Tiba-tiba detak jantung Hermione berhenti, membuat mereka saling pandang.


"Eh eh jangan bercanda" ucap Evan.


"Dara jangan gitu dong kamu udah janji gak akan tinggalin aku" Dimas menggoyangkan tubuh Hermione.


"Dokter buruan dokter" ucap Andre panik.


"Woi kalian yang diluar siapa tuh aku lupa panggil dokter" teriak Drew. Penjaga yang diluar lalu masuk.


"Ada apa tuan?" tanya penjaga.


"Panggil dokter" jawab Drew. Penjaganya langsung pergi.


"Dara please bertahan" ucap Iliana.


"Ni alat rusak kayaknya" ucap Andre memukul-mukul elektrokardiogram(EKG).


"Percuma mukul tu benda" ucap Dela menarik Andre supaya tidak memukul EKG.


Dokter dan suster masuk kedalam.


"Dimohon kalian keluar untuk memudahkan kami memeriksa pasien" ucap susternya.


"Tapi saya mau temenin Dara" ucap Dimas.


"Maaf tidak bisa, mohon kalian keluar" ucap suster.


"Ayo" Julio menarik Dimas, Dela menarik Reno yang diam mematung. Mereka menunggu diluar ruangan, pintu ditutup oleh suster. Tidak ada yang diam duduk, mereka mondar mandir menunggu dokter keluar memberi kabar.


"Semoga kak Dara bisa diselamatkan" batin Reno.


Tidak lama kemudian dokter lalu dari dalam dengan wajah lesu.

__ADS_1


"Gimana keadaan kakak saya?" tanya Andre.


"Maaf kami tidak bisa menolongnya" jawab dokter.


"Kau bercanda" ucap Andre langsung masuk kedalam ruangan. Andre melihat suster sedang melepaskan alat bantu untuk Hermione bertahan hidup. Andre melihat tubuh Hermione mulai sedikit memudar dan mengeluarkan sedikit asap merah itu hanya terlihat oleh dia karena dia iblis sedangakan sustee iti tidak karena dia manusia.


Andre yang tadinya tidak terlalu panik menjadi sangat panik melihat tubuh Hermione. Dia menghampiri Hermione yang sudah tidak terpasang alat-alat semacamnya. Suster keluar dari ruangan setelah merapikan alat-alatnya. Yang lain masuk kedalam ruangan.


"Kakak jangan seperti ini kak, jangan tinggalkan Andre sendiri kak" ucap Andre menggoyangkan tubuh Hermione.


"Asap merah" ucap Evan dan yang lainnya kecuali Dimas dan Reno.


"Kau keneraka bilang sama siapapun penguasa neraka tuan Lucifer, tuan Asmodeus, tuan Abaddon atau yang lain cepat ini darurat" ucap Iliana kepada Evan.


"Drew ikut aku" ucap Evan.


"Ayo" Evan dan Drew menghilang.


"Asap apa?" tanya Dimas.


"Kalian manusia tidak akan bisa melihatnya, itu asap dimana tandanya seorang iblis akan lenyap dari muka bumi ini, tubuh Dara juga sudah mulai memudar artinya semakin tipis untuk Dara bertahan" jawab Julio.


"Nggak boleh gitu" ucap Dimas langsung menghampiri Hermione. Reno terdiam matanya sudah berkaca-kaca.


"Dara kau sudah berjanji tidak akan meninggalkanku, kau harus tepati janjimu sekarang Dara" ucap Dimas.


"Julio lihat semakin memudar saja, tubuh Dara hampir transparan" ucap Mona semakin panik.


"Yang bisa menyelamatkan Dara untuk sementara ini cuman Dimas" Evan muncul bersama Drew.


"Dimas cium bibir Hermione sekarang sebelum terlambat, jika aku bilang lepas baru kau lepas" ucap Drew. Tanpa pikir panjang Dimas langsung mencium bibir Hermione.


"Maksudnya gimana?" tanya Andre.


"Dimas adalah manusia yang mencintai Dara apa adanya dia juga sekaligus suami manusia Dara, makanya energi Dimas menjadi sangat besar berpengaruh untuk Dara, dengan ciuman saja tenaga Dara yang tadinya lemah menjadi pulih kembali" jelas Evan.


"Asapnya hilang tubuh Dara juga sudah mulai kembali seperti semula" ucap Dela senang.


"Drew lihatlah Dara akan selamat" Dela menggoyangkan tubuh Drew senang.


"Iya sayang iya" ucap Drew.


"Mas sudah cukup kau bisa melepaskannya" ucap Drew. Dimas melepaskan ciumannya, bibir Hermione menjadi sedikit tidak pucat.


"Akhirnya" ucap Iliana.


"Hampir jantungku copot" ucap Mona.


"Makasih sudah mau menepati janjimu" ucap Dimas mencium kening Hermione sekilas.


"Itu juga karena dirimu, terima kasih Mas" ucap Andre.


"Aku akan melakukan apapun demi Dara, tidak perlu berterima kasih" ucap Dimas.


"Untung saja kak Dara bisa bertahan" batin Reno bersyukur.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2