
Ratu Min Xunzi dan Raja Min Lunxi sedang berada di halaman depan Istana Kerajaan Bulan untuk menikmati suasana di siang hari, mereka berdua tampak sangat aneh bagi para prajurit yang sedang menjaga gerbang. Biasanya orang lain akan berjalan jalan di halaman depan saat pagi hari, namun pasangan suami istri itu malah melakukannya ketika siang hari.
"Sebaiknya Tuan dan Nyonya masuk kedalam istana. Saat ini cuaca sedang sangat terik, kami tak ingin kalian berdua pingsan." ucap salah seorang prajurit penjaga gerbang yang memberanikan dirinya untuk menegur Raja Min Lunxi dan Ratu Min Xunzi.
"Kalian tenang saja karna kami sudah terbiasa melakukannya." ucap Ratu Min Xunzi dengan ekspresi tenang dan masih melanjutkan aktivitasnya itu.
Tak berapa lama setelahnya muncul Xiao Ziya dengan wajah bingung yang terlihat sangat jelas, mungkin ia juga keheranan sama seperti para prajurit penjaga gerbang. Dengan segera Xiao Ziya menghampiri Raja Min Lunxi dsn Ratu Min Xunzi dan bergabung dengan mereka berdua.
"Saya sudah mencari kalian berdua kemana mana, ternyata paman dan bibi sedang bermesraan di sini." ucap Xiao Ziya dengan ekspresi kesal, Ziya menggembungkan pipinya seperti anak kecil yang sedang merajuk.
"Ahahaha jangan merajuk seperti itu, bagaimana kami bisa tau kalau kau sedang mencari kami?." ucap Raja Min Lunxi yang merasa gemas dengan tingkah keponakannya itu.
"Ada sesuatu yang bisa bibi lakukan untuk membantumu?." tanya Ratu Min Xunzi, jika keponakannya sudah datang untuk mencarinya pasti ada sesuatu yang harus ia lakukan.
"Pagi tadi saya mendapatkan surat undangan makan malam dari Kerajaan Bintang Timur, saya akan datang kesana untuk melihat keadaan ibu. Selama saya pergi bisakah paman dan bibi menjaga Kerajaan Bulan?." tanya Xiao Ziya dengan wajah memohon.
"Baiklah baiklah, siapa yang bisa menolak permintaan keponakanku yang sangat cantik ini." ucap Ratu Min Xunzi yang sedang menggoda Xiao Ziya.
"Terimakasih paman dan bibi, kalau begitu saya pamit." ucap Xiao Ziya yang langsung melesat keluar melewati gerbang utama Istana Kerajaan Bulan, para prajurit penjaga gerbang sampai tersungkur di tanah karna angin yang sangat kencang melewati mereka.
Xiao Ziya bergegas pergi ke Wilayah Kerajaan Bintang Timur agar dapat melihat terlebih dahulu bagaimana situasi di sana, gadis itu hanya berharap semoga anak anak dari Raja Yongling Zu tak membuat masalah dengannya. Di sisi lain Yie Munha sudah sampai di perpustakaan Klan Yuang Yie, ia meminta izin pada penjaga perpustakaan untuk masuk kedalam gudang. Anehnya penjaga perpustakaan tak mengizinkan gadis itu untuk menyentuh gudang, dengan keras kepala Yie Munha tetap memaksa agar gudang di buka.
"Sebaiknya nona kembali saja, gudang ini sangat kotor dan tak pernah dibersihkan." ucap penjaga perpustakaan dengan tatapan kesal, nona muda yang ada di hadapannya sangat keras kepala.
"Ada sesuatu yang ingin aku cari di dalam sana, cepatlah !!." teriak Yie Munha dengan kencang.
Penjaga perpustakaan menyeret Yie Munha dengan paksa agar keluar dari sana akan tetapi gadis itu tetap memberontak dan membuat keributan. Yie Fufu datang setelah mendengar keributan dari arah perpustakaan, pria itu menatap datar ke arah Yie Munha yang sedang ditarik keluar dari perpustakaan.
"Bisakah kalian lebih tenang sedikit? saat ini para ketua klan sedang mengerjakan beberapa tugas penting." ucap Yie Fufu.
"Pria tua ini tak mengizinkan ku untuk melihat gudang perpustakaan. Apakah kau tak curiga jika pria tua ini menyembunyikan sesuatu di sana?." ucap Yie Munha dengan senyuman licik, gadis itu akan memanfaatkan wakil ketua Klan Yuang Yie agar bisa mendapatkan buku yang ia cari.
Yie Fufu menatap ke arah penjaga perpustakaan seperti sedang meminta penjelasan padanya, mengerti isyarat yang di berikan oleh wakil ketua Klan Yuang Yie penjaga perpustakaan itu segera menggelengkan kepalanya sebagai pertanda ia tak menyembunyikan apapun di sana.
"Datanglah esok hari saat saya sudah membersihkan gudang itu, semua orang juga tau bahwa perpustakaan adalah tempat yang jarang di kunjungi jadi saya jarang membersihkannya." ucap pria tua penjaga perpustakaan dengan jujur.
"Kau sudah dengar itu? datanglah besok dan jangan buat keributan lagi." ucap Yie Fufu yang langsung pergi begitu saja, ia tak ingn mendengar alasan Yie Munha agar bisa masuk kedalam perpustakaan saat itu juga.
"Aku akan kembali besok, jangan melarang ku untuk mengunjungi setiap sudut yang ada di perpustakaan." ucap Yie Munha dengan tatapan tajam lalu pergi dari sana.
__ADS_1
Setelah kepergian Yie Munha, penjaga perpustakaan dengan segera menutup pintu dan membereskan gudang ia juga curiga jika gadis itu sedang mencari tau mengenai nenek kandung Xiao Ziya. Pria tua yang ditugaskan untuk menjaga perpustakaan adalah tekan baik dari Yie Gu, jadi ia akan menjaga setiap rahasia yang dititipkan padanya. Pria itu keluar dari perpustakaan melewati pintu belakang agar tak diketahui oleh siapapun, setelahnya ia bergegas menuju ruang kesehatan untuk bertemu dengan Yie Gu.
"Bisakah anda panggilkan Tuan Yie Gu sebentar?." tanya pria tua penjaga perpustakaan itu pada tabib wanita yang sedang berada di luar ruang kesehatan.
"Tolong tunggi sebentar." ucap tabib wanita itu dengan ramah kemudian masuk kedalam.
Tak berselang lama setelahnya Yie Gu keluar dari ruang kesehatan dengan tatapan bingung, tabib wanita itu tak memberitahu terlebih dahulu siapa yang datang mencarinya. Wajah Yie Gu semakin bingung saat melihat sang penjaga perpustakaan Klan Yuang Yie sedang menunggunya.
"Ada urusan apa anda mencari saya?." tanya Yie Gu dengan cukup sopan, bagaimanapun pria penjaga perpustakaan beberapa tahun lebih tua darinya.
"Hari ini cucumu Yie Munha datang ke perpustakaan Klan Yuang Yie, gadis itu memaksa masuk ke dalam gudang. Saya curiga Yie Munha ingin mengambil buku silsilah penerus Klan Yuang Yie." ucap pria tua penjaga perpustakaan itu sembari melihat kondisi sekitar.
"Gadis itu mulai bergerak, namun sangat aneh jika dia bersedia ikut campur dalam masalah Xiao Ziya." ucap Yie Gu, pria itu sedang berfikir segala kemungkinan yang bisa saja terjadi.
"Bisa saja mereka telah membuat sebuah kesepakatan, sebaiknya anda meminta seseorang untuk mengawasi pergerakan Yie Munha. Rencana yang sudah kita atur selama ini tak boleh hancur begitu saja hanya karna ulah anak anak sialan itu." ucap pria tua penjaga perpustakaan dengan raut wajah kesal. Pria tua itu sudah sangat bersabar mendapat pekerjaan yang tak layak selama berada di Klan Yuang Yie hanya untuk membantu Yie Gu.
"Saya akan menyewa mata mata untuk mengawasinya, lebih baik anda segera menyingkirkan buku itu." perintah Yie Gu pada pria tua penjaga gerbang.
"Saya akan menyembunyikannya di sebuah tempat, saya harus pergi sekarang sebelum ada ketua klan yang datang." ucap sang pria tua penjaga perpustakaan yang menghilang dari hadapan Yie Gu dalam hitungan detik.
Yie Gu masuk kembali kedalam ruang kesehatan, ia membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur sembari berfikir kesepakatan apa yang telah terjadi antara Xiao Ziya dengan Yie Munha. Yie Gu tau dengan baik bahwa Yie Munha begitu membenci Xiao Ziya, gadis itu juga tak akan sudi membantu Ziya walaupun dengan kesepakatan sebutir pil darah untuk menyembuhkan kaki Yie Weinje.
Saat ini Xiao Ziya berada di depan perbatasan Kerajaan Bintang Timur, beberapa prajurit penjaga perbatasan mencegat Xiao Ziya dan menanyakan token identitas gadis itu. Xiao Ziya diam beberapa saat karna ia bingung identitas mana yang harus ditunjukkan, gadis itu tak mungkin memberikan token identitas milik Yie Gu yang masih ia bawa karna hubungan antara Kerajaan Bintang Timur dan Klan Yuang Yie sedang memburuk, Xiao Ziya tak bisa memberikan identitas yang ia dapatkan dari dunia bawah karna prajurit penjaga perbatasan akan menanyakan banyak hal padanya, Xiao Ziya juga belum memiliki identitas resmi sebagai pemimpin baru dari Kerajaan Bulan, akhirnya Ziya menunjukkan identitas sebagai salah satu junjungan tertinggi di alam neraka. Prajurit penjaga perbatasan Kerajaan Bintang Timur menerima token identitas itu dengan tangan gemetaran, baru pertama kali salah satu junjungan tertinggi dari alam neraka berkunjung ke kerajaan mereka.
"Selamat datang di Kerajaan Bintang Timur, kami berharap anda memiliki kesan baik selama tinggal di sini." ucap para prajurit penjaga perbatasan yang langsung merubah sikap mereka menjadi sangat sopan.
"Trimakasih atas sambutannya, saya harus segera masuk kedalam untuk mencari penginapan di pusat kota." ucap Xiao Ziya, gadis itu melangkahkan kakinya masuk kedalamnya Wilayah Kerajaan Bintang Timur tanpa ada yang berani menghalanginya lagi.
Setelah kepergian gadis itu, beberapa prajurit penjaga perbatasan saling berbincang satu sama lain. Mereka merasa lega karna tak menyinggung orang penting, akan sangat buruk jika alam neraka mengumumkan peperangan dengan Kerajaan Bintang Timur. Meski Raka Yongling Zu memiliki kemampuan yang lebih tinggi dari beberapa dewa di alam para dewa, akan tetapi tak ada yang tau dengan pasti seberapa kuat alam neraka.
"Gadis itu sedikit mirip dengan Yang Mulia Ratu Junyi Zu." ucap salah seorang prajurit penjaga perbatasan yang menyadari hal itu.
"Anak lain dari yang mulia ratu lahir di dunia bawah, tak mungkin ia memiliki status yang tinggi seperti itu." jawab prajurit penjaga gerbang yang lain.
Xiao Ziya berjalan jalan di sekitar pusat kota Kerajaan Bintang Timur hingga hari hampir malam, gadis itu belum menemukan penginapan yang cocok dengannya. Akhirnya Xiao Ziya mampir kesebuah restoran bernama Restoran Bulan Bintang, pengunjung di restoran itu cukup ramai dan menggunakan pakaian yang cukup mewah. Beberapa pelayan restoran datang dan memberikan Xiao Ziya buku menu, gadis itu melihat beberapa menu makanan yang terlihat aneh.
"Mengapa kalian menjual burung elang bakar?" tanya Xiao Ziya dengan tatapan bingung, dua pelayan wanita yang ada di depannya menganggukkan kepala secara bersamaan.
"Maaf karna kami tak mengetahui bahwa anda pengunjung baru di wilayah Kerajaan Bintang Timur. Saya akan membawakan buku menu yang baru." ucap salah satu diantara kedua pelayan itu. Xiao Ziya merasa curiga dengan tingkah kedua pelayan yang tampak aneh, mungkinkah restoran ini tak hanya menjual makanan saja?.
__ADS_1
"Saya tak membutuhkan buku menu yang baru, saya ingin penjelasan tentang menu aneh kalian jual." balas Xiao Ziya dengan tatapan tajam.
Kedua pelayan itu merasa bingung, mereka tak bisa membocorkan rahasia restoran ini pada pelanggan baru. Lagipula tak ada yang bisa menjamin tentang identitas gadis muda dihadapan meraka itu, bisa saja gadis itu mata mata yang dikirim oleh pihak Kerajaan Bintang Timur untuk memastikan mereka tak menjual informasi tentang anggota kerajaan. Kedua pelayan itu memanggil keamanan yang ada di delam untuk membawa Xiao Ziya keluar dari restoran sebelum mengganggu pengunjung lain.
"Silahkan nona pergi dari sini jika tak memiliki uang untuk membayar makanan!." triak salah satu dari kedua pelayan itu dengan cukup kencang hingga mereka menjadi pusat perhatian pengunjung lain, Xiao Ziya tau kedua pelayan tersebut sedang membuat sebuah drama agar ia diusir dari sana tanpa membuat reputasi restoran itu turun.
Dari arah pintu masuk Restoran Bulan Bintang terlihat beberapa pria bertubuh kekar yang masuk dan membawa pedang, mereka para pengawal yang ditugaskan untuk membawa pengunjung bermasalah.
"Apa yang sedang terjadi?." ucap kelima pria bertubuh kekar itu secara bersamaan.
"Gadis ini ingin memesan makanan seharga sepuluh ribu koin emas namun ia tak memiliki uang untuk membayarnya." ucap kedua pelayan itu dengan raut wajah sedih.
"Padahal saya belum mengatakan apapun, pengunjung yang duduk di belakang saya juga tau bahwa saya belum mesan makanan." ucap Xiao Ziya dengan senyuman licik, untung saja gadis itu duduk di tempat yang cukup ramai sehingga banyak saksi mata yang mendengar percakapan mereka sedari awal.
"Nona ini belum memesan apapun, ia hanya menanyakan beberapa hal tentang menu makanan yang ada di dalam daftar menu." ucap seorang pengunjung yang duduk di belakang Xiao Ziya.
"Jangan menyudutkan gadis yang tak bersalah." ucap pengunjung yang duduk di depan Xiao Ziya.
"Kalian pasti bersekongkol dengan gadis ini, bawa mereka keluar juga dari sini." ucap kedua pelayan itu yang terlihat panik.
Kelima pria bertubuh kekar itu ingin menyeret Xiao Ziya ke luar dari restoran, anehnya tubuh mungil gadis itu tak bergeser sedikitpun meski sudah ditarik dengan sangat kencang. Awalnya hanya satu penjaga yang menarik tangan Xiao Ziya dan kini sudah ada tiga penjaga yang berusaha menariknya.
"Sepertinya kalian belum makan sejak pagi." ucap Ziya kemudian menghempaskan tangannya hingga ketiga penjaga bertubuh kekar itu terpental kebelakang.
"Bersikaplah dengan baik nona, ini kunjungan pertama anda ke restoran kami." ucap kedua pelayan itu dengan kesal, siapa yang mengira bahwa gadis asing itu memiliki cukup kekuatan untuk melukai ketiga penjaga restoran.
"Sedari awal kalian lah yang bersikap kurang ajar, mengapa kalian malah menyalahkan saya? ah atau mungkin kalian berdua tak pernah berkaca?." ucap Ziya dengan tawa yang terdengar keseluruhan penjuru restoran, beberapa pelanggan ikut tertawa mendengar perkataan dari Xiao Ziya.
"Cepat bawa gadis ini keluar!!!" triak kedua pelayan itu dengan sangat kencang, semua penjaga turun ke lantai bawah untuk membereskan Xiao Ziya, hasilnya mereka semua babak belur dan mengalami luka yang cukup parah.
Karna keributan yang ditimbulkan sudah tak dapat diatasi lagi, beberapa pelayan lain naik ke lantai paling atas untuk melapor pada pemilik restoran. Sang pemilik restoran turun ke lantai bawah untuk melihat siapa yang berani membuat keributan di tempat kekuasaannya itu.
"Semuanya berhenti!." triak seorang pria paruh baya dengan sorot mata tajam berwarna biru tua. Pria itu melihat ke arah Xiao Ziya yang sedang duduk dengan tenang sembari menendang beberapa penjaga yang mendekat ke arahnya.
"Mengapa nona melukai semua penjaga yang ada di restoran saya?." tanya pria bernama Xin Zunli itu.
Xiao Ziya membalikkan badannya dan melihat ke arah pria yang sedang membentaknya itu, aura membunuh dan aura pemimpin keluar secara bersamaan dari tubuh gadis itu. Xin Zunli merasakan tekanan yang sangat kuat dari seorang gadis muda, ia terjatuh ke lantai restoran karna tak mampu menahan tekanan itu, banyak pelanggan restoran yang pingsan di tempat.
"Didiklah pekerja anda dengan baik, sebagai pelanggan baru sangat wajar saat saya menanyakan kejelasan tentang beberapa menu yang kalian jual." ucap Xiao Ziya dengan tenang namun setiap kalimat yang keluar dari mulutnya membuat Xin Zunli kesulitan bernafas.
__ADS_1
Hai semuanya updatean yang kedua datang nih wkwkwk, karna kemarin ga up jadi hari ini upnya dua. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak rate bintang lima, share juga ya guys.