RATU IBLIS

RATU IBLIS
Standar Raja Artur


__ADS_3

Xiao Ziya masuk kedalam paviliunnya untuk beristirahat, suasana paviliunnya sangat sepi mungkin Wi Algi sudah tidur terlebih dahulu. Xiao Ziya masuk kedalam kamarnya untuk merebahkan tubuh kemudian terlelap. Disisi lain Xiao Cunyu baru saja sampai di depan gerbang masuk Wilayah Kekaisaran Qiyu, Xiao Cunyu sangat mengkhawatirkan kondisi putrinya.


"Semoga putriku baik baik saja di sana." ucap Xiao Cunyu yang langsung melesat menuju Klan Xiao. Saat masuk kedalam klan, sudah banyak ketua klan yang sedang menunggunya. Xiao Yuza menyambut kedatangan Xiao Cunyu dengan senang hati, ia memeluk Xiao Cunyu dengan erat.


"Untunglah kau kembali dengan selamat, kami sangat khawatir jika sesuatu terjadi padamu." ucap Xiao Ciyun yang tersenyum dengan senang.


Semua ketua Klan Xiao pergi ke paviliun milik Xiao Cunyu mereka akan merayakan kembalinya Xiao Cunyu.


Waktu berjalan dengan cepat pagipun tiba, berita tentang hancurnya Istana kekaisaran Binzo tersebar ke kerajaan kerajaan tetangga. Mereka mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi, dan apa penyebab dari kebakaran hebat itu. Beberapa wakil dari berbagai kerajaan datang ke Wilayah Kekaisaran Binzo untuk bertanya pada penduduk sekitar, namun tak ada yang tau dengan pasti penyebab kebakaran itu.


Beberapa penduduk yang masih terjaga pada malam itu mengatakan bahwa api yang membakar Istana Kekaisaran Binzo berwarna hitam legam, ada beberapa pekerja yang melihat sesosok berbaju serba hitam yang keluar dari istana. Mereka menarik sebuah kesimpulan bahwa salah satu anggota kekaisaran telah menyinggung orang hebat dan membuatnya sangat marah sehingga ia memusnahkan seluruh anggota Kekaisaran Binzo tanpa sisa.


Ditengah keributan yang terjadi, Xiao Ziya masih tertidur dengan lelap di dalam kamarnya hal yang perlu ia lakukan untuk saat ini adalah menunggu pesta pernikahan Kaisar Yan dan Wi Xume dilaksanakan.


Tok tok tok.


Suara pintu kamar Xiao Ziya yang di ketuk oleh Wi Algi, pemuda itu ingin mengajak adik angkatnya untuk sarapan bersama. Wi Algi semalam mendengar langkah kaki yang terhenti tepat di ruangan sebelah kamarnya jadi ia tau bahwa Xiao Ziya sudah pulang kerumah.


"Adik Ziya ini sudah pagi, apakah kau tak ingin sarapan?." tanya Wi Algi dengan suara lembut yang mencoba untuk membangunkan Xiao Ziya.


Karna tak mendapat respon apapun akhirnya Wi Algi menyerah untuk membangunkan gadis itu, mungkin saja Xiao Ziya sedang kelelahan sehingga ia tertidur dengan sangat nyenyak. Wi Algi pergi kehalaman depan untuk membersihkan sampah daun yang sudah lumayan menumpuk, selama tinggal dan bekerja di Paviliun milik Xiao Ziya, pemuda itu merasa bahwa hidupnya menjadi lebih baik.


"Saya harus menjaga adik Ziya dari gadis jahat itu." ucap Wi Algi yang sudah bertekat untuk memutuskan hubungannya dengan Wi Xume.


Di sisi lain saat ini Raja Artur merasa sangat jenuh, ia sudah bosan mengerjakan tumpukan tumpukan kertas yang membuat kepalanya pusing itu. Raja Artur sudah lama tak turun kedunia bawah untuk melihat bagaimana kondisi cucu dan juga penerusnya itu.


"Sebaiknya saya berjalan jalan ke dunia bawah untuk menghilangkan sakit kepala." ucap Raja Artur yang tiba tiba menghilang dari ruang kerjanya.


Baru saja Raja Artur pergi ada seseorang yang mengetuk pintu ruang kerjanya, orang itu adalah salah satu mentri yang bertugas dalam sektor keamanan. Karna tak kunjung mendapat jawaban dari Raja Artur, mentri itu membuka pintu dengan paksa namun tak menemukan siapapun.


"Hais kemana Raja Artur pergi, padahal saya ingin menyerahkan beberapa tugas penting." ucap mentri itu yang menghela nafas panjang, dengan terpaksa ia harus kembali ke tempat kerjanya dan menemui Raja Artur di lain waktu.


Di sisi lain saat ini Raja Artur sudah berada di dalam Wilayah Kekaisaran Qiyu, sebelum pergi menemui Xiao Ziya ia ingin sarapan terlebih dahulu. Raja Artur masuk kedalam restoran yang cukup ramai, ia duduk di salah satu meja kosong.


"Apa ada yang bisa saya bantu?." ucap salah seorang wanita yang menjadi pelayan di restoran itu.


"Tolong buku menunya." ucap Raja Artur dengan gaya sok keren miliknya. Wanita itu melihat ke arah Raja Artur dengan tatapan memuja, walau Raja Artur sering dipanggil kakek tua oleh Xiao Ziya namun ia masih memiliki pesona yang sangat luar biasa.


Pelayan wanita itu memberikan buku menu makanan yang ada di restoran dengan tangan gemetaran, baru kali ini ia bertemu dengan seorang pria yang sangat tampan dan juga berkarisma. Setelah membaca buku menu, Raja Artur memesan daging bakar saus manis, serta beberapa macam buah segar sebagai menu sarapannya. Pelayan wanita itu pergi ke dapur untuk memberitaukan pesanan Raja Artur pada koki.


Saat sedang menunggu pesananya datang Raja Artur mendengar beberapa pembicaraan pengunjung lain. Hal yang mereka bahas adalah misteri tentang hancurnya Istana Kekaisaran Binzo dalam satu malam.

__ADS_1


"Yang saya dengan Kekaisaran Binzo hancur lebur akibat terbakar semalaman." ucap salah seorang pengunjung yang berbicara pada temannya.


"Namun anehnya penduduk sekitar mengatakan bahwa api itu berwarna hitam, semakin disiran dengan air api hitam itu semakin membesar." ucap pengunjung lainnya yang ikut bergabung dalam pembicaraan itu.


Raja Artur sempat berfikir sejenak, satu satunya orang yang memiliki api hitam selain dirinya adalah Xiao Ziya. Apakah terbakarnya Kekaisaran Binzo adalah ulah dari penerusnya itu, namun Raja Artur percaya bahwa Xiao Ziya tak akan melakukan hal seperti itu tanpa alasan yang jelas.


Tak lama kemudian pesanan Raja Artur datang, pria itu menikmati pesanannya. Tiba tiba saja masuk beberapa wanita dengan pakaian yang cukup terbuka karna mereka berasal dari rumah bordil di sebelah restoran itu. Pandangan ketiga wanita itu tertuju pada Raja Artur yang sedang menikmati makananya, entah mengapa wanita wanita itu terpesona dengan ketampanan milik Raja Artur.


"Lihatlah bukankah pria itu tampak begitu tampan?." ucap salah seorang wanita dengan menggigit jari telunjuknya pelan.


"Sebaiknya kita bertanya pada tuan itu apakah dia ingin bermain ataukah tidak." ucap salah seorang wanita yang terlihat lebih cantik dari dua wanita yang lain.


Ketiga wanita yang berasal dari rumah bordil itu mendekat ke arah Raja Artur, salah satu dari mereka duduk di pangkuan Raja Artur.


"Hai pria tampan apakah kau ingin bermain dengan kami bertiga." ucap salah seorang wanita dengan nada genitnya.


Saat itu juga Raja Artur berhenti makan dan menatap ke arah wanita yang sedang menggodanya dengan tatapan tajam. Raja Artur memiliki sikap yang sedikit mirip dengan Xiao Ziya, ia tak suka diganggu oleh orang asing saat menikmati makananya.


"Pergilah saya tidak tertarik dengan kalian." ucap Raja Artur dengan tegas dan tak boleh dibantah.


"Jangan malu malu tuan, kami akan melayani anda dengan sepenuh hati." ucap wanita satunya yang berusaha untuk meyakinkan Raja Artur.


Di sisi lain saat ini Xiao Ziya sudah terbangun dari tidurnya, ia sudah mandi dan mengganti gaunnya dengan sebuah gaun berwarna merah muda dengan sulaman bunga sakura yang indah. Gadis itu keluar dari kamar dan melihat Wi Algi yang sedang sarapan sendirian di meja makan, dengan cepat gadis itu menghampiri kakak angkatnya itu.


"Selamat pagi adik. Apa kau ingin pergi sekarang? tak bisakah kau sarapan terlebih dahulu sebelum pergi?." ucap Wi Algi yang merasa sedikit khawatir karna adik angkatnya sering melewatkan sarapan.


"Saya akan makan di luar nanti, ada seseorang yang sedang membutuhkan bantuan saya. Saya pergi dulu gege, sampai jumpa." ucap Xiao Ziya yang langsung keluar dari paviliunnya. Ia berjalan keluar dari Klan Xiao, gadis itu melesat menuju salah satu restoran yang ada di dekat perbatasan.


Raja Artur masih berusaha untuk mengusir ketiga wanita gila yang sedang menggodanya, wanita wanita itu masih bersikeras mengajak Raja Artur untuk bermain bersama dengan mereka. Ada seorang pelanggan yang masuk kedalam restoran itu dan Raja Artur merasa familiar dengan aura yang dimilikinya.


"Apa yang sedang kalian lakukan di sini? ini restoran bukan rumah bordil jadi berhentilah menggoda kakek tua itu." ucap Xiao Ziya dengan wajah datarnya. Ketiga wanita itu menolehkan wajahnya ke arah sumber suara. Mereka bertiga sangat terkejut karna yang datang adalah Xiao Ziya.


"Maafkan kami nona muda, kami akan pergi terlebih dahulu." ucap ketiga wanita itu yang langsung menjauh dari Raja Artur dan pergi dari restoran itu. Raja Artur merasa sangat lega karna terbebas dari ketiga wanita gila yang menggodanya sedari tadi.


"Mengapa kau tak memberitau saya jika datang kesini?." tanya Xiao Ziya dengan wajah kesalnya, ia sangat ingin memukul kakek tua yang ada di hadapannya itu.


"Saya ingin sarapan terlebih dahulu sebelum datang menemui anda." ucap Raja Artur dengan jujur, karna ia merasa kelaparan.


Xiao Ziya duduk di dekat Raja Artur kemudian memesan beberapa menu makanan, makanan yang dipesan oleh Xiao Ziya jauh lebih banyak dari milik Raja Artur.


"Bagaimana kabarmu gadis nakal?." tanya Raja Artur yang melanjutkan acara makannya yang sempat tertunda.

__ADS_1


"Hah banyak masalah yang datang akhir akhir ini, apalagi saat ini Yan gege sedang ditempeli oleh gadis gatal." ucap Xiao Ziya dengan santai tanpa merasa bersalah mengatai Wi Xume sebagai gadis gatal.


"Ahahaha lalu apa yang akan kau lakukan pada kakak pertamamu dan juga gadis itu?." tanya Raja Artur pada Xiao Ziya, Raja Artur ingin tau rencana yang dimiliki oleh penerusnya itu.


Xiao Ziya menceritakan secara detail pada Raja Artur tentang rencana yang ia miliki, kali ini Xiao Ziya tak akan membunuh kakak laki lakinya itu namun entah dengan si gadis menyebalkan. Raja Artur hanya tersenyum sambil mengangguk anggukkan kepalanya mendengar rencana dari Xiao Ziya.


"Baguslah karna gadis nakal ini sudah menjadi lebih dewasa." ucap Raja Artur yang merasa senang karna Xiao Ziya bisa menahan amarahnya pada anggota keluarganya sendiri.


Pesanan Xiao Ziya datang, gadis itu memakannya dengan lahap bahkan ia selesai makan terlebih dahulu daripada Raja Artur. Setelah selesai sarapan Raja Artur dan Xiao Ziya memutuskan untuk pergi ke Istana Kekaisaran Qiyu karna Xiao Ziya ingin melihat bagaimana persiapan pernikahan Kaisar Yan dengan Wi Xume.


Saat akan memasuki Istana Kekaisaran Qiyu, para penjaga gerbang masuk langsung menundukkan badan mereka. Para penjaga gerbang merasakan aura mencekam yang sangat kuat dari pria yang ada di belakang nona muda mereka. Xiao Ziya dan Raja Artur masuk kedalam istana, Xiao Ziya berhenti di halaman depan karna ia melihat beberapa tanaman langka yang ia tanam hilang.


"Ah ternyata ada pencuri di istana ini." ucap Xiao Ziya dengan senyum menyeringai. Ia ingin menangkap siapa orang yang dengan berani mencuri tanaman tanaman langka miliknya itu.


"Apa kau kehilangan sesuatu?." tanya Raja Artur pada Xiao Ziya yang tak mengetahui barang apa yang telah dicuri.


"Beberapa tanaman ginseng seratus tahun milik saya yang saya tanam di halaman depan menghilang." ucap Xiao Ziya dengan santai kemudian ia masuk kedalam istana. Xiao Ziya bertanya pada beberapa pelayan yang sedang membuat dekorasi pernikahan dimana Kaisar Yan berada.


Beberapa pelayan mengatakan bahwa saat ini Kaisar Yan sedang berada di halaman belakang bersama dengan Wi Xume, mungkin mereka sedang bermesraan di taman belakang saat ini.


"Apa gadis itu cantik?." tanya Raja Artur yang penasaran bagaimana wajah dari gadis yang telah berhasil menggoda kakak pertama dari Xiao Ziya.


"Tidak cantik dan tidak buruk. Percuma cantik jikq hatinya busuk." ucap Xiao Ziya dengan datar sambil berjalan menuju halaman belakang, di sana ada sebuah taman yang bersisi bunga bunga cantik yang Xiao Ziya tanam. Jangan sampai gadis gila bernama Wi Xume itu merusak bunga bunga miliknya.


Akhirnya Raja Artur dan Xiao Ziya sampai di halaman belakang Istana Kekaisaran Binzo, mereka berjalan menuju sebuah taman yang berada di tengah tengah halaman. Xiao Ziya melihat Wi Xume ingin mencabut bunga liliy biru yang ia tanam, bunga yang sangat langka dan ia dapatkan saat berada di dunia peri.


Xiao Ziya mengambil sebuah pisau kecil di dalam cincin semestanya kemudian melempar pisau itu ke arah Wi Xume, dan pisau itu melukai tangan kanan Wi Xume.


"Siapa yang dengan berani menyakiti calon istriku!!." triak Kaisar Yan dengan marah, ia sangat terkejut ketika ada sebilah pisau yang melesat ke arah Wi Xume dan melukai tangannya.


"Setidaknya jangan mengambil apa yang saya miliki, walau anda seorang kaisar di wilayah ini namun otoritas tertinggi ada di tangan saya. Jika saya membunuh anda hari ini tak akan ada yang menuntut ataupun mempertanyakan alasannya." ucap Xiao Ziya dengan mata yang sudah berubah warna menjadi merah darah. Entah mengapa Wi Xume sangat suka mengambil semua yang ia miliki.


Kaisar Yan dan Wi Xume tentu sangat terkejut mendengar suara Xiao Ziya, mereka berdua tak menyangka jika gadis itu akan berkunjung secepat ini. Terlihat raut wajah cemas dari pasangan kekasih itu.


"Saya tidak tau bahwa bunga bunga ini adalah milik anda." ucap Wi Xume yang membuat wajah sedih, ia tak ingin disalahkan karna ingin memetik bunga liliy biru itu.


"Semua yang ada di istana ini adalah milik saya, semua orang tau tentang hal itu." ucap Xiao Ziya dengan datar kemudian berjalan mendekati Wi Xume dan Kaisar Yan.


"Kekasihku hanya ingin memetik satu liliy biru dan kau masih memiliki banyak bunga itu." ucap Kaisar Yan, ia sedang membela kekasihnya.


"Apa kalian tidak tau sebuah etikat baik? apapun yang bukan milik kalian, kalian tak bisa mengambilnya dengan seenak hati. Ku kira kalian berdua sudah dewasa sehingga tak masalah jika menikah dalam beberapa hari lagi ternyata saya salah kalian hanyalah anak anak yang belum mengerti apapun." ucap Xiao Ziya yang secara sengaja menyindir Kaisar Yan serta Wi Xume secara bersamaan. Kaisar Yan hanya bisa menelan ludahnya dengan kasar, sedangkan Wi Xume menahan rasa kesalnya mati matia.

__ADS_1


"Ah jadi ini gadis ulat itu? dia terlihat biasa biasa saja." ucap Raja Artur dengan seenak jidatnya. Karna bagi kakek tua itu wajah Wi Xume masuk kedalam standar menengah kebawah.


Hai hai semuanya author balik lagi nih gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa mampir ke novelku yang judulnya Putri Amerilya ya guys. Vote buat yang belum vote, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya ke temen temen kalian.


__ADS_2