
Xiao Ziya terus mengawasi para murid agar tak ada yang berbuat curang, gadis itu melihat semangat membara dari beberapa murid yang ia kenal seperti Ruo Yogi, Mue Along, dan beberapa murid lainnya. Setelah menunggu cukup lama akhirnya waktu yang diberikan oleh Xiao Ziya habis, para murid berjalan menuju ke arah gadis itu dengan langkah yang sempoyongan karna merasa lelah.
"Beristirahatlah kalian pasti lelah." ucap Xiao Ziya yang meminta para murid untuk duduk dan meluruskan kaki mereka agar tak terkena keram.
Saat berlari tadi ada beberapa murid perempuan yang pingsan karna tak kuat menahan panasnya sinar matahari untunglah mereka hanya kelelahan saja dan sudah dibawa ke ruang kesehatan, kini tersisa dua puluh delapan murid yang ada di hadapan Xiao Ziya mereka sudah menunggu siapa kandidat sepuluh murid terbaik yang akan diajak ke dunia semesta tingkat rendah.
"Saya sudah selesai menulis nama nama murid yang akan ikut bersama dengan saya, untuk para murid yang kurang beruntung kalian tetap mendapatkan hadiah dari saya." ucap Xiao Ziya yang akan memberikan hadiah pada para murid yang tak terpilih untuk ikut bersamanya, hadiah itu untuk mengapresiasi kegigihan mereka dalam mengikuti tes kali ini.
"Baik master kami mengerti." ucap para murid secara serempak.
Xiao Ziya membacakan nama nama murid yang lolos dan akan ikut bersama dengan Xiao Ziya ke dunia semesta tingkat rendah, nama nama murid tersebut adalah Ruo Yogi, Mue Along, Sin Bia, Su Linxi, Xiao Yimi, Xiao Lunze, Xu Jinya, Xin Zunro, Mu Yinha, Mu Yingya. Itulah nama nama murid yang akan ikut dengan Xiao Ziya, sedangkan dua puluh tiga murid yang lain akan mendapat hadiah dari Xiao Ziya.
"Terimakasih atas kerja keras kalian, seperti janji saya sebelumnya saya akan memberi hadiah pada kalian yang kurang beruntung, jangan lupa memberi hadiah ini pada teman kalian yang berada di ruang kesehatan juga." ucap Xiao Ziya yang memberikan masing masing murid seribu koin emas, sebuah pil peningkat kultivasi, dan beberapa makanan ringan yang Xiao Ziya beli saat berada di dunia semesta tingkat rendah.
Para murid yang tak lolos tes menerima hadiah dari Xiao Ziya dengan senang hati, mata mereka berbinar melihat aneka macam makanan ringan yang diberikan oleh Xiao Ziya.
"Terimakasih untuk hadiahnya, meski kami tak seberuntung mereka tapi kami masih bisa merasakan makanan dari dunia semesta tingkat rendah. Dan untuk teman teman kami yang akan ikut bersama dengan nona, jangan lupa untuk pulang dan membawakan bingkisan untuk kami semua." ucap beberapa murid dengan cengiran tanpa dosa.
"Ahahaha baiklah saat kami kembali nanti, akan kami ajarkan ilmu yang kami dapat dari sana." ucap kesepuluh murid yang akan ikut dengan Xiao Ziya.
"Kalian teruslah berlatih, mungkin saja nanti akan dibutuhkan murid tambahan." ucap Xiao Ziya dengan senyuman manisnya. Gadis itu meminta semua murid untuk kembali ke kelas mereka dan untuk kesepuluh murid yang terpilih bisa pulang ke rumah untuk meminta izin dan mempersiapkan diri.
Setelah urusannya selesai Xiao Ziya bergegas pergi menuju ruang kerja kepala akademi untuk bertemu dengan kakak keduanya. Xiao Ziya mengetuk pintu beberapa kali namun tak ada jawaban dari dalam, Ziyapun menunggu beberapa saat di luar ruang kerja kepala akademi. Saat gadis itu sedang menunggu tiba tiba dari arah lain ia melihat Xiao Xun sedang berjalan dengan beberapa guru menuju ruang kerjanya.
"Salam hormat kami pada master Ziya." ucap para guru Akademi Kekaisaran Qiyu yang memberikan salam pada Xiao Ziya.
"Saya terima salam kalian." ucap Xiao Ziya dengan senyuman ramah.
"Mohon maaf semua saya harus pergi terlebih dahulu bersama dengan adik Ziya." ucap Xiao Xun, seharusnya ia mengadakan rapat bulanan bersama dengan guru Akademi yang lain akan tetapi ia sudah memiliki janji dengan adik kesayangannya itu. Rapat bisa di tunda satu hari namun untuk bertemu lagi dengan adiknya diperlukan waktu berbulan bulan.
"Baiklah kami mengerti, kami permisi." ucap para guru Akademi Kekaisaran Qiyu dengan santai, mereka tak mempermasalahkan sikap Xiao Xun yang lebih mementingkan adiknya.
"Terimakasih atas pengertiannya." ucap Xiao Xun dengan senyuman tampan.
Xiao Ziya melihat ke arah kakak laki lakinya itu, ia terdiam untuk beberapa saat. Gadis itu tak tau jika hari ini akan diadakan rapat bulanan, jika ia mengetahui hal itu lebih awal maka Ziya akan menolak tawaran makan siang bersama kakak keduanya.
"Seharusnya Gege rapat saja terlebih dahulu, saya bisa menunggu di sini untuk beberapa jam kedepan." ucap Xiao Ziya yang tak enak hati karna mengganggu pekerjaan Xiao Xun, wajah gadis itu berubah menjadi tak bersemangat.
Xiao Xun mengusap kepala adiknya dengan lembut, ia mengatakan bahwa Xiao Ziya lebih penting dari semua hal yang ia miliki. Jika karna hal ini Xiao Xun harus dilepas dari jabatannya sebagai kepala akademi ia akan terima.
"Waktu milik adikku ini sangatlah mahal, jika bukan sekarang kapan lagi gege bisa makan bersamamu." ucap Xiao Xun dengan senyuman lebar, Xiao Ziya menatap ke arah kakak laki lakinya dan memukul kepala Xiao Xun pelan.
"Bertanggung jawablah atas perkejaan mu gege, lain kali hal seperti ini tak boleh terjadi lagi." ucap Xiao Ziya yang sudah kembali ceria, mereka berdua akan makan siang di kantin Akademi Kekaisaran Qiyu sesuai dengan keinginan Ziya yang sudah rindu dengan menu makanan yang kantin Akademi sajikan.
Saat dalam perjalanan menuju kantin, Xiao Ziya dan Xiao Xun berpapasan dengan beberapa murid luar yang baru saja keluar dari kantin. Para murid itu menatap Xiao Ziya dengan tatapan sinis mungkin mereka belum mengenal siapa gadis itu.
"Apakah dia murid baru?." ucap salah satu murid luar perempuan.
"Dia terlihat sangat dekat dengan kepala akademi, mungkinkah dia masuk kedalam akademi dengan menjual tubuhnya?." ucap murid luar perempuan yang lain. Telinga Xiao Xun sangat panas mendengar komentar dari murid muridnya sendiri, ia sangat ingin memberi pelajaran pada mereka namun ditahan oleh Xiao Ziya.
__ADS_1
"Biar saya yang menyelesaikannya masalah ini." ucap Xiao Ziya, ia akan menyelesaikan masalahnya sendiri. Jika Xiao Xun bertindak kasar pada murid akademi mungkin saja akan tersebar rumor buruk mengenai pemuda itu, akan tetapi jika Xiao Ziya yang melakukannya tak ada orang yang berani menanyakan alasan mengapa Ziya melakukan hal itu. Semua orang yang ada di Wilayah Kekaisaran Qiyu tau jika gadis itu akan bertindak kejam pada mereka yang merendahkannya.
Plak plak.
Kedua murid perempuan itu mendapat masing masing satu tamparan keras dari Xiao Ziya, mendapat perlakuan seperti itu tentu mereka berdua merasa terkejut. Berani sekali murid baru yang belum memiliki seragam akademi berbuat seenaknya di Wilayah Akademi Kekaisaran Qiyu.
"Berani sekali kau menampar kami berdua gadis rendahan." ucap salah satu dari kedua murid perempuan tersebut.
Xiao Ziya tak membalas apa yang murid perempuan itu katakan, ia hanya diam dan mengeluarkan seringai yang menyeramkan. Xiao Ziya kembali menampar kedua murid perempuan itu hingga pipi mereka lebam, karna teriakan dari kedua murid itu banyak guru yang datang untuk melihat keributan apa yang sedang terjadi.
"Ada apa ini?." tanya Si Kirin salah satu guru murid luar yang pernah menjadi guru Xiao Ziya saat masih menjadi murid akademi.
"Gadis liar ini tiba tiba menampar kami berdua guru." ucap kedua murid perempuan itu secara bersamaan, saat itu Su Kirin belum melihat wajah Xiao Ziya karna posisi gadis itu tengah membelakanginya.
"Maaf nona, apa ada kesalahan yang murid saya lakukan pada anda?." tanya Su Kirin dengan kata kata yang sangat sopan, ia tak bisa mempercayai perkataan kedua murid itu sepenuhnya.
Xiao Ziya membalikkan badan dan menatap ke arah Su Kirin dengan tatapan datar, seketika tubuh Si Kirin gemetaran ia tak tau jika Master Akademi Kekaisaran Qiyu sedang berkunjung jika sudah seperti ini kemungkinan besar kedua murid perempuan itulah yang terlebih dahulu memprovokasi Xiao Ziya.
"Salam hormat saya pada Master Akademi Kekaisaran Qiyu, maaf karna saya tak mengetahui jika anda datang berkunjung." ucap Su Kirin dengan tubuh yang masih gemetaran. Kedua murid perempuan itu membelalakkan mata mereka saat sang guru menyebut Xiao Ziya dengan sebutan master akademi.
Jadi orang yang sudah mereka rendahkan adalah sang master akademi yang sangat terkenal itu? seorang gadis muda yang bisa berpergian ke dunia atas tanpa ada hambatan sedikitpun? seorang gadis muda yang dapat menyelesaikan ujian di paviliun hingga lantai teratas? seorang gadis yang dikabarkan dapat menghancurkan sebuah Klan, Aliansi, ataupun Kekaisaran yang dengan berani meremehkan dan merendahkannya? lalu bagaimana dengan nasib kedua murid perempuan yang sudah menghina Xiao Ziya.
"Ajari murid murid anda untuk berkata lebih sopan." ucap Xiao Ziya dengan tatapan tajamnya, mengapa ia harus menjual diri untuk masuk kedalam Akademi Kekaisaran Qiyu jika akademi itu adalah miliknya sendiri sungguh lelucon yang membosankan.
"Jika saya boleh tau apa yang sudah kedua murid saya ini katakan pada anda?." tanya Su Kirin dengan keringat dingin yang menetes, ia tak tau apakah kedua muridnya itu masih bisa di selamatkan ataukah tidak.
Su Kirin dan para guru akademi yang lain membelalakkan mata mereka, perkataan kedua murid perempuan itu sangat keterlaluan. Meskipun mereka tak mengenal siapa Xiao Ziya seharusnya mereka berdua bisa berkata kata dengan lebih sopan lagi.
"Hukuman apa yang ingin anda berikan pada mereka Master." ucap Su Kirin, detak jantung wanita itu sudah tak karuan.
"Mungkin saya akan membunuh seluruh anggota keluarga mereka? atau saya akan merobek mulut mereka?." ucap Xiao Ziya dengan santai, kedua murid perempuan itu jatuh tersungkur di tanah mereka tak mengira akan mendapat akhir yang sangat mengerikan seperti ini.
"Tolong ampuni kami Master Ziya, kami sudah buta karna tak mengenali siapa anda." ucap kedua murid perempuan itu secara bersamaan, mereka sangat berharap agar Xiao Ziya bisa memaafkan apa yang telah mereka berdua lakukan pada gadis itu.
"Dua ratus cambukan tanpa henti, saya tak ingin tau apa yang akan terjadi pada mereka. Jika kalian tak melakukannya akan ku bakar kalian hidup hidup." ucap Xiao Ziya dengan tatapan tajam yang ia berikan pada para guru akademi.
Setelah mengatakan hal itu Xiao Ziya menarik pelan tangan Xiao Xun untuk melanjutkan langkah mereka menuju kantin akademi. Setelah kepergian Xiao Ziya, Su Kirin dan beberapa guru yang lain menarik paksa kedua murid perempuan itu menuju ruang hukuman. Mereka berdua akan mendapat dua ratus cambukan seperti yang diperintahkan oleh Xiao Ziya.
Xiao Ziya dan Xiao Xun sampai di kantin akademi, pemilik kantin menyambut kedatangan Xiao Ziya dengan sangat ramah. Wanita paruh baya itu masih mengenal wajah pelanggan setianya yang sudah lama tak datang berkunjung.
"Seperti biasa saya akan menyiapkan semua makanan kesukaan nona di lantai tiga." ucap pemilik kantin dengan wajah bahagia, setelah sekian lama akhirnya ia bisa bertemu dengan Xiao Ziya lagi.
"Terimakasih bibi karna masih mengingat makanan dan tempat kesukaan saya." ucap Xiao Ziya dengan ramah seperti tak terjadi apapun sebelumnya.
Xiao Xun masih sering bingung dengan sikap dan kebiasaan adiknya itu, Xiao Ziya mudah sekali terpancing amarah namun juga sangat mudah untuk dibujuk.
"Mari kita pergi ke lantai tiga Xun Gege." ucap Xiao Ziya yang mengajak kakak laki lakinya untuk pergi ke lantai tiga. Xiao Xun mengikuti adiknya dari belakang karna ukuran tangga yang tak terlalu lebar dan banyak murid lain yang sedang naik turun menggunakan tangga.
Setelah sampai di lantai tiga Xiao Ziya langsung berjalan menuju meja yang ada di sudut kanan, ia duduk di tempat favoritnya dan melihat kesekeliling. Ternyata lantai tiga cukup ramai tak seperti saat ia masih menjadi murid akademi, mungkin saja para murid yang sekarang mendapat uang saku banyak dari orang tua mereka.
__ADS_1
"Senang bertemu dengan kepala akademi dan master akademi." ucap beberapa murid yang ada di lantai tiga.
Xiao Ziya hanya tersenyum pada para murid yang sedang menyapanya. Tak membutuhkan waktu lama, beberapa pelayan datang mengantar pesanan Xiao Ziya.
"Selamat makan gege." ucap Ziya.
"Selamat makan adikku yang cantik." jawab Xiao Xun dengan ekspresi bahagia.
Di tempat lain saat ini Raja Artur sedang berada di ruang kerjanya, tiba tiba ada beberapa prajurit penjaga perbatasan yang datang menemuinya.
"Salam hormat kami pada Raja Artur." ucap beberapa prajurit penjaga perbatasan secara serempak.
"Saya terima salam kalian, ada hal penting apa hingga beberapa prajurit penjaga perbatasan datang menemui saya?." tanya Raja Artur yang cukup merasa keheranan, biasanya para penjaga perbatasan akan menyampaikan pesan pada prajurit yang sedang berjaga di desa terdekat jika ada seorang tamu yang ingin datang menemui raja mereka.
"Ada seorang pria yang ingin menemui anda, pria tersebut mengatakan bahwa hal ini menyangkut keselamatan junjungan muda." ucap beberapa prajurit penjaga perbatasan yang terlihat sangat cermas, meski belum lama mengenal junjungan muda namun mereka begitu menyayangi Xiao Ziya.
"Biarkan pria itu datang menemui saya." ucap Raja Artur, ia begitu penasaran dengan apa yang ingin disampaikan oleh tamunya itu.
Para penjaga perbatasan bergegas pergi dari ruang kerja Raja Artur, mereka menaiki beberapa kelelawar raksasa yang digunakan sebagai alat transportasi. Setelah sampai ke wilayah perbatasan salah satu dari prajurit itu menyampaikan pada sang pria untuk masuk dan pergi ke Istana Neraka jika ingin bertemu dengan Raja Artur, pria tersebut pergi tanpa mengucapkan apapun aura pria itu terkesan sangat misterius.
"Aku belum pernah melihat pria itu sebelumnya." ucap salah satu penjaga gerbang dengan tatapan kebingungan.
"Ini pertama kalinya ia datang ke alam neraka." ucap penjaga lain yang sedang menebak nebak.
Pria itu berjalan dengan sangat cepat menuju Istana Neraka ia tak ingin membuang buang waktunya yang sangat berharga. Kurang dari dua menit pria tersebut sudah sampai di depan gerbang masuk Istana Neraka, penjaga gerbang mempersilahkan pria itu masuk kedalam sesuai dengan perintah Raja Artur.
Tok tok tok.
Suara pintu ruang kerja Raja Artur yang diketuk oleh sang pria misterius, Raja Artur mempersilahkan tamunya untuk masuk kedalam. Saat pria itu masuk dan menutup pintu tiba tiba suasana di dalam ruang kerja menjadi sangat mencekam.
"Saya dengar anda ingin membahas mengenai penerus saya?." ucap Raja Artur penuh dengan selidik. Pria yang ada di hadapannya terlihat sangat asing.
"Saat gadis itu pergi ke dunia manusia abadi kau harus mengawasinya." ucap pria itu dengan nada datar.
Raja Artur menyeringitkan dahinya, untuk apa Xiao Ziya pergi ke dunia manusia abadi? akses pergi ke dunia itu sangatlah sulit bahkan Raja Artur perlu usaha yang sangat keras agar bisa menginjak dunia manusia abadi.
"Dia akan pergi ke sana? untuk apa?." tanya Raja Artur yang tak mudah percaya pada pria asing dihadapannya itu, mungkin saja pria itu sedang berbohong padanya.
"Masa depan gadis itu jauh diatas apa yang anda bayangkan." ucap pria itu dengan nada bicara serius, ia juga ingin menjaga Xiao Ziya namun ada beberapa hal yang cukup rumit yang harus diselesaikan terlebih dahulu.
"Bagaimana saya bisa mempercayai anda jika saya tak mengenal siapa anda?." tanya Raja Artur dengan penuh rasa curiga, Xiao Ziya tak pernah bercerita padanya tentang pria misterius beraura suram itu.
"Saya Lee Brian, sang malaikat kematian sekaligus paman dari gadis itu." ucap Lee Brian yang mengeluarkan sabit kematiannya, seketika Raja Artur merasakan aura kematian yang lebih besar dari miliknya, Raja Artur tak bisa bergerak atau mengatakan sesuatu karna tekanan dari Lee Brian sangatlah kuat.
Merasa sudah cukup Lee Brian menarik kembali semua aura miliknya dan memasukkan sabit kematian kedalam cincin dimensinya. Raja Artur berusaha berfikir dengan jernih, ia belum bisa menerima semua yang dikatakan oleh Lee Brian. Bagaimana bisa Xiao Ziya adalah keponakan dari sang malaikat kematian? bukankah jiwa gadis itu berasal dari dimensi lain? dan Raja Artur yang telah memasukkan jiwa gadis itu kedalam tubuh seorang gadis bernama Xiao Ziya.
"Terimakasih telah menyelamatkan nyawa keponakan saya, saya berhutang budi pada anda." ucap Lee Brian tetap dengan wajah datar, ia tak akan menunjukkan ekspresi yang lain kecuali pada keponakan kesayangannya itu.
Hai hai semua author balik lagi nih gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya, makasih buat supportnya selama ini tanpa kalian aku bukan apa apa guys. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share ke temen temen kalian ya.
__ADS_1