RATU IBLIS

RATU IBLIS
Siksaan Untuk Xiao Muer


__ADS_3

Karna tak bisa menemukan kakak laki lakinya itu akhirnya Xiao Ziya bertanya pada seorang pelayan yang sedang melintas di depannya. Pelayan itu berkata bahwa Kaisar Yan sedang berada di tempat pelatihan prajurit bersama dengan Jenderal Zue.


"Ayo cepat kita kesana." ucap Xiao Ziya yang langsung menarik tangan Liu Anzo.


Mereka berlari menuju halaman belakang istana Kekaisaran Qiyu, terlihat puluhan ribu prajurit yang sedang berlatih dengan bimbingan jenderal mereka masing masing. Saat ini Kekaisaran Qiyu hanya memiliki seorang jenderal tingkat tinggi dan banyak jenderal biasa walau begitu kekuatan jenderal biasa milik Kekaisaran Qiyu setara dengan jenderal tingkat tinggi dari kekaisaran lainnya.


Ada beberapa prajurit yang menyadari kedatangan Xiao Ziya sehingga mereka menghentikan latihan dan memberi salam hormat pada gadis itu secara serempak.


"Homar kami pada Yang Mulia Master Ziya." ucap mereka yang kini memanggil Xiao Ziya dengan sebutan master bukan nona lagi.


"Saya trima salam kalian semua, dimanakan kakak saya berada?." ucap Xiao Ziya yang cukup kesulitan mencari keberadaan Kaisar Yan diantara puluhan ribu prajurit yang sedang berbaris dengan rapi.


"Kaisar ada di pasukan paling ujing master bisa kesana." ucap seorang jenderal yang memberitaukan dimana Kaisar Yan berada.


Xiao Ziya dan Liu Anzo mulai berjalan menuju tempat Kaisar Yan berada. Para prajurit yang berlatih memberi jalan pada gadis itu.


"Hah mengapa susah sekali untuk menemukanmu Yang Mulia Kaisar Yan." ucap Xiao Ziya yang kini sudah ada di hadapan sang kakak.


Xiao Yan dan Pangeran Kegelapan cukup terkejut dengan kemunculan Xiao Ziya dan seorang pemuda asing yang ada di belakangnya. Mereka berdua kira gadis itu masih ada di kekaisaran tetangga untuk menyelesaikan misinya.


"Kapan kau kembali ke Kekaisaran Qiyu?." tanya Xiao Yan sambil memeluk Adiknya itu karna ia cukup rindu dengan gadis manis yang ada dihadapannya.


"Lalu siapa pemuda yang ada dibelakangmu?." tanya Pangeran Kegelapan yang merasa asing dengan kehadiran Liu Anzo.


"Dia kenalanku saat aku berada di Kekaisaran Lungzo dan aku ingin kakakku Kaisar Yan mengangkatnya menjadi jenderal biasa." ucap Xiao Ziya yang meminta pada Xiao Yan agar mau mengangkat Liu Anzo menjadi Kaisar.


Karna Xiao Yan menanyakan alasan adiknya memintanya untuk mengangkat Liu Anzo menjadi seorang jenderal biasa akhirnya Xiao Ziya menceritakan pengalamannya selama berada di Kekaisaran Lungzo.


Mendengar cerita sang adik tentu saja membuat hati Xiao Yan dan Pangeran Kegelapan memanas mereka berencana untuk menyiapkan pasukan dan menyerang Kekaisaran Lungzo segera.


"Kalian ingin membalas mereka karna kalian berdua adalah kakak laki lakiku?." tanya Xiao Ziya yang memandangi Xiao Yan dan Pangeran Kegelapan secara bergantian.


"Tentu saja kami tak terima adik kami yang cantik diperlakukan seperti itu." ucap Xiao Yan dan Pangeran Kegelapan secara bersamaan.


Xiao Ziya sedang berfikir jika memang mereka akan berperang atas namanya maka akan datang kakak laki lakinya yang lain. Entahlah ini hal yang harus membuatnya bahagia atau pusing.


"Baiklah baiklah kalian bisa melakukannya namun tidak sekarang." ucap Xiao Ziya yang mengizinkan kedua kakaknya itu untuk melakukan sesuatu untuknya. Sebenarnya Xiao Ziya bisa melawan mereka sendiri namun jika ia menolak maka hati para kakak laki lakinya itu pasti akan terluka.


"Liu Anzo sekarang kau menjadi Jenderal dari Kekaisaran Qiyu, dan ini kakak laki laki ku Kaisar Yan yang memimpin kekaisaran ini sedangkan yang satunya adalah Jenderal Zue dia kakak laki lakiku yang akan membimbingmu selama ada di sini." ucap Xiao Ziya yang menperkenalkan kedua kakak laki lakinya pada Liu Anzo.


"Salam kenal dari saya Liu Anzo, trimakasih atas kebaikan master Ziya dan saudara saudara anda." ucap Liu Anzo yang merasa terkesan dengan kebaikan hati Xiao Ziya dan yang lain. Walau ia sudah menyaksikan pembantaian yang gadis itu lakukan pada Aliansi Hitam Wungu namun tak ada alasan bagi gadis itu untuk melukai orang yang tak mengganggunya .


"Oh ya saya pamit karna harus menepuk nyamuk." ucap Xiao Ziya sambil memberi kode pada Xiao Yan dan Pangeran Kegelapan yang sudah mengetahui masalahnya dengan salah seorang Ketua Klan Xiao beserta putrinya.


"Baiklah hati hati adikku pastikan nyamuknya mati." ucap Pangeran Kegelapan yang menyemangati Xiao Ziya.


"Beri kabar pada gege jika mereka melukaimu." ucap Xiao Yan yang akan bertindak tegas jika kedua orang itu sampai melukai adiknya.


"Nyamuk? apakah master Ziya akan berkemah di hutan?." ucap Liu Anzo yang memang tak mengerti tentang apa yang sedang terjadi karna ia baru saja bergabung dengan mereka.


"Bukan apa apa semoga kau betah disini." ucap Xiao Ziya yang langsung melesat pergi melewati prajurit yang sedang berlatih. Merasakan ada angin yang melewati tubuh mereka para prajurit itu langsung tau bahwa Master Ziya sedang lewat melintasi mereka.


Xiao Ziya pergi Ke Klan Xiao tentunya untuk membunuh dua nyamuk yang membuat tidurnya sedikit tidak nyenyak. Walau mereka masih kerabat dari Xiao Ziya perlu kalian semua ingat bahwa gadis itu tak akan pernah memaafkan penghianat. Saat ini Xiao Ziya sudah berada di depan paviliun milik Xiao Bing. Dari dalam paviliun terdengar tawa dari anak dan ayahnya itu.


"Hahaha pasti gadis itu sudah mati keracunan disuatu tempat." ucap Xiao Bing yang terdengar begitu ceria karna orang yang sudah menghalangi segela rencananya sudah tewas.


"Dengan begitu mungkin saja aku bisa menikahi Yan gege dan menjadi seorang ratu atau permaisuri." ucap Xiao Muer yang sedang bermimpi ingin menikahi Xiao Yan.


Apakah mereka berdua tak tau bahwa sampai saat ini Xiao Ziya belum memakai gaun yang Xiao Muer berikan, Xiao Ziya masih menyimpannya disebuah kotak kayu yang ada di dalam cincin semestanya. Xiao Ziya mulai melangkah masuk ke halaman paviliun hingga ia berada di depan pintu paviliun milik Xiao Bing.

__ADS_1


Braaak.


Suara pintu paviliun Xiao Bing yang ditendang dengan keras oleh Xiao Ziya. Ayah dan putrinya itu tampak sangat terkejut saat melihat Xiao Ziya baik baik saja tanpa ada luka sedikitpun.


"Bagaimana kau bisa datang kesini." triak Xiao Muer dengan histeris.


"Mengapa saya tak boleh ada di sini?." ucap Xiao Ziya yang berbalik bertanya pada kakak sepupunya itu.


"Harusnya kau sudah." saat Xiao Muer ingin melanjutkan kata katanya sang ayah yaitu Xiao Bing langsung membekap mulut putrinya itu.


Xiao Bing merasa bahwa Xiao Ziya tidak mengetahui rencana mereka berdua sehingga ia fikir ia bisa mengelabuhi gadis itu dengan mudah.


"Ah tidak apa apa nona, kami hanya terkejut ketika nona berkunjung." ucap Xiao Bing yang berbicara dengan nada yang halus namun begitu menjijikkan bagi Xiao Ziya.


"Ah iya saya datang untuk mengunjungi kakak sepupu saya. Saya dengar dari ayah bahwa ia masih ada di klan jadi saya menjemputnya untuk kembali ke akademi." ucap Xiao Ziya yang mengikuti alur permainab dari Xiao Bing.


"Ternyata begitu, putriku cepatlah adik sepupumu sudah menunggu kalian harus segera kembali ke akademi." ucap Xiao Bing yang meminta pada Xiao Muer untuk ikut Xiao Ziya kembali ke akademi.


Namun sebelum kembali ke akadeni Xiao Muer meminta waktu sebentar agar ia bisa mandi dan mengganti gaunnya dengan gaun yang baru.


Xiao Ziya menunggu dan berbincang bincang dengan Xiao Bing. Namun tak ada yang tau bahwa Xiao Ziya meminta Wilre atau piton salju miliknya untuk menyusutkan badan. Piton itu pergi ke kamar Xiao Muer dengan membawa sebuah gaun putih dan menukarnya dengan gaun putih yang akan dipakai oleh Xiao Muer. Setelah menyelesaikan tugasnya Wilre kembali kedalam cincin semesta.


Xiao Muer keluar dari kamar, ia langsung menghampiri Xiao Ziya yang sedang berbincang bincang dengan ayahnya. Betapa terkejutnya Xiao Bing saat melihat putrinya memakai gaun yang seharusnya ia berikan pada Xiao Ziya.


"Nona Ziya apakah anda menerima gaun dari putri saya?." tanya Xiao Bing yang memastikan bahwa putrinya benar benar memberikan gaun itu atau tidak.


"Tentu saja putri anda memberikan sebuah gaun yang indah namun saya belum sempat memakainya karba ukurannya sedikit kebersaran." ucap Xiao Ziya dengan senyum manis namun mematikan.


Xiao Muer mulai merasakan perih disekujur tubuhnya, wajahnya juga terasa panas. Ia tak tau bahwa gaun yang ia gunakan adalah gaun beracun yang seharusnya dipakai oleh Xiao Ziya.


"Apa yang terjadi pada wajahmu Muer jiejie, mengapa begitu merah dan banyak bintik bintik." ucap Xiao Ziya yang tampak sedih dengan kondisi Kakak sepupunya itu.


Xiao Bing nampak kelabakan ketika melihat sang putri begitu kesakitan. Ia dengan segere mencari kesana kemari penawar racun namun ia lupa bahwa penawar racun itu sudah ia buang ke bukit yang ada di belakang paviliun Xiao Ziya yang ada di Klan Xiao.


"Ah mengapa harus saya yang mencarinya, apakah anda tak tau saya sangat lelah setelah kembali dari menyelesaikan misi saya tak sempat beristirahat." ucap Xiao Ziya yang sedang berakting kelelahan. Xiao Bing yang melihatnya hanya percaya saja karna Xiao Ziya memang baru pulang.


"Baiklah saya akan pergi mencari obat penawarnya, saya titip putri saya pada anda." ucap Xiao Bing yang langsung pergi menuju bukit yang ada di belakang paviliun Xiao Ziya.


Xiao Ziya tersenyum dan melihat kearah Xiao Muer yang sedang berteriak kesakitan namun tak ada orang lain yang datang membantu karna Xiao Ziya sudah memberi tau pada ayahnya agar memperingatkan yang lain agar tidak datang ketika mendengar jeritan dari Paviliun Xiao Bing.


"Mokuzo bukankah kau lapar, pergilah dan santap pria tadi." ucap Xiao Ziya yang mengeluarkan naga hitam dari cincin semestanya. Naga hitam itu menuruti apa yang diperintahkan oleh Xiao Ziya.


Xiao Muer menatap Xiao Ziya dengan tajam ia tak menyangka bahwa gadis yang baru berusia sebelas tahun itu begitu kejam dan pintar mengecoh musuhnya. Ia kira Xiao Ziya benar benar tak tau tentang rencananya dengan sang ayah.


"Bukankah jiejie mengenalku cukup lama? bahkan jiejie tau aku berumur sebelas tahun bukan sepuluh tahun, namun tipu muslihat kelas teri yang ingin jiejie lakukan padaku? itu sangat menyedihkan." ucap Xiao Ziya yang duduk di kursi sambil melihat Xiao Muer yang sedang meraung kesakitan. Xiao Muer sempat berteriak minta tolong namun mengapa tak ada yang datang untuk menolongnya.


"Apakah itu begitu sakit? tapi aku begitu menikmatinya jiejie." Xiao Ziya saat ini terlihat seperti seorang pesikopat yang senang melihat buruannya tersiksa.


"Bunuh saja aku adik Ziya ini sangat menyakitkan bunuh saja aku." ucap Yuan Muer yang sudah tak bisa menahan rasa sakit yang menjalar diseluruh tubuhnya. Ia ingin berlari keluar dari paviliun dan meminta pertolongan namun kakinya sangat lemas dan tak sanggup berjalan.


"Hah bagaimana aku bisa membiarkanmu mati dengan mudah. Bukankah jika aku menggunakan gaun itu akulah yang akan merasakan apa yang kau rasakan sekarang? maka nikmati saja permainanmu itu." ucap Xiao Ziya yang mengambil buah apel yang ada di meja dan memakannya.


Dilain sisi saat ini Xiao Bing sudah sampai di bukit belakang Paviliun Xiao Ziya disana sangat sepi dan tak ada siapapun yang datang. Entah apa yang pria itu fikirkan hingga kemarin ia datang kebukit itu untuk membuang penawar racun yang ada di gaun putih yang dikenakan putrinya sekarang.


"Dimana aku membuangnya jika tak segera kutemukan maka putriku akan dalam bahaya." ucap Xiao Bing yang mulai menyusuri bukit untuk menemukan ramuan penawar. Setelah agak lama mencari akhirnya ia menemukannya juga.


Saat akan menuruni bukit Xiao Bing bertemu dengan seekor naga hitam yang mengerikan, bagaimanapun juga naga hitam milik Xiao Ziya adalah seekor binatang iblis yang mempunyai sisi jahat.


Naga hitam itu menatap Xiao Bing dengan sorot merah dimatanya yang begitu mengintimidasi.

__ADS_1


"Kau manusia yang sudah membuat masterku murka." ucap Naga hitam itu yang memang bisa berbicara bahasa manusia.


"Kau..siapa kau? dan siapa mastermu itu." ucap Xiao Bing yang merasa tak menyinggung master manapun selain master baru dari Akademi Kekaisaran Qiyu yaitu Xiao Ziya.


"Hari ini adalah hari kematianmu penghianat." ucap naga hitam itu yang menyemburkan api panasnya karah Xiao Bing.


Xiao Bingpun terbakar dan ramuan penawar yang ia dapatkan juga hancur. Ia merada dibodohi oleh Xiao Ziya ternyata gadis itu hanya berpura pura polos saja padahal ia mengetahui segalanya.


"Dasar gadis sialan." triak Xiao Bing yang marah namun ia tak bisa apa apa karna tubuhnya terbakar.


Tanpa di duga naga hitam itu membuka mukutnya dengan lebar dan memakan Xiao Bing dengan sekali telan saja. Setelah merasa kenyang sang naga kembali ke paviliun tempat nonanya berada.


Xiao Muer saat ini masih hidup dengan kondisi yang begitu mengenaskan wajahnya dipenuhi oleh luka yang mulai menbusuk begitu mengerikan efek dari racun yang ada di gaun yang ia kenakan itu.


"Kau sudah merusak wajah cantikku." triak Xiao Muer yang hendak berdiri namun ia kembali tersungkur di lantai.


"Bukankah kau yang secara terang terangan ingin menghancurkanku? apa salahnya jika aku mengembalikannya padamu." ucap Xiao Ziya yang sama sekali tak merasa bersalah atas apa yang sedang Xiao Muer alami.


Mokuzo datang dengan ukuran tubuhnya yant sudah menyusut jika ia masuk ke paviliun itu dengan ukuran tubuh aslinya maka pintu paviliun tak akan muat.


"Saya menghadap master, tugas yang master berikan sudah saya laksanakan dengan baik." ucap Mokuzo yang kini sedang ada di hadapan Xiao Ziya.


"Trimakasih atas bantuanmu dan kau bisa kembali." ucap Xiao Ziya yang memasukkan Mokuzo atau naga hitamnya itu kedalam cincin semesta.


Hari sudah sore Xiao Muer masih saja berteriak kesakitan, ia merasa ada hal aneh karna sang ayah tak kunjung kembali untuk memberikan penawar racun padanya.


"Dimana ayahku!." triak Xiao Muer pada Xiao Ziya yang sedang berbaring diatad kursi panjang.


Xiao Ziya menengok dan melihat ke arah Xiao Muer kemudian ia tersenyun sambil mengangkat bahunya yang artinya ia tak peduli dimana ayah Xiao Muer sekarang ini berada.


"Kau pasti sudah melakukan sesuatu pada ayah cepat katakan." triak Xiao Muer yang sepertinya khawatir ayahnya tak akan kembali untuk membawakan penawar racun.


"Kau kira saya perduli dengan ayahmu itu. Bukankah kalian ingin melenyapkanku? jadi cobalah berfikir dimana ayahmu sekarang." ucap Xiao Ziya yang kembali memajamkan matanya sambil menunggu Xiao Muer bisa mengerti dimana ayahnya saat ini.


Setelah berfikir cukup lama akhirnya gadis itu berteriak dengan keras.


"Kau sudah membunuh ayahku dasar wanita gila!!!." triak Xiao Muer yang tak menyangka bahwa sang ayah telah tiada di tangan gadis yang ingin mereka berdua celakai.


Dari luar paviliun milik Xiao Bing terdengar suara langkah kaki seseorang tak lama kemudian ada yang masuk kedalam paviliun itu. Ternyata yang masuk adalah Xiao Yuza dan Xiao Yuna yang membawakan nampan berisi makanan, minuman, dan cemilan.


Melihat itu Xiao Ziya bangun dan melihat kearah mereka berdua. Bukankah ia sudah melarang siapapun untuk masuk kedalam paviliun ini.


"Maaf kami lancang masuk adik Ziya, namun kau belum makan sejak kembali dari Kekaisaran Lungzo jadi aku dan ayah datang membawakan makanan." ucap Xiao Yuna yang merasa tak enak pada saudarinya karna sudah melanggar perintah dari Xiao Ziya.


"Baiklah baiklah bagaimana aku bisa marah pada kakak sepupuku dan juga pamanku. Bagaimana hubungan jiejie dengan Muyen?." ucap Xiao Ziya yang sedang meledek Xiao Yuna. Tiba tiba saja pipi Xiao Yuna memerah karna merasa malu.


"Kalian lanjutkan berbincangnya saya ada urusan lain." ucap Xiao Yuza yang pamit karna harus menghadiri rapat klan yang sebentar lagi akan dimulai.


"Baiklah paman aku titip pesan untuk ayah katakan semuanya sudah beres." ucap Xiao Ziya yang menitipkan pesan pada Xiao Yuza untuk ayahnya.


Saat Xiao Yuza berjalan di depan Xiao Muer tiba tiba gadis itu menggenggam kaki Xiao Yuza dan meminta tolong padanya.


"Paman tolong aku, bukankah aku ini masih keponakanmu." ucap Xiao Muer yang membuat Xiao Yuza merasa jijik pada gadis itu. Tentu saja ia lebih menyayangi keponakannya Xiao Ziya daripada Xiao Muer.


Xiao Yuza menghempaskan kakinya sehingga cengkraman tangan Xiao Muer terlepas.


"Saya tidak punya keponakan yang tak tau malu seperti anda." ucap Xiao Yuza yang langsung pergi.


Xiao Muer hanya bisa menangis dan menahan rasa sakit diseluruh tubuhnya ia tak bisa melakukan apapun, namun ia masih menatap Xiao Ziya penuh dengan rasa benci, gadis itu yang sudah menghancurkan hidupnya.

__ADS_1


**Hai hai semua aku update lagi agak siangan karna ya ngetiknya lama weh satu chapter itu butuh waktu satu sampe dua jam. Semoga kalian bisa ngerti kenapa aku ga punya jadwal update.


Hari ini tiket vote kalian udah ada lagi loh jangan lupa di votein ke novel ini ya, Jangan lupa follow buat yang belum follow, gift hadiah apapun ya guys, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, dan share ke temen temen kalian biar mereka bisa nilai novel ini juga**.


__ADS_2