
Beberapa hari kemudian Dimas meminta cuti untuk tidak kuliah karena dia mendapat kabar bahwa ayahnya kecelakaan dan sekarang dirawat dirumah sakit yang ada disana. Dia berniat untuk pulang kekampung halamannya. Setiap bulan Dimas selalu mengirim uang hasil dari restoran dan kos-kosan/kontrakannya kepada orangtuanya.
"Besok abang mau pulang kampung kamu ikut gak?" tanya Dimas kepada Reno.
"Nggak kan masih sekolah" jawab Reno.
"Hmm iya juga ya, kamu berani gak disini sendiri?" tanya Dimas.
"Ya beranilah, nanti mungkin Fadil bakal disuruh nginap buat nemenin" ucap Reno.
"Ohh bagus deh kalau kamu ada kawan disini" ucap Dimas.
"Salam ya untuk paman dan bibi, semoga paman cepat sembuh" ucap Reno.
"Iya, amin" jawab Dimas.
"Udah sana tidurnya besok sekolah" ucap Dimas.
"Iya iya" ucap Reno berdiri lalu pergi meninggalkan Dimas sendiri diruang keluarga.
"Dara" batin Dimas.
"Daraaaaa" batin Dimas teriak.
"Jangan teriak aku gak budeg dari tadi aku ada disini kali" ucap Hermione dengan wujud iblisnya yang berada diatas lemari kaca yang isinya buku-buku, dia hanya bisa dilihat oleh Dimas.
"Astaga ngapain kamu diatas situ nanti jatuh" batin Dimas melihat kearah suara dan terkejut melihat Hermione ada disana
"Jatuh kebawah jadi santai aja, eh tapi kalau aku jatuh nanti jugakan bisa terbang" ucap Hermione.
"Bukan masalah kamu jatuh atau nggak itu mah terserah kamu mau jatuh atau nggak, yang jadi masalah nanti lemarinya jatuh Reno pasti heran nanti kalau tau lemarinya jatuh sendiri" batin Dimas.
"Eh kirain takut aku yang jatuh" ucap Hermione lalu terbang, karena sayap Hermione yang naik turun sayapnya tak sengaja menyenggol vas bunga besar yang ada disana. Vasnya bergoyang-goyang kekanan dan kekiri ingin jatuh, Dimas menjadi panik tubuhnya malah mengikuti vas bunga itu bergoyang jika vasnya bergoyang kekanan dia ikut kekanan vasnya kekiri dia ikut kekiri. Saat vasnya ingin terjatuh menyentuh lantai, Hermione langsung menahannya dengan kekuatannya dia menunjuk vas itu untuk menahan vasnya terjatuh.
Dimas yang sempat berhenti bernafas akhirnya nernafas kembali, jantungnya berdetak lebih kencang.
"Huh selamat" ucap Hermione berhenti menunjuk padahal vas bunganya belum dia bikin berdiri keposisi semula.
__ADS_1
"Astagfirullah" ucap Hermione lalu memperlambat waktu, vasnya bergerak slowmotion, Dimas menutup matanya tangannya ingin menutup telinganya tapi gerakannya sangat lambat, dia membuka matanya perlahan karena aneh dengan tangannya.
"Iiinnniiii keenaapaa?" tanya Dimas.
"Hehe lo ngomong jadi lambat ya hehe maaf" ucap Hermione cengengesan menggaruk tengkuknya.
"Astaga maksudnya kamu bukan lo, aku memperlambat waktunya supaya ni vas gak jatuh" jawab Hermione. Dia membenarkan vas bunganya menggunakan tangannya sendiri setelah itu dia melihat Dimas yang ingin menurunkan tangannya tapi sangat lambat. Hermione menghilang lalu mencul dihadapan Dimas membuat Dimas kaget.
"Hahah lucu sekali kagetmu pas lambat gini" ucap Hermione tertawa.
"Cepat perbaiki kembali jangan dijadikan lambat tanganku lelah ini dari tadi ingin turun" batin Dimas.
"Ok ok" ucap Hermione lalu membuat waktunya kembali seperti semula. Dimas bernapas lega karena pergerakkannya sudah seperti biasanya.
"Disini tidak aman ayo kekamar" ucap Dimas pelan.
"Mau apa kekamar kau mau memperkosaku?" tanya Hermione sambil menutup bagian dadanya. Dimas terkekeh mendengarnya.
"Iya, ayo" ucap Dimas menarik tangan Hermione, Hermione langsung menghilang dari sana Dimas yang tadinya memegang pergelangan tangan Hermione menjadi memegang angin.
"Cepatlah, lambat sekali kau ini padahal waktunya sudah aku jadikan normal kembali" ucap Hermione dari depan pintu kamar Dimas yang dibuka.
"Coba saja kalau bisa makan aku, kau pikir aku makanan dimakan, memang ya manusia itu aneh-aneh" ucap Hermione.
"Dulu kamu pernah menjadi manusia sebelum jadi iblis berarti kamu juga aneh" batin Dimas.
"Ohh iya lupa kalau pernah jadi manusia, udahlah lupain aja" ucap Hermione masuk kedalam kamarnya. Dimas menyusul Hermione masuk kedalam kamarnya.
"Ngapa manggil aku tadi pakai teriak segala lagi?" tanya Hermione loncat-loncat dikasur.
"Astaga kamu ngapain?" tanya Dimas lalu menutup pintunya.
"Berenang" jawab Hermione cuek masih loncat-loncat.
"Lagi loncat-loncat gitu bilang berenang" ucap Dimas berjalan menghampiri.
"Itu kamu tua" ucap Hermione.
__ADS_1
"Tau Hermione" ucap Dimas.
"Tumben nyebut Hermione, udahlah lupain ngapain kamu manggil aku?" tanya Hermione lalu duduk. Dimas duduk disebelah Hermione.
"Akukan mau pergi dari sini, kamu ikut nggak?" tanya Dimas.
"Ikut" jawab Hermione.
"Kenapa ikut?" tanya Dimas.
"Mau cari cogan disana hahaha" jawab Hermione tertawa jahat.
"Isss Daraaaa" ucap Dimas langsung cemberut.
"Bejanda Dimas, ya mau jagain kamulah" ucap Hermione, Dimas lalu cengir kuda.
"Kamu kesananya dengan wujud apa?" tanya Dimas.
"Tergantung suasana aja, tapi aku gak tinggal dengan kamu dan gak akan nunjukin wujud keorang tua kamu mungkin" ucap Hermione.
"Yahhh kenapa gak tinggal bareng aku sih?" ucap Dimas.
"Kamu tinggal sama orang tua kamu jadi aku gak akan tinggal disana, tapi tenang aja aku akan jagain kamu terus dari jarak dekat maupun jauh" ucap Hermione.
"Seharusnya cowok jagain cewek ini malah kebalik" ucap Dimas.
"Nggak apa-apalah, harus beda dari yang lain dong" ucap Hermione.
"Bisa aja" ucap Dimas.
"Udahlah kamu istirahat sana aku mau pergi" ucap Hermione.
"Pergi kemana?" tanya Dimas.
"Kehatimu hahaha" jawab Hermione lalu menghilang.
"Dasar" ucap Dimas sambil tersenyum.
__ADS_1
Bersambung...